Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penguatan daya saing UMKM di daerah terpencil melalui inovasi produk permen madu trigona kenyal untuk ibu hamil dan balita Agus Supinganto; Lalu Unsunnidhal; Danul Aristiawan; Raudatul Jannah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27407

Abstract

AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk memperkuat daya saing UMKM di daerah terpencil melalui inovasi produk permen madu Trigona kenyal untuk ibu hamil dan balita. Fokus pengabdian dilakukan pada UMKM "Rangsot Kreatif" yang berlokasi di Kabupaten Lombok Utara, NTB, yang merupakan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Meskipun UMKM ini telah berhasil memproduksi berbagai produk lokal, mereka menghadapi tantangan stagnasi pasar dan persaingan yang ketat, terutama dalam segmen konsumen ibu hamil dan balita. Solusi yang diusulkan adalah diversifikasi produk dengan mengembangkan permen madu Trigona kenyal, yang memiliki nilai gizi tinggi dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan balita. Pendekatan yang digunakan melibatkan koordinasi awal dengan mitra, pelatihan produksi, inovasi desain kemasan yang higienis dan menarik, serta strategi pemasaran digital. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan peningkatan daya saing UMKM ini. Implementasi IPTEKS oleh tim pengabdian diharapkan memberikan dampak positif pada kesehatan masyarakat dan keberlanjutan usaha di wilayah terpencil ini. Kata kunci: daya saing UMKM; inovasi produk; permen madu trigona; ibu hamil; daerah terpencil AbstractThis service aims to strengthen the competitiveness of MSMEs in remote areas through innovative Trigona chewy honey candy products for pregnant women and toddlers. The focus of the service is carried out on the "Creative Rangsot" MSMEs located in North Lombok Regency, NTB, which is a 3T (Disadvantaged, Frontier, Outermost) area. Even though these MSMEs have succeeded in producing various local products, they face the challenges of market stagnation and intense competition, especially in the consumer segment for pregnant women and toddlers. The proposed solution is product diversification by developing chewy Trigona honey candy, which has high nutritional value and is specifically designed to meet the nutritional needs of pregnant women and toddlers. The approach used involves initial coordination with partners, production training, hygienic and attractive packaging design innovation, and digital marketing strategies. The expected results include improving product quality, expanding markets, and increasing the competitiveness of these MSMEs. The implementation of science and technology by the service team is expected to have a positive impact on public health and business sustainability in this remote area. Keywords: SME competitiveness; product innovation; trigona honey candies; pregnant women; remote areas
Penguatan kapasitas kader kesehatan melalui strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan skrining skilas di wilayah kerja Puskesmas Penimbung Lombok Barat Agus Supinganto; Lalu Unsunnidhal; Idyatul Hasanah; Raudatul Jannah; Ni Ketut Metri; Raufina Riandhani Mulyoto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31720

Abstract

AbstrakMeningkatnya populasi lansia menuntut peran aktif kader kesehatan dalam melakukan skrining kesehatan secara efektif untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini melalui pelatihan skrining Skilas, dengan indikator capaian berupa peningkatan pengetahuan kader di Posyandu Desa Kekeri Timur, wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Lombok Barat pada tanggal 8-9 Pebruari 2025. Kegiatan ini melibatkan 20 kader kesehatan dari Desa Kekeri dan Desa Mambalan melalui pendekatan Fokus Grup Diskusi (FGD), pelatihan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup tujuh dimensi skrining yaitu penurunan kognitif, keterbatasan mobilisasi, malnutrisi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan gejala depresi. Hasil kegiatan menunjukkan kemampuan kader kesehatan dalam melakukan skrining Skilas dan terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan kader dari rata-rata skor 4,56 menjadi 9,77, serta keterampilan dari 3,25 menjadi 9,22. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader kesehatan untuk mendukung deteksi dini gangguan kesehatan lansia secara mandiri. Kata kunci: kader kesehatan; lansia; pengabdian masyarakat; pelatihan keterampilan; skrining skilas AbstractThe increasing elderly population demands the active role of health cadres in conducting effective health screenings to enable early detection of health disorders. The objective of this activity was to enhance the capacity of health cadres in early detection through Skilas screening training, with the achievement indicator being an improvement in knowledge among cadres at the Posyandu in Kekeri Timur Village, under the jurisdiction of Penimbung Health Center, West Lombok, on February 8–9, 2025. The activity involved 20 health cadres from Kekeri and Mambalan Villages through a Focus Group Discussion (FGD) approach, training sessions, and pre-test and post-test evaluations. The training materials covered seven screening dimensions: cognitive decline, mobility limitations, malnutrition, visual impairment, hearing loss, and symptoms of depression. The results demonstrated that the health cadres were capable of conducting Skilas screenings and showed a significant increase in knowledge scores, from an average of 4.56 to 9.77, as well as skills improvement from 3.25 to 9.22. This training proved effective in enhancing the competencies of health cadres to support independent early detection of health problems among the elderly.Keywords: community service; health cadre; skilas screening; elderly; skill training