Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The COVID-19: PENGARUH PROMOSI KESEHATAN PADA SWAMEDIKASI MENGGUNAKAN VITAMIN DI ERA PANDEMI COVID-19 DENGAN METODE CARA BELAJAR INSAN AKTIF ( CBIA ) Endah Sri Lestari; Titien Siwi Hartayu; Nunung Priyatni
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jfki.v2i2.359

Abstract

The COVID-19 pandemic, which was set at the beginning of 2020, requires people to make changes related to their daily lifestyle habits. Starting from limiting themselves to interact or social distancing, using masks when outside the house, and washing hands frequently. Apart from maintaining social distance, people must also maintain their immune system to avoid Covid-19. This is usually done by taking a variety of vitamins and supplements. This study aims to increase the knowledge, attitudes and actions of PKK mothers in the Panggungharjo Village, Sewon District in using vitamins during the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative method with a quasi-experimental design with a pretest-posttest design with a control group. The research instrument used a booklet and a questionnaire. The normality test using the Kolmogorov-Smirnov method showed that the knowledge variable was not normal. Homogeneity test using Levene's method. The data of the intervention and control groups showed that all data were homogeneous P > 0.05. The statistical test was continued with the Wilcoxon method which showed that there was a significant change in the knowledge variable pretest - posttest I in the intervention group p = 0.00 < 0.05 so that Ho was rejected. Knowledge of pretest - posttest III in the control group obtained p = 0.036 > 0.05 so that Ho is accepted. In the attitude variable, the results obtained were Ho was accepted in the intervention group, P value = 0.506 and Ho was rejected in the control group with P value = 0.042. The action variable showed a significant change where Ho was rejected in the intervention group with a P value of 0.000 and the control group with a P value of 0.051. Thus the CBIA method is effective in increasing knowledge and action on the use of vitamins in the Covid-19 era.
Success Factors in Improving Patients’ Adherence to Tuberculosis Treatment Program: Case Study in Sleman, Yogyakarta, Indonesia Mario Yedi Mau; Titien Siwi Hartayu
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.005770

Abstract

Improving patients’ adherence to treatment programs is important for the success of tuberculosis (TB) treatment. The study aims to identify the underlying factors of TB treatment program success. A qualitative approach, i.e., an in-depth interview, and the purposive sampling method in selecting respondents were used to conduct this study. There are 15 persons involved, i.e., 3 persons each: pharmacists as providers, TB programmers, medicines supervisor (MS), TB cadres as supporters, and recovered TB patients as actors (17 years old and over). The data obtained were analyzed using the triangulation method (providers, actors, and supporters). The results of the study show that the family's role is very important in MS by taking medicines from primary health care and giving medicines on time. TB counselors play a role in monitoring the treatment program and making occasional home visits to motivate patients to recover. TB  programmers and pharmacists play a role in providing patients’ education and MS, as well as monitoring medication-taking schedules and medical check-ups. Patients play a role in motivating themselves to get back to work soon. In conclusion, the underlying factors in TB treatment program success are the discipline of providers, supervisors, supporters, and patients’ motivation.
Pemanfaatan Pengolahan Big Data secara Analisis Korespondensi Berganda dalam Pemetaan Profil Penggunaan Antibiotika pada Masyarakat Desa Beradolu, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur Bili, Juita Putrinda; Hartayu, Titien Siwi; Riswanto, Florentinus Dika Octa
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.84961

Abstract

Analisis korespondensi berganda (AKB) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menganalisis data secara statistika melalui pengubahan variabel ke dalam bentuk yang lebih sederhana dengan dukungan visualisasi untuk mempermudah proses yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan metode AKB dalam evaluasi profil penggunaan antibiotika pada masyarakat dengan menggunakan kuesioner yang diberikan secara daring melalui media sosial (Whatsapp/ Facebook/Instagram).Jenis penelitian ini termasuk deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 96 orang dengan 10 variabel penelitian meliputi lima jenis antibiotik dan lima jenis penyakit/gejala yang dialami pasien. Data yang diperoleh kemudian dicatat dan diolah menggunakan AKB untuk menghasilkan pemetaan profil penggunaan antibiotika.Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dari antara lima antibiotika, amoxicillin merupakan yang paling banyak digunakan. Antibiotika yang paling jarang digunakan adalah chloramphenicol. Pemetaan profil penggunaan antibiotika telah berhasil dilakukan untuk analisis data individual, variabel, korelasi, evaluasi visual, serta ditunjang dengan data deskripsi dimensi.
IMPLEMENTASI EDUKASI TERHADAP PERILAKU MEROKOK SISWA-SISWI DI SMK YPKK 1 SLEMAN Setyono, Deddy; Hartayu, Titien Siwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.303

Abstract

 Sekolah merupakan salah satu tempat yang ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sesuai Peraturan Bupati Sleman No. 42/2012. Oleh sebab itu penelitian ini ditujukan untuk menurunkan jumlah perokok di kalangan siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman melalui penyuluhan mengenai bahaya merokok. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan kualitatif yaitu melalui pengawasan dan wawancara mendalam (in depth interview), kepada siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman. Instrumen penelitian yang digunakan adalah materi penyuluhan dan panduan wawancara mendalam yang dibuat berdasarkan kerangka teori COM-B (Capability, Opportunity, Motivation, Behavior) dan divalidasi oleh 3 Orang experts di bidang kesehatan dan pendidikan. Hasil wawancara dianalisis menggunakan metode enumerative untuk mendapatkan kesimpulan dari alasan/motivasi merokok pada para siswa, yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan edukasi/upaya penurunan perokok di kalangan siswa pada khususnya dan remaja pada umumnya. Jumlah siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman yang merokok sebelum edukasi sejumlah 53 siswa-siswi dan sesudah dilakukan edukasi menjadi 36 siswa-siswi atau sebesar 32%. Setelah dilakukan uji McNemar menggunakan SPSS ver 23 di peroleh p-value 0.000. Hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan jika p-value0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada penurunan yang signifikan dalam jumlah perokok setelah dilakukan edukasi. Alasan/motivasi siswa-siswi untuk berhenti merokok karena menjaga kesehatan sebanyak 70%, harga rokok mahal 20% dan karena mendapatkan peringatan orang tua sebanyak 10%. Kendala yang di hadapi siswa-siswi untuk berhenti merokok karena pengaruh lingkungan/teman sebanyak 66,67% dan karena stres/masalah keluarga sebanyak 33,33%. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, disimpulkan bahwa edukasi yang diberikan memiliki efek positif yang signifikan dalam mengurangi jumlah perokok di kalangan siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman sehingga perlu adanya edukasi bahaya merokok secara berkelanjutan dan adanya program pendampingan yang nyata terhadap siswa/siswi dari guru, bekerjasama dengan orangtua murid agar bisa berhenti merokok.
The Role Of CBIA-Based Parent Education In Improving Antimalarial Drug Adherence Among Toddlers In Mimika District Padallingan, Jenni; Hartayu, Titien Siwi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): EDITION JULY 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i2.6794

Abstract

Malaria remains a significant health challenge in Indonesia, particularly in Mimika District, Central Papua, where high recurrence rates in toddlers are linked to poor adherence to antimalarial drug use. This study aimed to assess whether an educational intervention using the CBIA method could improve parents' knowledge, attitudes, and actions, thereby increasing drug adherence. This quasi-experimental, time-series study involved 62 parents of toddlers with tertian malaria at the Timika Health Center. Participants were divided into an intervention group (30 parents), which received CBIA-based education, and a control group (32 parents). Researchers collected data on parental knowledge, attitudes, and actions at five different time points (pre-education, immediately post-education, 14 days, 2 months, and 3 months post-education) using questionnaires. Drug adherence was measured at two time points (pre-education and 14 days post-education). Statistical analysis involved Wilcoxon and paired t-tests. The CBIA intervention significantly improved antimalarial drug adherence. Post-intervention, parental knowledge surged from 26.7% to 100%, attitudes improved from 3.3% to 73.3%, actions increased from 26.7% to 66.7%, and adherence rose from 46.67% to 73.33%. Statistical tests confirmed significant differences (p 0.01) in knowledge, attitudes, and actions before and after the intervention. The study concludes that the CBIA method is effective in enhancing parents' knowledge, attitudes, and actions, leading to better adherence to antimalarial drug use for toddlers at the Timika Health Center. This approach shows promise for broader implementation in community empowerment programs to boost the success of malaria therapy in children under five.
ANALISIS FAILURE MODE AND EFFECT (FMEA) PADA PENGADAAN OBAT UNTUK MENEMUKAN FAKTOR DOMINAN YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KEKOSONGAN OBAT DI RSUD KABUPATEN MAPPI Datu, Novita; Hartayu, Titien Siwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.340

Abstract

Ketersediaan obat berpengaruh pada kualitas pelayanan di rumah sakit, salah satu kendala yaitu kekosongan obat. Kekosongan obat dapat mengganggu rencana pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan terjadinya kekosongan obat pada tahap pengadaan.Penelitian deskriptif analitic dengan rancangan cross-sectional, menggunakan sampel dari seluruh item obat yang memenuhi  kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi obat yang tersedia tahun 2023 dengan kriteria eksklusi yaitu obat yang diadakan tahun 2023. Variabel dalam penelitian ini meliputi penganggaran, perencanaan dan pembelian obat. Analisis data menggunakan metode triangulasi. Identifikasi kegagalan dan dampak menggunakan langkah-langkah FMEA.Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan potensi kegagalan yaitu anggaran, pemilihan jenis obat, kompilasi penggunaan, metode perhitungan, supplier, jaringan LKPP, surat pesanan, pelaksanaan kontrak dan SOP pengadaan. sembilan potensi kegagalan didapatkan tiga prioritas kegagalan berdasarkan perhitungan RPN yaitu anggaran, pemilihan jenis obat dan pelaksanaan kontrak. Dari tiga prioritas didapatkan delapan kegagalan yaitu 105 obat tidak dapat dibelanjakan, dua jenis kesamaan obat, 45 obat kombinasi, pemilihan obat sesuai prevalensi penyakit tinggi, 20 obat diluar formularium, tiga kontrak tidak ditagihkan 100 %, tujuh kontrak pengiriman di akhir masa pesanan dan semua penyedia tidak memberikan informasi stok obat.Berdasarkan Perhitungan RPN didapatkan tiga faktor dominan kekosongan obat. Faktor pertama anggaran nilai RPN 384. Anggaran yang diberikan yaitu 5,48 % dari total anggaran rumah sakit, perencanaan anggaran dengan dana yang tersedia 71.68%. Usulan rekomendasi, direktur dan manajemen dapat meningkatkan anggaran sesuai standar. Faktor kedua obat dikirim pada akhir masa pesanan nilai RPN 150. Strategi yang dapat dilakukan dengan melakukan peminjaman obat ke dinas kesehatan, apotek swasta atau rumah sakit jejaring. Faktor ketiga yaitu tidak adanya informasi stok obat nilai RPN 150, Strategi yang dapat dilakukan dengan membuat sistem informasi obat. Anggaran, pengiriman pada akhir masa pesanan dan tidak adanya informasi stok obat oleh penyedia merupakan faktor dominan kekosongan obat di RSUD Kabupaten Mappi. 
Reducing Dispensing Time by Applying the Lean Hospital Approach in the Outpatient Pharmacy Department of SMC Telogorejo Hospital in Semarang Indonesia Cicilia Tyasti Wahyunengsih; Titien Siwi Hartayu
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 22, No 2 (2025)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.0010115

Abstract

The outpatient pharmacy department is the last service unit visited by patients. One common concern is the delay in receiving medicine. Improvements in medicine dispensing time were made with a lean hospital. This study aims to analyze the impact of lean hospital interventions on waiting times and Value Added Ratio (VAR). This quasi-experiment was conducted with a non-equivalent control group before-after design. The study population included non-compounded medicine prescriptions with out-of-pocket healthcare from April to July 2024. The sample was 1,266 prescriptions. Direct observation gathered data for value stream mapping in non-compounded medicine dispensing, recording time for prescription screening, preparation, final checks, and delivery, including patient education. Activity time was considered value-added time. Value-added time divided by Cycle Time (CT) was used to calculate VAR. Critical waste identified by the root-cause analysis was conducted through in-depth interviews using the fishbone diagram guide. Data before and after intervention were analyzed using the Mann-Whitney U-test. Inventory waste significantly affected dispensing times. The lean hospital strategy improved the efficiency of pharmaceutical services by reducing the dispensing time from 19.68 to 16.18 minutes (p 0.001) and increasing the VAR from 51.34% to 57.21% (p 0.001) with an automated medicine planning system.