Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Jenis Kelamin, Usia, Durasi Duduk dan Posisi duduk Pada Pembelajaran Luring Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Guru SMP Di Kabupaten Bogor nadila, alya; Royhan, Aan; Zen, Irwandi
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.3978

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) ditandai dengan rasa nyeri di punggung bawah, pada daerah tulang belakang, otot, saraf, atau struktur lain di daerah tersebut. Sekitar 40,5% penyakit yang diderita berhubungan dengan pekerjaan. Selama pembelajaran luring, seorang guru melakukan pekerjaannya mengajar di depan kelas dengan posisi duduk duduk, berdiri ataupun berjalan selama 4-6 jam sehari, sehingga beresiko menderita LBP. Tujuan: Mengetahui hubungan jenis kelamin, usia, posisi duduk dan durasi duduk guru SMP di Kabupaten Bogor pada pembelajaran luring dengan keluhan Low Back Pain. Metode: Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bogor, dengan sampel sebanyak 92 orang. Analisis data dengan analisis bivariat (Chi-Square). Hasil: Keluhan LBP pada guru SMP di Kabupaten Bogor pada pembelajaran luring berhubungan erat dengan faktor usia (p=0,042) dimana guru dengan usia >40 tahun lebih banyak mempunyai keluhan ini. LBP juga berhubungan erat dengan posisi duduk yang kurang tepat (p=0,009) dan durasi duduk yang lama (>6 jam) (p=0,001). Kesimpulan: Keluhan LBP pada guru SMP di Kabupaten Bogor pada pembelajaran luring dipengaruhi oleh faktor usia, posisi duduk dan durasi duduk. Low Back Pain (LBP) adalah kondisi yang membutuhkan waktu lama untuk berkembang dan bermanifestasi. Durasi mengacu pada waktu yang dibutuhkan seorang pekerja untuk terpapar faktor risiko. Pekerjaan yang membutuhkan otot atau gerakan yang sama untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama meningkatkan potensi kelelahan lokal dan umum. semakin lama durasi kerja, semakin lama pemulihan otot dan waktu istirahat. KATA KUNCI Low Back Pain, guru, pembelajaran luring
Dietary almonds and peanuts improve metabolic health and reduce oxidative stress in wistar rats Mukhtar, Diniwati; Rahmah, Nunung Ainur; Royhan, Aan; Yusnidar, Amirah
Science Midwifery Vol 13 No 1 (2025): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i1.1856

Abstract

Metabolic syndrome characterized by insulin resistance, atherogenic dyslipidemia, and hypertension, is a significant health concern often associated with obesity and Diabetes Mellitus. Regular consumption of nuts has been suggested to mitigate some of these conditions. This study investigates the effects of almond and peanut consumption on oxidative stress, plasma lipids, body weight, glucose, and blood pressure in Wistar rats. Wistar rats were divided into four dietary groups: standard diet (ST), high-fat diet (HF), high-fat diet with almonds (HFA), and high-fat diet with peanuts (HFP). The treatment lasted for 8 weeks, during which body weight was monitored weekly. Blood pressure measurements and retro-orbital blood samples were collected before and after the treatment. Superoxide dismutase (SOD) and malondialdehyde (MDA) levels were measured using ELISA and TBARS methods. Blood lipid profiles and glucose levels were analyzed using enzymatic methods. Statistical tests used the oAnova followed by Posthoc LSD. The HF group exhibited significant increases in body weight, blood glucose, cholesterol, triglycerides, MDA, and blood pressure, with reduced SOD levels. Conversely, the HFA and HFP groups showed moderated increases in these parameters compared to the HF group. Both nut-supplemented groups had significantly lower MDA levels and higher SOD activity, indicating reduced oxidative stress and enhanced antioxidative defenses. Almonds and peanuts can reduce body fat, improve lipid profiles, and stabilize blood glucose levels, suggesting their potential role in promoting metabolic health and reducing cardiovascular risk. Further research should explore the long-term benefits and the specific bioactive compounds responsible for these effects.
Deteksi Dini dan Peningkatan Pengetahuan Guru Tentang Sindrom Metabolik Melalui Penyuluhan dengan Media Leaflet Royhan, Aan; Maharsi, Dian; Zulhamidah, Yenni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6148

Abstract

Sindrom metabolik, yang melibatkan faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan hiperkolesterolemia, menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat, terutama di kalangan tenaga pendidik dengan gaya hidup kurang aktif dan tingkat stres tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru di SMPN 2 Sukaraja mengenai sindrom metabolik melalui penyuluhan berbasis media leaflet. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pemberian materi lewat leaflet, pemeriksaan kesehatan, dan post-test. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan peserta. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang sindrom metabolik, dengan rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test (p<0.05). Meskipun peningkatan pengetahuan signifikan, efek penyuluhan ini tergolong kecil hingga sedang (Cohen’s d=0.31), yang menunjukkan adanya potensi untuk perbaikan dalam metode yang digunakan. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman dasar kepada guru mengenai pentingnya pencegahan sindrom metabolik, diharapkan dapat mendorong perubahan gaya hidup sehat di kalangan peserta. Penyuluhan berbasis media leaflet dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan tenaga pendidik
Literature Review: of The Effect of Plant Extracts That Contain Alkaloids on The Histopathology of Diabetic Rat Kidneys Fauzan, Muhamad Adam; Widayanti, Etty; Royhan, Aan
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.3316

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas cannot produce enough insulin or the body cannot use the insulin made effectively. Antidiabetic drugs usually have side effects such as nausea and anorexia. Therefore, alternative medicines such as herbal medicines are needed. Plants have phytochemical compounds and secondary metabolites such as phenols, alkaloids, steroids, glycosides, flavonoids and certain pigments. Alkaloids are secondary metabolite compounds in many plant and animal tissues and have the most nitrogen atoms. This study aims to determine the research results on the effects of giving herbal plant extracts on the histopathological picture of the kidneys of diabetes mellitus rats. Methods: This study uses the Literature Review method with a narrative literature review type. Data collection techniques in this study were carried out by searching for data through the database on Google Scholar. Four journals were obtained as research sources based on the exclusion and inclusion criteria. Results: Plants that contain alkaloids are effective in improving kidney conditions. Alkaloids are antioxidant compounds that can provide nephron cell protection and kidney repair in glomerular endothelial cells, increasing the glomerular filtration rate (GFR). Increased GFR will reduce creatinine and uranium levels in the blood. Conclusion: Plant extracts that contain alkaloids can repair kidney damage in diabetes mellitus rats. According to the Islamic view, alkaloids can improve the condition of damaged kidneys, so it is allowed to consume because plants have many benefits that are very useful for human health that can be used as natural medicines.
Pengaruh Pemberian Zat Aktif Flavonoid Terhadap Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Diabetes Mellitus Dan Tinjauannya Dalam Pandangan Islam Salma Azizah, Jihan; Widayanti, Etty; Royhan, Aan; Arsyad, Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.552

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia kronik yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin di pancreas. Peran antioksidan dalam melindungi sel-sel beta pancreas karena fungsinya dalam menetralisir keberadaan ROS sebagai radikal bebas. Flavonoid dari efek antioksidanya menurunkan malondialdehid, dimana zat ini menurunkan aktivitas enzim antioksidan seperti katalase, glutation peroksidase dan superoksida dismutase. Sehingga flavonoid berkemungkinan dapat melindungi sel-sel pancreas dari kerusakan oleh ROS pada kondisi diabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat aktif flavonoid terhadap gambaran histopatologi pancreas tikus diabetes melitus dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan jenis narrative literature review. Teknik pengumpulan data menggunakan database atau search engine berupa Google Scholar. Sumber penelitian ini didapatkan 8 literatur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi flavonoid dalam perbaikan sel pankreas baik penurunan skor kerusakan maupun peningkatan jumlah dan luas sel dan terdapat perbaikan kadar glukosa darah hewan coba setelah mengkonsumsi flavonoid. Kesimpulan: Ekstrak tanaman yang mengandung senyawa metabolit flavonoid dengan lama pemberian intervensi dan dosis yang berbeda dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kerusakan pankreas tikus diabetes melitus berupa regenerasi dan peningkatan jumlah sel ?. Dalam ajaran Islam, Allah SWT telah menyiptakan segala sesuatu yang memiliki manfaat, termasuk tumbuhan dan hewan.
Efek Proteksi Mendengarkan, Membaca, dan Menghafal Al-Qur'an terhadap Demensia Royhan, Aan; Muhammad Astiwara, Endy; Mukhtar, Diniwati; Samsul Mustofa, Muhammad; Marsiati, Himmi
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i1.179

Abstract

Demensia merupakan penyakit dengan penurunan fungsi kognitif yang dapat memengaruhi memori dan tingkah laku. Sampai saat ini, pengobatan demensia belum menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga terapi pencegahan primer menjadi alternatif terbaik. Pencegahan primer difokuskan pada pemeliharaan kesehatan mental dan fungsi kognitif, salah satunya dengan kegiatan menghafal, membaca dan mendengarkan Al-Qur’an. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji efek proteksi Al-Qur’an terhadap demensia dalam perspektif ilmu kesehatan, ilmu biomedik, dan hukum Islam. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel ilmiah. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa kebiasaan rutin menghafal Al-Qur’an berpengaruh terhadap fungsi memori jangka pendek, kecerdasan intelektual dan emosional. Rutinitas membaca Al-Qur’an menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kebahagiaan, menjaga kestabilan emosi, menurunkan tingkat depresi, dan meningkatkan kecerdasan emosional. Memperdengarkan atau memberikan paparan murottal Al-Qur’an pada orang sehat maupun orang sakit telah menjadi terapi tambahan di beberapa negara muslim karena secara signifikan dapat menurunkan stres, derajat hipertensi, skala nyeri, meningkatkan sistem imun dan hormon β-endorphin. Suara Al-Qur’an yang dipaparkan pada hewan coba dan kultur sel dilaporkan secara signifikan dapat menurunkan tingkat stres oksidatif, meningkatkan proliferasi neuron dan volume otak, sehingga dapat dijadikan alternatif pencegahan primer terhadap demensia.
Daun Cincau Hijau (Premna Oblongifolia) Has the Potential to Improve Spermatozoa Quality in Hyperglycemic White Rats (Rattus Norvegicus) Widayanti, Etty; Royhan, Aan; Kananta, Annisa Nur Azzahra; Azzahra, Annisa
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52420

Abstract

Diabetes mellitus is a health problem that has a wide impact on various organs, including the male reproductive system. Chronic hyperglycemia can increase oxidative stress and deteriorate the morphological quality of spermatozoa. The leaves of the green grasshopper (Premna oblongifolia) contain flavonoids and antioxidants that have the potential to suppress oxidative stress and repair histological damage caused by hyperglycemia. This study aims to assess the effect of green grasshopper leaf extract on blood glucose levels and spermatozoa quality by evaluating the Johnsen score and spermatozoa morphology in hyperglycemic mice. The study used an experimental design with a post-test-only control group approach. A total of twenty-four male mice were randomly divided into four groups: normal control, negative control, and two treatment groups that received green grasshopper leaf extract at doses of 200 and 400 mg per kg of body weight. Diabetes was induced using streptozotocin, while the green grasshopper leaf extract was obtained by the maceration method and administered orally for fourteen days. The results showed that a dose of 400 mg per kg of body weight significantly reduced blood glucose levels compared to the negative control. In addition, the high-dose treatment group showed a near-normal Johnsen score and a decrease in the number of abnormal spermatozoa. These findings indicate that green grasshopper leaf extract has potential as a phytotherapeutic agent that not only lowers blood glucose levels but also improves the reproductive quality of males impaired by diabetes mellitus.