Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Anggriyani Uno, Winda
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop interactive learning media based on Augmented Reality (AR) to enhance the understanding of Science concepts among students at SDN 10 Tilamuta. The AR-based learning media is designed to offer a more engaging and interactive learning experience, allowing students to view and interact with three-dimensional science objects. The research methodology employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data were collected through observations, interviews, and tests of students' understanding before and after the use of the media. The results indicate that the use of AR learning media significantly improves students' comprehension of science concepts. Students’ responses to the media were also highly positive, reflecting increased motivation and engagement in the learning process. This study is expected to serve as a reference for the development of other learning media utilizing AR technology to enhance the effectiveness of science education in elementary schools.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA di SDN 10 Tilamuta Winda Anggriyani Uno
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) guna meningkatkan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa di SDN 10 Tilamuta. Media pembelajaran AR dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif, memungkinkan siswa untuk melihat dan berinteraksi dengan objek-objek IPA secara tiga dimensi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes pemahaman siswa sebelum dan sesudah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran AR secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa. Respon siswa terhadap media pembelajaran ini juga sangat positif, mencerminkan peningkatan motivasi dan keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan media pembelajaran lainnya yang memanfaatkan teknologi AR untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPA di sekolah dasar. Kata kunci: Augmented Reality, Media Pembelajaran Interaktif, IPA, Sekolah Dasar, Pemahaman Konsep
DESAIN PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MULTIMEDIA: STUDI PENGEMBANGAN PADA MATA KULIAH INOVASI PENDIDIKAN Uno, Winda Anggriyani; Bidi, Ulan
JUTECH : Journal Education and Technology Vol 6, No 1 (2025): JUTECH JUNI
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jutech.v6i1.5123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran interaktif berbasis multimedia pada mata kuliah Inovasi Pendidikan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemanfaatan media pembelajaran digital interaktif di perguruan tinggi, khususnya dalam pembelajaran mata kuliah yang berorientasi pada inovasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation ). Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Instrumen yang digunakan mencakup lembar validasi ahli, angket respons mahasiswa, dan lembar observasi. Pada tahap analisis, sebanyak 88% mahasiswa menyatakan pembelajaran konvensional kurang menarik dan 76% merasa kurang memahami konsep inovasi.Pada tahap perancangan, rancangan storyboard dan konten dinilai oleh dua ahli dan memperoleh rata-rata skor 4,6 dari skala 5.Pada tahap pengembangan, media yang dikembangkan mendapat skor rata-rata validasi 4,7 (kategori “Sangat Layak”) dari ahli media dan 4,5 dari ahli materi.Pada tahap implementasi, 25 mahasiswa menggunakan media dalam 3 sesi pertemuan; hasil angket menunjukkan kepuasan di atas 90%.Pada tahap evaluasi, hasil pretest rata-rata 56 dan posttest 94 menunjukkan peningkatan signifikan dengan N-Gain sebesar 0,75 (kategori tinggi). Dengan demikian, kesimpulan dari hasil penelitian ini desain pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah Inovasi Pendidikan.
Title Regulatory Strategy for Utilizing Augmented Reality as a Visual Aid in Science Learning in Rural Elementary Schools Uno, Winda Anggriyani; Karim, Fibriyanti
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v27i2.58059

Abstract

This study examines the integration of Augmented Reality (AR) as a visual aid in science learning at rural elementary schools in Indonesia. Rural schools face limited access to digital media and weak infrastructure, creating barriers for students in understanding abstract scientific concepts. The aim of this research is to formulate a regulatory strategy that supports sustainable AR adoption in rural education. A mixed methods sequential exploratory design was used. The quantitative phase involved a survey of 90 respondents (45 teachers and 45 students) to identify readiness and barriers. The qualitative phase included interviews with teachers, principals, and education officials, as well as analysis of local and national education policy documents. Findings reveal that the main obstacles include poor internet access (78%), lack of teacher training (72%), and limited AR devices (68%). A small-scale trial in two schools showed a significant improvement in student learning outcomes, with average test scores increasing from 65.2 to 78.5 (t(54)=6.72, p<0.001). The study concludes that a four-pillar regulatory framework—comprising infrastructure and access, teacher capacity building, curriculum alignment, and monitoring & evaluation—is essential to enable equitable and sustainable AR integration. This framework provides practical recommendations for policymakers and contributes to advancing digital inclusion in rural education.
Legal Protection and Human Rights for Child Marriage and Stunting Perpetrators in Gorontalo Province Karim, Fibriyanti; Uno, Winda Anggriyani
NEGREI: Academic Journal of Law and Governance Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/negrei.v5i2.14414

Abstract

This study aims to examine the implementation of legal protection and human rights in addressing child marriage and stunting, and to analyze policies to improve optimization in Gorontalo Province. The research employs normative and empirical methods by analyzing legal regulations and factual conditions in society. The results indicate that the implementation of legal and human rights protection related to child marriage and stunting in Gorontalo Province has not been optimal. This condition is reflected in enforcement of the minimum marriage age regulation, high numbers of marriage dispensations, violations of children’s human rights, especially against girls, and the strong relationship between child marriage and stunting. In addition, cross-sector programs in law, health, and social affairs are not well integrated, public legal awareness remains low, and the role of religious and traditional leaders in Gorontalo has not been maximized. Policies to enhance optimization include local government initiatives to establish regional regulations on preventing child marriage and stunting, stricter supervision of marriage dispensations, strengthening education and socialization related to law and human rights, reinforcing Child Protection Institutions and the Women and Children Protection Office, integrating cross-sector programs, developing information systems, involving traditional and religious leaders, and conducting evaluations of cases and programs agencies