Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) dari Ekstrak Etanol Daun Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) Marampung, Wahyuni; Simbala, Herny Emma Inonta; Rumondor, Erladys Melindah
Jurnal Lentera Farma Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/67h89318

Abstract

Tanaman Gedi Hijau (Abelmoschus manihot L.) merupakan tanaman tropis family malvaceae, secara tradisional dikenal di Sulawesi Utara sebagai tanaman sayuran dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Manado sebagai sayuran pelengkap dalam makanan khas yaitu bubur manado “Tinutuan”. Hal ini dikarenakan selain dapat memberi rasa yang enak, daun gedi dipercaya mengandung banyak senyawa bioaktif yang berfungsi penting bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa bioaktif pada ekstrak etanol daun gedi hijau (Abelmoschus manihot L.) dengan menggunakan metode GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Hasil uji GC-MS ekstrak etanol daun gedi hijau mengandung 40 senyawa organik dengan 9 senyawa yang teridentifikasi merupakan senyawa yang sama. Dari 40 senyawa tersebut, tampak ada 6 senyawa utama dengan kuantitas tertinggi yaitu 9,12,15-Octadecatrienoic acid, methyl ester, (Z,Z,Z)-, Phytol, Hexadecanoic acid, methyl ester ,9,12,15-Octadecatrienoic acid, (Z,Z,Z)-, n-Hexadecanoic acid dan 9,12-Octadecadienoic acid (Z,Z)-, methyl ester.
Pengaruh Metode Ekstraksi (Maserasi dan Infusa) terhadap Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Nasi (Phrynium pubinerve Blume) dalam Menghambat Pertumbuhan Propionibacterium acnes Sambou, Christel Nataniel; Yudistira, Adithya; Rumondor, Erladys Melindah; Lontaan, Gloria J.; Lumbu, Alisa W. R.; Rolos, Tesalonika N.; Kanter, Yabes
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.64402

Abstract

Pencarian alternatif antibakteri berbasis tanaman menjadi krusial seiring dengan meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik konvensional, di mana metode ekstraksi merupakan faktor penentu potensi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan efektivitas metode maserasi dan infusa dalam memperoleh ekstrak Phrynium pubinerve Blume yang aktif melawan Propionibacterium acnes, serta mengidentifikasi metode mana yang paling efektif. Dengan menggunakan metode difusi agar (kertas cakram), diameter zona hambat kedua jenis ekstrak diukur dan diuji secara statistik dengan Uji-t Welch. Hasil Uji-t menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rata-rata zona hambat kedua kelompok. Kesimpulannya, ekstrak Phrynium pubinerve Blume yang dihasilkan dari metode ekstraksi dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu maserasi menjadi metode yang paling efektif dalam aktivitas antibakteri.