Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Megasains

ANALISIS SIKLOGENESIS SIKLON TROPIS DAHLIA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT HIMAWARI Endriani, Zenita; Fauziah, Annisa
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan rendah yang muncul di lintang tropis yang terbentuk dan berkembang di wilayah lautan luas, dampak dari adanya siklon tropis jika melintas mendekati daratan adalah dapat menyebabkan kerusakan dan bencana di beberapa wilayah. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang terdampak adanya Siklon Tropis. Untuk memprakirakan kemunculan dan kekuatan dari siklon tropis dibutuhkan analisis, baik dari pembentukan hingga tahap meluruh (siklogenesis). Dalam penelitian ini penulis menggunakan satelit Himawari-8 dan teknik Dvorak untuk menganalisis Siklon Tropis Dahlia yang baru-baru ini melewati wilayah perairan selatan Indonesia. Penulis menganalisis siklogenesis dahlia dari lapisan bawah hingga lapisan atas troposfer. Adapun parameter yang dianalisis baik dari pola struktur pembentukan awan, vortisitas, kelembaban udara dan windshear vertikal. Hasil analisis menunjukkan terjadinya pola perubahan struktur pembentukan awan dari hari ke hari, vortisitas maksimum menunjukkan nilai yang sangat signifikan ketika terbentuknya mata badai, kelembaban maksimum terjadi pada sabuk pumpunan awan, windshear vertikal yang cenderung bernilai lemah selama pertumbuhan siklon serta pembentukan konvergensi yang semakin terpola ketika tahap matang dan perlahan semuanya meluruh ketika tahap punah
ANALISIS SIKLOGENESIS SIKLON TROPIS DAHLIA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT HIMAWARI Endriani, Zenita; Fauziah, Annisa
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2342.204 KB) | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.1

Abstract

Siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan rendah yang muncul di lintang tropis yang terbentuk dan berkembang di wilayah lautan luas, dampak dari adanya siklon tropis jika melintas mendekati daratan adalah dapat menyebabkan kerusakan dan bencana di beberapa wilayah. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang terdampak adanya Siklon Tropis. Untuk memprakirakan kemunculan dan kekuatan dari siklon tropis dibutuhkan analisis, baik dari pembentukan hingga tahap meluruh (siklogenesis). Dalam penelitian ini penulis menggunakan satelit Himawari-8 dan teknik Dvorak untuk menganalisis Siklon Tropis Dahlia yang baru-baru ini melewati wilayah perairan selatan Indonesia. Penulis menganalisis siklogenesis dahlia dari lapisan bawah hingga lapisan atas troposfer. Adapun parameter yang dianalisis baik dari pola struktur pembentukan awan, vortisitas, kelembaban udara dan windshear vertikal. Hasil analisis menunjukkan terjadinya pola perubahan struktur pembentukan awan dari hari ke hari, vortisitas maksimum menunjukkan nilai yang sangat signifikan ketika terbentuknya mata badai, kelembaban maksimum terjadi pada sabuk pumpunan awan, windshear vertikal yang cenderung bernilai lemah selama pertumbuhan siklon serta pembentukan konvergensi yang semakin terpola ketika tahap matang dan perlahan semuanya meluruh ketika tahap punah
ANALISIS SIKLOGENESIS SIKLON TROPIS DAHLIA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT HIMAWARI Endriani, Zenita; Fauziah, Annisa
Megasains Vol 11 No 01 (2020): Megasains Vol 11 No.01 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2342.204 KB) | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.1

Abstract

Siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan rendah yang muncul di lintang tropis yang terbentuk dan berkembang di wilayah lautan luas, dampak dari adanya siklon tropis jika melintas mendekati daratan adalah dapat menyebabkan kerusakan dan bencana di beberapa wilayah. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang terdampak adanya Siklon Tropis. Untuk memprakirakan kemunculan dan kekuatan dari siklon tropis dibutuhkan analisis, baik dari pembentukan hingga tahap meluruh (siklogenesis). Dalam penelitian ini penulis menggunakan satelit Himawari-8 dan teknik Dvorak untuk menganalisis Siklon Tropis Dahlia yang baru-baru ini melewati wilayah perairan selatan Indonesia. Penulis menganalisis siklogenesis dahlia dari lapisan bawah hingga lapisan atas troposfer. Adapun parameter yang dianalisis baik dari pola struktur pembentukan awan, vortisitas, kelembaban udara dan windshear vertikal. Hasil analisis menunjukkan terjadinya pola perubahan struktur pembentukan awan dari hari ke hari, vortisitas maksimum menunjukkan nilai yang sangat signifikan ketika terbentuknya mata badai, kelembaban maksimum terjadi pada sabuk pumpunan awan, windshear vertikal yang cenderung bernilai lemah selama pertumbuhan siklon serta pembentukan konvergensi yang semakin terpola ketika tahap matang dan perlahan semuanya meluruh ketika tahap punah
Analisis Siklogenesis Siklon Tropis Dahlia Menggunakan Citra Satelit Himawari Endriani, Zenita; Fauziah, Annisa
Megasains Vol 11 No 1 (2020): Megasains Vol. 11 No.1 Tahun 2020
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v11i01.1

Abstract

Siklon tropis merupakan suatu sistem tekanan rendah yang muncul di lintang tropis yang terbentuk dan berkembang di wilayah lautan luas, dampak dari adanya siklon tropis jika melintas mendekati daratan adalah dapat menyebabkan kerusakan dan bencana di beberapa wilayah. Indonesia menjadi salah satu wilayah yang terdampak adanya Siklon Tropis. Untuk memprakirakan kemunculan dan kekuatan dari siklon tropis dibutuhkan analisis, baik dari pembentukan hingga tahap meluruh (siklogenesis). Dalam penelitian ini penulis menggunakan satelit Himawari-8 dan teknik Dvorak untuk menganalisis Siklon Tropis Dahlia yang baru-baru ini melewati wilayah perairan selatan Indonesia. Penulis menganalisis siklogenesis dahlia dari lapisan bawah hingga lapisan atas troposfer. Adapun parameter yang dianalisis baik dari pola struktur pembentukan awan, vortisitas, kelembaban udara dan windshear vertikal. Hasil analisis menunjukkan terjadinya pola perubahan struktur pembentukan awan dari hari ke hari, vortisitas maksimum menunjukkan nilai yang sangat signifikan ketika terbentuknya mata badai, kelembaban maksimum terjadi pada sabuk pumpunan awan, windshear vertikal yang cenderung bernilai lemah selama pertumbuhan siklon serta pembentukan konvergensi yang semakin terpola ketika tahap matang dan perlahan semuanya meluruh ketika tahap punah
SIMULASI ANGIN KENCANG DI BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK DENGAN MODEL WRF TANGGAL 15 MARET 2012 Fauziah, Annisa
Megasains Vol 6 No 3 (2015): Megasains Vol. 6 No.3 Tahun 2015
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v6i3.215

Abstract

Pada tanggal 15 Maret 2012 terjadi peristiwa angin kencang di Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan kecepatan lebih dari 35 knot pada pukul 14.00 WITA hingga 15.00 WITA. Hal ini sangat mengganggu aktifitas penerbangan serta merusak infrastruktur di wilayah bandara. Untuk menggambarkan angin kencang di BIL serta mengetahui sejauh mana kehandalan model, maka dilakukan kajian dengan metode eksperimental dengan model WRF-ARW versi 3.1, serta dilakukan uji skema radiasi terhadap kecepatan angin permukaan untuk mendapatkan skema radiasi terbaik, kemudian me-running data FNL dengan skema terbaik tersebut serta melihat hasil prediksi dengan me-running data GFS. Hasil luaran model WRF-ARW menunjukkan bahwa angin kencang yang terjadi pada tanggal 15 Maret 2012 di BIL disebabkan karena adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia Selatan Pulau Lombok. Skema radiasi terbaik adalah skema RRTM- Dudhia dengan nilai korelasi 0,5 dan RMSE 5,4. Model WRF-ARW mampu menunjukkan dengan baik kejadian angin kencang di BIL tanggal 15 Maret 2012, hal ini terlihat pada produk keluaran arah dan kecepatan angin permukaan, yang memiliki nilai tidak jauh berbeda antara model analisis maupun prediksi dengan hasil observasi. Angin permukaan diprakirakan mencapai 40 knot, dimana hal tersebut hampir sesuai dengan data observasi.