Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Video Pembelajaran Animasi Powtoon Pada KD Menerapkan Metode Dasar Pengolahan Makanan untuk SMA Double Track Tata Boga Diva Dwi Marsanda; Sri Handajani; Lucia Tri Pangesthi; Ila Huda Puspita Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3326

Abstract

Program double track dirancang untuk membekali peserta didik dengan keterampilan tambahan termasuk Tata Boga, namun pembelajaran masih menggunakan media yang kurang efektif dan menarik. Untuk mendukung pemahaman siswa, dikembangkan media pembelajaran berbasis video animasi Powtoon yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengembangan, kelayakan materi maupun media, serta respon peserta didik terhadap video pembelajaran animasi powtoon pada KD menerapkan metode dasar pengolahan makanan untuk SMA double track tata boga. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian R&D dengan model pengembangan 4D oleh Thiagarajan yang meliputi Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebarluasan, namun dilakukan hanya sampai Pengembangan. Metode untuk mengumpulkan data yaitu memakai lembar validasi dan lembar angket, kemudian diukur menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil dari analisis data, menunjukkan: produk yang berhasil dikembangkan yakni video pembelajaran animasi Powtoon pada KD menerapkan metode dasar pengolahan makanan yang dapat diakses melalui link maupun QR code untuk digunakan dalam pembelajaran, kelayakan media memperoleh hasil yang sangat layak (93,55%) dan kelayakan materi juga mendapatkan hasil yang sangat layak (98,26%), serta respon peserta didik menunjukkan hasil yang sangat baik (94,60%). Dapat ditarik kesimpulan, video pembelajaran animasi Powtoon pada KD menerapkan metode dasar pengolahan makanan untuk SMA double track tata boga sangat layak sekaligus dapat diterapkan dalam pembelajaran.
Pengembangan Video Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Powtoon pada Materi Pie Dough untuk Siswa Keahlian Kuliner Zabrina Zana Virginia; Nugrahani Astuti; Ila Huda Puspita Dewi; Mauren Gita Miranti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3344

Abstract

Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan tujuan untuk mengetahui: 1) kelayakan video pembelajaran menggunakan aplikasi powtoon pada materi pie dough ditinjau dari segi materi dan media; dan 2) respon siswa terhadap video pembelajaran menggunakan aplikasi powtoon pada materi pie dough. Model pengembangan yang digunakan ialah model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), tetapi dalam penelitian ini hanya dilaksanakan sampai tahap develop (pengembangan). Data dikumpulkan melalui kuesioner (angket) dengan skala likert yang ditujukan untuk para validator dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kelayakan materi dan media dinyatakan sangat layak dengan skor perolehan berturut-turut ialah 87% dan 85%; dan 2) respon siswa mendapatkan hasil dengan interpretasi sangat praktis dengan presentase sebesar 83,4%. Dengan demikian video pembelajaran menggunakan aplikasi powtoon pada materi pie dough dinilai sangat layak dan sangat praktis sebagai media pembelajaran sehingga efektif digunakan selama proses pembelajaran pada materi tersebut.
Pengembangan Media Pembelajaran Prezi Materi Keamanan Pangan Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Kediri Linggar Rizkita; Mein Kharnolis; Ila Huda Puspita Dewi; Sri Handajani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hasil proses pengembangan media pembelajaran Prezi pada materi keamanan pangan, 2) kelayakan materi dan media pada materi keamanan pangan, 3) respon peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran berbasis Prezi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian R&D dengan model penelitian 4D (Define, Design, Development, Disseminate), tetapi hanya sampai tahap Development. Berdasarkan hasil dari analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) produk yang berhasil dikembangkan media pembelajaran berbasis Prezi pada materi keamanan pangan sangat layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran, 2) kelayakan materi memperoleh nilai rata-rata (0,834) dengan kategori sangat layak, dan kelayakan media memperoleh nilai rata-rata (0,928) dengan kategori sangat layak. 3) Uji coba terbatas menunjukkan tingkat respon peserta didik sebesar 83,2%, dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, media pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Penerapan E-Modul Bumbu Dasar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK Kuliner Fase E Salwiyah Abdillah; Mein Kharnolis; Ila Huda Puspita Dewi; Sri Handajani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3814

Abstract

Inovasi pembelajaran digital diperlukan dalam proses belajar mengajar di kelas, untuk meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada mata pelajaran SMK kuliner. Dengan adanya pemanfaatan e-modul diharapkan dapat menjadi solusi dalam memfasilitasi kebutuhan pembelajaran. Dalam penelitian ini akan diterapkan media pembelajaran yaitu e-modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :(1) Peningkatan hasil belajar ranah kognitif dan afektif melalui penerapan menggunakan e-modul materi bumbu dasar, (2) Respon siswa terhadap penerapan e-modul materi bumbu dasar di SMK Negeri 1 Dlanggu Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Experimental design one group pretest-posttest. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kuliner 2 berjumlah 34 siswa dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar kognitif, angket penilaian sikap untuk hasil belajar afektif, serta angket respon siswa menggunakan skala likert. Instrumen penelitian divalidasi oleh ahli dan diuji menggunakan rumus Aiken’s V. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test serta persentase N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan: (1) adanya peningkatan hasil belajar kognitif dengan presentase N-Gain sebesar 56,87 % dan adanya peningkatan hasil belajar afektif dengan presentase N-Gain sebesar 57,34 %. (2) Respon siswa terhadap penggunaan e-modul mencapai 85% dengan kategori sangat layak.
Implementation of Zero Food Waste in the Buffet Restaurant Service (Case Study: Sheraton Grand Jakarta Hotel) Nabila Hasna; Lilis Sulandari; Ila Huda Puspita Dewi; Mafisa Restami
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v12i1.39625

Abstract

This study is motivated by the growing issue of food waste in the hospitality industry, particularly in buffet services, which are characterized by large-scale food production. It aims to analyze the factors causing food waste and to implement the zero food waste concept in buffet restaurant services at Sheraton Grand Jakarta Hotels. The research method is a descriptive qualitative approach, employing observation, interviews, and documentation. The informants in this study include the Chef de Cuisine, Chef de Partie Hot Kitchen, and Chef de Partie Pastry Bakery. The results show that food waste is influenced by operational factors, inventory system factors, and hotel quality standards and regulations. Zero food waste is implemented through the stages of planning and production, serving, monitoring, and reuse and redistribution. The efforts include using occupancy data, implementing batch cooking, controlling serving container size, a gradual refill system, recording waste logs, and collaborating with external organizations to redistribute surplus food that is still suitable for consumption. In conclusion, the implementation of zero food waste has been carried out systematically and in an integrated manner.  Keywords: Zero Food Waste, Buffet Service, Sheraton Grand Jakarta Hotels
Internal and External Factors Affecting Sales Decline of Traditional Bakery Products: A Case Study in East Java Naila Dio Tito Brata Ibrahim; Lilis Sulandari; Ila Huda Puspita Dewi; Nufimbar Susy Anindita
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10136

Abstract

Abstract. This study investigates the internal and external factors that contributed to the declining sales of pandan-flavored steamed brownies at PT Citra Kendedes Cake and Bakery, a traditional food-based MSME in Malang, East Java. Using a qualitative single-case study design, the research drew on in-depth semi-structured interviews, direct field observations, and internal sales and production records from 2017 to 2024. The findings show that the decline was shaped by interconnected internal and external pressures. Internally, the product suffered from limited innovation, inconsistent quality control, weak knowledge standardization, and inadequate digital marketing adoption. Externally, the business faced stronger competition from modern bakeries, changing consumer preferences toward novelty and visual appeal, and intensifying market pressure in digitally mediated food retail. Together, these factors explain a sustained sales decrease of approximately 35% over seven years. The study highlights that traditional food-based MSMEs cannot rely on product heritage alone; they must continuously adapt their human resources, product development processes, pricing logic, packaging, and branding strategies to remain relevant. These findings contribute practical insight into how culturally rooted bakery products can be repositioned more effectively in a competitive contemporary market. Keywords: consumer preference shift; internal business factors; local SME bakery; market competition; traditional food products