Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Antioxidant Activity, Total Phenolics, and Total Flavonoids Content of Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis): The Indigenous Herbal Medicine from Kalimantan Mahfudh, Nurkhasanah; Murdi, Habib Basyanur; Utami, Dwi; Ahda, Mustofa; Nashihah, Siti; Andika, Andika
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 3 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i3.6609

Abstract

Bajakah tampala (Spatholobus littoralis), a medicinal plant traditionally used in Indonesia, particularly on Kalimantan Island, has garnered interest for its potential health benefits. However, scientific evidence remains scarce. This study investigated the antioxidant activity of S. littoralis extract and its total phenolic and flavonoid content. Ethanol extraction and evaporation were used to prepare the extract. The DPPH method assessed antioxidant activity, while Folin–Ciocalteu and AlCl3 complexation methods quantified total phenolics and flavonoids, respectively. The S. littoralis extract exhibited strong antioxidant activity with an IC50 value of 54.19 ± 8.15 µg/mL. Additionally, the extract contained substantial levels of phenolics (0.649 ± 0.026% GAE) and flavonoids (1.084 ± 0.043% QE). These findings suggest a link between the high phenolic and flavonoid content of S. littoralis extract and its observed strong antioxidant activity.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat pada Pekasam Ikan Haruan: Efek Fermentasi dan Penggorengan Safitri, Diah; Fitriah, Fitriah; Nashihah, Siti; Andika, Andika; Fajeriyati, Nurul
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15470

Abstract

This study aims to obtain lactic acid bacteria (LAB) isolates in fermented snakehead fish (Channa striata) pekasam and compare pekasam before and after frying with variations in fermentation time for 1 and 2 weeks. The type of research conducted in this study is experimental, whose testing starts from making pekasam using 30% salt and 50% rice from the total weight of the fish, isolation of LAB, gram staining test, scanning electron microscopy (SEM), and total plate number (ALT) testing. Data were analyzed using SPSS 27 to see significant differences between fermentation and frying times. The results showed that (1) there was LAB growth in all pekasam isolates before and after frying; (2) the results of gram staining showed that all isolates were gram-positive bacteria; (3) the results of SEM observation with a magnification of 12. 000, the morphology of bacillus-shaped bacteria with cell sizes ranging from 1.462 -1.682 µm was obtained; (4) ALT test results of LAB isolates in pekasam before frying in the first week showed results with a value of 1.90 x 106 CFU/mL and the second week 2.04 x 106 CFU/mL while LAB isolates of pekasam after frying in the first week were 0.63 x 106 CFU/mL and the second week 0.75 x 106 CFU/mL; (5) the results of data analysis obtained significant differences between the effects of fermentation and frying on ALT testing, It can be concluded that the longer the fermentation time can increase the total LAB in fermented snakehead fish (pekasam).
Efek Imunostimulan Ekstrak dan Fraksi dari Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) pada Mencit Jantan Miranti, Rizka Mulya; Mulyani, Tuty; Nashihah, Siti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.52721

Abstract

Limpasu merupakan tanaman khas Kalimantan yang ditemukan di pegunungan Meratus dan secara empiris digunakan untuk membantu mengobati COVID-19. Buah limpasu mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri, namun uji coba sebagai imunomodulator belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas imunomodulator ekstrak etanol buah limpasu (EEBL) serta fraksi etil asetat (FEA) dan fraksi air (FA) pada dosis 250 dan 500 mg/kgBB pada hewan. Buah limpasu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi dan difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Pengujian imunomodulator dilakukan menggunakan metode uji bersihan karbon untuk menggambarkan aktivitas respon imun non spesifik, uji titer antibodi untuk menggambarkan aktivitas respon imun spesifik dan uji hipersensitivitas tipe lambat untuk menggambarkan respon imun seluler. Hasil uji bersihan karbon pada kelompok EEBL dan FEA menunjukkan aktivitas imunostimulan kuat, sedangkan kelompok FA menunjukkan hasil imunostimulan ringan. Hasil uji titer antibodi primer menunjukkan kelompok yang diberi zat uji memiliki angka titer antibodi lebih tinggi dibandingkan kontrol, namun hanya kelompok EEBL yang mengalami peningkatan angka titer antibodi sekunder. Selanjutnya, EEBL, FEA dan FA menyebabkan peningkatan tebal kaki mencit. Secara keseluruhan, hanya EEBLyang menunjukkan aktivitas imunostimulan berdasarkan respon imun non spesifik, spesifik dan seluler.
Bijak Antibiotik: Edukasi Kepatuhan Penggunaan Obat Antibiotik untuk Mencegah Resistensi pada Remaja di SMK Unggulan Husada Banjarmasin Nashihah, Siti; Salsabila, Gina; Rahmasari, Naila; Rizwan, Afifah Salma; Husna, Fitdiatul; Hakim, Ghina Zalfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1302

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada remaja berkontribusi terhadap meningkatnya risiko resistensi antibiotik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kepatuhan penggunaan antibiotik melalui promosi kesehatan berbasis edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada awal Januari 2026 dengan subjek sebanyak 22 siswa SMK Unggulan Husada. Metode pelaksanaan terdiri atas dua tahap, yaitu observasi awal untuk mengidentifikasi kebiasaan dan pemahaman siswa terkait penggunaan antibiotik, serta tahap intervensi berupa penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dua arah dengan media PowerPoint. Evaluasi efektivitas intervensi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh responden setelah diberikan intervensi edukatif. Pada pre-test, mayoritas siswa berada pada kategori pengetahuan sedang, sedangkan pada post-test seluruh siswa mengalami peningkatan ke kategori pengetahuan tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan melalui penyuluhan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kepatuhan penggunaan antibiotik. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat menjadi dasar perubahan sikap dan perilaku penggunaan antibiotik yang lebih rasional di kalangan remaja, sehingga berkontribusi dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik.