Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Katalisator

THE USE OF PINEAPPLE WASTE EXTRACT ON THE EXTRACTION OF GELATIN FROM TUNA SKIN (Thunnus albacares) Inawaty Sidabalok; Rera Aga Salihat; Astri Pujilillah
JURNAL KATALISATOR Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Katalisator, Volume 6, No 2, 2021
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.457 KB) | DOI: 10.22216/katalisator.v6i2.642

Abstract

Hasil samping ikan tuna dalam bentuk kulit masih sangat jarang dimanfaatkan untuk produk dengan nilai ekonomis yang tinggi seperti gelatin. Namun ekstraksi gelatin dengan asam anorganik yang banyak digunakan menimbulkan beberapa masalah terutama tidak ramah terhadap lingkungan. Pemanfaatan asam organik dalam bentuk asam sitrat yang terkandung di dalam limbah nanas dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kulit ikan tuna dengan ekstrak limbah nanas terhadap sifat fisikokimia gelatin kulit ikan tuna. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perbandingan ekstrak limbah nanas dan kulit ikan tuna yang digunakan adalah 1:1 (b/v) dan lama perendaman : 0, 6, 12, 18 dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman kulit ikan tuna dengan ekstrak limbah nanas tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air namun berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar abu, viskositas dan nilai pH gelatin yang dihasilkan. Mutu gelatin kulit ikan tuna dengan lama perendaman ekstrak limbah nanas terbaik adalah perlakuan B (6 jam perendaman) dengan nilai sebagai berikut : rendemen 10,06%; kadar abu 6,16%; viskositas 2,31 cP; dan pH 5,21. Gelatin dari perlakuan B sudah memenuhi syarat mutu SNI dan GMIA. Hasil ini dapat menjadi alternatif produk gelatin yang tidak hanya aman untuk dimanfaatkan namun juga dapat mengurangi limbah ikan tuna dan limbah nanas yang selama ini sangat jarang untuk dimanfaatkan
CHARACTERISTICS OF RED DRAGON FRUIT SKIN DRY NOODLES (Hylocereus polyrhizus) WITH THE ADDITION OF TUNA FISH BONE MEAL Eddwina Aidila Fitria; Hermalena, Leffy; Nadia Saputri; Nita Yessirita; Inawaty Sidabalok
JURNAL KATALISATOR Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Katalisator Volume 9 No.1, April 2024
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v9i1.2804

Abstract

Noodles are one of the carbohydrate alternatives to rice. To get healthy noodles, you need additional vegetables or fruit. Dragon fruit skin is high in antioxidants that function to ward off free radicals. The addition of tuna bone meal as an additional nutritional value in the form of potassium and mineral. The purpose of this study was to determine the best characteristics of red dragon fruit skin dry noodles with the addition of tuna fish bone meal which were the best in making dry noodles that the panelists liked. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels and 3 replications. Observational data were analyzed using Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) at 1% level. The treatment in this study was the addition of tuna fish bone meal to dried red dragon fruit skin noodles (A=2%, B=4%, C=6%, D=8%, E=10%). The results showed that the addition of tuna bone meal had highly significant different, ash content, protein content, antioxidant test and calcium content. Based on the organoleptic test, dry noodles with treatment B (Addition of 4% tuna fish bone meal) were most preferred by the panelists and met the quality requirements of SNI No 8217-2015 with a composition of water content (11,47%), ash content (0,45%), protein content (16,24%), antioxidant test (34,38%) and calcium content (30,79%).