Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Aplikasi TULIB (Tuban Digital Library) Sebagai Media Temu Balik Informasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban Nurul Mahmudah; Galuh Indah Zatadini
THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science Vol. 4 No. 1 (2024): THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/light.v4i1.7534

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang penerapan aplikasi Tulib sebagai sarana temu balik informasi elektronik di perpustakaan Daerah Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan aplikasi Tulib sebagai sarana temu balik informasi serta efektivitasnya dalam pemenuhan informasi masyarakat kabupaten Tuban. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara pustakawan Tulib serta masyarakat pengguna Tulib yang tersebar diseluruh Kabupaten Tuban. Observasi dengan mengunjungi langsung tempat yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan aplikasi Tulib kebanyakan masih diminati oleh sektor pendidikan, tidak sedikit masayarakat umum yang belum memanfaatkan Tulib sebagai media temu balik informasi. Promosi yang dilakukan Dinas Perpustakaan yang belum merata secara keseluruhan masyarakat Tuban serta tanggapan positif dan negative dari masyarakat terhadap aplikasi Tulib Keywords: Digital Application, Regional Library, Information Retrieval
Akses Informasi Pemustaka Tunanetra Pada Layanan Koleksi Braille Corner Di Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kota Malang Mafatihul Salma; Galuh Indah Zatadini
THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science Vol. 5 No. 2 (2025): THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/light.v5i2.11707

Abstract

This study aims to examine the information access process for visually impaired library users at the Braille Corner of the Malang City Library and Archives Office. The information- seeking model used is a combination of approaches by Ellis and Kuhlthau and Wilson, which outlines the stages of information-seeking from uncertainty to understanding. The research findings show that visually impaired users visit Braille Corner for various reasons, such as looking for books or simply the desire to read. In the initial stage, they recognize the need for information and begin searching by utilizing various facilities such as Braille books, smart computers, and talking books. If the information they seek is not found, they tend to ask the librarian or request recommendations for other collections. The information-seeking process involves filtering and selecting relevant information, with further interaction between the users and librarians to verify the accuracy of the information. Users express satisfaction and comfort with the services provided, although sometimes physical and psychological conditions can affect their mood when accessing information. However, librarians face challenges related to infrastructure and facilities that are not yet fully disability-friendly, as well as the need for training for new librarians. This study concludes that although users are satisfied with the facilities and services, there are still several challenges related to infrastructure and human resource development that need to be addressed to improve the quality of information services for visually impaired users at Braille Corner, Malang City Library.
Pemanfaatan QR Code Dalam Pembuatan Karya Majalah Dinding Sebagai Sarana Literasi Digital Imtiyaz Roniyah; Syifani Nindya Nawangsari; Arina Khalwa; Oktavia Putri Anggraini; Naila Jihan Ara; Ahmad Khoirudin; Nurul Farida; Herdin Ferdiansyah; Galuh Indah Zatadini; Nurul Setyawati Handayani
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Februari 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/z3j1jk31

Abstract

Kegiatan pengabdian ini didasari atas sebuah situasi di mana kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak besar salah satunya dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan QR Code sebagai media pembelajaran siswa. Dengan melibatkan QR Code dalam pembelajaran di sekolah dasar, maka siswa tidak hanya dibekali dengan ketrampilan literasi konvesional, tetapi juga membantu mereka mengembangakan literasi digital. Literasi digital menjadi kegiatan dalam mengoptimalkan teknologi informasi sekaligus menumbuhkan semangat literasi bagi siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital bagi siswa SDN 1 Tamanan Tulungagung. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode PAR (partipatoris action research) yang dilakukan dengan tiga tahap antara lain: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode PAR melibatkan pelaksanakan kegiatan pengabdian untuk menjelaskan sebuah masalah maupun menerapkan informasi ke dalam aksi sebagai solusi atas masalah yang telah terdefinisi.  Hasil akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat memanfaatkan materi yang disediakan pada QR Code dan menghasilkan suatu karya majalah dinding. Materi yang disampaikan melalui QR Code adalah tentang pengenalan kebudayaan Indonesia. Siswa diminta untuk melakukan pemindaian QR Code, dan selanjutnya diarahkan ke link kumpulan materi yang berisi teks dan gambar untuk dibaca oleh siswa. Dilakukannya pemanfaatan QR Code dalam pembuatan majalah dinding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan motivasi siswa agar memiliki kreativitas yang tinggi, memperluas pengetahuan dalam bidang komunikasi dan literasi visual, meningkatkan keterampilan kerja tim dan kemampuan dalam komunikasi. Harapan pada kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa dan mendorong para siswa lebih aktif dalam mencari informasi melalui teknologi digital
Revitalisasi Literasi Lingkungan Melalui Papan Edukasi Sebagai Upaya Mewujudkan Desa Ramah Lingkungan Mohamad Ilham Dede Wijaya; Putri Amaliya Berlian Maidatul Janah; Prawito Agung Wibisono; Anisa Laraswati; Nur Hidayati; Puspita Kusumawati; Karmila Widyasari; Galuh Indah Zatadini
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/smt8g982

Abstract

Masalah pengelolaan sampah yang tidak terorganisir masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah perdesaan, termasuk Desa Sukowidodo. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan berdampak pada meningkatnya pencemaran dan penurunan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terdiri atas lima tahapan, yaitu observasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan program, observasi perubahan, dan refleksi serta evaluasi. Program dilaksanakan melalui sosialisasi edukatif dan pemasangan papan informasi visual di lokasi strategis sebagai media edukasi warga terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Berdasarkan hasil kuisioner ditemukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam tahapan pelaksanaan (85,0%) dan perencanaan aksi (82,0%) tergolong tinggi. Sementara itu, pada tahapan observasi masalah (67,0%), observasi perubahan (68,5%), dan refleksi-evaluasi (69,3%) masih berada pada klasifikasi sedang. Rata-rata keseluruhan partisipasi masyarakat mencapai 75,97%, dan mayoritas warga menyatakan adanya perubahan perilaku dan meningkatnya kesadaran lingkungan pasca kegiatan. Pengabdian ini menunjukkan bahwa penerapan metode PAR dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dan menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis kearifan lokal.
Praktik Literasi Hibrida dalam Adopsi Qris pada UMKM Pedesaan: Studi Kasus Desa Plosokandang Dewi Candra Wulan; Galuh Indah Zatadini
Sita Ayana: Jurnal Studi Informasi, Tata Kelola Perpustakaan, Arsip dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : Program Studi Sarjana Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/sita-ayana.2026.v01.i01.p05

Abstract

Rendahnya literasi keuangan dan lambatnya adopsi pembayaran digital tetap menjadi tantangan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah pedesaan Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi proses adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta hubungannya dengan komponen literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM di Desa Plosokandang. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif terhadap enam pelaku UMKM, temuan menunjukkan bahwa adopsi QRIS sebagian besar bersifat reaktif, didorong oleh permintaan pelanggan, dengan intensitas penggunaan hanya 20–40% dan terbatas pada fitur-fitur dasar. Adopsi QRIS secara parsial meningkatkan literasi keuangan, terutama dalam pemantauan arus kas dan pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Penelitian ini mengidentifikasi praktik literasi hibrida kombinasi pencatatan manual dan digital sebagai strategi adaptasi rasional di tengah keterbatasan infrastruktur dan literasi digital. Dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM), Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness menjadi pendorong utama, meskipun terdapat hambatan seperti koneksi internet yang tidak stabil dan kurangnya dukungan pasca-adopsi. Penelitian ini berkontribusi pada studi literasi informasi dengan menyoroti praktik literasi hibrida dalam transformasi digital UMKM pedesaan.