Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Buana Farma

AKTIVITAS ANTIPIRETIK DARI BEBERAPA SENYAWA AKTIF Sinta Fadilah Nurfitriah; Keke Jayanti; Rofikoh; Bulan Anggita Putri; Teti Trisnawati; Rahmania Putri; Shanti Sri Oktavia; Maulana Yusuf Alkandahri; Surya Amal; Dedy Frianto; Maya Arfania
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i3.159

Abstract

Demam merupakan suatu keadaan dimana terjadi kenaikan suhu di atas normal. Pengobatan demam biasanya menggunakan obat-obatan sintesis yang memungkinkan terjadinya resistensi. Untuk mencegah hal itu para peneliti mulai mencari kandidat senyawa obat antipiretik baru yang berasal dari bahan alam yang telah terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas antipiretik. Beberapa senyawa aktif yang berhasil di isolasi dari berbagai tumbuhan diantaranya kurkumin, quercetin, kaempferol, piperin, asam betulinat, andrographolide dan catechin telah teruji secara ilmiah memiliki aktivitas antipiretik dengan mekanisme kerja yang berbeda-beda.
EVALUASI PENGOBATAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI KLINIK X CIKARANG UTARA Hairul Iksan; Dedy Frianto; Maulana Yusuf Alkandahri
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i3.163

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai macam mikrorganisme dan dapat menyebabkan Infeksi. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang paling banyak terjadi pada manusia di segala umur. Anak-anak dan balita merupakan yang paling rentan dan banyak terkena ISPA.Penelitian ini dilakukan secara analitik observasional dengan jenis dekskriptif, dengan pendekataan secara cross sectional dan metode pengambilan data secara prospektif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Klinik X Cikarang Utara dengan judul ”Evaluasi pengobatan infeksi saluran pernapasan akut pada balita di klinik X Cikarang Utara” pasien balita dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak jika dibandingkan pasien perempuan. pengobatan Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah cefadroxil (57 %) dan untuk pengobatan suportif yang paling banyak digunakan adalah Ambroxol (21,7%), dari hasil evaluasi tedapat 3 pengobatan dengan dosis yang belum sesuai dengan pedoman yaitu Dexamethasone,Methylprednisolone, dan Cefixime sedangkan pengobatan lainnya sudah sesuai dengan pedoman berdasarkan standar Pharmaceutical care untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan dan Formularium spesialistik Ilmu Kesehatan Anak (DEPKES RI), Model formulary for children (WHO) dan pharmacotherapy handbook 9th dan dari hasil evaluasi tidak ditemukan korelasi antara angka kunjungan pasien dengan kesesuaian dosis pengobatan.
ANALISIS PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS KECAMATAN RAWAMERTA Mela Amanda; Dedy Frianto; Maulana Yusuf Alkandahri; Himyatul Hidayah
Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v1i3.164

Abstract

Covid-19 merupakan virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan yang dapat menyebabkan kematian, virus covid-19 berasal dari Wuhan China dan ditetapkan sebagai pandemi global. Covid-19 menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia, setelah covid-19 masuk ke indonesia maka beberapa puskesmas tidak terkecuali di Kabupaten Karawang harus mematuhi Standar Operasional Prosedur selama pandemi guna untuk menghindari penyebaran virus secara meluas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sediaan farmasi dan perbedaan tingkat kesesuaian pada aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan penyerahan obat pada masa pandemi covid-19 di puskesmas Kecamatan Rawamerta sesuai dengan Permenkes No.74 Tahun 2016 dan Kemenkes 2020 tentang Junkis pelayanan puskesmas pada masa pandemi covid-19 . Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dengan pemilihan puskesmas yang memiliki apoteker dan yang tidak memiliki apoteker yang terdapat di wilayah Kecamatan Rawamerta yakni Puskesmas Rawamerta dan Puskesmas Balongsari. Pengelolaan dan analisis data menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan sediaan farmasi pada masa pandemi covid-19 di Puskesmas Rawamerta memiliki nilai presentasi kuisioner 97% sedangkan di Puskesmas Balongsari dengan nilai presentasi kuisioner 90,75%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap pengelolaan sediaan farmasi dengan nilai signifikan 0.301 (p value > 0.05) menggunakan uji Mann Whitney.
PERAN AMILITE GCK-12H SEBAGAI SURFAKTAN PADA FORMULA SHAMPO: KAJIAN STABILITAS BUSA DAN EFEKTIVITAS PEMBERSIHAN Yuniarsih, Nia; Gunarti, Neni Sri; Mursal, Iin Lidia Putama; Angeline, Tiara Maharani; Abriyani, Ermi; Alkandahri, Maulana Yusuf
Jurnal Buana Farma Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Buana Farma
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i4.1543

Abstract

Shampoo functions to clean hair and scalp and is generally formulated using Sodium Lauryl Sulfate (SLS) surfactants, which are associated with irritation and unstable foam. Surfactant selection is therefore a critical factor in shampoo formulation, as it influences foam production, softness, hair moisture retention, environmental friendliness, and cleansing effectiveness. Amino acid–based surfactants such as Amilite GCK-12H offer advantages including low irritation potential, good foam stability, and biocompatibility. This study aimed to evaluate the effect of Amilite GCK-12H concentration on cleaning power and foam stability in shampoo formulations. The study was conducted by formulating shampoos and performing accelerated stability testing, including pH, viscosity, organoleptic properties, spreadability, homogeneity, foam stability, and cleaning effectiveness. Four formulations were prepared: F0 without Amilite GCK-12H, F1 containing 5%, F2 containing 10%, and F3 containing 15% Amilite GCK-12H. Organoleptic evaluation showed stable odor and homogeneity in all formulations, although color changes occurred in samples exposed to sunlight. pH testing indicated that all formulations remained within the acceptable range of 5.0–9.0, despite slight decreases under certain storage conditions. Viscosity increased at room temperature but decreased at elevated temperatures. Homogeneity and spreadability tests met standard requirements for shampoo preparations. Formulation F3 demonstrated the best performance in foam stability and cleaning effectiveness, achieving a cleaning efficiency of 62% on day 30. Overall, Amilite GCK-12H proved effective in producing a stable shampoo formulation with improved foam characteristics and cleansing performance. These findings support its potential application as a mild, high-performance surfactant for sustainable cosmetic shampoo development in future industrial formulations globally.