Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan Pemahaman Budaya dan Kearifan Lokal Melalui Penguasaan Bahasa Daerah Junaeda, St; Tahir, Hery; Kasmita, Maya; Heri, Ririn Nurfaathirany; Henri, Henri
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.469

Abstract

Era globalisasi yang disertai dengan kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan dalam mengakses sumber ilmu pengetahuan. Arus globalisasi semakin mendekatkan jarak antarnegara, bahkan antarbenua serta kemudahan dalam mengakses informasi secara real time. Keberagaman budaya merupakan aset yang sangat berharga sebagai salah satu modal untuk memahami konsep multikulturalisme. Dengan pemahaman terhadap keberagaman budaya tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis dalam hubungan sosial termasuk untuk menghadirkan sikap inklusif. Keberagaman budaya tersebut merupakan warisan kolektif yang harus dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan. Dengan terciptanya kesadaran dan pemahaman terhadap keberagaman budaya, dapat mendorong upaya semua pihak untuk membangun komunikasi dan menciptakan kesadaran bahwa semua budaya adalah sederajat dan tidak ada budaya yang lebih tinggi dari budaya yang lain. Dalam konteks yang lebih luas, kesadaran tersebut dapat membangun jembatan antarbangsa sehingga muncul sikap saling pengertian dan kerja sama lintas budaya. Bahasa sebagai salah satu unsur kebudayaan sangat penting bagi keberlangsungan peradaban manusia. Pemahaman dan penguasaan Bahasa Daerah penting, tidak hanya sebagai identitas kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga sebagai penanda keberagaman budaya. 
Kondisi dan Status Kesehatan Ekosistem Padang Lamun di Pulau Bangka Bagian Selatan, Kepulauan Bangka Belitung Supratman, Okto; Adi, Wahyu; Muftiadi, M. Rizza; Henri, Henri; Pamungkas, Aditya
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.56615

Abstract

Ekosistem lamun di Bangka Selatan terjadinya gangguan dan ancaman dari beberapa aktivitas antropogenik. Akan tetapi data tentang kondisi dan kesehatan padang lamun sangat terbatas. Tujuan penelitian adalah menganalisis kekayaan jenis, persentase tutupan dan kesehatan ekosistem padang lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2022 hingga Desember 2022 di Kabupaten Bangka Selatan yang meliputi pesisir Tanjung Kerasak, Pantai Tukak, Pantai Penutuk, Pulau Anak Air dan Pantai Puding. Tahapan penelitian terdiri dari 1) Pengumpulan data lamun, makroalga, dan epifit, 2) Pengukuran parameter lingkungan, 3) Analisis data meliputi analisis kesehatan lamun dengan metode Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun (IKEL). Hasil penelitian  terdapat 8 jenis lamun yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halophila minor, Halophila ovalis, dan Halodule pinifolia. Nilai tutupan lamun berkisar antara antara 2,04% hingga 41,93%  dengan rata-rata tutupan lamun yaitu 26,8 % yang dikategorikan miskin. Indek kesehatan ekosistem lamun (IKEL) di Bangka Selatan berkisar antara 0,60 sampai dengan 0,70 atau dikategorikan sedang sampai dengan baik. Kondisi kesehatan ekosistem lamun dikategorikan baik ditemukan di Pentuk (0,70), sedangkan dikategorikan sedang ditemukan di Tanjung Kerasak (0,68), Pantai Tukak (0,62), Pantai Puding (0,60), dan Pulau Anak Air (0,61).   The seagrass ecosystem in South Bangka is experiencing disturbance and threats from several anthropogenic activities. However, data on the condition and health of seagrass beds is very limited. The aim of the research is to analyze species richness, percentage cover and health of the seagrass ecosystem. The research was carried out from February 2022 to December 2022 in South Bangka Regency which includes the coast of Tanjung Kerasak, Tukak Beach, Penutuk Beach, Anak Air Island and Puding Beach. The research stages consisted of 1) collecting data on seagrass, macroalgae and epiphytes, 2) measuring environmental parameters, 3) data analysis including analysis of seagrass health using the Seagrass Ecological Quality Index (SEQI) method. The research results showed that there were 8 spesies of seagrass found at the research location. Spesies founded is Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halophila minor, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. The seagrass cover value ranges from 2.04% to 41.93% with average seagrass cover is 26.8% which is categorized as poor. The seagrass ecology quality index in South Bangka ranges from 0.60 to 0.70 which categorized  as moderate to good. The health condition of the seagrass ecosystem was assessed as good in Pentuk (0.70), while moderate was found in Tanjung Kerasak (0.68), Tukak Beach (0.62), Puding Beach (0.60), and Anak Air Island (0. .60).
KEANEKARAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI BUKIT NENEK, TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PERMISAN, BANGKA SELATAN Bulan, Fitri Husada Sri; Afriyansyah, Budi; Apriyadi, Rion; Henri, Henri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6610

Abstract

Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan konservasi yang berisi flora dan fauna. Keanekaragaman fauna di kawasan konservasi penting untuk diperhatikan karena fauna dapat menjaga keseimbangan ekosistem alam. Selain itu, jenis fauna tanah juga dapat digunakan sebagai bioindikator dalam perubahan habitat, seperti semut, hal ini dikarenakan kepekaannya yang tinggi terhadap gangguan habitat. Penelitian tentang keanekaragaman semut di Bangka juga masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian ini terutama di Bukit Nenek sebagai tempat konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis semut dan mengetahui keanekaragaman semut di Taman Wisata Alam Bukit Nenek Gunung Permisan Kabupaten Bangka Selatan dengan menggunakan metode pitfall trap, hand collection dan beat sheets. Analisis yang digunakan adalah indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kemerataan, kelimpahan relatif, dominasi dan hubungan antara keberadaan semut dengan parameter lingkungan menggunakan analisis PCA. Penelitian dilakukan di 7 stasiun dengan 21 petak dengan menggunakan metode Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 23 jenis semut dengan 5 subfamili yaitu Cerapachyinae, Dolichoderinae, Formicinae, Myrmicinae dan Ponerinae. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara jumlah individu semut dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah sedangkan jumlah spesies semut berkorelasi positif dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH.
Stratifikasi Sosial dan Variasi Bahasa: Narasi Linguistik Atas Mobilitas Sosial Sumilih, Dimas Ario; Ras, Atma; Henri, Henri
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 1 (2024): Nopember 2024, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i1.613

Abstract

Penelitian ini membahas peran variasi bahasa dalam membentuk stratifikasi sosial dan mobilitas sosial di Indonesia, dengan menyoroti dampak globalisasi, urbanisasi, dan teknologi digital. Bahasa Inggris menjadi simbol status sosial yang membuka akses global, sedangkan bahasa daerah terpinggirkan, mencerminkan ketimpangan sosial. Diskriminasi linguistik terhadap aksen lokal memperkuat hambatan mobilitas sosial vertikal, membatasi peluang bagi kelompok tertentu. Pendekatan Naratif Literature Review digunakan untuk menganalisis hubungan antara penguasaan bahasa, stratifikasi sosial, dan mobilitas sosial, berlandaskan Hipotesis Relativitas Linguistik. Hasil menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya alat komunikasi, tetapi juga kerangka kognitif yang memengaruhi akses individu terhadap sumber daya sosial dan ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan bahasa yang inklusif, pelestarian bahasa daerah, mengubah stereotip negatif, dan mengurangi diskriminasi linguistik. Dengan pendekatan ini, temuan diharapkan mendorong pengurangan diskriminasi linguistik dan ketimpangan sosial. Dalam konteks antropologi sosial, temuan ini menggambarkan bagaimana struktur sosial terhubung dengan praktik bahasa, sementara dalam antropologi linguistik, penelitian ini mempertegas peran bahasa sebagai penentu identitas dan kekuasaan. Dengan demikian, studi ini menawarkan wawasan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil secara linguistik dan budaya.
Sosialisasi Strategi Pembelajaran Critical Reading Berorientasi Keterampilan Abad Ke-21 Shasliani, Shasliani; Henri, Henri; Sidiq, Nurul Jamiah; Ali, A. Muh.; Muflihat, Syakia
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/y08g0a28

Abstract

Rendahnya kemampuan membaca kritis mahasiswa lintas jurusan menjadi tantangan dalam penguatan keterampilan abad ke-21 di perguruan tinggi, khususnya dalam aspek berpikir kritis, literasi akademik, dan evaluasi informasi. Pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan serta menganalisis dampak sosialisasi strategi pembelajaran critical reading berorientasi keterampilan abad ke-21 bagi mahasiswa lintas jurusan di Universitas Negeri Makassar. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui workshop dan pendampingan implementasi dengan desain pretest–posttest satu kelompok. Instrumen meliputi angket pemahaman konseptual, angket keterampilan praktis, lembar observasi, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek pemahaman, dengan kenaikan tertinggi pada strategi QtA dan Socratic Questioning sebesar 36%, serta peningkatan strategi SQ3R sebesar 35%. Sebanyak 90% peserta menyatakan strategi critical reading relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran, dan observasi menunjukkan peningkatan partisipasi diskusi serta kemampuan mengidentifikasi argumen dan bias teks. Disimpulkan bahwa pelatihan critical reading berbasis praktik efektif meningkatkan literasi akademik dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa serta mendukung penguatan kompetensi abad ke-21 secara lintas disiplin.