Abdul Hakim
Department Of Agrotechnology, Faculty Of Agriculture, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, West Java, 46196, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Pewarisan Karakter Kualitatif Populasi F2 Persilangan Seroja IPB X Peter Pepper dalam Rangka Perakitan Cabai Hias di Universitas Siliwangi Hakim, Abdul; Benatar, Gilang Vaza; Yuliyani, Leny
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101473

Abstract

Cabai, selain dimakan, dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias yang mempunyai nilai keindahan. Berbagai nilai estetika yang dapat diambil antara lain adalah karakter pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda. Pola warisan karakter itu diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan seleksi. Informasi itu dimanfaatkan agar proses seleksi menjadi lebih efisien. Ciri pemendekan ruas pada tanaman cabai akan menjadikan bentuk tajuknya menjadi perdu, hal ini tentunya sangat menarik karena buah cabai akan terkelompok, posisi bunga dan warna buah muda juga dapat meningkatkan keindahan tanaman cabai hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pola pewarisan karakter kualitatif yang berhubungan dengan pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda sebagai kriteria seleksi dalam proses pemilihan calon cabai hias. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi tetua betina (P1) Seroja IPB yang memiliki karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau kekuningan, sedangkan tetua jantan (P2) Peter Pepper memiliki karakter buah berwarna hijau tua dan bentuk buah yang unik. Populasi dari tanaman cabai yang digunakan terdiri dari P1, P2, F1, dan F2. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-kuadrat untuk menetapkan rasio Mendel dalam populasi F2. Temuan penelitian mengindikasikan semua karakter yang dipengaruhi oleh satu gen. Seluruh karakter diatur oleh satu gen dengan rasio 3 (dominan): 1 (resesif). Karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau tua adalah karakter yang bersifat resesif. Karakter resesif ini akan berguna sebagai kriteria seleksi karena tanaman hasil seleksi yang ditanam di generasi berikutnya tidak akan mengalami segregasi, sehingga tanaman akan lebih cepat seragam.
Evaluasi Segregan Transgresif pada Dua Populasi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Abdul Hakim; Muhamad Syukur; Yudiwanti Wahyu
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.93776

Abstract

Kemajuan seleksi menunjukkan sejauh mana nilai peningkatan yang diperoleh dari karakter yang diseleksi. Kemajuan seleksi dipengaruhi oleh intensitas seleksi, ragam dan heritabilitas. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh kandidat genotipe segregan transgresif pada populasi terseleksi cabai rawit. Hasil dari penelitian ini pada populasi F3-285290 dan F3-C321290 nilai kemajuan seleksinya positif untuk semua karakter kecuali untuk umur berbunga dan umur panen. Nilai heritabilitas populasi F3-285290 termasuk dalam kategori sedang untuk karakter bobot per buah, panjang tangkai buah dan jumlah buah per tanaman. Sedangkan nilai heritabilitas pada populasi F3-321290 yang termasuk kategori tinggi terdapat pada karakter umur panen, bobot per buah, panjang buah, diameter buah dan panjang tangkai buah. Genotipe segregan transgresif pada populasi F3-285290 terdapat pada karakter panjang buah, tebal daging buah dan panjang tangkai buah. Genotipe yang terverifikasi segregan transgresif hanya pada karakter panjang buah yang terdapat pada tiga genotipe yaitu F3-285290-205, F3-285290-248 dan F3-285290-257. Pada populasi F3-321290 genotipe segregan transgresif terdapat pada karakter tebal daging buah, panjang tangkai buah dan bobot buah per tanaman. Genotipe yang terverifikasi segregan transgresif hanya pada karakter bobot buah per tanaman yang terdapat pada dua genotipe yaitu F3-321290-33 dan F3-321290-293. Adanya informasi segregan transgresif pada kegiatan pemuliaan cabai rawit ini dapat dijadikan sebagai akselerasi dalam memperoleh kandidat calon varietas. 
Pendugaan Komponen Ragam Genetik dan Heritabilitas pada Populasi Tanaman F2 Cabai Rawit Hasil Persilangan Capsicum frutescens L. x Capsicum annuum L. Hakim, Abdul; Permana, Indra; Fitria, Anita Dwy
Vegetalika Vol 15, No 1 (2026): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.113975

Abstract

The development of superior varieties requires accurate genetic information, especially on the traits that will be used as selection criteria. Variance components (genetic variance, environmental variance, and phenotype variance) and heritability values are the genetic information for the selection process. Selection will generally be effective if the characters used as selection criteria have heritability values that are included in the high category (> 50%). The objective of this research for estimating the components of variance and heritability in a broad sense for a number of agronomic characters in the second generation (F2) population of cayenne pepper from the hybridization between Capsicum frutescens L. and Capsicum annuum L.  The genetic materials consisted of two parental lines, P1 (Bonita IPB) and P2 (Perisai IPB), each represented by 20 individual plants, and 150 individuals from the F2 generation. Estimation of variance components and broad-sense heritability was performed using the Mahmud–Kramer method. The results of the study showed that the diversity in the F2 population was higher than in both parents. This is indicated by the variance values for all characters being greater than both parents. Traits such as plant height, canopy width, stem diameter, day of flowering, fruit weight per plant, number of fruits per plant, fruit weight, fruit length, and fruit diameter showed high heritability values, while day of harvesting showed moderate heritability. These heritability estimates suggest that effective selection can be focused on traits with high heritability, thereby increasing selection efficiency and enabling favorable genetic progress in subsequent generations.