Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW STUDI 2,5-HEKSANDION SEBAGAI MOLEKUL TOKSIK DAN BIOMARKER PAPARAN N-HEKSANA kurnia megawati; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.314 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10771

Abstract

Pelarut organik seperti n-heksana sering digunakan dalam industri seperti percetakan, perangkat elektron pembersih, lem, pembuatan sepatu, furniture, serta ekstraksi minyak. Di dalam tubuh, n-heksana akan dimetabolisme menjadi 2,5-heksandion. Berdasarkan beberapa penelitian, metabolit ini dapat menyebabkan gangguan berupa polineuropati dan juga apoptosis pada sel ovum. Dalam penelitian lain menyebutkan 2,5-heksandion dapat menjadi biomarker dalam melihat paparan n-heksana. Untuk melihat risiko ini, dapat dilakukan analis kandungan 2,5-heksandion melalui urin dan serum. Metode analisis yang sering digunakan adalah Kromatografi Gas (KG) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT).Kata Kunci: n-heksana, 2,5-heksandion, polineuropati, apoptosis, KG, KCKT
AKTIVITAS EKSTRAK CASSIA FISTULA LINN. Tiffany Sabilla Ramadhani; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.831 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13304

Abstract

ABSTRAKPenggunaan tumbuhan sebagai salah satu cara untuk mengobati suatu penyakit sudah dilakukan oleh masyarakat pada zaman dahulu. Variasi tumbuhan yang kandungannya dipercaya untuk mengobati penyakit tertentu sudah menjadi kebiasaan orang zaman dahulu. Cassia fistula Linn. merupakan tumbuhan yang dikenal dengan nama Indian Laburnum berasal dari India, Amazon, Sri Langka, Brazil, Afrika, dan China. Dari beberapa penelitian berdasarkan model in vivo maupun in vitro  telah ditemukan bahwa Cassia fistula Linn. memiliki efektifitas terapeutik dan keamanan dalam mengobati suatu penyakit. Penelitian terbaru telah menemukan bahwa Cassia fistula memiliki aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri, antidiabetic, dan antiinflamasi. Tentu dengan aktivitas tersebut Cassia fistula memiliki kandungan metabolit yang luar biasa. Dalam review artikel ini akan dipaparkan berbagai khasiat dan kandungan dari Cassia fistula Linn.Kata kunci : Cassia fistula, Aktivitas antibakteri, antioksidan, Metabolit.
REVIEW ARTIKEL: TERAPI POTENSIAL UNTUK INFEKSI SARS-CoV-2 PADA COVID-19 FAHRINA NUR FADHILAH; YEDI HERDIANA
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27872

Abstract

Wabah SARS-CoV-2 pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir tahun 2019. Infeksi yang diakibatkan oleh jenis baru Coronavirus ini kemudian ditetapkan sebagai pandemik dunia oleh World Health Organization (WHO), dengan penyakit yang ditimbulkan disebut sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Infeksi SARS-CoV-2 menimbulkan gejala seperti gejala yang timbul pada pneumonia. Hingga saat ini, berbagai penelitian untuk menemukan terapi potensial yang tepat untuk menangani COVID-19 masih terus dilakukan. Beberapa kandidat terapi seperti Redemsivir, Lopinavir/Ritonavir, Arbidol, Chloroquine, Hydroxychloroquine, serta inhibitor protease telah banyak diteliti. Review artikel ini bertujuan mengumpulkan informasi dari berbagai penelitian mengenai terapi potensial untuk COVID-19.Kata kunci: SARS-CoV-2, COVID-19, terapi COVID-19.
POTENSI BIJI KLABET (Trigonella foenum-graecum L.) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN HERBAL : REVIEW JURNAL ALFIA NURSETIANI; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.318 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17587

Abstract

Obat herbal tradisional yang berasal dari tanaman dapat menjadi alternatif pengobatan dan pemeliharaan kesehatan yang efektif, karena efek samping yang dimiliki lebih sedikit dibandingkan dengan obat sintesis. Tanaman klabet dengan nama latin Trigonella foenum-graecum L. merupakan salah satu tanaman obat tertua yang telah banyak diteliti mengenai manfaat dalam bagian tumbuhannya, terutama bagian biji. Biji klabet mengandung banyak senyawa kimia yang bertanggungjawab atas potensi fenugreek sebagai obat herbal, di antaranya ialah sebagai antidiabetes, antioksidan, antiinflamasi dan analgesik, antikanker, antibakteri dan antifungal, antikatarak, antiaterogenik/antifertilitas, hipokolesterolemia, laksatif, estrogenik, dan lain-lain.Kata Kunci : Obat herbal, Trigonella foenum-graecum L., Potensi, Aktivitas Farmakologi
FORMULASI NANOEMULSI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS OBAT : REVIEW JURNAL ALIA INDAH SARI; YEDI HERDIANA
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.992 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17464

Abstract

Nanoemulsi ialah sediaan yang stabil secara termodinamik, dispersi transparan dari minyak dan air yang distabilisasi oleh interfasial film molekul surfaktan serta ko-surfaktan dan memiliki ukuran droplet kurang dari 100 nm. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa penggunaan nanoemulsi dapat memperbaiki kualitas obat secara fisikokimia, stabilitas, dan bioavailabilitas, serta meningkatkan absorpsi obat dibandingkan dengan bentuk konvensionalnya. Hal ini membuktikan bahwa formulasi nanoemulsi merupakan sistem penghantaran obat yang baik.
AKTIVITAS EKSTRAK Helianthus annuus L. Ranti Juniarti; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.7 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13293

Abstract

ABSTRAKTanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) famili Asteraceae merupakan tanaman yang memiliki aktivitas terapetik dalam berbagai pengobatan, diantaranya: sebagai penyembuh luka, antioksidan, antikanker, antidiare, antihistamin, antiinflamasi,  serta sebagai analgesik. Pada artikel ini akan dipaparkan mengenai berbagai macam khasiat dan kandungan kimia dari Helianthus annuus L.Kata kunci: Helianthus annuus L., penyembuh luka, antioksidan, antikanker, antidiare, antihistamin, antiinflamasi, analgesik.
Review Artikel: Nanoformulasi Untuk Pengobatan Penyakit Gerd Fadilah, Shafa Nurul; Herdiana, Yedi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47757

Abstract

GERD merupakan suatu gangguan yang ditandai dengan refluks isi lambung ke kerongkongan dan dapat menimbulkan gejala berupa heartburn, regursitasi, mual, nyeri ulu hati, odinofagia, serta disfagia. Pengobatan GERD yang biasa digunakan adalah obat golongan PPI dan H2RA. Namun, obat golongan ini masih memiliki bioavailabilitas, permeabilitas, dan kelarutan obat yang rendah, sehingga obat ini masih kurang efektif bagi sebagian besar penderita GERD. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan pengembangan teknologi formulasi obat baru. Salah satunya adalah nanoformulasi. Nanoformulasi merupakan suatu teknologi untuk pengobatan, diagnosis, atau pencegahan suatu penyakit dimana ukuran partikel yang digunakan adalah sekitar 10 -1000 mm. Teknologi nanoformulasi dapat digunakan untuk pengobatan GERD dan telah terbukti dapat meningkatkan efektivitas obat.
Review Artikel : Nanopartikel Kitosan Untuk Meningkatkan Kualitas Nutraseutikal Azizah, Putri Nur; Herdiana, Yedi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47778

Abstract

Abstrak :Nutraseutikal adalah suatu senyawa metabolit sekunder berasal dari tanaman, mikroba, dan hewan yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, dan mengobati penyakit. Nutraseutikal sering kali ditemukan kelarutan dalam air, bioavailabilitas, absorbsi, dan efek farmakologinya rendah. Hal ini dikarenakan beberapa zat aktif mudah terdegradasi oleh sinar matahari dan larutan tertentu dengan pH asam atau basa. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pembentukan nanopartikel. Nanopartikel adalah partikel berukuran kecil atau nanometer yang dapat meningkatkan efektivitas metabolit sekunder. Nanopartikel kitosan merupakan nanopartikel yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Nanopartikel kitosan telah terbukti dapat meningkatkan kualitas nutraseutikal.Kata kunci: nanopartikel, kitosan, nutraseutikalAbstract:Nutraceuticals are secondary metabolits derived from plants, microbes and animals that can be consumed to improve health, prevent disease and treat disease. Nutraceuticals are often found to have low water solubility, bioavailability, absorbtion, and pharmacological effects. This is because some active substances are easily degraded by sunlight and certain solution with acidic or basic pH. These problem can be overcome by the formation of nanoparticles. Nanoparticles are small or nanometer-sized particles that can increase the effectiveness of secondary metabolites. Chitosan nanoparticles are nanoparticles that can be used to overcome this problem. Chitosan nanoparticles have been proven to improve nutraceutical quality.Keywords: nanoparticles, chitosan, nutraceuticals