Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KESIAPAN GURU GEOGRAFI DALAM MEMBUAT PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SE-KABUPATEN BATANG Nirwanto, Nirwanto
Edu Geography Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan guru geografi dalam membuat perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 dan kendala-kendalanya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru geografi yang mengajar kelas X dengan kurikulum 2013 yang berjumlah 13 guru. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase Hasil penelitian menunjukkan kesiapan guru berdasarkan pengetahuan guru terhadap kurikulum 2013 dan perangkat pembelajaran termasuk dalam kategori baik dengan skor 66,08 % sedangkan dari hasil observasi perangkat pembelajaran termasuk dalam kategori baik dengan skor 67,99%. Berdasarkan hasil wawancara mengenai kendala internal sebanyak 11 guru (84,61%) mengalami kendala dalam memahami kurikulum 2013, dan 13 guru (100%) mengalami kendala dengan kurangnya waktu dalam membuat perangkat pembelajaran.  Sedangkan dari hasil wawancara mengenai kendala eksternal sebanyak 11 guru (84,61%) mengalami kendala dengan sarana pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kesiapan guru geografi dalam membuat perangkat pembelajaran berdasarkan pengetahuan guru dan kemampuan guru dalam membuat perangkat sudah termasuk kategori siap dan guru masih mengalami kendala baik internal dan eksternal.This research have a purpose to know readiness of geography teacher when they make sets of learning equipment from curiculum 2013 and the problem. The population of this research is every teachers who teach class x with curiculum 2013. It have 13 teacher.  Analysis method of data uses presentatif description. The result of this research brings a data readiness of geography teacher whch based knowledge teacher about curiculum 2013 and set of learning equipment. The scor of its section is 66,08% and get on good catagory.  Then the result of evaluation set of learning equipment get scorr 67,99 % and included good enough catagory. The result of interview about internal problem that 11 teacher (84,61% ) have problem to understand curiculum 2013 and 13 teacher (100%) have problem becasue they have less time to make set of learning eqeuipmant. The result of interview about external problem that 11 teacher (84,61%) have a problem with learning tools. The conclusion of this research that readiness of geography teacher make set of learning equipment which based teacher knowledge and teacher capability to make set of learning equipment It is included ready catagory but teacher still have problem internal and external.
ANALISIS TINGKAT KEUTUNGAN USAHATANI SELADA AIR DI KELURAHAN PAGAR WANGI KECAMATAN DEMPO UTARA KOTA PAGAR ALAM Nirwanto, Nirwanto; Iskandar, Sutarmo; Afriyatna, Sisvaberti
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 5, No 2 (2016): SOCIETA
Publisher : Muhammadiyah University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of farm profits watercress and knowing how marketing channels watercress farming. This research carried on in Pagar Wangi villages Dempo Utara PagarAlam city in October to December 2015. The research method used was survey, for sampling in doing simple random simple random sampling and snowball sampling. Data collection methods used in this study were interviews and secondary data that have been determined by using tools like questionnaire that has been prepared in advance. Tabulation of data processing is done then analyzed by descriptive quantitative and qualitative. Research shows that, watercress farming seen from the provision of means of production and marketing. Materials and tools in the farming watercress obtained from buying. Production process at the start of the spreading of seed, fertilizer, maintenance and harvesting.Watercress farming in pagarwangi villages worthy to be pursued. Where R/C on average 3,67. Then stated business is profitable. The marketing of products on the farm watercress to treaders. Merchant and consumer diluents.
ANALISIS TINGKAT KEUTUNGAN USAHATANI SELADA AIR DI KELURAHAN PAGAR WANGI KECAMATAN DEMPO UTARA KOTA PAGAR ALAM Nirwanto, Nirwanto; Iskandar, Sutarmo; Afriyatna, Sisvaberti
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 5, No 2 (2016): SOCIETA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v5i2.433

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of farm profits watercress and knowing how marketing channels watercress farming. This research carried on in Pagar Wangi villages Dempo Utara PagarAlam city in October to December 2015. The research method used was survey, for sampling in doing simple random simple random sampling and snowball sampling. Data collection methods used in this study were interviews and secondary data that have been determined by using tools like questionnaire that has been prepared in advance. Tabulation of data processing is done then analyzed by descriptive quantitative and qualitative. Research shows that, watercress farming seen from the provision of means of production and marketing. Materials and tools in the farming watercress obtained from buying. Production process at the start of the spreading of seed, fertilizer, maintenance and harvesting.Watercress farming in pagarwangi villages worthy to be pursued. Where R/C on average 3,67. Then stated business is profitable. The marketing of products on the farm watercress to treaders. Merchant and consumer diluents.
Pemetaan Minat dan Bakat Menggunakan Metode RIASEC Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 9 Bandarlampung Kurniawan, Rahmat; Pastina, Henggis; Mahendra, I Putu; Ashari, Arif; Saputra, M. Yogi; Yanti, Demi Dama; Nirwanto, Nirwanto; Krisnawati, Linda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.417

Abstract

SMAN 9 Bandarlampung merupakan salah satu sekolah unggulan di kota Bandarlampung yang menerapatkan Kurikulum Merdeka. Penentuan minat dan bakat siswa adalah bagian penting sebagai pendukung keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka tingkat SMA. Pada proses penerapan kurikulum Merdeka sekolah membutuhkan suatu pendekatan untuk memetakan minat dan bakat siswa, salah satu metode yang sederhana dan efektif yang dapat digunakan adalah metode RIASEC. Metode ini merupakan tes untuk memetakan minat dan bakat siswa kedalam 6 klasifikasi yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional. Hasil analisis RIASEC pada siswa kelas X A menunjukan 28% siswa memiliki karakter Social, 15% siswa berkarater Realistic, 18% berkarakter Investigatif, dan masing-masing 12% untuk siswa yang memiliki karakter Artistic, Enterprising, dan Conventional. Tingkat kepuasan siswa mencapai 100% dan tingkat kesesuain hasil RIASEC dengan karakter profesi yang direkomendasikan mencapai 97% dari 32 siswa yang mengikuti test. Saran tidak lanjut terkait kegiatan PkM ini adalah merancang sistem digital metode RIASEC agar dapat diaplikasikan lebih luas untuk seluruh siswa-siswi SMA dalam mendukung implementasi kurikulum Merdeka.
Penyuluhan kesehatan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (stunting) Chrisanto, Eka Yudha; Wandini, Riska; Yulyani, Vera; Nirwanto, Nirwanto; Mardani, Mardani; Dewi Anggraini, Mega; Selvianti, Utari Aditia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.247

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. From the results of the preliminary study at the Panjang Health Center in Bandar Lampung City, it was found that 39.95% of children experienced stunting problems. Children who experienced stunting problems in the Kelurahan Panjang Selatan neighborhood I and II can be caused by several factors such as environmental sanitation, food and beverage processing and mother’s knowledge of stunting. This needs further follow-up. Purpose: Respondents can find out about the influence of access to water and sanitation on health problems (Stunting). Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, firstly, students of the Nursing Science Study Program (PSIK) explain the effect of water clean and sanitation on health problems (Stunting) using leaflets and secondly, after being given counseling about the effect of water clean and sanitation to health problems (Stunting), respondents were given questions and answers about the affect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Results: Respondents understand about the effect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Conclusion: Respondents can do their own way to prevent and reduce the risk of stunting in children, one of which is by implementing clean water treatment and improving adequate and good sanitation facilities. Keywords: Health Education; Effect of Clean Water; Sanitation; Stunting. Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung di dapat data sebesar 39,95% anak mengalami masalah stunting.Anak yang mengalami masalah stunting di wilayah Kelurahan Panjang Selatan Lingkungan I dan II dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan dan minuman serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Hal tersebut tentunya perlu ditindak lanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami terkait pengaruh air bersih dan sanitasi terhdap masalah kesehatan (Stunting) pada anak. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang pengaruh dari air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting) menggunakan lembar leaflet dan ke dua setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting), responden diberikan Tanya jawab tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Hasil: Responden memahami tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Simpulan: Responden dapat melakukan sendiri cara untuk mecegah dan mengurangi resiko terjadninya stunting pada anak salah satunya dengan pengolahan air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi yang memadai serta baik untuk diterapkan.
Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Gunawan, Muhammad Ricko; Triyoso, Triyoso; Winarno, Rudi; Kusumaningsih, Dewi; Nirwanto, Nirwanto; Ismi, Aprilia; Nurlaini; Sofa, Taufik; Andriyani, Veni
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.253

Abstract

Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities. Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly. Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts. Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands. Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.   Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai melakukan kegiatan mau pun aktivitas lainnya. Tujuan: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan yaitu berbasis ibM. Pemberian informasi dan pelatihan visual pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung. Hasil: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung bisa menerima dengan baik tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Simpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung atas kesadaran pentingnya mencuci tangan.
COMPARATIVE ANALYSIS OF FUZZY TIME SERIES CHEN AND MARKOV CHAIN METHODS FOR FORECASTING ELECTRICITY CONSUMPTION IN MATARAM CITY Nirwanto, Nirwanto; Bahri, Syamsul; Harsyiah, Lisa
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 18 No 4 (2024): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol18iss4pp2375-2386

Abstract

The consumption of electrical energy continues to experience fluctuations every month, and these fluctuations cannot be accurately predicted. This uncertainty can become a problem if not projected and planned effectively. Therefore, PT PLN (Persero) needs to be able to provide and distribute electricity supply in an appropriate amount. This research aims to forecast electricity consumption based on historical data from January 2016 to April 2023 using the Fuzzy Time Series Chen (FTSC) method and the Fuzzy Time Series Markov Chain (FTSMC) method. The results of this research show that the forecast for May 2023 using the FTSC and FTSMC methods are 136.878.489 kWh and 143.498.523 kWh, respectively, with MAPE values of 11.61739% and 4.85428%, respectively. Therefore, forecasting in May 2023 using the FTSMC method is better than the FTSC method because the MAPE value is smaller.
MEMBANGUN SEKOLAH RAMAH ANAK BERWAWASAN ANTI BULLYING, ANTI KEKERASAN SEKSUAL DAN ANTI NARKOBA BERBASIS KEMITRAAN GUNA MENDUKUNG PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN SEKOLAH SEHAT DI SMAN 9 BANDARLAMPUNG Tresiana, Novita; Duadji, Noverman; Fitri Meutia, Intan; Krisnawati, Linda; Nirwanto, Nirwanto; Elizarwati, Elizarwati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v8i1.470

Abstract

Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di kalangan remaja dan pelajar seperti tidak pernah usai, mulai dari bullying, kekerasan sosial sampai dengan penyalahgunaan narkoba. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis data bahwa sepanjang tahun 2022, setidaknya sudah terdapat lebih dari 226 kasus kekerasan fisik dan psikis, termasuk perundungan yang jumlahnya terus meningkat. Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia cukup juga tinggi. Penyebab adanya tren tersebut adalah banyak remaja yang terpengaruh lingkungan yang tidak sehat sehingga terlibat kepada pergaulan bebas. Pergaulan bebas dapat menyebabkan penyimpangan norma seperti kekerasan seksual, tawuran dan penyalahgunaan narkoba. Salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi pergaulan bebas adalah dengan pendidikan karakter. Maka dari itu tujuan PKM ini adalah mensosialisasi dan mendampingi para pelajar khususnya SMAN 9 Bandar Lampung untuk memahami bahayanya pergaulan di lingkungan yang sangat bebas. Kemudian sasaran dari kegiatan ini adalah siswa SMAN 9 Bandar Lampung. Pengabdian ini akan dilaksanakan dengan memberi pemahaman betapa bahayanya pergaulan bebas yang dapat menimbulkan penyimpangan norma seperti kekerasan seksual, tawuran dan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini juga memberi pelatihan bagaimana siswa SMA dapat menanamkan nilai dan karakter pancasila pada diri masing-masing. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengisi kuesioner (tes angket). PKM ini melakukan pre-test dan post test.
PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI INDIKATOR KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH (PENERAPAN DI KELURAHAN GEDUNG AIR BANDAR LAMPUNG) Puspita Sari, Devi; Septiana, Ita Fauzia; Putri, Reza Kurnia; Tresiana, Novita; Duadji, Noverman; Krisnawati, Linda; Nirwanto, Nirwanto; Elizarwati, Elizarwati
BEGAWI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 - No. 2 Tahun 2023
Publisher : Faculty of Economics and Business Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/begawi.v1i2.24

Abstract

Participation is the participation of a person or group of people in an activity. Participation is an empowerment program that should cover the entire process from start to finish. The methods used in the implementation of community service are: 1) observation and planning stage, 2) implementation stage, 3) evaluation stage. The purpose of this service is that it is hoped that the establishment of a waste bank can be beneficial for improving the community's economy, cleanliness and ecological benefits that require community support so that the waste bank program can be implemented optimally which will have an economic impact as compost or fertilizer which can provide opportunities for the community to work through waste empowerment. The results of this dedication show that waste management through the waste bank program in the Gedong Air sub-district, Bandar Lampung city, has been very positively received by the community and school students in the vicinity. However, there are still obstacles such as low community participation in the program. Therefore, it is necessary to socialize waste banks regularly to increase public understanding and awareness of the importance of waste management.
Edukasi meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pertolongan pertama pada kejang demam Marzuna, Marzuna; Setiawati, Setiawati; Nirwanto, Nirwanto; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2467

Abstract

Backgroud: Febrile seizures are a common condition in children, especially those aged 6-5 years. Although febrile seizures are generally harmless, parental knowledge of proper first aid is crucial to reduce anxiety and ensure appropriate action when a child experiences a febrile seizure. Education regarding first aid for children with febrile seizures can improve parental knowledge and assist them in providing appropriate care. Purpose: To determine the effect of education regarding first aid for children with febrile seizures on parental knowledge. Method: This study used a quantitative approach using a pre-experimental one-group pre-test and post-test design. The study was conducted by administering pre-test and post-test educational questionnaires to parents of children with febrile seizures in the Panjang Community Health Center (Puskesmas) work area. The data obtained were analyzed using a paired t-test to determine differences in knowledge before and after education. Results: The statistical analysis showed a significant difference in parental knowledge before and after education, with a p-value <0.05. Conclusion: There is an influence of providing education on the level of parental knowledge. Keywords: Education; Febrile Seizures; First Aid; Parental Knowledge. Pendahuluan: Kejang demam adalah kondisi yang sering terjadi pada anak-anak, terutama pada usia 6-5 tahun. Meskipun umumnya kejang demam tidak berbahaya, pengetahuan orang tua mengenai pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mengurangi kecemasan, dan memastikan tindakan yang tepat saat anak mengalami kejang demam. Edukasi mengenai pertolongan pertama pada anak kejang demam dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dan membantu mereka dalam memberikan pertolongan yang tepat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi mengenai pertolongan pertama pada anak kejang demam terhadap pengetahuan orang tua. Metode: Jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pre-experimental one group pre-test and post-test design. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner pre-test dan post-test edukasi kepada orang tua yang memiliki anak yang mengalami kejang demam di wilayah kerja puskesmas panjang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan p-value <0.05. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan orang tua. Kata Kunci: Edukasi; Kejang Demam; Pengetahuan Orang Tua; Pertolongan Pertama.