Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI LITERASI DIGITAL BAGI GENERASI MILENIAL DI TULUNGAGUNG Nahdhiyanto, Ahmadi Abdul Shomad Faiz; Zatadini, Galuh Indah
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 23 No 02 (2023): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2023.23.02.361-379

Abstract

The digital era has significantly transformed the pattern of religious information consumption, particularly among millennials. The high accessibility of digital information necessitates strong digital literacy to enable individuals to critically and moderately assess religious narratives. This study aims to analyze the impact of digital literacy on the understanding of religious moderation among millennials in Tulungagung and to formulate strategies to enhance digital literacy to strengthen religious moderation. Using a qualitative approach with a descriptive-analytical method, this study found that the level of digital literacy among millennials in Tulungagung varies. Factors such as education, access to credible sources, and the role of religious communities influence their understanding of religious moderation. The proposed strategies include integrating digital literacy into education, strengthening the role of religious organizations, and engaging religious figures in digital platforms. With a systematic implementation of these strategies, digital literacy can serve as a crucial instrument in reinforcing religious moderation values in the digital age.
PENGEMBANGAN SISTEM AUTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN MODEL WATERFALL DI PERPUSTAKAAN UPT SMP 1 GANDUSARI Zatadini, Galuh Indah; Fatimah, Afiyatul
Publication Library and Information Science Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v6i2.5732

Abstract

Perpustakaan telah mengalami perkembangan dalam bidang pelayanan hingga pengolahan, perkembangan yang terjadi tidak hanya pada perpustakaan perguruan tinggi namun juga di perpustakaan sekolah. Pada penelitian ini membahas mengenai pengembangan sebuah sistem automasi perpustakaan sekolah untuk dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan di perpustakaan sekolah UPT SMP 1 Gandusari. Menggunakan metode penelitian Research and Development, dengan proses pengembangan software model waterfall serta penerapan aplikasi SLiMS sebagai sistem automasi, penelitian ini memiliki langkah-langkah penelitian sebagai berikut, analisa kebutuhan sistem, desain sistem, implementasi sistem dan terakhir pengujian serta evaluasi sistem. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi awal untuk diterapkannya sebuah teknologi dalam dunia perpustakaan di sekolah. Teknik analisis data menggunakan sampel penelitian dari siswa, guru dan pengembang desain web. Penelitian ini menghasilkan bahwa adanya sistem automasi perpustakaan sangat memudahkan dan menunjang kegiatan bagi staf perpustakaan dan pemustaka dalam memanfaatkan fasilitas, pengelolaan, dan pelayanan yang ada di perpustakaan sekolah. Akan tetapi masih banyak aspek yang harus dipenuhi seperti melakukan peningkatan pada komponen komputer sebagai penunjang kegiatan automasi, pembekalan untuk staf perpustakaan mengenai tata cara pengoperasian aplikasi, serta kecepatan internet yang terhubung di perpustakaan
Pengaruh Library Anxiety dalam Akses Layanan Referensi Mahasiswa di UPT Perpustakaan IAIN Kediri Zatadini, Galuh Indah; Khasanah, Uswatun
Publication Library and Information Science Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v7i1.6942

Abstract

Perpustakaan saat ini telah menerapkan sistem otomasi salah satunya pada layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi. Layanan referensi yang dimaksud adalah akses yang dimiliki perpustakaan untuk merujuk ke suatu koleksi perpustakaan seperti OPAC, e-journal, e-thesis, repository dan akses rujukan lainnya. Penerapan otomasi di perpustakaan memiliki kendala yang dialami mahasiswa yaitu rasa cemas karena merasa kurang terampil dalam memanfaatkan layanan tersebut. Selain itu, terbatasnya sumber informasi yang dimiliki perpustakaan serta wabah dari covid-19 juga berdampak pada kebiasaan mahasiswa yang lebih nyaman untuk mengakses referensi dari website lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh library anxiety yang dialami mahasiswa saat mengakses layanan referensi di UPT Perpustakaan Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif, yaitu untuk mengetahui hubungan atau sebab dan akibat dari adanya library anxiety yang dialami mahasiswa pada saat mengakses layanan referensi di UPT Perpustakaan IAIN Kediri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuisionertertutup berisi beberapa pertanyaan yang diberikan kepada responden dalam bentuk pilihan ganda dengan populasi seluruh mahasiswa IAIN Kediri angkatan 2021 kemudian dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sejumlah 96. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengaruh library anxiety dalam akses layanan referensi mahasiswa sebesar 49,4% sedangkan sisanya dipengaruhi hal lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Library Anxiety, Layanan Referensi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, IAIN KEDIRI 
PENGARUH KONTEN BOOKSTAGRAM @IRMADURROTUN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL FOLLOWERS DALAM EVALUASI INFORMASI BUKU Yustiani, Intan; Zatadini, Galuh Indah
Publication Library and Information Science Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/pls.v9i1.11730

Abstract

Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, Instagram menjadi sumber informasi bagi komunitas bookstagram. Untuk menilai kebenaran informasi terkait buku, individu dalam komunitas ini harus memiliki kemampuan literasi digital yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konten bookstagram @irmadurrotun terhadap kemampuan literasi digital followers dalam evaluasi informasi buku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi terdiri dari followers akun @irmadurrotun. Sampel 100 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus slovin. Kuesioner online digunakan untuk mengumpulkan data dan regresi linear sederhana digunakan untuk analisis. Menurut temuan penelitian, diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,355, menunjukkan bahwa konten bookstagram @irmadurrotun berpengaruh sebesar 35,5% terhadap literasi digital dalam evaluasi informasi buku, sementara sisanya 64,5% dipengaruhi oleh faktor lain.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Zatadini, Galuh Indah; Permanasari, Adhistya Erna; Setiawan, Noor Akhmad
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.541 KB)

Abstract

Cooperative Learning adalah model pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dalam kelompok sehingga akan membuat peserta didik lebih banyak belajar dan bekerjasama dibandingkan dengan peserta didik yang melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tradisional. Penelitian yang dilakukan ini termasuk dalam model penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran TIK dengan menggunakan metode Team Asissted Individualization (TAI). Dalam penelitian yang menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas ini memiliki 3 siklus dengan masing tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi yang dilakukan langsung ketika kegiatan belajar. Data penelitia hasil belajar diambil ketika proses refleksi yaitu setelah dilakukan post test kepada seluruh peserta didik setelah proses belajar selesai. Sedangkan pengambilan data aktivitas dilakukan ketika proses pelaksanaan yaitu ketika peserta didik mengkuti kegiatan belajar mengajar. Dari hasil penelitian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas peserta didik pada standart kompetensi “Menggunakan Perangkat Lunak Pengolah Angka untuk Menghasilkan Informasi” dan kompetensi dasar “Membuat Dokumen Pengolah Angka dengan Variasi Teks, Tabel, Grafik, Gambar dan Diagram”. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase aktivitas peserta didik dari siklus I, II, dan III. Pada siklus I total presentase aktivitas peserta didik adalah 64.1% dengan presentase masih kurang. Kemudian dilanjutkan dalam siklus II persentase nya yaitu 78% dan siklus III total persentase nya adalah 89.7%. Selain itu pembelajaran kooperatif tipa TAI juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik baik dalam ranah afektif, kognitif maupun psikomotorik. Model pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternative yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran namun juga harus sesuai dengan materi maupun tipe kegiatan belajar yang akan dilakukan karena model pembelajaran ini hanya cocok untuk kompetensi/pemecaham masalahnya dapat diselesaikan secara individual maupun kelompok.
Pendampingan Literasi Digital Pada Generasi Milenial Sebagai Penguatan Moderasi Beragama Shomad F.N, Ahmadi Abdul; Zatadini, Galuh Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1010

Abstract

The advent of digitalization has led to the emergence of numerous information disruptions, which have the potential to obfuscate the distinction between accurate and misleading information. The millennial generation is susceptible to exposure to invalid information, hoaxes, and radical content that has the potential to influence religious views. The objective of digital literacy is to facilitate the recognition, classification, and filtering of pertinent and reliable information, thereby fostering an environment of tolerance, inclusivity, and respect for diversity. The objective of this initiative is to cultivate a generation of millennials that are digitally adept and capable of becoming agents of peace in a multicultural society. The objective is to gain an understanding of religious teachings in a prudent manner, without being constrained by extremist ideologies, in order to reinforce the principles of religious moderation. This community service employs the Asset-Based Community Development (ABCD) method through the concept of empowerment as a people-centered participatory development effort, with the objective of imparting digital literacy skills to the millennial generation in order to reinforce religious moderation. The results of this service demonstrated a transformation in the knowledge and insights of the participants with regard to digital literacy and religious moderation. It is even possible to establish a millennial community that is concerned with digital literacy. As a result of this service, not only is a digital-savvy millennial generation created, but also one that is sensitive to religious issues and is able to play an active role in creating harmony between religious communities through the digital space.ABSTRAKMasifnya digitalisasi menciptakan berbagai disrupsi informasi yang menyamarkan mana informasi benar dan informasi yang menyesatkan. Generasi milenial menjadi kelompok rentan terhadap paparan informasi yang tidak valid, hoaks, dan konten radikal yang dapat memengaruhi cara pandang beragama. Literasi digital berupaya mengenali, memilah, dan menyaring informasi yang relevan dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun sikap toleransi, inklusivitas, dan menghargai keberagaman. Tujuan adanya pendampingan ini untuk menciptakan generasi milenial yang cerdas digital dan mampu menjadi agen perdamaian di masyarakat yang multikultural. memahami ajaran agama secara bijak tanpa terjebak ekstremisme sebagai strategi penguatan moderasi beragama. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) melalui konsep pemberdayaan sebagai upaya pembangunan yang bersifat people-centered participatory dalam menambah skill literasi digital generasi milenial sebagai penguatan moderasi beragama. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya transformasi pengetahuan dan wawasan peserta terhadap literasi digital dan moderasi beragama. Bahkan kami dapat membentuk komunitas milenial peduli literasi digital. Dengan adanya pengabdian ini tidak hanya menciptakan generasi milenial yang cakap digital namun juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu keagamaan serta mampu berperan aktif menciptakan harmoni antar umat beragama melalui ruang digital.
The Contribution GPAN Community (Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara) to Increase Public Interest in Reading ASSA, Muhammad Assa Ridho Rousin; Galuh, Galuh Indah Zatadini
Jurnal Tadwin Vol 6 No 2 (2025): Tadwin: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadwin.v6i2.29457

Abstract

This study aims to analyze the Lapak Baca activities organized by the Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Tulungagung community in increasing the reading interest of visitors to Alun-Alun Tulungagung. Reading interest in Indonesia is relatively low, and initiatives such as Lapak Baca are an alternative to bring literacy closer to the community in a more inclusive way. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the meaning of the experiences of volunteers and visitors to the activity. Data collection techniques include participant observation, structured interviews, and documentation. Informants consist of GPAN members and Lapak Baca visitors. The results of the study show that Lapak Baca activities create an inclusive space that encourages active community involvement in literacy activities. Children feel free to choose reading material, while volunteers feel they have an important role in educating the community. In addition, internal and external factors were found that influence reading interest, such as personal motivation, environmental support, and the availability of interesting reading materials. The obstacles faced include limited book collections and physical facilities of Lapak Baca. This study provides theoretical benefits in enriching community-based literacy studies as well as practical benefits as material for evaluating and developing the Lapak Baca program by GPAN and related parties. It is hoped that these results can be a reference for similar literacy initiatives in other areas.
A DSRM-Based Digital Library to Improve Reading Interest among Elementary School Students : MIN 7 Tulungagung Case Study Zatadini, Galuh Indah; Rusydiyah, Evi Fatimatur; Vebrianto, Rian
Jurnal Tadwin Vol 6 No 2 (2025): Tadwin: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadwin.v6i2.31488

Abstract

The low level of reading interest among Indonesian children reported by UNESCO to be merely 0.01% highlights an urgent need for innovative approaches to promote literacy engagement. The digital library emerges as a relevant solution; however, most existing services have not been specifically designed to cater to elementary school students. This study aims to develop a Digital Library based on the Design Science Research Methodology (DSRM) as a medium to enhance reading motivation among students at MIN 7 Tulungagung. The research employed the DSRM framework, encompassing the stages of problem identification, system design, prototype development, implementation, and evaluation. The primary users of the system were elementary school students, while validation involved expert review (validators) and direct user testing by students. Data collection techniques included observation, questionnaires, and documentation. The findings indicate that the developed Digital Library system achieved overall ratings in the “good” to “very good” categories. The user interface (UI) aspect obtained the highest score of 93.75%, followed by user compatibility (87.50%) and system functionality (87.50%). Conversely, data reliability and security received the lowest rating, at 75.00%. Implementation testing with students also demonstrated highly positive responses, with the indicator “Willing to use the application again” achieving a score of 95%. The students appeared enthusiastic, demonstrated independent use of the application, and exhibited increased motivation to read after exploring its features. In conclusion, the Digital Library developed using the DSRM approach has proven to be both feasible and effective in enhancing reading interest among elementary school students. Future work is recommended to strengthen data security mechanisms and expand the diversity of reading materials to further optimize the system’s contribution to children’s literacy development.  
Design and Development of a WhatsApp Chatbot-Based Expert System Using the Depth-First Search Algorithm for Thesis Topic Recommendation Zatadini, Galuh Indah
Jurnal Ilmiah Informatika dan Komputer Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/6c7k7s60

Abstract

The rapid development of digital technology has encouraged the creation of various intelligent systems that can support decision-making processes, one of which is an expert system. In the academic environment, students often encounter difficulties in determining appropriate thesis topics that align with their areas of interest. Therefore, this study aims to develop an expert system integrated with a WhatsApp chatbot to assist students in identifying suitable thesis themes based on their academic interests. The system employs the Depth-First Search (DFS) algorithm as a problem-solving approach due to its flexibility in exploring decision paths within the knowledge base. The expert system is implemented through a WhatsApp chatbot interface to ensure ease of use, as the messaging interface is already widely familiar among university students. This approach allows users to interact with the system naturally without the need to learn a new interface. The results of system testing indicate that the developed expert system effectively assists students in determining thesis topics. Evaluation results show an accuracy level of 95.4%, demonstrating that the proposed system provides reliable recommendations. Furthermore, the use of a chatbot-based interface enhances user accessibility and usability. In conclusion, the integration of an expert system with the DFS algorithm and a WhatsApp chatbot interface provides an effective and user-friendly solution for supporting students in selecting appropriate thesis topics based on their interests.
Pendampingan Sosialisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Matahari Tulungagung untuk Memberikan Edukasi Masyarakat Rofiqoh, Lilik; Prisca Budi Juvitasari; Ahmad Fauzan; Galuh Indah Zatadini; Arin Prajawinanti; Dini Nur Alfiah; Febri Anggir Saputra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16955

Abstract

Perkembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Indonesia merupakan salah satu cara menciptakan budaya literasi di masyarakat. TBM berfungsi sebagai sarana belajar, menyediakan akses terhadap bahan bacaan, serta mendorong peningkatan minat baca secara luas. Tujuan pendampingan untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh pengelola TBM, strategi yang bisa diterapkan untuk mengatasi kendala dan hasil evaluasi dari strategi yang telah diterapkan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Service Learning. Kegiatan ini melibatkan 40 peserta yang terdiri dari orang tua dan anak-anak. Hasil investigasi diketahui bahwa kendala yang dihadapi oleh pengelola yaitu pengunjung yang datang ke TBM masih sedikit karena kurang promosi layanan. Strategi yang bisa diterapkan yaitu melakukan sosialisasi dengan memperkenalkan program pembelajaran digital yaitu aplikasi kipin. Hasil evaluasi menunjukkan adanya dampak positif yang ditunjukkan oleh skor rata-rata pada lima aspek, yaitu pemahaman tentang TBM (4,05), kualitas penyampaian sosialisasi (4,18), pemahaman terhadap platform Kipin (4,10), manfaat yang dirasakan (4,32), dan minat berkunjung ke TBM (4,15). Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan minat masyarakat dalam memanfaatkan TBM sebagai sumber belajar.