Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EDUKASI DAN REKOMENDASI AKTIVITAS FISIK SISWA DI SMAN 1 SUNGAI RAYA PONTIANAK Pramana, Yoga; Maulana, M Ali; Fauzan, Suhaimi; Gabby Novikadarti Rahmah, R.A.; Lili Neri, Ervina; Margun, Margun; Meta Bravana, Novi; Ega Safie Nanda, Erza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3174-3180

Abstract

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam perkembangan fisik dan mental siswa. Namun, tingkat partisipasi dalam aktivitas fisik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di lingkungan sekolah sering kali kurang optimal. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, diupayakan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam aktivitas fisik yang sehat dan bermanfaat melalui kegiatan pemberian edukasi dan rekomendasi aktivitas fisik. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi program aktivitas fisik yang efektif bagi siswa SMA. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan siswa dan guru pembimbing. Program PKM dirancang berdasarkan analisis kebutuhan yang diperoleh melalui survei. Implementasi program ini dilakukan pada siswa SMAN 1 Sungai Raya Pontianak dengan pemberian edukasi dan rekomendasi aktivitas fisik, hasil edukasi PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait manfaat dan pentingnya aktivitas fisik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas fisik di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang difokuskan pada edukasi dan pemberian rekomendasi aktivitas fisik bermanfaat dalam meningkatkan partisipasi serta kesehatan siswa SMAN 1 Sungai Raya Pontianak.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PALANG MERAH REMAJA SMA NEGERI 1 SUNGAI RAYA KUBURAYA Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Lili Neri, Ervina; Kholid Fahdi, Faisal; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3294-3299

Abstract

Serangan jantung mendadak menjadi penyebab utama kematian diluar rumah sakit dan di rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi meningkatkan kesiapan menolong korban bencana dan kecelakaan bagi para siswa terutama anggota PMR, salah satunya dengan edukasi. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 29 orang dengan teknik total sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan sebesar 43,67, kemudian edukasi rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 65,67. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatkan setelah diberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar pada siswa PMR SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kuburaya.
PELATIHAN PEMBALUTAN DAN PEMBIDAIAN KORBAN CEDERA DI SEKOLAH PADA PALANG MERAH REMAJA DI PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Novikadarti Rahmah, R.A. Gabby; Fauzan, Suhaimi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3593-3598

Abstract

Pendahuluan : Keadaan gawat darurat karena adanya peristiwa kecelakaan dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Salah satunya, kecelakaan dapat terjadi di sekolah. Angka kejadian cedera di Indonesia mencapai angka 9,2% dan kejadian cedera kedua terbanyak terjadi di sekolah sebanyak 8,4%. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan tentang balut bidai pada korban cedera di sekolah pada Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Pontianak. Sehingga, siswa palang merah remaja memiliki pengetahuan tentang pembalutan dan pembidaian untuk dapat dipraktikkan pada situasi gawat darurat. Metode : Kegiatan pelatihan dilakukan dengan pemberian materi pembalutan dan pembidaian dengan metode ceramah dan demonstrasi. Hasil dan Kesimpulan : Terdapat peningkatan pengetahuan siswa PMR mengenai pembidaian dan pembalutan. Pemilihan metode pelatihan yang efektif pada remaja mempengaruhi tingkat pengetahuan, salah satunya dengan metode demonstrasi.
EDUKASI PENGGUNAAN TANDU PADA PALANG MERAH REMAJA SMA NEGRI 1 SUNGAI RAYA KUBURAYA Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Lili Neri, Ervina; Saputra, Dikki; Herdaningsih, Sulastri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1389-1395

Abstract

Pada situasi darurat terutama untuk memindahkan pasien yang mengalami cedera perlu pemahaman mengenai penggunaan tandu untuk menghindari cedera tambahan pada korban. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi meningkatkan kesiapan menolong korban bencana dan kecelakaan di situasi darurat bagi para siswa terutama anggota PMR, salah satunya dengan edukasi. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Sebelum diberikan edukasi peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan dan kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi. Hasirl nirlair prerterst sirswa PMR yairtu 58,33 dan serterlah dirberrirkan erdukasir penggunaan tandu olerh permaterrir merngalamir pernirngkatan mernjadir 91,33. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatkan setelah diberikan edukasi penggunaan tandu pada siswa PMR SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kuburaya.
MANAJEMEN STRES AKADEMIK BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) 1 PONTIANAK Pramana, Yoga; Ali Maulana, M.; Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Mita, Mita; Audrelia, Cheryl; Fitriani, Dina; Rofirullah, Fazrul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1609-1615

Abstract

Stres akademik adalah jenis stres yang timbul sebagai hasil dari tekanan yang terkait dengan tuntutan akademik yang tinggi. Hal ini sering dialami oleh siswa, baik di tingkat sekolah menengah, perguruan tinggi, maupun universitas. Stres akademik dapat memiliki dampak negatif pada kesejahteraan mental dan fisik siswa. Diperlukan upaya manajemen stres dalam proses mengenali, memahami, dan mengatasi tekanan atau ketegangan yang timbul dari berbagai aspek kehidupan siswa serta penting bagi siswa untuk belajar mengelola stres akademik dengan cara yang sehat dan efektif. Pengabdian kepada Masyarakat ini telah selesai dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di Fakultas Kedokteran, Jurusan Keperawatan, Universitas Tanjungpura. Ditemukan bahwa sebanyak 16 orang (80%) dan sebanyak 4 orang (20%) responden yakni siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pontianak yang memiliki stres akademik tingkat sedang dan stres akademik tingkat berat dari total 20 orang responden perwakilan dari siswa kelas X dan siswa kelas XI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan ialah pengisian kuesioner untuk melihat gambaran tingkat stres akademik, edukasi terkait manajemen stres akademik, kegiatan aktivitas fisik menyenangkan berupa permainan dan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab.
EDUKASI PENYAKIT SKABIES-INFEKSI KULIT PADA PESERTA DIDIK PESANTREN ALMUBEROK MIFTAHUL ULUM SUI. AMBAWANG Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Maulana, M. Ali; Fujiana, Fitri; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Arisanti Yulianda, Nita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.141-146

Abstract

Skabies dan Penyakit Kulit lainnya kerap terjadi di lingkungan pendidikan berbasis asrama seperti salah satunya di pesantren. Pola ini dapat terjadi dikarenakan kebiasaan buruk perilaku dalam menjaga kebersihan diri. Penelitian ini berupaya dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik pesantren melalui pendidikan kesehatan berbasis audio-visual. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 48 orang dengan teknik quota sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 4,8, kemudian rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 5,8. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian video edukasi penyakit skabies-infeksi kulit lainnya terhadap tingkat pengetahuan peserta didik Pesantren Sui. Ambawang
Overview of Adolescent Knowledge About HIV/AIDS Mela, Mela; Maulana, Muhammad Ali; Rahmah, RA Gabby Novikadarti
ProNers Vol 9, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v9i2.78773

Abstract

Background:  Adolescents are a high-risk group for HIV/AIDS due to their vulnerability to engaging in risky behaviors and limited understanding of the disease. Despite global efforts, gaps in adolescent knowledge about HIV/AIDS remain a critical public health challenge, especially in low-resource settings.Objective:  This study aimed to assess the level of knowledge about HIV/AIDS among adolescents and identify key factors influencing their understanding.Methods:  A descriptive cross-sectional study was conducted involving 120 adolescents from grades 10th  and 11th  in a senior high school in Kalimantan Barat. Data were collected using structured questionnaires and analyzed descriptively to evaluate respondents' knowledge levels based on demographic factors, such as age, gender, grade level, and sources of information.Results:  The findings revealed that most respondents had moderate knowledge of HIV/AIDS, with significant gaps in understanding its transmission and prevention. Social media emerged as the primary source of information, followed by healthcare providers, teachers, and peers. However, the study identified that respondents' knowledge levels varied across demographic categories, highlighting the need for targeted interventions.Conclusion:  The study underscores the importance of improving adolescent knowledge about HIV/AIDS through comprehensive education programs. Leveraging accurate and accessible sources of information, particularly through social media and schools, can help bridge knowledge gaps. These efforts are vital in empowering adolescents to make informed decisions and reduce the risk of HIV/AIDS transmission within this vulnerable population.
One-Day Youth Red Cross Camp: Training High School Students in Splinting Techniques for School-Based Trauma Response Rahmah, R. A. Gabby Novikadarti; Fauzan, Suhaimi; Neri, Ervina Lili; Saputra, Dikki; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 4 (2025): December
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.101608

Abstract

Introduction: Emergencies resulting from accidents can occur in any setting, including schools. In Indonesia, the overall injury prevalence has been reported at 9.2%, with schools accounting for the second-highest setting for injuries (8.4%). Splinting is a core first-aid technique that helps stabilize suspected fractures and prevent further injury or complications. This community service program aimed to improve the knowledge and practical splinting skills of Youth Red Cross (PMR) members at SMA Negeri 1 Sungai Raya. Methods: A training-based intervention was delivered in a one-day camp format using lectures, demonstrations, and supervised hands-on practice. Training effectiveness was evaluated using pre- and post-tests to assess knowledge gains and structured observation during skills practice to assess performance. Results and Conclusion: Students’ knowledge increased substantially, as reflected by an improvement in mean test scores from 56.78 (pre-test) to 92.96 (posttest). Participants also demonstrated better adherence to correct splinting procedures during practice sessions. Overall, demonstration-centered training was effective for improving adolescents’ understanding and practical competency in splinting.
NON-SUICIDAL SELF INJURY (NSSI) AMONG ADOLESCENTS IN SENIOR HIGH SCHOOL AT PONTIANAK CITY Maharani, Dinda; Putri, Triyana Harlia; Novikadarti, Gabby
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 2 (2025): JKPBK Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i2.24768

Abstract

Remaja menjadi populasi yang berisiko melakukan perilaku NSSI. Bentuk koping maladaptif ini terjadi karena remaja rentan mengadapi masalah emosional dalam kehidupannya. Mengetahui gambaran perilaku NSSI pada remaja di kota Pontianak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, sampel pada penelitian ini berjumlah 272 orang dari kelas X dan XI. Instrumen yang digunakan ialah Inventory of Statement about NSSI (ISAS). Sebanyak197 orang (72,4%), responden yang mengalami perilaku NSSI sedang sebanyak 24 orang (8,8%) dan responden yang mengalami perilaku NSSI berat sebanyak 51 orang (18,8%). Rata-rata perilaku NSSI yang dialami oleh responden sebagian besar adalah melakukan perilaku menarik rambut dengan (M,SD) (3,96, 9,931) serta jumlah minimum sebanyak 0 kali dan jumlah maksimum sebanyak 100 kali. Sedangkan jumlah rata-rata yang paling kecil adalah responden melakukan perilaku menelan zat berbahaya dengan (M,SD) (0,18,1,581) serta jumlah minimum sebanyak 0 kali dan jumlah maksimum sebanyak 24 kali. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar remaja di Kota Pontianak menunjukkan perilaku NSSI, dengan bentuk yang paling umum adalah menarik rambut dan menelan zat berbahaya. Tingkat perilaku NSSI remaja berada dalam level ringan, yang pada umumnya perilaku ini dilakukan dalam jumlah yang bervariasi, dengan sebagian besar responden melakukan perilaku menarik rambut secara berulang. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi dini dan pendekatan preventif untuk mengurangi risiko perilaku NSSI di kalangan remaja, serta program edukasi yang menargetkan remaja dan orang tua mengenai bahaya perilaku NSSI dan cara mengatasi masalah emosional secara sehat.
PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Novikadarti Rahmah, R.A. Gabby; Luthfi, Muhammad; Najib Febrya Rahman, Ainun; Septiani, Haryati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global maupun nasional. Permasalahan yang sering dihadapi pasien DM antara lain kurangnya pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetik serta lemahnya kemampuan dalam mengelola stres dan emosi. Selain itu, rendahnya dukungan keluarga turut berkontribusi terhadap menurunnya motivasi dan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan holistik untuk meningkatkan aspek pengetahuan dan psikososial pasien DM, khususnya pada kelompok lansia.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetes, kemampuan manajemen stres, regulasi emosi, serta memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus yang mengikuti kegiatan Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Jungkat.Metode: Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif yang disertai pembagian media edukasi berupa leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta lansia menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai perubahan pengetahuan pencegahan luka, tingkat stres (menggunakan PSS-10), kemampuan regulasi emosi, dan dukungan keluarga.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel yang diukur. Rata-rata pengetahuan pencegahan luka meningkat dari 45 menjadi 67,5. Tingkat stres menurun dari rata-rata 2,23 menjadi 1,57, menunjukkan perbaikan kemampuan manajemen stres. Kemampuan regulasi emosi meningkat signifikan dengan p value = 0,000, di mana kategori “baik” naik dari 6,7% menjadi 43,4%. Dukungan keluarga juga mengalami peningkatan, dengan kategori tinggi bertambah dari 6,7% menjadi 33,4% (p value = 0,000).Kesimpulan: Intervensi edukatif melalui ceramah, diskusi, dan latihan relaksasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stres, memperbaiki kemampuan regulasi emosi, dan memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus. Pendekatan holistik ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas hidup pasien DM dan mencegah komplikasi jangka panjang.