Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kualitas Perairan di Teras Sungai Cikapundung, Kota Bandung Berdasarkan Struktur Komunitas Fitoplankton Vina Phangestu; Keukeu Kaniawati Rosada; Sunardi
Environmental Pollution Journal Vol. 4 No. 3: November 2024
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v4i3.209

Abstract

Sungai Cikapundung berperan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat Kota Bandung. Sekitar DAS Cikapundung juga terdapat pemukiman dan destinasi pariwisata yang dapat mengganggu kualitas air. Fitoplankton merupakan parameter biologis yang dapat dijadikan indikator untuk menganalisis kualitas suatu perairan. Teras Sungai Cikapundung terletak di bagian hulu sungai yang dapat menentukan keberlanjutan kualitas air sungai. Penelitian bertujuan  untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan struktur komunitas fitoplankton. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 jenis fitoplankton dengan kelas Bacillariophyceae dan spesies Cyclotella sp yang mendominasi. Kelimpahan jenis fitoplankton menunjukkan tingkat kesuburan rendah. Hasil rata-rata dari indeks keanekaragaman jenis fitoplankton menunjukkan keanekaragaman jenis yang sedang. Hasil indeks dominansi menunjukkan terdapat spesies yang mendominasi. Indeks keseragaman menunjukkan tingkat keseragaman jenis fitoplankton termasuk sedang. Kualitas air Hulu Sungai Cikapundung berdasarkan hasil indeks ekologis tercemar sedang. Masyarakat diharapkan mencegah dan mengawasi pembuangan limbah ke sungai dan mengadopsi fitoremediasi dengan eceng gondok.
Uji Antimikroba Minyak dengan Variasi Katalisator Hasil Pengolahan Limbah Medis Padat Pasca Sterilisasi Secara Pirolisis terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Alam, Vania Aramintana; Hasan, Rusdi; Rosada, Keukeu Kaniawati; Fitria, Novi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.8365

Abstract

Semakin hari peningkatan limbah medis semakin bertambah seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Pengolahan limbah medis dapat dilakukan dengan metode insinerasi, microwaving, hingga pirolisis. Dalam proses pirolisis diperlukan katalisator untuk mempercepat reaksinya. Hasil pirolisis dapat berupa cair, padat, dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan uji resistensi antimikroba dari minyak kontrol dan dengan variasi katalisator hasil pengolahan limbah medis padat pasca sterilisasi dengan metode pirolisis menggunakan bakteri Staphylococcus aureus yang tidak dapat mendegradasi hidrokarbon. Minyak hasil pirolisis limbah medis padat kemudian di uji antimikroba dengan bakteri S. aureus dengan metode sumuran. Metode yang digunakan dengan mengukur zona bening yang terbentuk pada media lalu dianalisis dengan uji anova satu arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata zona bening yang terbentuk dari minyak kontrol, etilen glikol, dan N-Heksana adalah 15,88 mm, 15,06 mm, dan 13,56 mm dimana termasuk ke dalam kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa sampel minyak hasil pirolisis memiliki aktivitas sensitivitas kuat terhadap bakteri S. aureus dan bakteri tidak mendegradasi senyawa hidrokarbon. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai 0,247 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara minyak kontrol, minyak etilen glikol, dan minyak N-Heksana terhadap zona bening yang terbentuk dengan bakteri uji.    Kata kunci: Antimikroba, limbah medis padat, pirolisis, Staphylococcus aureus