Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Estimation of R404A Refrigerant Cooling Load and System Efficiency of a Small-Scale Cold Box for Strenghten The Fisheries Cold Chain in Timbolsloko, Demak Hanityo Adi Nugroho; Samsudi R; Rubijanto JP; M. Ahnaf F; Aulia SS; Aditano YR
Vokasi UNESA Bulletin of Engineering, Technology and Applied Science Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya or The State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vubeta.v3i2.40752

Abstract

The cooling system of the fishing boat is extremely crucial in maintaining the quality of the catch during storage. In this study, the system performance and cooling load are analyzed in a box of dimensions 1.8 m × 2.4 m × 1.2 m with R404A refrigerant at an evaporation temperature of -21.8°C and a condensation temperature of 37.6°C. Total daily cooling load is 15.504 kWh, which includes heat transmission load of 5.653 kWh, product load of 6.656 kWh, internal load of 0.542 kWh, equipment load of 1.61 kWh, and infiltration load of 1.043 kWh. System performance by pressure-enthalpy (P-h) analysis provides actual Coefficient of Performance (COP) as 4 with 94% refrigeration efficiency. The 100 mm polyurethane insulation utilized are enhance energy efficiency and environmental sustainability. This cooling system design was found to be optimal for maintaining the box temperature at -20°C with high efficiency, serving to benefit the small-scale fisheries sector under tropical conditions.
Peningkatan Kesadartahuan Masyarakat Pesisir Semarang Tentang Sampah Dalam Menjaga Kelestarian Wilayah Pesisir dan Laut Aditano Retawimbi; Aulia Sanova; Mualim Tahari; Khaira Fitriana; Dinni Septianingrum
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1768

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang dialami di berbagai kota di dunia. Apabila tidak dikelola dengan baik maka sampah akan menjadi masalah baik bagi pemerintah ataupun masyarakat. Kota Semarang sebagai salah satu kota pesisir di utara jawa menghasilkan kurang lebih 431, 534.65 Ton atau 1,182.29 Ton sampah setiap hari. Salah satu timbulan sampah yang ada di sekitar lingkungan masyarakat pasti  bermuara di sekitar pesisir  pantai. Dalam rangka meningkatkan kesadartahuan masyarakat mengenai sampah maka diadakan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyakat masyarakat mengenai konsep Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dengan cara membuat ecobrick.  Pengabdian ini dilaksanakan di kawasan pantai Mangunharjo Kecamatan Tugu kota Semarang melalui metode langsung terjun kepesisir dengan melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya adalah Bersih pantai, pemilahan sampah serta pelatihan pembuatan ecobrick menggunakan sampah plastik anorganik. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sampah dan pengelolaanya serta ecobrick cenderung meningkat secara signifikan. Persentase peserta  meningkat dari tidak tahu yaitu 10 % menjadi sangat tahu 89% pada aspek pengetahuan mengenai sampah, tidak tahu 51% menjadi sangat tahu 85% pada pengetahuan tentang 3R, dan tidak tahu 80% menjadi sangat tahu  84% pada pengetahuan mengenai ecobrick.
PENYADARTAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERAN EKOLOGIS AKAR BAHAR SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG BERBASIS MASYARAKAT DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Aulia Seto Sandhi Sanova; Aditano Yani Retawimbi; Angka` Mahardini; Mualim Tahar; Muhammad Najwan Kamil; Muhammad Yusuf; Nenik Kholilah
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 7 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i7.3981

Abstract

The success of coral reef ecosystem conservation depends heavily on the active participation of local communities as key stakeholders. Black coral is crucial for providing habitat for numerous marine species, but is vulnerable to human exploitation due to its slow growth. Although Indonesia has legal protection for black coral, its commercialization as a souvenir continues unchecked in Karimunjawa National Park, primarily due to low public awareness. This community service activity aimed to increase understanding of black coral ecology, its vulnerability, and population status, while also fostering dialogue among community members to promote conservation adherence. The approach used included field surveys, stakeholder coordination, oral presentations, and focus group discussions (FGDs) with 15 participants from diverse backgrounds in Karimunjawa. The program's effectiveness was assessed through pre- and post-tests, demonstrating a significant increase in knowledge—from 57% correct answers initially to 92% after the intervention. Participants also expressed their hopes for addressing conservation issues in their communities. Overall, targeted education proved effective in raising awareness, laying the foundation for community-led ecosystem protection. This deeper understanding is expected to strengthen future marine conservation efforts.