Permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Sanggau masih menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan masyarakat dengan kualitas pelayanan yang diberikan, terutama terkait keterlambatan pengangkutan, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya respons terhadap keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengelolaan sampah berdasarkan indikator manajemen pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi terhadap 80 responden, serta dianalisis menggunakan skala Likert berdasarkan dimensi SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan sampah berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 3,34, di mana dimensi assurance dan empathy tergolong baik, sedangkan tangibles, reliability, dan responsiveness masih menjadi kelemahan utama. Selain itu, kinerja dipengaruhi oleh faktor internal berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem operasional, serta faktor eksternal seperti rendahnya partisipasi masyarakat, kondisi geografis, dan kurangnya edukasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana prasarana, optimalisasi sumber daya manusia, serta penguatan edukasi masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.