Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Greening education 101: peningkatan kompetensi civitas akademika SMK Negeri 1 Puring Kebumen dalam merespon krisis lingkungan dan iklim dunia Nashiroh, Putri Khoirin; Primadiyono, Yohanes; Ekarini, Fitria; Fathoni, Khoirudin; Ningsih, Ayup Suran; Wisnujati, Galih Prapdipto; Putra, Ade; Pratama, Iqbal Kend; Iskandar, Ranu; Pratiwi, Endang; Sukrina, Nur Fitri; Rokhayatun, Umi; Parjono, Pudji
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.34150

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan dan iklim global menuntut pendidikan untuk turut serta dalam solusi melalui pendekatan Greening Education, sebagaimana diinisiasi oleh UNESCO. SMK Negeri 1 Puring yang memiliki visi ramah lingkungan menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Greening Education 101, yang bertujuan meningkatkan kompetensi civitas akademika dalam aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai konservasi lingkungan. Kegiatan menggunakan pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang diterapkan pada seluruh tahapan pelaksanaan. Metode pelatihan terdiri atas ceramah, tanya jawab, demonstrasi, praktik mandiri, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest. Pelatihan diikuti oleh 24 peserta pada tanggal 11 Juni 2025 dan menghasilkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Pengetahuan meningkat dari 38% menjadi 88%; keterampilan dari 25% ke 56%; sikap dari 88% ke 100%; dan nilai konservasi dari 44% ke 81%. Hal ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam menginternalisasi prinsip greening education. Namun, pelaksanaan hanya satu hari menjadi kendala dalam pendalaman materi dan pengukuran outcome jangka panjang. Partisipasi peserta juga bervariasi, dengan dominasi komunikasi satu arah. Pelatihan Greening Education 101 efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta di bidang pendidikan berkelanjutan. Diperlukan pelatihan lanjutan berdurasi lebih panjang dan pendekatan komunikasi dua arah untuk mendukung transformasi lingkungan sekolah secara menyeluruh. Kata kunci: greening education; pendidikan lingkungan; SMK; sustainable development. Abstract The global environmental and climate crisis demands that education participate in solutions through the Greening Education approach, as initiated by UNESCO. SMK Negeri 1 Puring, with its environmentally friendly vision, became a partner in a community service activity entitled Greening Education 101, which aims to improve the competence of the academic community in the aspects of knowledge, skills, attitudes, and values of environmental conservation. The activity uses the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) managerial approach, which is applied at all stages of implementation. The training includes lectures, questions and answers, demonstrations, independent practice, and mentoring. Evaluation was carried out quantitatively and qualitatively through pretests and posttests. Twenty-four participants attended the training and significantly improved all aspects. Knowledge increased from 38% to 88%; skills from 25% to 56%; attitudes from 88% to 100%; and conservation values from 44% to 81%. This demonstrates the effectiveness of the training in internalizing the principles of greening education. However, the one-day implementation hampered in-depth understanding of the material and the measurement of long-term outcomes. Participant participation also varied, with one-way communication predominating. The Greening Education 101 training effectively improved participants' competencies in sustainable education. Further, longer training and a two-way communication approach are needed to support comprehensive school environmental transformation. Keywords: environmental education; greening education; sustainable development; vocational high schools.
Implementasi Virtual Business Card Berbasis Android Menggunakan Augmented Reality Satrio, Bambang; Suryanto, Agus; Mulwinda, Anggraini; Fathoni, Khoirudin
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021842690

Abstract

Kartu bisnis masih sering digunakan pada saat ini, namun ada beberapa kekurangan yang membuatnya terasa tertinggal dan akhirnya akan tergantikan. Kartu bisnis memiliki keterbatasan dalam menampilkan informasi dan terkesan monoton sehingga tidak menarik. Teknologi Augmented Reality dapat membuat kartu bisnis konvensional menjadi kartu bisnis digital (Virtual Business Card). Virtual Business Card dapat menampilkan banyak informasi yang sebelumnya tidak dapat ditampilkan pada kartu bisnis konvensional, dan lebih interaktif dalam menampilkan informasi sehingga dapat menarik minat pengguna. Metode pengembangan yang digunakan dalam pembuatan aplikasi Virtual Business Card adalah Agile Development. Langkah-langkah penelitian ini adalah Planning, Design, Coding, dan Testing. Pada pengujian aplikasi ini, dilakukan dengan pengujian alpha berupa functional testing (uji black box) dan pengujian beta berupa usability testing (uji ahli media dan uji pengguna aplikasi). Penelitian ini menghasilkan aplikasi Virtual Business Card yang berisi data informasi digital yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi. Dari hasil pengujian yang dilakukan, aplikasi dapat dikategorikan “Sangat Baik” sehingga aplikasi dapat dinyatakan layak untuk digunakan sebagai informasi digital pribadi. Berikut ini hasil dari masing-masing pengujian. Hasil pengujian alpha berupa functional testing, yaitu black box mendapatkan persentase 100%. Hasil pengujian beta berupa usability testing, yaitu uji ahli media mendapatkan persentase 89,88% dan uji pengguna mendapatkan persentase 84%. AbstractBusiness cards are still often used today, but some functions can still be optimized to cover the shortcomings of business cards, so they are not left behind and replaced. Business cards have limitations in displaying information and are not interactive, making them less attractive to use. Augmented Reality (AR) technology can make conventional business cards into digital business cards (Virtual Business Cards). Virtual Business Cards can display much information that previously could not be displayed on conventional business cards and is more interactive in displaying information so that it can attract the user's interest. The development method used in making Virtual Business Card applications is the Extreme Programming type of Agile Development. The steps of this research are Planning, Design, Coding, and Testing. In testing this application, alpha testing is done in the form of functional testing (black box test) and beta testing in the form of usability testing (media expert test and application user test). This research resulted in a Virtual Business Card application that contains digital information data that can be used for personal use. From the results of tests conducted, the application can be categorized as "Very Good" so that the application can be declared eligible for use as personal digital information. The following are the results of each test. Alpha test results in the form of functional testing, namely, the black box test get a percentage of 100%. The results of beta testing are in the form of usability testing, i.e., media expert tests get a percentage of 89.88%, and user tests get a percentage of 84%.
Sistem Kontrol dan Monitoring Kualitas Air Reverse Osmosis (RO) Menggunakan Fuzzy Logic Metode Sugeno Berbasis Internet of Things Kharim, Muhammad Abdul; Andrasto, Tatyantoto; Suni, Alfa Faridh; Fathoni, Khoirudin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18904

Abstract

Kualitas air minum menjadi aspek penting yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Salah satu teknologi yang umum digunakan dalam penyaringan air adalah Reverse Osmosis (RO), yang mampu menyaring berbagai zat kontaminan. Namun, tantangan utama dalam sistem RO adalah pemantauan kualitas air secara real-time, otomatisasi dalam pengendalian pompa air, serta penggantian filter yang sering kali tidak terjadwal dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan dan kontrol kualitas air RO berbasis Internet of Things (IoT) dengan pendekatan logika fuzzy metode Sugeno untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan air RO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membaca parameter air dengan akurasi tinggi setelah dilakukan kalibrasi sensor, dengan akurasi sensor pH mencapai 97%, sensor TDS 97,21%, dan sensor kekeruhan 95%. Implementasi metode fuzzy Sugeno berhasil meningkatkan akurasi penentuan kualitas air hingga 97%, dibandingkan dengan metode pemantauan manual yang lebih subjektif. Selain itu, sistem IoT berbasis Blynk memungkinkan pengguna untuk memantau kualitas air secara jarak jauh dan real-time, serta memberikan notifikasi otomatis jika kualitas air turun di bawah ambang batas yang telah ditentukan.. Penerapan sistem ini sangat sesuai untuk lingkungan seperti Pondok Pesantren Durrotu Aswaja, yang membutuhkan akses terhadap air minum berkualitas secara berkelanjutan.
Pengembangan Alat Pengusir Hama Burung dan Pengukur PH Tanah Otomatis Terintegrasi IoT Untuk Meningkatkan Hasil Pertanian Kelompok Tani Mangunsari Fathoni, Khoirudin; Suni, Alfa Faridh; Seinsiani, Izzati Gemi; Fauzi, Muhammad Alvan; Wardhana, Raditya Wisnu; Prasetyo, Yogi; Arlinto
Indonesian Journal of Conservation Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v13i2.11687

Abstract

Kelompok Tani Ngambarsari terletak di Mangunsari Kota Semarang Jawa Tengah mengalami permasalahan pertanian yaitu serangan hama burung pipit dan ketidaksesuaian tingkat keasaman tanah. Solusi permasalahan ini berupa alat pengusir hama burung dengan sensor pH berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini menggunakan energi surya dan diakses melalui aplikasi smartphone. Metode pelaksanaan mencakup pembentukan tim, survei, desain perancangan alat, pembuatan alat dan aplikasi, uji coba, pembuatan buku pedoman, sosialisasi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas pertanian. Alat ini dapat meningkatkan hasil panen gabah menjadi beras dari 55% menjadi 60% dalam 90 m2, dengan keuntungan 177,12 kg beras per 90m2 dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Implementasi sensor pH tanah pada alat ini membantu petani dalam mengelola pupuk dengan mengontrol tingkat keasaman tanah secara real-time.