Claim Missing Document
Check
Articles

PENCEGAHAN SEXUAL VIOLENCE PADA ANAK MELALUI UNDERWEAR RULE CAMPAIGN Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Endang Mei Yunalia; Sri Haryuni; Arif Nurma Etika; Kun Ika Nur Rahayu; Lisna Watie Geragam; Yohanes Tatan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.21454

Abstract

Sexual violence is any sexual activity (acts, comments, human trafficking for sexual purposes) against another person using coercion, carried out by anyone regardless of their relationship with the victim, and under any circumstances. Cases about sexual violence against children are overgrowing. The causes of sexual violence against children consist of several factors: family environmental factors, economics, relationships, technology and mass media, psychology, and lack of religious knowledge. Sexual violence against children has any impact not only physical but also psychological aspects of children. Prevention efforts can be made by providing sexual education to children. One method of sexual education in children is the Underwear Rule Campaign. This activity carried out in the form of counseling. Before counseling, respondents will be given a pre-test, and after counseling, respondents will be given a post-test. The result of pre-test and post-test scores were tested by paired t-test. This activity results in a significant difference in the average pre-test and post-test scores, with the post-test mean scores being higher than the pre-test scores.  ---  Sexual violence (Kekerasan seksual) didefinisikan sebagai setiap kegiatan seksual (tindakan, komentar, perdagangan manusia untuk tujuan seksual) terhadap orang lain dengan adanya paksaan, yang dilakukan oleh orang tidak memandang hubungannya dengan para korban, dan dalam situasi apapun. Kasus kekerasan seksual pada anak berkembang sangat pesat. Penyebab terjadinya kekerasan seksual pada anak terdiri dari beberapa factor, yaitu factor lingkungan keluarga, ekonomi, pergaulan, teknologi dan media massa, psikologi, dan kurangnya pendalaman agama. Kekerasan seksual pada anak memiliki dampak pada aspek fisik dan psikologi anak. Upaya pencegahannya bisa dilakukan dengan memberikan pendidikan seksual pada anak. Salah satu metode pendidikan seksual pada anak adalah dengan menggunakan  Underwear Rule Campaign. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan. Sebeleum dilakukan penyuluhan, responden akan diberi soal untuk pre-test, setelah penyuluhan, responden diberikan soal untuk post-test. Rerata nilai pre-test dan post-test diuji dengan uji statistik T berpasangan. Hasil dari kegiatan ini adalah ada perbedaan signifikan rerata nilai pre-test dan post-test dengan rerata nilai post-test lebih tinggi bila dibandingkan nilai pre-test.
Perbedaan Efektivitas Terapi Autogenik dan Pijat Refleksi Kaki terhadap Tingkat Hipertensi pada Lansia Eva Dwi Ramayanti; Arif Nurma Etika
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i1.605

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang bisa berlangsung kronik. Di komunitas belum banyak penanganan kejadian hipertensi khususnya pada lansia. Diperlukan penerapan terapi komplementer yang mampu menurunkan tekanan darah secara aman dan stabil. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh terapi pijat kaki dan autogenik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan riwayat hipertensi sebanyak 17 orang pada kelompok 1 dan 22 orang pada kelompok 2 dengan teknik Total Populasi. Desain penelitian menggunakan pre-experiment dengan metode one group  dan Two group pre-test and post-test design. instrumen yang digunakan adalah Lembar Observasi Tekanan darah.Uji validtas dan reliabilitasnya menggunakan content dan construct dimana instrumen diambil dari SOP yang sudah baku dari pengukuran tekanan darah. Analiasa data bivariat pada 1 kelompok menggunakan uji wilcoxon test, sedangkan pada kelompok yang berbeda menggunakan Man Whietney. Pada kelompok pijat diketahui sebelum diberikan terapi sebagian besar (67,4%) lansia memiliki hipertensi state 1 sedangkan setelah diberikan terapi lebih dari setengah (60 %) lansia pada kategori normal. Kesimpulan: di dapatkan Nilai signifikasi sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh terapi refleksi pijat kaki terhadap tingkat hipertensi pada lansia. Pada kelompok kedua, sebelum diberikan terapi sebagian besar mengalami hipertensi stage 2 (55%) dan setelah diberikan terapi autogenik mengalami normotensi (68%). Diperoleh nilai signifikasi sebesar 0.000 sehingga ada pengaruh terapi autogenik pada lansia dengan hipertensi. Pada uji beda 2 kelompok diperoleh nilai signifikasi sebesar 0.005. Ada perbedaan pengaruh pada kedua terapi.
Differences in the Effectiveness of Giving Carrot and Red Ginger Juice Against Menstrual Pain in Adolescents Eva Dwi Ramayanti; Arif Nurma Etika; Indah Jayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 2 No 4 (2020): November 2020, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v2i4.161

Abstract

Dysmenorrhoea is menstrual pain which is characterized by lower abdominal pain that occurs before menstruation and during menstruation. Dysmenorrhoea if not treated immediately will affect the mental and physical function of the individual, so it must be treated immediately with pharmacological or non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy, namely herbal treatments such as carrot juice and red ginger cooking water. Carrots contain beta carotene and vitamin E which can reduce the increased production of prostaglandin hormones. Meanwhile, red ginger contains the chemical gingerol which can block prostaglandins so that it can reduce menstrual pain. The purpose of this study was to determine the difference in the effectiveness of giving carrot juice and red ginger to menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescents. Pre-experimental research design of two groups pre test-post test. Data collection tool with pain scale questionnaire. Data analysis was performed univariate with frequency distribution and bivariate with Wilcoxon test with computerized assistance. The sample in this study were 36 respondents who were taken using purposive sampling. The group giving red ginger boiled water was more effective in dealing with menstrual pain in adolescents than giving carrot juice.
Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika; Dwi Indri Yani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 4 (2021): November 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i4.670

Abstract

Perawat sebagai tenaga profesional yang berperan sebagai garda terdepan rentan terinfeksi virus Covid-19. Kepatuhan perawat dalam penggunaan APD berpengaruh pada penularan penyakit. Jika kepatuhan penggunaan APD diabaikan, maka tentunya akan semakin bertambah risiko tertular Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Kabupaten Tuban Jawa Timur tahun 2021. Desain ini analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data primer menggunakan metode kuesioner dengan sampel berjumlah 158 orang perawat di RS Kabupaten Tuban Jawa Timur. Variabel independen adalah faktor pengetahuan dan sikap, dan variabel bebasnya adalah kepatuhan penggunaan APD. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan bahwa pengetahuan (p = 0,029) memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan menggunakan APD. Sedangkan sikap (p = 0,156) tidak ada memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan dalam penggunaan APD. Berdasarkan hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan APD di Rumah Sakit Kabupaten Tuban Jawa Timur.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO INFORMATIF TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT STRES PADA ODHA DI MASA PANDEMI COVID–19 Eva Dwi ramayanti; Indah Jayani; Satria Eureka Nurseskasatmata; Arif Nurma Etika; Wiwin Sulistyawati
Nursing Sciences Journal Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v7i1.4506

Abstract

Penderita HIV/AIDS (ODHA) merupakan salah satu kelompok rentan pada saat pandemi Covid-19 karena memiliki tingkat kecemasan tinggi yang berdampak pada penurunan imunitas sehingga tubuh rentan terinfeksi Covid-19, dari permasalahan tersebut perlu adanya upaya guna mengatasinya. Salah satu upaya yang mampu menjadi solusi adalah dengan peningkatan pengetahuan mengenai pendidikan kesehatan yang mampu memberikan perubahan pada tingkat stres. Video informatif merupakan salah satu media inovatif dan menarik yang dapat digunakan sebagai edukasi kesehatan terutama dalam pandemi Covid-19 saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video informatif terhadap perubahan tingkat stres pada ODHA di masa pandemi Covid-19.  Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan satu kelompok perlakuan yang diukur dengan pretest dan posttest. Keseluruhan sampel yang diteliti berjumlah 32 penderita HIV AIDS di wilayah Kediri yang diambil dengan teknik purposive sampling yang kemudian akan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value sebesar 0,000 <a=0,05 yang berarti bahwa adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode pendidikan kesehatan dengan menggunakan video informatif terhadap tingkat stres pada ODHA di masa pandemi Covid -19
Hubungan Pola Asuh Keluarga dengan Mekanisme Koping pada Penderita Skizofrenia di Klinik Jiwa RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Indah Jayani, S.Kep,Ns.,M.Biomed; Arif Nurma Etika; Susmiati Susmiati; Yeni Lufiana Novita Agnes
Nursing Sciences Journal Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v7i1.4626

Abstract

Pandemi covid-19 menuangkan permasalahan yang kompleks terutama pada Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Respon psikologis yang ditunjukkan ODHA adalah kecemasan dan stres sangat tinggi. Salah satu metode  terhadap penurunan tingkat stress adalah SEFT. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana efektifitas SEFT terhadap perubahan tingkat stres. Sampel ODHA di wilayah Kediri berjumlah 34 responden dengan teknik purpossive  sampling. Kriteria inklusi adalah ODHA dengan usia 20-55 tahun dan kooperatif. 
PEMBERIAN PSIKOEDUKASI SEBAGAI UPAYA PENATALAKSANAAN ANSIETAS PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE-II Endang Mei Yunalia; Idola Perdana Sulistyoning Soeharto; Satria Eureka Nurseskasatmata; Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1746

Abstract

ABSTRACTThe incidence of Diabetes Mellitus in the elderly in Indonesia is increasing. Diabetes mellitus is a chronic disease that can cause various physiological and psychological impacts on the elderly. One of the psychological effects of chronic disease is anxiety. The solution that can be given to overcome anxiety is to provide Psychoeducation. This community service activity aims to provide Psychoeducation to the elderly with Diabetes Mellitus to reduce the level of anxiety that occurs in the elderly. The method in this community service activity is to use problem methods, management practices and management practices as a form of Psychoeducation application. The group of 15 elderly who received psychoeducation was proven to have decreased anxiety levels and the elderly had the ability to control the anxiety who reported it. Psychoeducation is an alternative solution that can be given to elderly people with chronic diseases who experience anxiety.Keywords:Anxiety, elderly, psychoeducationABSTRAKAngka kejadian Diabetes Melitus pada lansia di Indonesia semakin meningkat. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat mengakibatkan berbagai macam dampak biologis ataupun psikologis pada lansia. Salah satu dampak psikologis akibat penyakit kronis yaitu ansietas. Solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi ansietas adalah dengan pemberian Psikoedukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan Psikoedukasi pada lansia yang mengalami Diabetes Melitus untuk menurunkan tingkat ansietas yang terjadi pada lansia. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode identifikasi masalah, ceramah dan praktik manajemen ansietas sebagai bentuk aplikasi Psikoedukasi. Sejumlah 15 lansia yang mendapatkan Psikoedukasi terbukti mengalami penurunan tingkat ansietas dan lansia memiliki kemampuan untuk mengontrol ansietas yang dialami. Psikoedukasi merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat diberikan pada lansia dengan penyakit kronis yang mengalami ansietas.Kata kunci: Ansietas, lansia, psikoedukasi
PEMANFAATAN BAHAN PANGAN OKRA SEBAGAI PENDAMPING TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Satria Eureka Nurseskasatmata; Yeni Lufiana Novita Agnes; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Arif Nurma Etika; Wiwin Sulistyawati; Endang Mei Yunalia
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1787

Abstract

Covid-19 ini bisa menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun demikian data yang ada saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis khususnya diabetes. Penatalaksanaan diabetes melitus  dapat dilakukan dengan pengelolaan diet, exercise, dan pendidikan kesehatan. Penatalaksanaan farmakologi  dengan obat oral antidiabetes dan insulin. Terdapatnya pembatasan sosial di masa pandemi Covid-19 sehingga mempengaruhi pelayanan kesehatan untuk pasien diabetes, oleh karena itu perlu diberikan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang ideal untuk pasien diabetes adalah buah okra (Abelmoschus esculentus), karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Penyuluhan tentang pemanfaatan Okra dalam membantu kestabilan gula darah pada pasien diabetes secara mandiri oleh masyarakat. Adapun hasil dari penyuluhan ini masyarakat memiliki ketertarikan dan motivasi yang tinggi untuk memakai bahan pangan Okra masuk kedalam menu dietnya
SOSIALISASI PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI RT.10 KELURAHAN POJOK, KOTA KEDIRI Arif Nurma Etika; Yeni Frilia Sabbok; Ferlina Jaizah Agustin; Delja Ayuk Rasidi; Erik Irham Lutfi; Mujtahid Bin Abd Kadir; Wiwin Sulistyawati; indah Jayani; Yeni Lufiana Novita Agnes
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat November 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v5i1.2168

Abstract

Menghadapi peningkatan angka positif kasus COVID-19 di Indonesia mendorong pentingnya untuk memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Kita perlu mengetahui bagaimana penularan serta cara pencegahan COVID-19 agar tidak semakin meluas virus ini. Kelurahan Pojok RT.10 merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kebersihan yang cukup rendah, masyarakatnya yang kurang produktif serta kurangnya kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Pada bulan september 2021 ditemukannya 1 orang anak yang terinfeksi COVID-19 dengan kondisi sedang dan melakukan isolasi mandisi dirumah. Hal inilah yang menjadikan RT.10 rentan terhadap penyebaran COVID-19 sehingga mendorong mahasiswa universitas kadiri untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Pojok RT.10. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu upaya pencegahan COVID-19. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah dengan melakukan sosialisasi sebagai bentuk pendidikan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini sejumlah 12 orang dewasa, 4 remaja, 6 anak – anak. Terdapat adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang pola hidup bersih dan sehat dari 13,63% menjadi 86,36%. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan tersebut untuk pencegahan COVID-19 dan mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi – tingginya.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU INSTAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DI DESA KEMADUH, NGANJUK Mujtahid Bin Abd. Kadir; Arif Nurma Etika; Elfred Rinaldo Kasimo; Moh Alimansyur; Tontowi Jauhari; Erik Irham Lutfi; Evi Husniati Sya'idah; Bella Ainun Eka Wardani
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v5i2.2658

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a huge impact on the way people live. Efforts that can be made to prevent the transmission of COVID-19 include increasing the body's immune system by consuming herbs from a mixture of ginger and turmeric. The chemical content of herbs and turmeric is believed to be able to increase the body's immune system and have the same efficacy when consuming vitamin C. To facilitate the presentation process, these ginger and turmeric rhizomes need to be made in instant herbal preparations. For this reason, this community service activity was carried out to provide knowledge on the processing of ginger and turmeric into instant herbal medicine so that they could provide added value to the residents of Kemaduh village, Nganjuk. This activity was carried out by providing training to 8 residents who were willing and then the results of the instant herbal medicine were distributed to the residents to get an assessment both in terms of appearance and taste. Of the 8 participants who took part in the training on processing ginger and turmeric instant herbs, it was found that 100% were very knowledgeable about processing ginger and turmeric instant herbs. And for the assessment of taste, from 14 respondents 64.29% answered good and 35.71% answered very well. And in terms of appearance, 21.43% answered well and 78.57% answered very well. Based on the results above, it is known that the training participants understand the method of making ginger and turmeric instant herbal medicine and the public likes the results of this instant herbal medicine.Pandemi covid-19 memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pola hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 ini diantaranya meningkatkan sistem imun tubuh dengan mengkonsumsi jamu dari campuran jahe dan kunyit. Kandungan kimia pada jamu dan kunyit diyakini dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan khasiatnya sama saat mengkonsumsi vitamin C. untuk memberi mempermudah dalam proses penyajian maka rimpang jahe dan kunyit ini perlu dibuat dalam sediaan jamu instan. Karena inilah kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberi pengetahuan terhadap pengolahan jahe dan kunyit menjadi jamu instan sehingga dapat memberi nilai guna lebih terhadap warga desa Kemaduh, Nganjuk. Kegiatan ini dilakukan dengan memberi pelatihan kepada 8 orang warga yang bersedia dan selanjutnya hasil dari jamu instannya di bagikan kewarga untuk mendapatkan penilaian baik dari segi penampilan maupun rasanya. Dari  8 peserta yang ikut pelatihan pengolahan jamu instan jahe dan kunyit didapatkan 100% sangat paham dalam hal pengolahan jamu instan jahe dan kunyit. Dan untuk penilaian terhadap rasa, dari 14 responden 64,29% menjawab baik dan 35,71% menjawab sangat baik. Dan untuk dari segi penampilan 21,43% menjawab baik dan 78,57% menjawab sangat baik. Berdasarkan hasil diatas diketahui, peserta pelatihan sangat memahami metode pembuatan jamu instan jahe dan kunyit dan masyarakat suka dengan hasil olahan jamu instan ini.