Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Persepsi Klien Tentang Komunikasi Terapeutik Perawat Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Perawat Rahmat Pannyiwi; Nurhaedah Nurhaedah; Andi Hariati; Rezqiqah Aulia Rahmat
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.02 KB) | DOI: 10.36590/kepo.v2i1.146

Abstract

The therapeutic communication is aimed to change the clients' behavior in reaching an optimal awareness. This research aimed to obtain a client perception view about Nursery Therapeutic Communication in Intensive Surgery Care Unit at Hospital Sidenreng Rappang Regency. The kind of research is descriptive with purposive sampling according to inclusive criteria. The variables are verbal and in-verbal communications. Instrument to collect data is questionnaire, whereas the questionnaires are directly fulfilled by the respondents. From the analysis, the researcher found that the 63,5 % of respondents have a good perception toward nursery verbal therapeutic communication and the non-verbal the researcher found that the 85% of respondents have a good perception toward nursery non-verbal terapeutik. The result shows a great clients' perception about nursery therapeutic communications. As for the suggestion, Hospital Sidenreng Rappang Regency shall give a fresh knowledge or seminars to operasional nurses about nursery therapeutic communications in hospital scope.
PKM Panti Asuhan Nurul Amal Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmat Pannyiwi; Muhammad Syafri; Sahdan M
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.437 KB) | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v1i1.10

Abstract

Bakti Sosial dengan kunjungan ke panti asuhan merupakan salah satu kegiatan wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merapatkan hubungan kekerabatan kita. Bakti Sosial diadakan dengan tujuan-tujuan tertentu untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong, dan rasa saling peduli kepada masyarakat. Pendampingan tersebut dapat berupa kegiatan Makan bersama, Bernyanyi bersama, Berdoa bersama, Berbincang-bincang dengan para anak - anak yang menetap di Panti Asuhan. Hasil yang kami peroleh dari kegiatan ini adalah kami mendapatkan pengalaman berharga saat mendampingi anak anak kita yang tinggal di Panti Asuhan. Kami berkesempatan mendengarkan kisah dari mereka yang tentunya mendidik dan berarti bagi kehidupan kami di masa yang akan datang. Dari kegiatan ini pula kami disadarkan pada kenyataan bahwa anak - anak merasa kesepian dan membutuhkan perhatian lebih dari pengunjung yang datang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Merokok di SMA N 1 Liang Kabupaten Banggai Kepulauan Naomi Malaha; Muh Rusdi; Muhammad Syafri; Rahmat Pannyiwi; Yenni Sima; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4309.074 KB) | DOI: 10.59585/bajik.v1i1.17

Abstract

Merokok merupakan suatu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan bahkan kematian. Indonesia merupakan Negara berkembang dengan tingkat penggunaan rokok yang cukup tinggi. Jumlah perokok usia 15 tahun sebanyak 34,8% dengan prevalensi pria 67% dan perempuan 2,7%. Prevalensi perokok remaja di Provinsi Sulawesi Tengah menunjukan bahwa saat ini rokok yang dihisap oleh remaja yaitu sebanyak 24,6%. Di Kabupaten Banggai Kepulauan persentase perokok pada laki-laki sebesar 52,5% dan perempuan sebesar 6,9%. Pada perokok baik laki-laki maupun perempuan, sebagian besar merokok pertama kali pada usia remaja yaitu berkisar antara 15-19 tahun sebanyak 36,1%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku merokok pada remaa di SMA Negeri 1 Liang Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode penelitian ini menggunakan pendektan Cross Sectional. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Liang Kabupaten Banggai Kepulauan. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang merokok sebanyak 40 responden (38,09%). Variable Independen yaitu pengetahuan dan variable dependen perilaku merokok siswa. Data yang diperoleh dari responden dengan menggunakan kuesioner. Uji statistic menggunakan program SPSS versi 16 dan hasil uji statistic Chi-Square dengan tingkat kepercayaan p < α (0.05) yaitu pengetahuan dengan perilaku merokok remaja (p=0,033). Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Liang Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan analisa multivariate untuk melihat faktor yang paling mempengaruhi perilaku merokok pada remaja.
Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kanguru di BPM Lestari Gowa Kabupaten Gowa Yuslinda Yuslinda; Nurhaedah nurhaedah; Nurekawati Nurekawati; Amina Ahmad; Syarifah Masita; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4536.252 KB) | DOI: 10.59585/bajik.v1i1.19

Abstract

Berat Bayi Lahir Rendah(BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2.500 gram sampai dengan 2.499 gram (Maryunani, 2013). BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan (Proverawati, 2012). Berdasarkan data di BPM Lestrai Gowa Jumlah Kelahiran bayi mulai dari Januari 2014 sampai Desember 2014 sebanyak 64 kelahiran hidup dan angka kelahiran premature sebanyak 8 dan pada tahun 2014 tidak ada kematian. Dan berdasarkan data di BPM Lestari Gowa jumlah Kelahiran bayi mulai dari Januari 2015 sampai Desember 2015 sebanyak 61 kelahiran hidup dan angka kelahiran premature sebanyak 4 dan pada tahun 2015 tidak ada kematian. Suatu metode perawatan bayi premature yang haru diketahui oleh ibu yaitu metode kanguru yang mampu menjamin bayi untuk mendapatkan kehangatan. ASI, cinta dan proteksi ibu yang selanjutnya akan menjamin tumbuh kembang bayi secara optimal sehingga mampu menurunkan angka kematian Neonatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang metode kanguru pada bayi premature di BPM Lestari Gowa. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian in adalah Survey Cross Sectional. Survey Cross Sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung dalam Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Preventif Kesehatan Sara Surya; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Household medicinal plants (TOGA) represent an initiative to utilize plants with medicinal properties to improve public health through self-reliance. The use of medicinal plants can serve as an easily accessible and relatively safe alternative to traditional medicine for addressing various minor health complaints. However, the utilization of medicinal plants in the community remains suboptimal due to a lack of knowledge regarding the types of medicinal plants and how to use them. This community service activity aims to improve the community’s knowledge and skills in developing family medicinal plants as a preventive measure to maintain health. Implementation methods include health education on the benefits of medicinal plants, training in planting and maintaining TOGA, and community assistance in managing TOGA gardens. The results of the activity indicate an increase in community knowledge regarding medicinal plants as well as increased community participation in the utilization of family medicinal plants. The TOGA development program can serve as a strategy to enhance community self-reliance in maintaining health. Keywords: Family Medicinal Plants, Community Empowerment, Preventive Health, Public Health. ABSTRAK Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan tanaman yang memiliki khasiat obat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh serta relatif aman digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Namun, pemanfaatan tanaman obat di masyarakat masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat serta cara pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan penanaman dan pemeliharaan TOGA, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengembangan TOGA dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Kesehatan Masyarakat
Program Senam Lansia sebagai Upaya Promotif dan Preventif dalam Menjaga Kesehatan Lansia Sri Ariyanti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The elderly are an age group vulnerable to various health problems due to the aging process. Decreased physical function, reduced muscle strength, and an increased risk of non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus are common among the elderly. One way to maintain the health of the elderly is through regular physical activity, such as elderly exercise. This community service activity aims to increase awareness and participation of the elderly in physical activity through an elderly exercise program as a promotive and preventive measure for maintaining health. Implementation methods include health education on the importance of physical activity for the elderly, regular implementation of elderly exercise, and evaluation of the elderly's health condition before and after the activity. The results of the activity indicate an increase in elderly participation in physical activity and an increase in elderly awareness of the importance of maintaining health. The elderly exercise program has been proven effective in improving physical fitness and quality of life for the elderly. Keywords: Elderly, Elderly Exercise, Health Promotion, Physical Activity ABSTRAK Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan. Penurunan fungsi fisik, berkurangnya kekuatan otot, serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus sering terjadi pada kelompok lansia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia adalah melalui aktivitas fisik secara teratur, seperti senam lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam melakukan aktivitas fisik melalui program senam lansia sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi lansia, pelaksanaan senam lansia secara rutin, serta evaluasi kondisi kesehatan lansia sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi lansia dalam melakukan aktivitas fisik serta peningkatan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Program senam lansia terbukti efektif dalam meningkatkan kebugaran fisik dan kualitas hidup lansia. Kata Kunci: Lansia, Senam Lansia, Promosi Kesehatan, Aktivitas Fisik
Program Senam Lansia Terstruktur untuk Meningkatkan Kebugaran Lansia di Panti Jompo Rezqiqah Aulia Rahmat; Vivi Adriana Suardi; Djusmadi Rasyid
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The elderly are an age group vulnerable to declining physical function and fitness. Lack of physical activity can increase the risk of degenerative diseases and reduce their quality of life. Elderly exercise is a safe and effective form of physical activity to improve fitness. This community service activity aims to improve the fitness of the elderly through a structured elderly exercise program. Implementation methods include counseling, exercise training, and regular mentoring. Results indicate an increase in the fitness and participation of the elderly in physical activity. This program is effective in improving the health and quality of life of the elderly in nursing homes. Keywords: Elderly, Elderly Exercise, Fitness, Health Promotion Abstrak Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik dan kebugaran. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif serta menurunkan kualitas hidup lansia. Senam lansia merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang aman dan efektif untuk meningkatkan kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran lansia melalui program senam lansia terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan senam, serta pendampingan rutin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebugaran dan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik. Program ini efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia di panti jompo. Kata Kunci: Lansia, Senam Lansia, Kebugaran, Promosi Kesehatan
Edukasi Psikologis Bagi Ibu Pasca Keguguran (Miskram) Untuk Mencegah Depresi Dan Trauma Kehamilan Dewi Parwati; Muh. Kardi Rais; Raissa Patrisia; Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1010

Abstract

Miscarriage is a traumatic experience that can have physical and psychological effects on mothers. Many mothers who have experienced miscarriage suffer from stress, depression, and even trauma that can affect their next pregnancy. This community service activity aims to provide psychological education to mothers who have experienced miscarriage in order to prevent depression and pregnancy trauma. The activity was carried out by lecturers and students of the Midwifery Study Program at Puskesmas X in August 2025. The activity methods included a pre-test, interactive psychological counseling, relaxation simulation, and a post-test. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from 58.4% (pre-test) to 87.2% (post-test) and a decrease in anxiety levels based on the DASS-21 questionnaire. It can be concluded that psychological education is effective in increasing the knowledge and emotional readiness of mothers after miscarriage, thereby preventing depression and pregnancy trauma.
Edukasi Teknik Pernapasan Untuk Mengurangi Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala I Norma Safitri; Abdillah Abdillah; Karnelly Karnelly; Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1013

Abstract

The labor process is a physiological event that is often accompanied by pain due to uterine contractions. Uncontrolled pain can cause fatigue, anxiety, and even slow down the progress of labor. One effective non-pharmacological method for reducing pain is breathing techniques. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of pregnant women regarding proper breathing techniques when facing the first stage of labor. The activity was carried out at Puskesmas X, targeting 25 pregnant women in their third trimester. The activity methods included education, demonstration, and hands-on practice. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of breathing techniques from 60% before education to 92% after education. Participants also reported an increase in their confidence in facing labor. This activity is expected to become a sustainable program in efforts to support safe and comfortable labor for mothers.
Penggunaan Hipnoterapi Untuk Mengatasi Insomnia Pada Lansia Noyumala Noyumala; Jukarnain Jukarnain; Muslimin B; Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1022

Abstract

Insomnia is a sleep disorder frequently experienced by the elderly and impacts quality of life, physical health, and psychological well-being. Treatment of insomnia in the elderly is often hampered by the side effects of long-term use of sleeping pills. Hypnotherapy is a non-pharmacological therapy that can be used to safely and effectively address sleep disorders. This Community Service activity aims to improve the sleep quality of the elderly through the application of simple hypnotherapy. Implementation methods include education about insomnia in the elderly, training in basic hypnotherapy techniques, guided relaxation practice, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity showed a decrease in insomnia complaints and an improvement in sleep quality in the elderly after participating in hypnotherapy sessions. Hypnotherapy can be an effective and safe alternative complementary therapy for treating insomnia in the elderly.