Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Nursing Information Journal

Gambaran Peran Tokoh Masyarakat Terkait Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Lilis Sulistiya Nengrum; Sena Wahyu Purwanza; Anitatul Fijriah
Nursing Information Journal Vol 1 No 2 (2022): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.446 KB) | DOI: 10.54832/nij.v1i2.189

Abstract

Pendahuluan: COVID-19 merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernafasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru seperti pneumonia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peran tokoh masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuatitatif dengan teknik sampling yang digunakan total sampling. Besaran sampel sebanyak 84 responden. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan peran tokoh masyarakat kurang baik (59.6%) dan perilaku baik (79.8%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa peran tokoh masyarakat dalam pencegahan Covid-19 masih kurang baik akan tetapi perilakunya sudah baik dalam mencegah penyebaran Covid-19. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti terkait stigma pada penyintas Covid-19.
Faktor Penyebab Kekambuhan Rheumatoid Arthritis pada Lansia (55 – 85 Tahun) Sena Wahyu Purwanza; Aulia Wahyuning Diah; Lilis Sulistiya Nengrum
Nursing Information Journal Vol 1 No 2 (2022): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.2 KB) | DOI: 10.54832/nij.v1i2.190

Abstract

Pendahulua: Rheumatoid arthritis merupakan suatu proses peradangan pada sendi yang paling banyak terjadi pada lansia yang disebabkan oleh proses autoimun dan sering mengalami kekambuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor resiko penyebab kekambuhan Rheumatoid arthritis pada lansia yang berusia 55 – 85 tahun. Metode: Desain Penelitian ini menggunakan descriptive kuantitatif. Responden penelitian ini diambil menggunakan tkhnik purposive sampling dengan kriteria lansia yang menderita Rheumatoid arthtritis sebanyak 70 responden. Variabel diteliti dengan menggunakan instrument kuesioner yang peneliti kembangkan sendiri dan selanjutnya dilakukan uji validitas dan reliable. Hasil: Hasil uji validitas didapatkan nilai r hitung>0,632 dan nilai reliable kuesioner menggunakan Cronbach’s alpha dengan nilai 0.929 pada faktor pekerjaan, 0.932 pada faktor makanan dan 0.823 pada faktor gaya hidup. Hasil penelitian di dapatkan bahwa faktor resiko penyebab kekambuhan Rheumatoid arthritis pada lansia adalah faktor tertinggi adalah aktivitas sebanyak 27 responden (38.5%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor resiko penyebab kekambuhan Rheumatoid arthritis pada Lansia yaitu faktor aktivitas, faktor gaya hidup dan faktor diit. Sehingga, faktor yang paling dominan berpengaruh adalah faktor aktivitas dikarenakan banyaknya responden yang mengatakan terjadi sering terjadi kekambuhan ketika melakukan aktivitas atau pekerjaan berat. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat dikaji lebih dalam faktor-faktor lain yang dapat memperberat kekambuhan dari Rheumatoid arthtritis, dan untuk responden untuk dapat mengurangi aktivitas yang berlebih agar tidak mengalami kekambuhan.
Metode Komunikasi dengan Pendekatan SBAR Terhadap Keselamatan Pasien : Studi Literatur Cesario Tesa Priantoro; Sena Wahyu Purwanza; Elvi Zuhriyatul Wachidah
Nursing Information Journal Vol 1 No 2 (2022): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.73 KB) | DOI: 10.54832/nij.v1i2.191

Abstract

Latar belakang : Keselamatan pasien (patient safety) merupakan suatu sistem yang diterapkan di Rumah Sakit dengan tujuan memberikan kenyamanan pasien dalam proses perawatan. Salah satu metode komunikasi yang efektif adalah menggunakan pendekatan Situation Background Assessment Recommendation (SBAR) untuk mencapai keterampilan berfikir kritis dan menghemat waktu selama proses perawatan. Pendekatan SBAR terbukti menjadi alat yang digunakan sebagai alat komunikasi yang dianggap efektif dalam pengaturan perawatan pasien yang bersifat akut dan urgent. Review ini bertujuan untuk menemukan metode komunikasi yang efektif dalam mengurangi atau menekan angka insiden keselamatan pasien, meningkatkan mutu pelayanan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Metode : Studi ini menggunakan literature review dengan metode pencarian jurnal menggunakan database google scholar dan elsevier. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian pada google scholar yaitu perawat, keselamatan pasien dan komunikasi efektif, sedangkan untuk database elsevier menggunakan kata kunci nursing, patient safety, effective communication. Batasan penelusuran yang dilakukan dengan mencari artikel asli, bahasa indonesia dan bahasa inggris serta tahun 2016-2021. Didapatkan 213 artikel dari semua basis data, 180 google scholar dan 33 elsevier. Hasil : Peneliti menemukan 13 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil literatur review menunjukkan bahwa komunikasi efektif dengan menggunakan pendekatan SBAR mampu mengurangi kesalahan dalam berkomunikasi antar tenaga kesehatan maupun tenaga kesehatan dengan pasien sehingga dapat mencegah kejadian tidak diinginkan. Oleh karena itu, komunikasi efektif dengan pendekatan SBAR juga dapat meningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit dan meningkatkan kepuasan pasien. Kesimpulan : metode komunikasi efektif dengan pendekatan SBAR diharapkan dapat menjadi sebuat metode komunikasi yang dapat meningkatkan mutu pelayanan, mengurangi insiden keselamatan pasien dan mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan, serta dapat berpengaruh terhadap kepuasan pasien dan loyalitas perawat.