Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Menara Pengabdian

Pengaruh Media Sosial Dan Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Bulliying (Perundungan) Pada Siswa SDN 21 Tanjung Bonai, Kecamatan Tanjung Buo Utara Riyanda, Riko; Yandri, Lara Indah; Daswir, Daswir
Menara Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v3i2.4773

Abstract

Abstrak         Perkembangan Teknologi dan media informasi yang begitu pesat sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Diawali dari pandemi covid 19, kecanduan bermain gadjet ini semakin menjadi jadi pada semua kelompok kalangan lapisan masyarakat, tidak terkecuali anak-anak SD N 21 yang nota benenya masih di bawa umur. Anak-anak SD terlalu dipaksakan cepat mengerti tentang media sosial disuianya yang masih sangat labil. Anak-Anak SD N 21 Tanjung Bonai adalah salah korban akibat dampak dari pengaruh media sosial dan penggunaan gadjet terhadap perilaku bullying (perundungan). Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar dampak negatif yang ditimbulkan gedjet ini bisa diantisipasi sejak dini, agar anak-anak SD seusianya belum terlalu jauh terkontaminasi terhadap gedjet ini, kemudian diperbolehkan anak-anak SD paham menggunakan media sosial sejak dini, akan tetapi harus dibatasi penggunaannya dan dikontrol oleh orang tuanya agar dampak gedjet ini tidak mengarah kepada perilaku pembullyan (perundungan). Dari hasil pengabdian bahwa ternyata penggunaan gedjet ini mengakibatkan anak-anak susah diatur ataupun tidak mendengarkan saat sosialisasi, dan suka meniru adegan-adegan yang sering mereka lihat di media sosial. Ada siswa yang kadang ditemukan agresif,  bisa jadi mentalnya terganggu karena terlalu sering menonton adegan-adegan yang tidak mendidik. Mereka sudah mengerti cara memggunakan media sosial, seperti paham dengan  menu facebook dan istagram, cuma pemahaman mereka hanya sebatas konten hiburan, upload foto dan untuk permainan games saja. Ditemukan di lapangan terdpat siswa yang lepas kontrol dalam membuat status di facebook, seperti ucapan-uapan yang mengandung makna sarkasme (kasar). Dengan demikian penggunaan gadjet ini lebih banyak membawa dampak negatif kepada anak-anak diusianya. Oleh karenanya peran orang tua dan wali murid sangat diharapkan dapat mendidik anak-anak nya dengan sebaik-baiknya agar tidak mengalami ganggungan mental/psikis yang bisa sewaktu waktu mengarah pada perilku bullying (perundungan). Cara adalah orang tua dan guru harus bisa memberikan contoh taulada yang baik kepada anak-anaknya baik di rumah maupun di sekolah. Kata kunci: pengaruh, gadjet, media sosial, bulling, anak SD     
Pelatihan Pengindraan Hoaks Untuk Pemilu Melalui Sekola Kebangsaan : Tular Nalar Goes To Scholl Di SMA N 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Riyanda, Riko; Dwi Putri, Tesha; Indah Yandri, Lara; Rahmadi, Didi; Khairiyah, Khairiyah
Menara Pengabdian Vol 4, No 2 (2024): Vol. 4, No. 2, Desember, 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v4i2.6120

Abstract

Abstrak: Perkembangan demokrasi tidak selalu membawa dampak baik buat edukasi politik masyarakat Indonesia. Di tengah harapan untuk menjadikan pemilu sebagai parameter untuk memilih pemimpin yang berkualitas, berintegritas dan memahami kondisi kebutuhan masyarakatnya, namun justru dihadapkan pada persolan bahwa pemilu hanyalah sarana penuh dengan kecurangan untuk semata-mata dapat meraih kekuasaan, sehingga yang terjadi bukan lagi pemilu yang berkeadilan tapi penuh dengan intrik (kecurangan) dengan menggunakan berbagai cara untuk menang. Salah satu kecurangan yang tampak nyata adalah dengan menggundakan hoaks untuk mempengaruhi pilihan pemilih pada saat suasna pemilu atau pilkada . Oleh karena nya diperlukan pelatihan dan pendampingan untuk dapat mengantisipasi berita hoaks ini agar pemilih dapat memmilih dengan cerdas supaya melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan bertanggung jawab. Untuk itulah Tular Nalar Mafinfo dan para dosen Ilmu Politik UM Sumatera Barat hadir melakukan pengabdian dalam rangka bertujuan untuk memahami tahapan pemilu, celah informasi, dan konsep demokrasi dan politik di Indonesia, Menanggapi dengan baik informasi dan sumber informasi pemilu, peta empati, dan teknik manipulasi, menjadi pemilih pemula yang tangguh terhadap hoaks pemilu dengan kolaborasi dan negosiasi dan penginderaan hoaks dan melakukan praktik pengindraan hoaks di kala Pemilu. Sasaran dari pengabdian ini adalah pemilih pemula yang diwakili oleh  SMA N 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Setelah pelatihan ini, kawan Tular Nalar akan memahami dan mempraktekkan pengindraan hoaks di pemilu 2024 berikut pengetahuan tentang seputar pemilu, demokrasi dan sanksi yang melakuakn pelanggaran. Sebagai pemilih pemula sangat penting mehami hal-hal yang berkaitan dengan kecurangan pemilu. Pemilih pemula seperti siswa-siswa SMA tetap punya pengaruh yang cukup sigifikan terhada preferensi pemilih. Siswa-Siswa SMA mampu untuk berikir kritis, logis, dan bergaul dengan lingkungan yang bagus untuk menyebarkan informasi tentang bahaya hoaks kepada teman temannya. Dengan demikian pelatihan ini akan memberi kontribusi pada pendidikan politik yang cerdas dan bertanggung jawab bagi pemilih pemula.