Ika Krismayani, Ika
Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Perpustakaan Sekolah dalam Mendukung Kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di SMA Muhammadiyah Wonosobo Vany Rahmawaty; Ika Krismayani
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 12, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v12i2.125-140

Abstract

 [The Role of the School Library in Supporting Olimpiade Sains Nasional (OSN) Activities at SMA Muhammadiyah Wonosobo] Olimpiade Sains Nasional (OSN) is one of the branches of competition that contributes many achievements for a school. Not only the ability of students is a factor in the success of OSN, but there are other factors such as the presence of teachers who become OSN mentors, the availability of school facilities, and the learning atmosphere. One of the school facilities that support OSN success is the school library. This research discusses the role of the library of SMA Muhammadiyah Wonosobo in supporting the activities of the Olimpiade Sains Nasional (OSN). The research method used is qualitative research with a phenomenological approach. Data collection methods in this study were observation, semi-structured interviews, and documentation studies. The results showed that SMA Muhammadiyah Wonosobo Library has a role in supporting OSN activities. The support is in the form of providing library facilities and collaboration that the library does with various parties. However, the library still has various obstacles such as collections that have not been updated, the classification process, and funding.
PERSEPSI MAHASISWA PADA PENELUSURAN SARANA INFORMASI MENGGUNAKAN OPAC DENGAN SISTEM INLIS LITE DI BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Yosepha Ika Septriana; Yuli Rohmiyati; Ika Krismayani
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v3i4.141-150

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penelusuran informasi melalui teori Kuhlthau dan untuk mengetahui persepsi pemustaka pada penelusuran  informasi  menggunakan  OPAC  (Online  Public  Access  Catalogue) dengan sistem INLIS LITE (Integrated Library System) di Badan Arsip dan Perpustakaan  Daerah  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Adapun subjek penelitian yaitu sebanyak 7 informan. Jenis dan sumber data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung melalui penelitian dan pengamatan, serta data sekunder yang diperoleh melalui buku- buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa saat pemustaka melakukan penelusuran menggunakan OPAC dengan sistem INLIS LITE adalah OPAC dengan sistem INLIS LITE terbukti efektif saat digunakan dalam melakukan pencarian judul buku. Simpulan dari penelitian ini adalah saat pemustaka melakukan penelusuran dengan  proses  permulaan  inisiasi,  seleksi,  eksplorasi,  formulasi,  koleksi,  dan presentasi  pemustaka  memang  melakukan  tahap-tahap  tersebut,  dan  pemustaka merasa puas dengan OPAC yang mudah digunakan dan efektif.
NIGHT AT THE LIBRARY SEBAGAI STRATEGI MARKETING DI PERPUSTAKAAN CIKINI Ananda Putri Febrina; Ika Krismayani
Pustakaloka Vol. 18 No. 1 (2026): Pustakaloka
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v18i1.12146

Abstract

Libraries face challenges in attracting visitors, particularly young people, due to the dominance of digital media and the perception that libraries are less attractive public spaces. More creative experiential marketing strategies are needed to maintain libraries' relevance. This study analyzes Night at the Library (NATL), a program developed by the Cikini Library, as a library marketing strategy using the 7P services marketing mix framework and examines its contribution to strengthening the library's image and attractiveness. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and document analysis involving four purposively selected participants. The data were analyzed thematically using the 7P framework and validated through source triangulation. The findings indicate that NATL enhances the library's image, expands its marketing reach, enriches visitor experiences through diverse literacy and arts activities, and demonstrates adaptability in responding to challenges and opportunities in library management. The creative management of the product, process, people, and physical evidence elements illustrates the application of the 7P services marketing mix in library services. This study provides theoretical contributions to library marketing research and practical contributions to public libraries by offering insights for developing experiential marketing strategies. The findings also suggest that the involvement of volunteers and interns can support program sustainability and serve as a replicable model for other libraries seeking to enhance service innovation and visitor engagement.
Penerapan Library Tour di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro sebagai User Education bagi Mahasiswa Baru Ilmu Perpustakaan dan Informasi Angkatan 2024 Universitas Diponegoro Sabina Aisyah; Ika Krismayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.9.4.727-745

Abstract

Penerapan user education di perpustakaan sangat penting dilakukan sebagai langkah awal pengenalan perpustakaan bagi mahasiswa baru. Dengan adanya user education maka pemustaka diharapkan memiliki pengetahuan yang baik sehingga dapat memberikan kesan yang nyaman dan mandiri dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan user education di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro melalui program library tour bagi mahasiswa baru angkatan 2024 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap pemanfaatan perpustakaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan studi dokumentasi yang membutuhkan 11 informan, serta menggunakan teknik analisis data tematik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan user education di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro melalui library tour bagi mahasiswa baru Ilmu Perpustakaan dan Informasi angkatan 2024 Universitas Diponegoro, menunjukkan bahwa meningkatnya kemandirian pemustaka dalam pemanfaatan perpustakaan, sebagai sarana informasi sebagai pembentukan ulang persepsi perpustakaan dan pemilihan kualitas informasi sebagai kemampuan evaluasi. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut terbukti mampu membekali mahasiswa baru agar dapat memanfaatkan sumber daya perpustakaan secara mandiri. Dengan bertambahnya wawasan, mereka dapat membentuk persepsi positif terhadap perpustakaan kedepannya dan juga setelah mengikuti kegiatan tersebut kesadaran akan kredibilitas informasi sementara telah terbangun akan tetapi, dibutuhkan pengajaran secara mendalam.
Penerapan Library Tour di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro sebagai User Education bagi Mahasiswa Baru Ilmu Perpustakaan dan Informasi Angkatan 2024 Universitas Diponegoro Sabina Aisyah; Ika Krismayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.2.%p

Abstract

Penerapan user education di perpustakaan sangat penting dilakukan sebagai langkah awal pengenalan perpustakaan bagi mahasiswa baru. Dengan adanya user education maka pemustaka diharapkan memiliki pengetahuan yang baik sehingga dapat memberikan kesan yang nyaman dan mandiri dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan user education di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro melalui program library tour bagi mahasiswa baru angkatan 2024 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap pemanfaatan perpustakaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan studi dokumentasi yang membutuhkan 11 informan, serta menggunakan teknik analisis data tematik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan user education di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro melalui library tour bagi mahasiswa baru Ilmu Perpustakaan dan Informasi angkatan 2024 Universitas Diponegoro, menunjukkan bahwa meningkatnya kemandirian pemustaka dalam pemanfaatan perpustakaan, sebagai sarana informasi sebagai pembentukan ulang persepsi perpustakaan dan pemilihan kualitas informasi sebagai kemampuan evaluasi. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut terbukti mampu membekali mahasiswa baru agar dapat memanfaatkan sumber daya perpustakaan secara mandiri. Dengan bertambahnya wawasan, mereka dapat membentuk persepsi positif terhadap perpustakaan ke depannya dan juga setelah mengikuti kegiatan tersebut kesadaran akan kredibilitas informasi sementara telah terbangun akan tetapi, dibutuhkan pengajaran secara mendalam.