Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Berbasis Pesantren di MTs Al-Hidayah  Purwokerto Saefrudin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kepemimpinan kepala sekolah di sekolah-sekolah berbasis agama Islam, bagaimana kepala sekolah mengelola waktu dalam menjalankan perannya, dan upaya mereka untuk membongkar stereotip. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pola kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Sekolah MTs Al Hidayah Karangsuci Purwokerto adalah:1) pola kepemimpinan transformasional, karisma yang ditunjukkan melalui berbagai pendekatan yang merangkul semua pihak dengan tujuan menciptakan situasi kerja yang lebih baik; 2) pola kepemimpinan instruksional dan partisipatif, ditandai dengan upaya kepala sekolah untuk lebih banyak berinteraksi dengan guru, siswa, orang tua, kolega, masyarakat, lebih dari laki-laki, dan dukungan.
Kepemimpinan Kyai: dalam Menjaga Pendidikan islam Tradisional  Menuju islam Modern Saefrudin, Saefrudin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 13 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v13i1.3138

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepemimpinan Kyai di Pesantren Tebuaireng, dengan fokus pada transisi dari pendidikan tradisionl ke pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kyai menerapkan gaya kepemimpinan visioner, demokratis, dan spiritual yang menciptakan lingkungan inklusif yang mendorong kolaborasi dan inovasi. Kepemimpinan demokratis memungkinkan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, sementara kepemimpinan karismatik memperkuat ikatan emosional antara Kyai dan staf, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Selain itu, integrasi kepemimpinan spiritual membantu menjaga keseimbangan antara nilai-nilai agama tradisional dan kebutuhan pendidikan modern.Upaya modernisasi meliputi adopsi teknologi, pendidikan multibahasa, dan penggabungan perspektif Islam dalam sains, yang membekali santri dengan keterampilan penting untuk menghadapi tantangan global. Manajemen konflik juga dilakukan melalui musyawarah, yang menjamin keselarasan di tengah perubahan. Sebagai kesimpulan, inovasi kepemimpinan di Pesantren Modern Tebuireng berhasil menjembatani tradisi dan modernitas, menawarkan model bagi pesantren lain dalam menghadapi persaingan di dunia Pendidikan yang serba cepat
Kepemimpinan Demokratis  KH. Salahuddin Wahid Dalam Meningkatkan Pendidikan Islam Modern Di Pesantren Tebuireng Saefrudin, Saefrudin
Rayah Al-Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Rayah Al-Islam: Jurnal Ilmu Islam Januari 2025
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v9i1.300

Abstract

K.H. Salahuddin Wahid is a national figure with a background in architectural education, he is called a technocrat because of his role in physical development at Pesantren Tebuireng Jombang. The purpose of this study was to analyze KH. Salahudin Wahid's democratic leadership in Improving Modern Islamic Education at Pesantren Tebuireng. Using a qualitative approach with a historical method, data was collected through interviews, observation, and document analysis.  The results of this study show that KH Salahudin Wahid's profile shows good democratic leadership characteristics, including moderate influence, inspirational motivation, intellectual, and collective consideration. His leadership strategy of integrating Islamic and general education of Pesantren Tebuireng has undergone changes in the era of the caretaker of K.H. Salahuddin Wahid. Through his role, Pesantren Tebuireng experienced changes in physical and non-physical aspects and the construction of new buildings to support facilities. In the non-physical field, K.H. Salahuddin Wahid established many units to support the process of organizing the pesantren. The impact is significant, improving the quality of education, modernizing physical facilities, strengthening the role of pesantren in society, and expanding the alumni network.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Di SMA Hasyim Asy’ari 1 Pucuk Firmansyah, Muhamad Haikal; Sun'iyah, Siti Lathifatus; Saefrudin, Saefrudin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2388

Abstract

Pendidikan yang berkualitas adalah dasar yang sangat penting untuk pembangunan bangsa dan berpengaruh langsung pada kualitas sumber daya manusia. Namun, berbagai permasalahan masih terjadi di lingkungan sekolah SMA Hasyim asy’ari 1 Pucuk, termasuk bullying verbal maupun bullying fisik. Sebagaimana bullying adalah suatu bentuk perilaku tercela yang diwujudkan dengan perlakuan secara tidak sopan dan perlakuan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain, yang dilakukan secara berulang-ulang. Maka dari itu pentingnya peran guru pendidikan agam Islam dalam mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya bullying di lingkungan sekolah SMA Hasyim asy’ari 1 Pucuk, serta bentuk-bentuk nya, dan peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Faktor terjadinya bullying: Faktor keluarga, faktor teman sebaya, faktor individu. 2) Bentuk bullying verbal: Memanggil nama orang tua sebagai bentuk ejekan dan ejekan fisik, bentuk bullying fisik: Mendorong, memukul fisik, bentuk bullying sosial: menyebarkan rumor dan mengucilkan, bentuk bullying media sosial/cyberbullying: menyebarkan foto, dan memberikan komentar jahat pada media sosial. 3) Peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi bullying di lingkungan sekolah: Meningkatkan pembelajaran keagamaan yang komprehensif, serta pembinaan karakter dan moral, dan juga melibatan siswa dalam kegiatan sekolah.