Enoh
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Rencana Pembelajaran PAUD di Kota Bandung Enoh Enoh; Huriah Rachmah; Masnipal Masnipal; Nurul Afrianti
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/aia.v3i1.1614

Abstract

Hasil pengamatan dan wawancara dengan guru, kepala sekolah serta Ketua HIMPAUDI Kecamatan Bandung Wetan terungkap bahwa persoalan belum adanya aplikasi yang membantu kinerja guru dalam membuat rencana pembelajaran dan pelatihan tentang teknologi khususnya komputer menyebabkan guru-guru tidak memahami konten yang perlu dimasukkan ke dalam rencana pembelajaran dan cara memanfaatkan teknologi. Pengisian angket terhadap 10 guru PAUD menunjukkan data permasalahan terkait, diantaranya: (1) 90 % guru belum membuat rencana pembelajaran secara rutin atau teratur, (2) 80 % guru belum paham dalam membuat rencana pembelajaran, (3) 90 % guru belum memanfaatkan teknologi komputer (manual) untuk mempermudah pembuatan rencana pembelajaran (4) 100 % guru belum mempunyai aplikasi rencana pembelajaran berbasis komputer.  Solusi yang diberikan antara lain: peningkatan kemampuan guru-guru PAUD dalam membuat rencana pembelajaran secara rutin atau teratur dengan menggunakan aplikasi pada setiap tahun ajaran agar guru selalu siap saat mengajar tidak terkendala dengan kegiatan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didiknya serta pelatihan dalam menyusun rencana pembelajaran. Kegiatan pelatihan guru PAUD Non formal ini dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2021 yang dihadiri oleh 16 orang guru PAUD di wilayah Kecamatan Bandung Wetan. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui uji t-Paired. Dari hasil perhitungan didapat p-value sebesar 0.006. Dengan derajat kepercayaan 95%, karena p-value kurang dari 0,05, hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan.
Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari dan Implikasinya terhadap Pendidikan Pranikah Rossa Roudhatul Jannah; Enoh
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.182 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v1i1.159

Abstract

Abstract. Having a life partner is the instinct of every human being, without this instinct perhaps the earth will not be inhabited. It is sunnatulllah that between men and women there is an element of attraction and the need to complement each other. To meet the needs of complementarity, it is necessary to have a valid and lawful partner, the way is through marriage. Choosing a partner is the beginning to find a soulmate and become the path to a marriage. It has become a tradition in Java when looking for a life partner, which is generally considered in terms of outward appearances such as bebet seeds and weight. These three things become a kind of calibration tool for the Javanese to determine which prospective son-in-law is good for his child. This study aims to (1) explore the hadith narrated by Imam Bukhari about choosing a life partner according to the Muhaditsin (2) Explore the essence of the criteria in choosing a life partner according to the hadith narrated by Imam Bukhari (3) Express the opinion of experts regarding the criteria for choosing a partner and its relation to premarital education (4) Identifying the implications in choosing a life partner contained in the hadith narrated by Imam al-Bukhari on premarital education. This study uses a qualitative approach with descriptive analytic characteristics, with research techniques using the tautsiq method, the tashih method, the takhrij method, the date method, the tahlili method, the takwil method, and the tathbiq method. The results of the study suggest that the essence of the Hadith History of Bukhari no. 4700 is (1) Humanly a man or woman can be attracted by the opposite sex because of wealth, beauty or good looks, descent, and diversity. (2) Islam teaches to prioritize religious factors as a criterion for choosing a life partner in building a household. (3) It is important for every young man to be aware of the pillars in the household. The implications of premarital education from the hadith narrated by Bukhari regarding the criteria for choosing a life partner are as follows: (1) The Purpose of Premarital Education in Running Household Life, (2) Benefits of Premarital Education Materials in Overcoming the Problems of Domestic Life, (3) Virtue choose a partner. Abstrak. Memiliki pasangan hidup itu adalah naluri setiap manusia, tanpa ada naluri ini mungkin bumi tidak akan berpenghuni. Sudah menjadi sunnatulllah bahwa antara laki-laki dan wanita tersebut terdapat unsur tarik menarik dan kebutuhan untuk saling melengkapi. Untuk memenuhi kebutuhan saling melengkapi, maka diperlukan pasangan sah dan halal jalannya adalah melalui pernikahan. Memilih pasangan merupakan awal untuk menemukan tambatan hati dan menjadi jalan menuju sebuah pernikahan. Sudah menjadi tradisi di Jawa ketika mencari pasangan hidup itu yang diperhatikan umumnya dari segi lahiriah seperti bibit bebet dan bobot. Ketiga hal tersebut menjadi semacam alat kalibrasi bagi orang Jawa untuk menentukan calon menantunya yang baik bagi anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggali syarah hadits riwayat Imam Bukhari tentang memilih pasangan hidup menurut para Muhaditsin (2) Menggali esensi kriteria dalam memilih pasangan hidup menurut hadits riwayat Imam Bukhari (3) Mengemukakan pendapat para ahli mengenai kriteria memilih pasangan dan kaitannya dengan pendidikan pranikah (4) Mengidentifikasi Implikasi dalam memilih pasangan hidup yang terkandung dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari terhadap pendidikan pranikah. Penelitian ini menggunakkan pendekatan kualitatif yang becirikan deskriptif analitik, dengan teknik penelitian menggunakkan metode tautsiq, metode tashih, metode takhrij, metode tarikh, metode tahlili, metode takwil ,dan metode tathbiq. Hasil penlitian mengemukakan bahwa esensi dari Hadits Riwayat Bukhari no 4700 adalah (1) Secara manusiawi seorang laki-laki atau wanita dapat tertarik oleh lawan jenis karena harta, kecantikan atau ketampanan, keturunan, dan keberagamaan.(2) Islam mengajarkan untuk mengutamakan faktor keberagamaan sebagai kriteria pemilihan pasanagan hidup dalam membangun rumah tangga. (3) Penting bagi setiap pemuda-pemudi menyadari pilar-pilar dalam rumah tangga. Adapun yang menjadi implikasi pendidikan pranikah dari hadits riwayat Bukhari tentang kriteria memilih pasangan hidup adalah sebagai berikut : (1) Tujuan Pendidikan Pranikah Dalam Menjalankan Kehidupan Berumah Tangga, (2) Manfaat Materi Pendidikan Pranikah dalam Mengatasi Problematika Kehidupan Rumah Tangga, (3) Keutamaan dalam memilih pasangan.
Nilai Pendidikan Islam dari Animasi Syamil Dodo Episode Shalat 5 Waktu bagi Anak-Anak Deani Rahmawati; Enoh
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No.1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.361 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v2i1.723

Abstract

Abstract.The value of Islamic education today is widely found in educational media in the form of animation, including animation of Syamil Dodo episodes of 5 daily prayers. In the animation there are shows about prayer and also in the animation there is the value of Islamic education. However, behind the rise of animation with Islamic themes, there are still shows that are not suitable for viewing by children which contain elements of vulgarism, violence and pornography. Parents must always supervise their children's performances so that children are protected from inappropriate shows. The research used is qualitative research. The method used is content analysis. Data collection techniques used are documentation. The results of this study indicate that the value of Islamic education from the animation of Syamil Dodo in instilling prayer education education for children is being able to pray on time, with prayer children can discipline various things from discipline when studying, discipline when playing, discipline when sleeping and other things. And also with prayer children will not behave evilly towards animals. Abstrak.Nilai pendidikan Islam jaman sekarang banyak terdapat dalam media pendidikan berbentuk animasi termasuk animasi Syamil Dodo episode shalat 5 waktu. Yang didalam animasinya terdapat tayangan mengenai shalat dan juga didalam animasinya terdapat nilai pendidikan Islam. Akan tetapi dibalik maraknya animasi yang bertemakan Islam, masih ada tayangan yang kurang layak untuk ditonton anak-anak yang didalamnya mengandung unsur vulgarisme, kekerasan dan pornografi. Para orang tua harus selalu mengawasi tontonan anaknya agar anak-anak terhindar dari tontonan yang tidak patut dicontoh. penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan ialah analisis konten. Teknik pengumpulan data yang digunalan ialah dokumentasi . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan Islam dari animasi Syamil Dodo dalam menanamkan pendidikan ibadah shalat bagi anak-anak ialah bisa melaksanakan shalat tepat pada waktunya, dengan shalat anak-anak bisa mendisiplinkan berbagai hal apapun dari mulai disiplin ketika belajar, disiplin ketika bermain, disiplin ketika tidur dan hal yang lainnya. Dan juga dengan shalat anak-anak tidak akan berperilaku jahat kepada binatang.
Implementasi Program Pendidikan Islam pada Kelompok Anak Jalanan “Rumah Pelangi Indonesia” di Kota Bandung Salma Nadila; Nan Rahminawati; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.793 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v1i1.52

Abstract

Abstract. Parents have been given responsibility to educate, maintain, and love their kids as a form of obedience to Allah Ta'ala. In fact, the existence of street children has currently been a real child rights that can not be fulfilled by his parents. Basic rights on children include protection, educational rights, compassion rights, and social welfare rights for all the people of Indoensia who have been the basis of the state. Rumah Pelangi is a social community of street education in the end of being a place for students to provide basic education, especially Islamic religious education, to street children on Terimnal Leuwi Panjang and Caringin market, Bandung City. The approach has used in this research is qualitative approach with descriptive data analysis. Interviews, observations, and documentation become a technique used in data collection into supporting in this study. The results show that several important points, including: 1) Planning of the Islamic education program carried out by the Rumah Pelangi consists of hiring through open recruitment and personal recruitment, then a method planning and learning approach adapted to street children, the preparation of curriculum consisting of academic and non-learning curriculum. 2) Islamic religious education programs that are carried out consist of teaching and learning activities, creative, and tahsin. 3) Evaluation/assessment used by the Rumah Pelangi is assessment of the authentic which allows volunteers to be able to judge everything on street children, whether that's a process and results with various instruments of assessment. Abstrak. Orang tua diberikan tanggung jawab untuk mendidik, menjaga, dan menyayangi anaknya sebagai bentuk ketaannya kepada Allah Ta’ala. Faktanya, keberadaan anak jalanan saat ini telah menjadi realita hak-hak anak yang tidak dapat terpenuhi oleh orangtuanya. Hak-hak dasar pada anak diantaranya adalah hak perlindungan, hak pendidikan, hak kasih sayang, serta hak kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia yang selama ini menjadi dasar negara. Rumah Pelangi merupakan komunitas sosial pendidikan anak jalanan yang pada akhirnya menjadi wadah bagi para pelajar untuk memberikan pendidikan dasar, khususnya pendidikan agama Islam, kepada anak-anak jalanan di Terimnal Leuwi Panjang dan Pasar Caringin, Kota Bandung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan analisis data deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi menjadi teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menjadi penunjang dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan beberapa poin penting, diantaranya yaitu : 1) Perencanaan program pendidikan islam yang dilakukan oleh Rumah Pelangi ini terdiri dari perekrutan relawan melalui open recruitment dan perekrutan secara personal, kemudian perencanaan metode dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi anak jalanan, penyusunan kurikulum yang terdiri dari kurikulum akademik dan non akademik. 2) Program pendidikan Islam yang dilaksanakan terdiri dari kegiatan belajar mengajar, sabtu kreatif, dan tahsin. 3) Evaluasi/penilaian yang digunakan oleh Rumah Pelangi yaitu penilaian autentik yang memungkinkan relawan dapat menilai segala sesuatu pada diri anak jalanan, baik itu proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian
The Research Analisis terhadap Manajemen Program Organisasi Pemuda Persatuan Islam Cabang Margaasih Fatchur Rizka Zubaidi; Enoh; Alhamuddin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.195 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.533

Abstract

Abstract. Indonesian society that is experiencing a multidimensional crisis requires positive and innovative changes (Basit, 2009: 2) For this reason, youth need to get a place and attention from various elements of society. In overcoming social problems in society, especially with regard to youth development problems, it is not only the responsibility of individuals, but social problems are the responsibility of all components of society. PERSIS youth organization is one of the non-formal educational institutions in the community that has an important role in providing guidance to the surrounding youth. PERSIS is an alternative as a forum for youth to carry out various positive activities such as being creative, developing talent through the organization as well, they get an Islamic environment and can develop creativity and can convey moral messages to the community and youth through religious activities or social activities carried out in the community. community environment. PERSIS organization one of the goals of this organization is to strengthen the identity of PERSIS youth as the successor of the da'wah struggle to form a superior Muslim personality, provide a forum to accommodate aspirations and foster intellectuality for the development of Islamic thought and foster ukhuwah Islamiyah. To achieve this goal the PERSIS youth organization has successfully held various youth development programs such as: Da'wah, Education, Social, Economics, Sports and the Arts. Abstrak. Masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensional membutuhkan adanya perubahan-perubahan yang positif dan inovatif (Basit, 2009:2) Untuk itulah, pemuda perlu mendapatkan tempat dan perhatian dari berbagai elemen masyarakat. dalam mengatasi permasalahan sosial di masyarakat terlebih berkenaan dengan permasalahan pembinaan pemuda tidak hanya menjadi tanggungjawab perorangan saja, tetapi permasalahan sosial menjadi tangungjawab seluruh komponen masyarakat. Organisasi pemuda PERSIS merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di masyarakat yang memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada pemuda disekitarnya. PERSIS merupakan salah satu alternatif sebagai wadah pemuda untuk melakukan berbagai aktivitas positif seperti berkreasi, mengembangkan bakat melalui organisasi tersebut juga, mereka memperoleh lingkungan yang Islami serta dapat mengembangkan kreativitas dan bisa menyampaikan pesan moral kepada masyarakat dan pemuda melalui kegiatan keagamaan ataupun kegiatan sosial yang dilakukan di lingkungan masyarakat. organisasi PERSIS salah satu tujuan organisasi ini adalah mengokohkan identitas pemuda PERSIS sebagai penerus perjuangan dakwah membentuk pribadi muslim yang unggul, menyediakan wadah untuk menampung aspirasi dan membina intelektualitas bagi perkembangan pemikiran Islam dan membina ukhuwah Islamiyah. Untuk mencapai tujuan tersebut organisasi pemuda PERSIS telah berhasil mengadakan berbagai program pembinaan pemuda seperti : Dakwah, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Olahraga dan Kesenian.
Implikasi Pendidikan dari Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 43-44 tentang Tugas Rasul sebagai “Ahlu Dzikri” terhadap Peran Guru sebagai Sumber Pengetahuan Ade Nandar; Enoh; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.039 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2416

Abstract

Abstract. The prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) was opposed by the idolaters. Thus, Allah SWT sent down the letter an-Nahl verse 43-44. Allah commanded the uninved to ask the Dzikri, and it was revealed to the prophet Muhammad adz-Dzikr to explain to the people what has been revealed to them so that they may think. This research uses descriptive-analytical methods of collection techniques, namely literature (library research) by studying in depth various interpretations, books and articles related to the subject matter of the research. The implication contained in the Qur'an Surah An-Nahl verses 43-44 is (1) A teacher must become ahlu dzikri, mastering the knowledge to be taught to his learners. (2) A teacher must understand the main duties, functions and roles of the teacher because the teacher not only teaches in the classroom but assumes the responsibility to educate, guide, foster, direct, train, assess, evaluate learners. (3) Allah's Apostle is a good role model for a teacher in carrying out the duties, functions and roles of teachers. Because the duty of the teacher is the same as the duty of the Prophet (peace be upon him) to his people. (4) A good teacher is one who can read and understand the meaning of the Qur'an. (5) The teacher is a source of knowledge for learners both in his words, deeds, and decrees so that it becomes the benchmark of learners in learning therefore a teacher must really understand the teacher's code of ethics. Abstrak. Kerasulan nabi Muhammad SAW ditentang oleh kaum musyrikin. Maka Allah SWT menurunkan surat an-Nahl ayat 43-44. Allah memerintahkan kepada orang yang tidak berpengatahuan agar bertanya kepada Ahli Dzikri, dan diturunkan kepada nabi Muhammad adz-Dzikr untuk menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir, buku dan artikel yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian.Implikasi yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 43-44 adalah (1) Seorang guru harus menjadi ahlu dzikri, menguasai ilmu yang akan diajarkan kepada peserta didiknya. (2) Seorang guru harus memahami tugas pokok, fungsi dan peran guru karena guru bukan hanya mengajar di kelas akan tetapi memikul tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, membina, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta didik. (3) Rasullah SAW adalah panutan yang baik bagi seorang guru dalam menjalankan tugas, fungsi dan peran guru. Karena tugas guru sama seperti tugas Rasulullah SAW terhadap umatnya. (4) Seorang guru yang baik adalah yang dapat membaca dan memahami makna Al-Qur’an. (5) Guru adalah sumber pengetahuan bagi peserta didik baik dalam perkataannya, perbuatannya, maupun ketetapannya sehingga menjadi patokan peserta didik dalam belajar maka dari itu seorang guru harus benar-benar memahami kode etik guru.
Motivasi Belajar Siswa terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi Siti Nurazizah; Enoh; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.324 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2419

Abstract

Abstract. Islamic religious education is very important for students because, in the process of self-development and growth, students need guidance, direction, and teaching of Islamic education. In this way, students' learning motivation must be applied and improved in this subject, because in carrying out learning activities, participants must be based on having learning motivation. Therefore, to increase learning motivation, it is necessary to know and understand the factors that influence students' learning motivation to achieve the expected learning objectives. Learning motivation will move someone to do learning activities. However, entering the era of the Covid-19 pandemic the learning process was carried out boldly after the impact of the students. Based on these conditions, researchers are interested in being able to explain "Student's Learning Motivation on Islamic Studies Subjects at SDN Mandalawangi." The purpose of this study was to determine, describe, and analyze the factors that influence the learning motivation of fifth-grade students on Islamic Studies subjects at SDN Mandalawangi. The method used in this research is descriptive method with an approach and the type of research is case research. The research was conducted at SDN Mandalawangi. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The population and sample of this study were religious teachers and 5 fifth-grade students at SDN Mandalawangi. The results of this study are the factors that influence the learning motivation of fifth-grade students towards Islamic Studies subjects at SDN Mandalawangi, namely the intrinsic motivation of students in learning, extrinsic motivation of students in learning, student goals or aspirations, learning abilities, student conditions, environmental conditions, dynamic elements in learning, and teacher efforts in learning. Abstrak. Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi peserta didik, karena dalam proses perkembangan serta pertumbuhan diri, peserta didik sangat memerlukan bimbingan, pengarahan, dan pengajaran pendidikan Islam. Dengan begitu motivasi belajar peserta didik harus diterapkan dan ditingkatkan pada mata pelajaran ini. Namun setelah masuk era pandemi Covid-19 dan proses pembelajaran dilakukan secara daring ini menimbulkan dampak kepada peserta didik. Maka dari itu untuk meningkatkan motivasi belajar tersebut harus mengetahui dan memahami faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik sehingga tujuan belajar yang diharapkan dapat tercapai. Berdasarkan kondisi tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai “Motivasi Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik kelas V terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yaitu penelitian kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, dan peserta didik kelas V SDN Mandalawangi. Hasil penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik kelas V terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi yaitu motivasi intrinsik peserta didik dalam belajar, motivasi ekstrinsik peserta didik dalam belajar, cita-cita atau aspirasi siswa, kemampuan belajar, kondisi siswa, kondisi lingkungan, unsur-unsur dinamis dalam belajar, dan upaya guru dalam pembelajaran.
Implikasi Pendidikan Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 59 tentang Kewajiban Muslimah Menutup Aurat dalam Adab Berbusana Nadhifah Rahma Aisyah Hamdani; Enoh Nuroni; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.632 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3376

Abstract

Abstract. Islam already ordered to the women in QS Al-Ahzab verse 59 to stretched out her hijab all over the body so that his private parts are covered and protected from the disturbance of the wicked. Hijab has the meaning as long Muslim clothing or commonly referred to as syar'i clothing. Al-Ahzab verse 59, knowing the Islamic review about covering the genitals, and to determine the educational effects of QS Al-Ahzab verse 59 about dressing manners. By reading and evaluating numerous interpretation books and other research-related sources, this study employs a procedure known as a literature study strategy. The findings of the research on QS Al-Ahzab verse 59 are: 1) Muslim women are required to cover their body parts. 2) Muslim women extend their hijab throughout their bodies in accordance with the Shari'a. 3) Muslim women who have not hijab yet are encouraged to immediately use the hijab. Therefore, educators direct students to stretch out their headscarves all over their bodies and wear syar'i clothing within the framework in dressing manners. Abstrak. Islam telah memerintahkan umatnya para wanita, dalam QS Al-Ahzab ayat 59 untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya agar aurat tertutup dan terhindar dari gangguan orang-orang fasik. Jilbab memiliki arti sebagai busana muslim yang panjang atau biasa disebut juga sebagai pakaian yang syar’i. Adapun tujuan penelitian ini merupakan buat mengetahui makna QS Al-Ahzab ayat 59 berdasarkan mufassir, untuk mengetahui esensi tafsir QS. Al-Ahzab Ayat 59, mengetahui tinjauan islam tentang menutup aurat, dan buat mengetahui implikasi pendidikan dari QS Al-Ahzab ayat 59 tentang adab berbusana. Adapun penelitian ini menggunakan metode berupa teknik study literature menggunakan mempelajari serta analisis dari beberapa buku tafsir serta asal lainnya yg berhubungan dengan penelitian. akibat asal penelitian QS Al-Ahzab ayat 59 artinya : 1) Wanita muslimah wajib menutupi auratnya. 2) Seorang wanita Muslim membentangkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya sesuai dengan Syariah. 3) wanita muslimah yang belum berjilbab dianjurkan untuk segera menggunakan jilbab. Karena itu, para pendidik mengarahkan para peserta didik untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh dan menggunakan pakaian yang syar’i; dalam kerangka pembinaan adab berbusana.
Studi Komparasi Metode Iqro’ dan Metode Jibril dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Santri di Masjid Jami Al-Azhar Kelurahan Pajajaran Bandung Rudanem; Enoh Nuroni
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.086 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3695

Abstract

Abstract. The data in the field obtained information about the existence of students who were old enough to be able to read the Qur'an and there were two methods used by teaching teachers, namely the Iqro method and the Jibril method. This study aims: (1) To find out how the ability to read the Qur'an using the Iqro' method and the Jibril method at the Santri at Jami Al-Azhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung (2) To find out how the differences in the ability to read the Qur'an use the Iqro method ' and the method of Jibril on Santri at Jami Al-Azhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung. The approach used in this study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. The results of this study are: (1) The ability to read the Qur'an of students using the Iqro' method obtained the highest score of 82.26 and the lowest score of 72.22. The average value of the Iqro' pretest method is 68.00 and the Iqro' post-test value is 77.31 with a good category. The ability to read the Qur'an of students using the Jibril method obtained the highest score of 79.69 and the lowest score of 71.52 with the average pretest score of Jibril's method 67.17 and the post-test score of Jibril's method 74.93 in good category. (2) Based on the results of the Wilcoxon test, the Iqro method and the Jibril method, the Asymp value is obtained. Sig. (-2 tailed) of 0.000 <0.05 and the results of the Mann Whitney test obtained the Asymp value. Sig. (-2 tailed) 0.023 <0.05 so that the hypothesis is accepted, it can be concluded that there are differences in the ability of students to read the Qur'an using the Iqro' method and those using the Jibril method. When viewed from the average value of the Iqro '29.08 method, it is greater than the average value of the Jibril method of 19.92. So it can be concluded that the Iqro' method is more effective than the Jibril method in improving the ability to read the Qur'an in students at the Jami Alazhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung. Abstrak. Data dilapangan diperoleh informasi adanya santri yang lama untuk bisa membaca Al-Qur’an dan adanya dua metode yang digunakan oleh guru mengajar, yaitu metode Iqro’ dan Metode Jibril. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui bagaimana kemampuan membaca Al-Qur’an menggunakan metode Iqro’ dan metode Jibril Pada Santri di Masjid Jami Al-azhar Kelurahan Pajajaran Bandung (2) Untuk mengetahui bagaimana perbedaan kemampuan membaca AlQur’an menggunakan metode Iqro’ dan metode Jibril Pada Santri di Masjid Jami Al-azhar Kelurahan Pajajaran Bandung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kemampuan membaca Al-Qur’an santri yang menggunakan metode Iqro’ diperoleh nilai tertinggi 82,26 dan nilai terendah 72,22. Dengan nilai rata-rata pretest metode Iqro’ yaitu 68,00 dan nilai postes metode Iqro’ yaitu 77,31 dengan kategori baik. Kemampuan membaca Al-Qur’an santri yang menggunakan metode Jibril diperoleh nilai tertinggi 79,69 dan nilai terendah 71,52 dengan nilai rata-rata pretest metode Jibril yaitu 67,17 dan nilai postes metode Jibril yaitu 74,93 dengan kategori baik. (2) Berdasarkan dari hasil Uji Wilcoxon metode Iqro’ dan metode Jibril diperoleh nilai Asymp. Sig. (-2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai Asymp. Sig. (-2 tailed) 0,023 < 0,05 sehingga hipoteis diterima, dapat disimpulakn bahwa terdapat perbedaan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an yang menggunakan metode Iqro’ dan yang menggunakan metode Jibril. Jika dilihat dari nilai rata-rata metode Iqro’ 29,08 lebih besar dari nilai rata-rata metode Jibril 19,92. Maka dapat disimpulakn bahwa metode Iqro’ lebih efektif dibandingkan metode Jibril dalam meningkatkan kemampuan memebaca Al-Qur’an pada santri di Masjid Jami Alazhar Kelurahan Pajajaran Bandung.
Hubungan antara Menyimak Santri dengan Pencapaian Prestasi Belajar dalam Kegiatan Ta’lim pada Kelas Ulya di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung Kusnata Wijaya; Enoh; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.359 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3854

Abstract

Abstract. Learning activities are the most basic activities in the whole teaching process in schools and other institutions. The success or failure of learning depends on the learning process, the lessons experienced by students, and how the teacher applies learning methods. Listening skills are an important factor for the success of students in learning. This study aims to determine the level of listening skills, learning achievement, and the relationship between listening skills and learning achievement of Ulya class students in ta'lim activities at Miftahul Khoir Islamic Boarding School Bandung. Listening skills according to Logan and Loban (2008: 63) are an activity which is a process consisting of listening, understanding, interpreting, evaluating, and responding. This is in line with the learning process of Bloom's revised taxonomy which consists of remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Listening activities include hearing, seeing and accompanied by efforts to understand what is heard and seen. How beautiful is God's commandment to us to glorify and respect one another by listening to everything that other people say especially about things that are good for us. Learning, especially the skills of students in terms of listening, is required to respect each other by listening, not being noisy when learning takes place, always paying close attention and listening carefully to things conveyed by the speaker or teacher so that we get grace and useful knowledge. The method used in this research is correlation. According to Arikunto, correlation research is research conducted to determine the level of relationship between two or more variables, without making changes or manipulations to existing data. This study uses the type of causal correlation because one variable affects the other variables. Listening skill (X) is the independent variable, while learning achievement (Y) is the dependent variable (the dependent variable). Abstrak. Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling mendasar dalam keseluruhan proses pengajaran di sekolah maupun lembaga yang lainnya. Keberhasilan atau kegagalan belajar tergantung pada proses pembelajaran, pelajaran dialami oleh peserta didik, dan bagaimana guru menerapkan metode pembelajaran. Menyimak merupakan faktor penting bagi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat menyimak, prestasi belajar, dan hubungan antara menyimak dengan pencapaian prestasi belajar santri kelas Ulya pada kegiatan ta’lim di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Bandung. Menyimak menurut Logan dan Loban (2008: 63) adalah suatu kegiatan yang merupakan proses yang terdiri dari mendengarkan, memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, dan menanggapi. Hal tersebut selaras dengan proses pembelajaran taksonomi bloom revisi yang terdiri dari proses mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Kegiatan menyimak mencakup mendengar, melihat dan disertai usaha untuk memahami apa yang didengar dan dilihat. Begitu indahnya perintah Allah kepada kita agar memuliakan dan menghargai satu sama lain dengan menyimak segala hal yang orang lain sampaikan apalagi mengenai hal yang baik kepada kita. Pembelajaran khususnya peserta didik dalam hal menyimak dituntut untuk saling menghargai dengan cara mendengarkan, tidak berisik saat pembelajaran berlangsung, selalu memperhatikan dengan cermat dan menyimak dengan baik hal-hal yang disampaikan oleh pembicara atau guru agar kita mendapatkan rahmat dan ilmu yang bermanfaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi. Menurut Arikunto penelitian korelasi merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan atau manipulasi terhadap data yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan jenis korelasi sebab akibat karena variabel satu berpengaruh terhadap variabel yang lain. Menyimak (X) sebagai variabel bebas, sedangan prestasi belajar (Y) sebagai variabel dependen (variabel terikat).