Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Basiacoung Traditions in Procession Marriage Traditions of the Kuok Kampar Community: Ecotourism Yarahandria, Lisnur; Elida
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.5802

Abstract

This research aims to describe the implementation process, meaning, and function of Basiacoung in the traditional Kuok Kampar wedding party procession. This type of research is qualitative research. Data collection techniques in this research were triangulation, interviews, observation, documentation, and literature study, while data analysis was inductive. Based on data analysis, it can be concluded that the structure, semiotic meaning, function, and values of Basiacoung in the marriage procession of the Kampar community can be identified as several important aspects. The traditional marriage procession of the Kampar community consists of the first several stages of maantau tando, Maantau tando is the initial stage of the intention to carry out the marriage contract, where the man visits the prospective bride's house. Second, pick up the groom, who is sent by the ninik mamak (the groom). Picking up the groom will be sent by the groom's ninik mamak involving clever experts from the bride's tribe, Anak mamak (bako party) of the bride or bako who is the nephew of the bride's father and Simondo people, Third Ulu bajawek, Implementation of ulu bajawek Usually it will be accompanied by a pat, where the pat is a symbol of the greatness of the ninik mamak which symbolizes that it is the handover of the groom who has been picked up by the bride at the previous time.
Evaluasi Kinerja Pengelolaan Sampah Berbasis Indikator Manajemen Pelayanan Publik pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat Elida
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i4.1096

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Sanggau masih menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan masyarakat dengan kualitas pelayanan yang diberikan, terutama terkait keterlambatan pengangkutan, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya respons terhadap keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengelolaan sampah berdasarkan indikator manajemen pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi terhadap 80 responden, serta dianalisis menggunakan skala Likert berdasarkan dimensi SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan sampah berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 3,34, di mana dimensi assurance dan empathy tergolong baik, sedangkan tangibles, reliability, dan responsiveness masih menjadi kelemahan utama. Selain itu, kinerja dipengaruhi oleh faktor internal berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem operasional, serta faktor eksternal seperti rendahnya partisipasi masyarakat, kondisi geografis, dan kurangnya edukasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana prasarana, optimalisasi sumber daya manusia, serta penguatan edukasi masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung Harnesia, Rahmayani; Elida; Kasmita; Sari, Yolanda Intan
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2026): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (Mei-Oktober 2026)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v6i2.1413

Abstract

Penggunaan pangan lokal sebagai substitusi tepung terigu penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi impor gandum. Tepung jagung merupakan alternatif potensial, namun studi mengenai masa simpan produk donat dengan substitusi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan masa simpan donat dengan substitusi tepung jagung sebesar 25% dan 30%. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain observasional deskriptif. Sampel dipilih secara purposive dan data dikumpulkan melalui observasi sistematis serta dokumentasi terhadap perubahan organoleptik selama enam hari pada suhu ruang dalam wadah kedap udara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formulasi memiliki pola penurunan kualitas yang serupa. Donat mempertahankan kualitas baik hingga hari kedua, mulai menurun pada hari ketiga, dan tidak layak dikonsumsi pada hari keempat yang ditandai dengan aroma asam, perubahan tekstur, pemudaran warna, serta pertumbuhan jamur. Tidak ditemukan perbedaan substansial antara tingkat substitusi 25% dan 30% dalam hal stabilitas penyimpanan. Disimpulkan bahwa donat dengan substitusi tepung jagung 25% dan 30% memiliki masa simpan praktis hingga tiga hari pada suhu ruang. Temuan ini memperluas literatur mengenai stabilitas penyimpanan produk berbasis tepung jagung.
Efektifitas Program Wajib Kerja Sabtu (Daily Worker) Studi Kasus Siswa Program Keahlian Kuliner di SMKN 1 Painan Gishyanti, Alia; Andriani, Cici; Elida; Nurhasanah
Journal of Global Research Education Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/42jqrz76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Wajib Kerja Sabtu (Daily Worker) pada siswa Program Keahlian Kuliner di SMK Negeri 1 Painan. Program ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membentuk karakter siswa sesuai tuntutan dunia industri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru, siswa, dan mitra usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Daily Worker meliputi tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat. Perencanaan program telah dilakukan dengan cukup baik melalui penyusunan tujuan, pembagian tugas, dan jadwal kegiatan. Pelaksanaan program berjalan sesuai rencana, namun masih ditemukan kendala berupa rendahnya partisipasi siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan sekolah, kompetensi guru, serta fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya motivasi siswa, kelelahan, dan kurangnya pemahaman terhadap tujuan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Daily Worker memiliki potensi besar dalam membentuk karakter kerja siswa, namun perlu optimalisasi dalam pelaksanaannya.