Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JENIS TERUMBU KARANG (CORAL REEFS) DI ZONA INTI DAN ASPEK SOSIAL DESA KOJA DOI, KECAMATAN ALOK TIMUR , KABUPATEN SIKKA Samsuri Ahmad; Angelinus Vincentius; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 4 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis terumbu karang (coral reefs) di Zona Inti dan Aspek Sosial Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 11 Agustus 2023 hingga 11 September 2023 di Zona inti Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan penyelaman menggunakan peralatan selam SCUBA. Pengambilan data dengan Metode Line Transek dan UPT (Underwater Photo Transect) kemudian dianalisis menggunakan CPCe (Kohler dan Gill, 2006 dalam Ratu dkk., 2020). Sedangkan Metode Pengambilan Data Aspek Sosial menggunakan Purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel nonrandom sampling. Analisis Indeks keanekaragaman spesies menggunakan indeks ShanonWinner(H’) (Fahrul, 2015) sedangkan analisis data aspek social menggunakan presentase jawaban yang ada diberikan oleh responden menggunakan rumus Sukmadinata (2017). Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman terendah terdapat pada spesies Acropora encrusting sebesar 0.11 artinya nilai indeks keanekaragaman Coral reef di Zona Inti Desa Koja Doi tergolong rendah. Penilaian aspek sosial terdiri dari pengetahuan dasar masyarakat tentang manfaat terumbu karang, aktivitas penangkapan ikan dan dampak kerusakan terumbu karang. Pengetahuan dasar masyarakat tentang manfaat terumbu karang sebesar 73% dengan keterangan baik; pengetahuan masyarakat tentang aktivitas penangkapan ikan menggunakan pestisida, bom, jaring dan pengelolaan terumbu karang sebesar 74% dengan keterangan baik; sedangkan pengetahuan masyarakat tentang dampak kerusakan terumbu karang sebesar 91% dengan keterangan baik
TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PERIZINAN USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGI NELAYAN KABUPATEN SIKKA PADA KANTOR CABANG DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DI LARANTUKA Apolonarius Moko1; Angelinus Vincentius; Erfin; Yuliana Onang
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 4 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi kebijakan penerbitan SIUP dan SIPI bagi nelayan Kabupaten Sikka, dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan penerbitan SIUP dan SIPI bagi nelayan Kabupaten Sikka pada Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Wilayah Kerja Kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka di Larantuka. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dalam program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka sejak tanggal 7 Agustus 20023 sampai 7 Desember 2023. Metode yang digunakan adalah Praktek Kerja, Observasi, Pencatatan Data, Dokumentasi, Wawancara dan Studi Literatur. Analisis mengenai implementasi kebijakan penerbitan SIUP dan SIPI pada KCD Larantuka dilakukan tabulasi data kemudian analisis deskriptif, sedangkan analisis tingkat kepuasan masyarakat dilakukan dengan perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dimana pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner secara personal, dengan jumlah responden sebanyak 100 (seratus) orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penerbitan SIUP dan SIPI bagi nelayan Kabupaten Sikka di KCD Larantuka telah diatur dalam KepmenKP no. 58/2020 dan PerGub NTT no. 54/2022, dan sudah tersedia SOP yang jelas, namun masih terasa menyulitkan karena dokumen-dokumen diurus pada tempat yang berbeda, serta masih ada peran calo. KCD Larantuka berupaya mendorong penggunaan barcode di kapal maupun pada SIUP dan SIPI, membuka gerai pelayanan di daerah-daerah, dan sosialisasi intensif. Berdasarkan hasil analisis kesenjangan menunjukkan bahwa prioritas tertinggi untuk dilakukan perbaikan adalah indikator kemudahan prosedur dan indikator kecepatan pelayanan, sedangkan prioritas terendah untuk dilakukan perbaikan adalah indikator kompetensi dan komitmen petugas, dan indikator kedisiplinan pelayanan. Hasil analisis Customer Satisfaction Indeks menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat nelayan terhadap kinerja pelayanan perizinan pada KCD Larantuka berada pada range 66% - 80,99% dengan kriteria Puas.
KAJIAN KUALITAS AIR PADA TAMBAK PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SISTEM INTENSIF PADA BAK TERPAL DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) TAKALAR, SULAWESI SELATAN Junesti Martaliani Faot; Erfin; Christofel O.Nobel Pale
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air pada kolam budidaya udang sistem intensif pada bak terpal di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 07 Agustus 2023 sampai tanggal 07 Desember 2023 dengan metode Deskriptif Kualitatif menggunakan Metode Survei. Variabel yang diamati adalah Derajat Keasaman, Dissolved Oxygen (DO), Suhu, Salinitas, Alkalinitas, Kandungan Nitrit dan Kandungan Phospat dengan analsis yang digunakan adalah Derajat Keasaman (pH) menggunakan pH meter, Dissolved Oxygen (DO) (mg/l) menggunakan Dissolved Oxygen meter, Suhu (0C) menggunakan termometer, Salinitas (ppt) menggunakan refraktometer, Alkalinitas (ppm) menggunakan spektrofotometri menggunakan Hach Method 10239, Kandungan Nitrit (mg/l) menggunakan metode Griess secara spektrofotometri dan Kandungan Phospat (mg/l) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pengukuran kualitas air pada kolam budidaya dilakukan selama 12 minggu di pagi dan sore hari. Nilai rata-rata pH di pagi hari sebesar 7,8 - 8,5 dan waktu sore hari sebesar 7,8 – 8,5. Nilai rata-rata DO di pagi hari sebesar 4,22 mg/l – 4,93 mg/l dan waktu sore hari sebesar 4,55 mg/l – 5,03 mg/l. Sedangkan Nilai rata-rata suhu di pagi hari berkisar 27,6 0C – 29,1 0C dan waktu sore hari berkisar 29,9 0C – 32,1 0C. Untuk Hasil pengujian sampel air pada laboratorium diperoleh nilai salinitas air berkisar 30 – 50 ppt. Nilai Alkanitas 93,22 - 149,57 ppm. Nitrit >0,0223 mg/l sedangkan nilai Phospat berkisar 0,0580 - 1.8006 mg/l.
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA BUDIDAYA UDANG VANAME(Litopenaeus Vanamei) MENGGUNAKAN SISTEM KOLAM TERPAL DI BPBAP TAKALAR,SULAWESI SELATAN Benedictha Clarissa Gara; Erfin; Maria Theresa Dua Tei
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengelolaan manajemen pemberian pakan pada udang vaname dan mengetahui nilai Feed Convertionn Ratio (FCR) dan kelangsungan hidup/SR pada udang vaname. Kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan terhitung mulai dari tanggal 7 Agustus- 7 Desember 2023 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dalam penelitian ini adalah Feed Convertionn Ratio (FCR) dan tingkat kelangsungan hidup/SR pada udang vanamei. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan pemberian pakan udang vaname pada tambak pembesaran udang di BPBAP Takalar dilakukan dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali/hari yaitu (05.00 WITA,11.00 WITA,17.00 WITA dan 23.00 WITA). Kontrol pakan melalui takaran anco dengan durasi waktu pengontrolan 2 jam sesudah pemberian pakan. Jika pakan habis menandakan udangnya makan dengan baik dan dosis pakan dinaikan 5-10% begitupun sebaliknya jika pakan tidak habis maka dosis pakan bisa ditahan atau dikurangi Hasil analisis nilai FCR adalah pada kolam A 1,65, kolam B 1,66, kolam C 1,85, dan kolam D 1,87. Kelangsungan hidup atau SR udang vaname adalah: kolam A 88,4%, kolam B 97,29%, kolam C 97,28% dan kolam D 91,95%.
KAJIAN MUTU IKAN KERAPUH (EPINEPHELUS SP) YANG AKAN DI LALULINTASKAN DI KANTOR STASIUN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN (SKIPM) KUPANG WILKER MAUMERE KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Ardianus Martin; Christofel O.Nobel Pale; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu ikan kerapu (Epinephelus sp) yang akan dilalulintaskan di Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang Wilker Maumere. Penelitian telah dilaksanakan selama 4 bulan dalam proses MBKM terhitung sejak tanggal 7 Agustus s.d 7 Desember 2023. Penilaian mutu ikan kerapu (Epinepheelus sp) dilakukan dengan metode Organoleptik/sensori dengan mengamati kenampakan mata, insang, lendir, bau, tekstur dan daging. Hasil pengamatan organoleptik terhadap 4 sampel ikan kerapu yang akan dilalulintaskan dengan kode sampel 555, 731, 799 dan 831 memiliki nilai rata-rata (7,5), (7,4), (8,0), (7,6) artinya bahwa ke 4 sampel yang telah diuji berdasarkan ketentuan Batas Standar Mutu SNI 2729:2013 dengan nilai minimal 7 dari indek nilai 1 sampai 9 menerangkan bahwake empat sampel memiliki mutu dan kesegaran yang baik sehingga layak untuk dilalulintaskan ke luar daerah.
STUDI PENDAPATAN PEDAGANG PENGUMPUL DAN KELEMBAGAAN TUNA DI DESA PARUMAAN KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA Jupril Saeda; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Parumaan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kepulauan Kabupaten Sikka. Salah satu aktivitas perikanan adalah penangkapan dan perdagangan ikan tuna yang melibatkan nelayan dan pedagang. Pedagang pengumpul ikan tuna berperan penting sebagai penghubung antara nelayan dan pasar konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata penerimaan pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata biaya pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata pendapatan pedagang pengumpul per satu kali penjualan dan kelembagaan tuna di Desa Parumaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa : a) total rata-rata penerimaan per bulan yang diterima oleh responden tertinggi mencapai Rp. 148.952.700 dan penerimaan paling rendah sebesar Rp. 19.404.000. b) total biaya rata-rata per satu kali penjualan oleh responden pedagang pengumpul di Desa Parumaan sebesar Rp. 840.000. c) total rata-rata pendapatan yang diterima masing-masing responden tertinggi mencapai Rp. 148.112.700 dan pendapatan terendah adalah Rp. 18.564.000. Aturan yang disepakati bersama antara nelayan dan pedagang pengumpul ikan tuna di Desa Parumaan yaitu setiap nelayan ikan tuna akan diberi modal atau ditanggung biaya operasionalnya atau biasa dikenal dengan sebutan â€Amfrak†dengan syarat hasil tangkapan nelayan harus dijual ke pedagang pengumpul yang sudah memberikan modal/biaya oprasional/amfrak tersebut. Nelayan akan melunasi Amfraknya pada saat membawa hasil tangkapannya.
KEANEKARAGAMAN IKAN KARANG DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PULAU PALUE KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Angelinus Vincentius; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Palue, yang terletak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor 96 tahun 2021. Wilayah tersebut mempunyai karakteristik oseanografi yang unik dan berpotensi mendukung keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman ikan karang di kawasan konservasi perairan Pulau Palue. Penelitian dilakukan sejak Agustus 2024 sampai dengan Desember 2024, di perairan Desa Lidi, Pulau Palue, Kecamatan Palue yang termasuk dalam Zona Inti Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Sikka Provinsi NTT. Metode yang digunakan adalah Underwater Visual Census (UVC). Analisis data ikan karang dengan mengelompokkan ikan karang ke dalam 3 (tiga) kelompok, yakni ikan mayor, ikan indikator dan ikan target dan diidentifikasi jenisnya. Analisis indeks ekologi menunjukkan hasil Nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H') di Stasiun Ona sebesar 2,29; di Stasiun Langawai sebesar 2,61 dan di Stasiun Watunoni sebesar 2,87. Ke-3 stasiun mempunyai keaenakaragan jenis ikan karang dalam kategori Sedang. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kompleksitas habitat terumbu karang, ketersediaan sumber makanan, interaksi antar spesies, serta kondisi kualitas air yang menunjang kehidupan berbagai jenis ikan karang.