Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemanfaatan AI dan Chatbot dalam Praktik Public Relations: Adaptasi Teknologi dan Etika Komunikasi Sad Tanti, Dewi; Septian, Rio; Leliana, Intan; Haikal, Achmad; Kusnadi, Eddy
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/10.31294/jpr.v6i1.9606

Abstract

  Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan chatbot telah membawa perubahan signifikan dalam praktik Public Relations (PR). Dalam konteks komunikasi strategis, chatbot tidak lagi sekadar alat bantu layanan pelanggan, melainkan telah menjadi perpanjangan tangan dari fungsi PR itu sendiri, termasuk dalam membangun relasi, menyebarkan informasi, hingga menangani isu krisis. Di sisi lain, kehadiran AI dalam ranah komunikasi juga memunculkan tantangan etis seperti transparansi, kepercayaan, dan potensi manipulasi informasi. Di Indonesia, penggunaan chatbot telah digunakan oleh berbagai institusi mulai dari layanan publik hingga perusahaan swasta. Namun, belum banyak kajian yang secara khusus membahas bagaimana pemanfaatan teknologi ini mempengaruhi praktik PR, serta bagaimana para praktisi mengadaptasinya dari sisi strategi komunikasi dan etika profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana AI dan chatbot dimanfaatkan dalam strategi komunikasi organisasi, bagaimana adaptasi dilakukan oleh praktisi PR, serta menelaah isu-isu etika komunikasi yang muncul dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada dua perusahaan besar di Indonesia, yaitu Tokopedia dan Telkomsel. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot telah menjadi bagian penting dalam membangun interaksi yang cepat dan efisien dengan publik. Praktisi PR menunjukkan adaptasi yang baik terhadap teknologi ini, namun masih dihadapkan pada tantangan etika seperti transparansi dan perlindungan data pribadi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pedoman etis dalam penggunaan AI untuk memastikan komunikasi yang bertanggung jawab dan membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Penggunaan Komunikasi Dalam Mengatasi Isu Ham Di Proyek Pembangunan Sirkuit Mandalika Septian, Rio; leliana, intan; Haikal, Achmad; kusnady, eddy; irhamdika, gema
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22623

Abstract

Hak asasi manusia tidak hanya menjadi landasan moral pembangunan berkelanjutan, namun juga merupakan faktor penting dalam memastikan pembangunan yang adil, inklusif dan menghormati hak-hak individu. Komunikasi yang efektif merupakan sarana untuk mendukung perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia serta menyebarkan informasi mengenai program pembangunan yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Teori yang digunakan untuk melengkapi artikel ini adalah teori komunikasi model Claude Shannon dan Weaver yang dikemukakan pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical/Theory of Communication. Model ini sering disebut model matematika atau model teori komunikasi dan mungkin merupakan model yang paling efektif dibandingkan model atau teori komunikasi lainnya. Model Shannon dan Weaver menyoroti masalah penyampaian pesan pada tingkat akurasi. Model ini menggambarkan sumber dari mana pesan itu berasal atau diciptakan dan dikirimkan melalui saluran tersebut kepada penerima dengan harapan dapat lebih efektif mengidentifikasi titik-titik tekanan di mana komunikasi terdistorsi. Sebagai upaya hukum, maka hal tersebut wajib untuk diikuti, dilaksanakan dan dipelihara. Mekanisme penyelesaian yang tidak diskriminatif dan memberikan sanksi atau hukuman kepada pihak yang bersalah secara keadilan hukum dan dilaksanakan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.