Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kesehatan Mental Dalam Proses Pembentukan Tenaga Promosi Kesehatan: Studi Tingkat Stres Pada Mahasiswa Baru Ani Asram; Yuli Rahayu; Nurul Ilmi
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/pbzz7b53

Abstract

New students are in a transition phase from adolescence to early adulthood, marked by changes in the learning environment, social roles, and demands for independence. The change in status to new students often triggers stress due to academic and psychological adjustments. This is a concern for students in the D4 Health Promotion Study Program. Mental health is a fundamental component in developing prospective health promotion workers, as this profession requires the ability to manage stress, maintain psychological well-being, and serve as a role model for healthy living behaviors. This study aims to describe the stress levels of new students in the D4 Health Promotion Study Program. This study was conducted at the Faculty of Sport and Health Sciences, Makassar State University, D4 Health Promotion Study Program. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. Respondents in this study were first-semester students in the 2025/2026 academic year in the D4 Health Promotion Study Program. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire. The results showed that the majority of respondents were in the moderate stress category (81.7%), while a small portion were in the mild stress category (11.7%) and severe stress (6.7%). These findings underscore the importance of early mental health support and encourage collaboration among educators and health professionals to enhance student well-being and professional growth.
Pemetaan Masalah Gizi Balita Berbasis Data Posyandu sebagai Dasar Pengkajian Keperawatan Komunitas di Dua Kelurahan: Mapping Under-Five Nutritional Problems Based on Posyandu Data as a Foundation for Community Health Nursing Assessment in Two Urban Villages Nurul Ilmi; Yuli Rahayu
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.514

Abstract

Pendahuluan: Data pemantauan pertumbuhan Balita di posyandu merupakan sumber utama data pengkajian keperawatan komunitas, kualitasnya kerap dipengaruhi partisipasi penimbangan yang fluktuatif sehingga berpotensi menimbulkan bias interpretasi. Penelitian ini bertujuan memetakan besaran dan pola masalah gizi balita serta menilai pengaruh fluktuasi cakupan terhadap estimasi prevalensi sebagai dasar perumusan diagnosis keperawatan komunitas. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah repeated cross-sectional terhadap data sekunder agregat rekapitulasi status gizi selama dua belas bulan tahun 2025 di dua kelurahan wilayah kerja puskesmas. Perbedaan proporsi diuji dengan uji z dua proporsi dan dinyatakan sebagai rasio prevalensi. Hasil: Jumlah balita yang ditimbang berkisar 303 hingga 717 anak per bulan atau berbeda 2,4 kali lipat. Prevalensi stunting tergolong tinggi dengan rata-rata 31,2%, jauh melampaui prevalensi nasional sebesar 21,5%, sementara wasting dan underweight masing-masing 6,9% dan 19,7%. Estimasi prevalensi terbukti sensitif terhadap cakupan dengan arah yang berbeda antar indikator: pada bulan cakupan tinggi stunting cenderung lebih tinggi, sedangkan wasting dan underweight lebih rendah (p<0,05). Kesimpulan: Disparitas antar kelurahan konsisten, Kelurahan A mengalami stunting lebih tinggi dibanding Kelurahan B. Temuan ini mendukung perumusan diagnosis defisit kesehatan komunitas dan menegaskan bahwa perawat komunitas perlu menafsirkan data posyandu dengan mempertimbangkan cakupan penimbangan agar penetapan lokus prioritas intervensi tidak keliru.
Dari Pengetahuan ke Praktik: Edukasi Partisipatif Berbasis Herbal Lokal sebagai Strategi Perubahan Perilaku Kesehatan Masyarakat Yuli Rahayu; Nur Indah Atifah Anwar; Nurul Ilmi; Ani Asram; Dicky Indirwan
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2613

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat melalui edukasi partisipatif berbasis pemanfaatan herbal lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat sasaran adalah adanya kesenjangan antara pengetahuan tentang manfaat bahan herbal dengan praktik perilaku kesehatan preventif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada kelompok masyarakat di Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, dengan sasaran utama perempuan dewasa sebagai pengelola kesehatan keluarga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan edukasi interaktif, diskusi kelompok, serta praktik langsung pengolahan minuman herbal berbasis bahan lokal seperti kunyit dan temulawak. Media pendukung berupa brosur sederhana digunakan untuk memperkuat pemahaman dan memfasilitasi proses pembelajaran kontekstual. Pendekatan ini dirancang untuk memperkuat komponen perubahan perilaku kesehatan yang meliputi peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, penguatan kepercayaan diri, dan keterampilan praktik masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat herbal lokal serta perubahan sikap yang lebih positif terhadap perilaku konsumsi minuman sehat. Peserta juga menunjukkan kemampuan praktik mandiri dalam pengolahan herbal dan komitmen untuk menerapkan perilaku tersebut secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi partisipatif berbasis praktik terbukti efektif dalam menjembatani transisi dari pengetahuan menuju tindakan nyata dalam perilaku kesehatan masyarakat. Sebagai rekomendasi, pendekatan edukasi partisipatif berbasis kearifan lokal dapat dijadikan strategi promosi kesehatan berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.
Beban Ganda Malnutrisi: Studi Kasus di Dua Desa Nurul Ilmi; Ani Asram; Yuli Rahayu
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.89

Abstract

Beban ganda malnutrisi (double burden of malnutrition) merupakan kondisi di mana masalah kekurangan gizi dan kelebihan gizi terjadi secara bersamaan dalam satu komunitas atau bahkan dalam satu keluarga. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi dan pola beban ganda malnutrisi pada balita di Desa BI dan Desa WS sepanjang tahun 2025 berdasarkan data rekap status gizi bulanan. Data dianalisis menggunakan tiga indikator antropometri standar WHO, yaitu Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), dan Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua desa mengalami beban ganda malnutrisi secara bersamaan: kasus stunting kumulatif mencapai 1.088 kasus, wasting 280 kasus, dan underweight 636 kasus, sementara di sisi lain ditemukan kasus risiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas yang cukup signifikan. Beban tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan Oktober. Desa BI secara konsisten mencatat angka lebih tinggi dibanding Desa WS. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi gizi yang komprehensif dan tidak hanya berfokus pada satu sisi spektrum malnutrisi.
Analisis Pola Kunjungan Gigi Puskesmas X Parepare: Implikasi bagi Strategi Promosi Kesehatan Nurul Ilmi; Ani Asram; Yuli Rahayu
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.93

Abstract

Pola kunjungan dan pemanfaatan layanan kesehatan gigi dan mulut di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan cerminan perilaku kesehatan masyarakat sekaligus indikator efektivitas program promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kunjungan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas X Kota Parepare sepanjang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari 12 laporan bulanan kegiatan pelayanan Kesgilut periode Januari hingga Desember 2025. Variabel yang dianalisis meliputi pola kunjungan pasien, profil penyakit berdasarkan ICD-10, jenis tindakan perawatan, dan pola rujukan. Hasil penelitian menunjukkan total 2.229 kunjungan dengan dominasi kunjungan lama (90,6%) dan pasien perempuan (73,4% pada kunjungan lama). Kunjungan ibu hamil hampir tidak tercatat sepanjang tahun (hanya 2 kunjungan). Penyakit pulpa dan jaringan perapikal (K04) menjadi diagnosis terbanyak (65,7%). Pencabutan mendominasi tindakan perawatan dengan rasio tumpatan terhadap pencabutan sebesar 1:78, jauh di bawah standar minimal 1:1. Premedikasi tercatat sebanyak 685 kasus dan rujukan ke rumah sakit sebanyak 452 kasus (20,3%). Pola-pola ini secara konsisten mengindikasikan perilaku pencarian layanan kesehatan gigi yang bersifat reaktif dan rendahnya pemanfaatan layanan preventif. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan strategi promosi kesehatan gigi berbasis komunitas yang lebih terarah, termasuk integrasi skrining gigi dalam posyandu, edukasi deteksi dini, dan penguatan peran kader kesehatan.