Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELAKSANAAN PENDAMPINGAN DAN TUTORIAL ASI EKSKLUSIF Suharto, Suharto; Pratama, Muchti Yuda; Olivia, Nina; Syafrinanda, Virginia; Simamora, Endang Roswati
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/6mpdec95

Abstract

Proses pemberian ASI tanpa tambahan makanan lain pada bayi berumur 0-6 bulan disebut ASI eksklusif. sejumlah riset menunjukkan bayi yang diberi asi lebih jarang terserang Gastroenteritis, infeksi pernapasan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, alergi, asma, dan eksim. Pendidikan kesehatan yang melibatkan pendampingan dan tutorial merupakan salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Pendidikan kesehatan ini diyakini lebih efektif ketika disampaikan secara personal melalui komunikasi tatap muka. Peran tenaga kesehatan memiliki kaitan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu yang mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberikan ASI.  Kegiatan PKM bertujuan meningkatkan dan merubah perilaku pemberian ASI yang optimal pada ibu yang menyusui. Metoda dilakukan dengan pendampingan dan pemberian tutorial tentang ASI Eksklusif dengam 42 peserta di posyandu Flamboyan Jaharun B di bawah pembinaan Puskesmas Kecamatan Galang Deli serdang serta menggunakan instrumen tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.
Hubungan Excessive Daytime Sleepiness Terhadap Tingkat Konsentrasi Pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Syafrinanda, Virginia; Yunani, Yunani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: This study aims to determine the relationship between EDS and the concentration level of college students. Methods: This study used a cross-sectional design with a sample of 89 people. The EDS instrument was measured using the Epworth Sleepiness Scale and the concentration level instrument was the Stroop Test. Data analysis used the Chi-Square test. Results: The results showed that more than half of the college students experienced EDS (55.1%) compared to students who did not experience EDS (44.9%). Meanwhile, the concentration level of college students was in the poor category (40.4%), the less category (38.2%), and the moderate category (21.3%). The results of the statistical test showed a p-value of 0.021 (<0.05), meaning there is a significant relationship between EDS and concentration level. Conclusion: Based on the results of the research conducted, it appears that the analysis of the relationship between excessive daytime sleepiness and concentration levels in students indicates that students who experience excessive daytime sleepiness are more likely to experience it. Therefore, further research is needed to understand the factors that influence the occurrence of excessive daytime sleepiness and decreased concentration in students.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TINDAKAN FINGERHOLD DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Sonia Angelina; Syafrinanda, Virginia; Fentiana, Nina; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/g9rgzm65

Abstract

Introduction: Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal which results in an increase in morbidity and mortality. WHO shows that around 1.13 billion people in the world suffer from hypertension, the number of people with hypertension continues to increase every year, it is estimated that in 2025 there will be 1.5 billion people with hypertension, and it is estimated that every year 10.44 million people die from hypertension and its complications. Research Objective: Implementing nursing care in the form of providing fingerhold actions to hypertensive patients who experience discomfort. Method: This research is descriptive with a case study approach of nursing care starting from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, which was carried out on two respondents aged >18 years who suffered from hypertension with discomfort. Fingerhold actions were carried out for 3 days on both patients at the Putri Hijau Class II Hospital, Medan, using nursing interventions according to SIKI (2018). Research Results: It was found that the provision of fingerhold action can reduce discomfort in hypertensive patients, after the action was carried out for 3 days on client 1 before the action was carried out with a pain scale of 6 (moderate), and after the action became 3 (mild). While in client 2, pain was obtained in the nape of the head before the action was carried out with a pain scale of 6 (moderate), and after the action became 3 (mild). Conclusion: The provision of fingerhold action carried out for 3 days can reduce discomfort in patients suffering from hypertension. Suggestion: Can increase knowledge in hypertensive patients about handling discomfort disorders.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KETIDAKPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Nadia Maulina; Fentiana, Nina; Syafrinanda, Virginia; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/bckzxt74

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang penyebabnya adalah gangguan fungsi ginjal yang sudah menahun, berlangsung secara progresif dan juga bersifat irreversible yang harus dilakukan tindakan hemodialisa, pengaturan diet, dan pembatasan cairan yang masuk. Tujuan Penelitian: melakukan pendidikan kesehatan tentang ketidak patuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang pembatasan cairan. Metode: deskriptif dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah dengan pendekatan asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi, yang dilakukan pada dua pasien dengan kriteria inklusi penderita GGK yang menjalani hemodialisa yang bersedia menjadi responden, pasien gagal ginjal kronis yang sedang menjalani hemodialisa, pasien gagal ginjal kronik yang minimal sudah 3 kali hemodialisa, serta umur pasien 45-70 tahun dan kriteria eksklusi penderita GGK yang tidak bersedia menjadi responden, penderita GGK yang tidak sedang menjalani hemodialis, jenis kelamin penderita laki-laki dan perempuan. Serta intervensi keperawatan menurut SIKI (2018). Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa ketidakpatuhan pembatasan cairan teratasi dimana pasien 1 dengan tingkat pengetahuan 80 (10-100) menjadi 90 (10-100) termasuk dalam kategori patuh sedangkan pada pasien 2 dengan tingkat pengetahuan 80 (10-100) menjadi 90 (10-100) termasuk dalam kategori patuh. Kesimpulan: pemberian pendidikan kesehatan tentang ketidak patuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa efektif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dalam ketidakpatuhan pembatasan cairan. Saran: Dapat menambah pengetahuan pada penderita hendaknya menambah keleluasan ilmu dan teknologi dalam bidang keperawatan terutama dalam asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa
Pendidikan Seksual dan Kesehatan Reproduksi Remaja Pria di LPKA Kelas II Bandar Lampung Tiala, Nur Hijrah; Syifa, Faidana Yaumil; Manurung, Idawati; Syafrinanda, Virginia; Putri, Hadeci Lovenda; Fauziyah, Ageng Hasna
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dke5g960

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan yang membutuhkan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi, terutama pada lingkungan terbatas seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang memiliki keterbatasan akses edukasi kesehatan. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi berpotensi meningkatkan risiko perilaku seksual yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja pria mengenai pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi di LPKA Kelas II Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi, melibatkan 43 remaja pria. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan baik dari 18,6% menjadi 62,8%, serta penurunan kategori pengetahuan kurang dari 46,5% menjadi 9,3%. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam diskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Oleh karena itu, program edukasi yang terstruktur, interaktif, dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan reproduksi remaja secara optimal.