Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Deiksis

RECOGNIZING THE STUDENTS’ INTELLIGENCES EARLIER Adip Arifin
Deiksis Vol 8, No 03 (2016): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.476 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v8i03.691

Abstract

Banyak guru telah mendengar tentang Multiple Intelligence dan gaya belajar siswa. Namun, berapa banyak dari mereka yang memahami tentang Multiple Intelligence dan cara membedakannya. Isu tentang Multiple Intelligence sebenarnya sudah dipublikasikan secara luas sejak pertama kali teori ini diperkenalkana pada tahun 1983 oleh Howard Gardner. Perubahan paradigma tentang kecerdasan manusia secara perlahan telah bergeser dari test IQ menuju Multiple Intelligence yang fokus pada kecerdasan manusia yang beragam. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana teori MI bekerja untuk menentukan kecerdasan dalam rangka memfasilitasi siswa dalam belajar dengan tetap memperhatikan keragaman intelegensinya. Mengenali kecerdasan siswa merupakan hal yang penting bagi seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Teori MI terbagi menjadi sembilan jenis kecerdasan, yakni: linguistik, logika-matematika, musikal, kinestetik, spasial, interpersonal, intrapersonal, natural dan eksistensial. Berdasarkan ragam kecerdasan ini, pendekatan yang dapat digunakan harus memperhatikan aspek berikut: konstruksi desain pemebelajaran, unit interdisiplin, proyek/tugas siswa, penilaian, dan pemahaman materi melalui magang. 
Code Mixing and Code Switching Found in Video Instagram Siti Nita Kartika; Ratri Harida; Adip Arifin
Deiksis Vol 12, No 03 (2020): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.819 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v12i03.5583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ujaran Baby Moonella yang mengandung campur kode dan alih kode di video Instagram miliknya. Ada 5 video yang dipilih dengan mempertimbangkan kecukupan representasi penggunaan alih kode dan campur kode kekinian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari hasil transkripsi tuturan Baby Moonella. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teori dari Hymes (1986) dan Siregar (1996) yang diadaptasi dari Hoffman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada tiga jenis alih kode dan dua jenis campur kode yang digunakan Baby Monella, seperti: tag code switching, inter-sentential switching, intra-sentential switching, intra-sentential mixings, insertion in extra-sentential mixing, dan alternation in Extra-sentential mixing. Jenis yang paling dominan digunakan dalam tutur kata Baby Moonella yaitu intra-sentential switching dan extra-sentential mixing dalam bentuk alternation. Alasan Baby Moonella melakukan pencampuran kode dan alih kode karena dia meniru apa yang dikatakan ibunya. Dia sering merasa kebingungan dengan perubahan bahasa dalam percakapan sehari-harinya. Banyak kata dalam Bahasa Inggris yang dia sendiri tidak mengetahui arti dan padanannya dalam Bahasa Indonesia. Selain itu, Baby Moonella juga sudah dibiasakan oleh orang tuanya untuk menggunakan dua bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Kata Kunci: alih kode, campur kode, video instagram, Babby Moonella