Roti Karya Mandiri di Klaten merupakan sebuah usaha yang bergerak dibidang makanan. Beberapa produk yang dihasilkan oleh Roti Karya Mandiri yaitu roti selai, bolu gulung, roti mandarin, roti bangketan, jajanan pasar, dan masih banyak yang lainnya. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kurangnya perencanaan dalam pengelolaan persediaan bahan baku, yang menyebabkan terjadinya penumpukan stok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk efisiensi biaya persediaan bahan baku tepung terigu dan gula dengan menggunakan metode Material Requirement Panning (MRP) sebagai upaya perbaikan perencanaan kebutuhan bahan baku agar lebih tepat waktu dan sesuai kebutuhan produksi. Metode Material Requirement Planning (MRP) terdiri dari teknik Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya persediaan bahan baku berdasarkan kebijakan pemilik Roti Karya Mandiri di Klaten sebesar Rp 2.595.825,00 lebih besar dibandingkan dengan perhitungan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP). Total biaya persediaan bahan baku dengan teknik Lot For Lot (LFL) sebesar Rp 1.550.250,00, Economic Order Quantity (EOQ) sebesar Rp 2.172.105,00, dan Period Order Quantity (POQ) sebesar Rp 1.550.250,00. Dengan demikian hasil perhitungan total biaya persediaan bahan baku menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) dapat mengefisienkan biaya persediaan bahan baku, terutama menggunakan teknik Lot For Lot (LFL) dan Period Order Quantity (POQ).