Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agrivet

PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK PADA JAMUR Metarhizium anisopliae UNTUK PENGENDALIAN URET Lepidiota stigma Pada Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale) solichah, chimayatus; Puspitasari, Dena Aisyah; Poerwanto, Mofit Eko; Supriyanta, Bambang; Hardiastuti, Siwi
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metarhizium anisopliae dengan penambahan bahan organik digunakan sebagai pengendali hama uret Lepidiota stigma dan sekaligus sumber nutrisi M. anisopliae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan berbagai macam bahan organik pada jamur M. anisopliae untuk mengendalikan hama uret L. stigma pada tanaman jahe merah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPN “Veteran” Yogyakarta Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor + 1 kontrol dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis M. anisopliae yaitu 10 g/ 3 kg media tanam, 20 g/ 3 kg media tanam, dan 30 g/ 3 kg media tanam. Faktor yang ke dua adalah jenis bahan organik yaitu pupuk kascing, pupuk kotoran sapi dan pupuk kotoran kambing. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) Kontras Orthogonal dengan taraf 5%, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis M. anisopliae 30 g/ 3 kg media tanam merupakan dosis yang paling baik dalam meningkatkan mortalitas uret, bobot segar akar dan volume akar serta menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. Penambahan pupuk kotoran sapi dan kotoran kambing mampu meningkatkan mortalitas uret dan menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. 
PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK PADA JAMUR Metarhizium anisopliae UNTUK PENGENDALIAN URET Lepidiota stigma Pada Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale) solichah, chimayatus; Puspitasari, Dena Aisyah; Poerwanto, Mofit Eko; Supriyanta, Bambang; Hardiastuti, Siwi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.12199

Abstract

Metarhizium anisopliae dengan penambahan bahan organik digunakan sebagai pengendali hama uret Lepidiota stigma dan sekaligus sumber nutrisi M. anisopliae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan berbagai macam bahan organik pada jamur M. anisopliae untuk mengendalikan hama uret L. stigma pada tanaman jahe merah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPN “Veteran” Yogyakarta Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor + 1 kontrol dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis M. anisopliae yaitu 10 g/ 3 kg media tanam, 20 g/ 3 kg media tanam, dan 30 g/ 3 kg media tanam. Faktor yang ke dua adalah jenis bahan organik yaitu pupuk kascing, pupuk kotoran sapi dan pupuk kotoran kambing. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) Kontras Orthogonal dengan taraf 5%, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis M. anisopliae 30 g/ 3 kg media tanam merupakan dosis yang paling baik dalam meningkatkan mortalitas uret, bobot segar akar dan volume akar serta menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. Penambahan pupuk kotoran sapi dan kotoran kambing mampu meningkatkan mortalitas uret dan menekan kerusakan akar tanaman jahe merah. 
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK BEBERAPA GENOTIPE TANAMAN CABAI RAWIT PUTIH (Capsicum frutescens L.) GENERASI F2 Hanif, Muhammad Arkanuddin; Wahyurini, Endah; Supriyanta, Bambang; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.14543

Abstract

Cabai rawit putih (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas yang memiliki permintaan tinggi. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan tersebut adalah dengan meningkatkan produktivitas tanaman cabai melalui pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genetik juga untuk mengetahui genotipe tanaman cabai rawit putih yang berpotensi dijadikan materi genetik generasi F3. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi 9 genotipe cabai rawit putih generasi F2 yaitu P6P7-1, P6P7-5, P6P7-7, P6P7- 8, dan P6P7-9. Data hasil pengamatan diolah menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Scott-Knott taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai KKG tinggi pada variabel tinggi insidensi penyakit gemini. Nilai heritabilitas tinggi terdapat pada variabel umur berbunga dan insidensi penyakit virus gemini. Genotipe yang paling berpotensi untuk dijadikan materi genetik generasi F3 adalah P6P7-1.
METODE SKARIFIKASI FISIK DAN KIMIAWI BENIH TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SRIKAYA (Annona squamosa L.) Zinji, Sya'dun; Supriyanta, Bambang; Kasim, M Husain; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12073

Abstract

Benih srikaya (Annona squamosa L.) mengalami dormansi karena memiliki kulit tebal, keras sehingga bersifat impermeabel terhadap air dan gas yang menghambat perkecambahan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh skarifikasi fisik dan kimiawi benih terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorium dan lapangan dengan rancangan acak lengkap (RAL) pada pembenihan dan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pada pembibitan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu: S0: tanpa perlakuan apapun, S1: Pengamplasan ujung benih, S2: Pengamplasan perut benih, S3: Pengamplasan pangkal benih, S4: Perendaman H2SO4 20%, S5: Perendaman H2SO4 30%, S6: Perendaman dengan air panas 100°C, S7: Perendaman dengan air panas 80°C, S8: Perendaman dengan air panas 60°C. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA) taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Scott-Knott.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah skarifikasi pengamplasan pada perut benih (S2) yang memiliki nilai optimal pada seluruh variabel pengamatan. Perlakuan skarifikasi kimia dengan perendaman asam sulfat (H2SO4) konsentrasi 20% (S4) dapat meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya (Annona squamosa L.) dibandingkan dengan perlakuan S0 pada variabel pengamatan daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan jumlah daun. Perlakuan skarifikasi fisik perendaman dengan air panas 60°C (S8) dapat meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya (Annona squamosa L.) dibandingkan dengan perlakuan S0 pada variabel pengamatan daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan jumlah daun.