Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Islam dalam Membangun Generasi Berkarakter Rahmatan Lil ‘Alamin Masruchan
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.2982

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, dinamika sosial dan perkembangan global menuntut adanya rekonstruksi paradigma pendidikan Islam agar lebih kontekstual, humanis, dan berorientasi pada nilai rahmatan lil ‘alamin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis konsep rekonstruksi pendidikan Islam dalam membangun generasi berkarakter universal dan moderat. Melalui pendekatan studi pustaka dengan analisis deskriptif-analitis, tulisan ini menegaskan bahwa paradigma pendidikan Islam harus menyeimbangkan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial. Pendidikan Islam perlu diorientasikan pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai kasih sayang, keadilan, dan kemanusiaan universal sebagaimana termaktub dalam prinsip rahmatan lil ‘alamin. Rekonstruksi paradigma ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pendidikan formal yang tidak hanya melahirkan individu cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak dan berwawasan global. Abstract Islamic education has a strategic role in shaping individuals who are faithful, knowledgeable, and morally upright. However, social dynamics and global developments demand a reconstruction of the paradigm of Islamic education to be more contextual, humanistic, and oriented toward rahmatan lil ‘alamin values. This article aims to theoretically analyze the reconstruction of Islamic education in developing a generation with universal and moderate character. Using a literature review and descriptive-analytical approach, this study emphasizes that Islamic education must balance spiritual, intellectual, and social dimensions. It should focus on character formation grounded in compassion, justice, and universal humanity as stated in the principle of rahmatan lil ‘alamin. The reconstruction of this paradigm is expected to build a formal education system that produces not only intellectually capable individuals but also ethical and globally minded Muslims.
Coaching Clinic Table Tennis for Students to Improve Basic Technical Skills Sulistyo, Yully Wahyu; Zen, Mohammad Zaim; Masruchan; Tantri, Ulil Amallia Dwi
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i1.6895

Abstract

This community service activity was carried out based on the problem of students' understanding of basic table tennis skills, so there was a need for an activity that could support the understanding of basic table tennis skills, using an educational and participatory approach that combined lectures and practice. The participants of this community service activity were 65 physical education students who were taking a table tennis course. The results of the community service activity showed that the initial data was in the poor category (52.30%). After learning the initial data results, the students practised the material and the final results were in the good category (36.92%). From this data, it can be seen and understood that this community service activity had a positive impact on basic table tennis skills.
PHET COLORADO ENPOWERMENT PROGRAM:PELATIHAN PENGGUNAAN “PHET COLORADO” BAGI SISWA MTs AL-HIKMAH Maarif, Safiil; Muslimin; Masruchan; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Fatchiyah Rahman
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 2 Edisi November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/ekmbbb86

Abstract

Era industry 4.0, proses pembelajaran matematika seyogyanya harus diiringi dengan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu contoh Media pembelajaran teknologi yaitu media pembelajaran berbasis website yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun. MTs Al-Hikmah merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta tingkat SLTP yang terletak di desa Janti Jogoroto Jombang. Di madrasah ini, dalam proses pembelajaran masih jarang menggunakan media pembelajaran yang berbasis web. Sehingga tidak sedikit dari siswa-siswi yang mengalami kesulitan saat memahami materi pecahan dan aritmatika. Solusi yang ditawarkan yaitu  dengan melaksanakan Phet Colorado Empowerment Program: Pelatihan Penggunaan “Phet Colorado” Bagi Siswa-Siswa MTs Al-Hikmah. Dengan tujuan setelah dilaksanakannya kegiatan ini, siswa-siswi tersebut bisa lebih mudah memahami materi matematika yang berhubungan pecahan dan aritmatika. Di kegiatan ini, siswa-siswi diajarkan cara memahami materi pecahan. Selain itu juga, siswa dilatih memperkuat hafalan perkalian dan pembagian. Metode pelaksanaan Phet Colorado Empowerment Program dibagi menjadi 5 tahap yaitu (1) tahap persiapan : melakukan survey awal, perizinan, sosialisasi dan penentuan lokasi kegiatan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan: kegiatan dilaksanakan di laboratorium komputer MTs Al-Hikmah; (3) tahap evaluasi: Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses pelatihan berlangsung; (4) tahap pendampingan: Pendampingan dilakukan hingga siswa dapat menggunakan  media Phet Colorado dengan maksimal ; (5) tahap pelaporan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat dijelaskan bahwa siswa/i MTs Al-Hikmah Janti yang semula tidak mengetahui sama sekali tentang media Phet Colorado untuk digunakan mempelajari pecahan dan aritmatika, dengan kegiatan Phet Colorado Empowerment Program siswa akhirnya mengetahuinya. Melalui kegiatan ini pula lah siswa/i dapat mempelajari pecahan dengan obyek yang seperti konkret bahkan lebih baik dari obyek konkret. Siswa/i telah bisa menggunakan media Phet Colorado dengan baik