Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) sebagai Terapi Adjuvan Diabetes Mellitus di SMK Farmasi Purwakarta Maulana Yusuf Alkandahri; Dedy Frianto; Maya Arfania; Surya Amal; Lina Aliyani Mardiana; Ermi Abriyani; Himyatul Hidayah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 5 (2022): JAMSI - September 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.468

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, dimana kurangnya sekresi insulin berjumlah 90-95% terdiagnosis merupakan tipe yang dialami oleh sebagian besar penderita diabetes melitus. Strategi dalam menangani antidiabetes adalah dengan mencari senyawa antidiabetes baru pada tumbuhan obat. Tumbuhan cep-cepan (Castanopsis costata) yang merupakan famili Fagaceae sering digunakan sebagai obat antimalaria oleh masyarakat suku Karo di Medan, Sumatera Utara, namun penggunaannya masih bersifat turun-temurun dan belum diteliti secara ilmiah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Terapi Adjuvan Diabetes Mellitus. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu 06 April 2022 menggunakan metode edukasi/ceramah langsung kepada peserta. Dari hasil evaluasi post test, didapatkan hasil bahwa semua siswa/i peserta pengabdian telah mengetahui tentang tumbuhan cep-cepan dan manfaatnya sebagai terapi adjuvan diabetes mellitus. Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ini, siswa/i SMK Farmasi Purwakarta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan kepada masyarakat luas terutama penderita diabetes mellitus.
PEMANFAATAN TUMBUHAN CEP-CEPAN (Castanopsis costata) SEBAGAI TERAPI ADJUVAN UNTUK PERADANGAN Maulana Yusuf Alkandahri
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 7 No 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9929

Abstract

Peradangan adalah sejenis kekebalan bawaan yang memberikan pertahanan terhadap patogen, sel rusak, dan molekul berbahaya lainnya. Sel inflamasi, seperti makrofag dan neutrofil, membiarkan leukosit dan komponen plasma datang ke tempat di mana infeksi atau cedera terjadi selama peradangan untuk menghilangkan bahaya. Berbagai obat antiinflamasi nonsteroid dapat mengurangi nyeri dan peradangan dengan cara menghalangi metabolisme asam arakidonat oleh isoform enzim siklooksigenase (COX-1 dan/atau COX2), sehingga mengurangi produksi prostaglandin. Sayangnya, terdapat banyak efek samping yang terkait dengan pemberian obat antiinflamasi nonsteroid. Namun, ada tanaman obat dengan efek terapi anti-inflamasi dengan efek samping yang rendah atau tanpa efek samping. Tumbuhan cep-cepan (Castanopsis costata (Blume) A.DC.) yang merupakan famili Fagaceae sering digunakan sebagai obat anti-inflamasi oleh masyarakat suku Karo di Medan, Sumatera Utara, namun penggunaannya masih bersifat turuntemurun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Terapi Adjuvan Untuk Peradangan. Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu 08 Juni 2024 menggunakan metode edukasi/ceramah langsung kepada masyarakat yang ada di Perum Permata Mandiri, Jl. Kristal Blok E7 No. 34-35 Regency, Cikampek Utara, Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, seluruh masyarakat Perum Permata Mandiri yang hadir dalam kegiatan ini telah memahami dan mengerti tentang proses peradangan, pengobatan peradangan, dan pemanfaatan tumbuhan Cep-cepan sebagai terapi adjuvan untuk peradangan.
Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Terapi Adjuvan Demam Di Madrasah Ibtidaiyah Al Istianah Karawang Alkandahri, Maulana Yusuf; Arfania, Maya; Yuniarsih, Nia; Aliyani Mardiana, Lina; Frianto, Dedy; Abriyani, Ermi; Hidayah, Himyatul; Astuti, Diany; Amal, Surya
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v3i1.83

Abstract

Demam adalah tanda klinis umum yang ditandai dengan kenaikan suhu tubuh di luar batas normal. Strategi dalam menangani demam adalah dengan mencari senyawa antipiretik baru pada tumbuhan obat. Hampir semua obat antipiretik saat ini memblokir sintesis PGE2 melalui penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Selain itu, agen sintetik ini secara ireversibel menghambat COX-2 dengan selektivitas tinggi, sehingga bersifat toksik bagi sel hati, glomeruli, korteks otak dan otot jantung. Sementara itu, telah dilaporkan bahwa inhibitor COX-2 alami memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit. Tumbuhan cep-cepan (Castanopsis costata (Blume) A.DC.) yang merupakan famili Fagaceae sering digunakan sebagai obat antipiretik oleh masyarakat suku Karo di Medan, Sumatera Utara, namun penggunaannya masih bersifat turun-temurun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Terapi Adjuvan Demam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada Sabtu, 4 Maret 2023 dengan menggunakan metode edukasi/ceramah langsung kepada masyarakat. Bedasarkan hasil penyuluhan ini, didapatkan hasil bahwa semua siswa/i telah mengetahui tentang demam, pengobatan demam, dan manfaat tumbuhan cep-cepan sebagai terapi adjuvan demam. Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ini, siswa/i MI Al Istianah dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan kepada diri sendiri dan keluarga.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TUMBUHAN CEP-CEPAN (Castanopsis costata) SEBAGAI NEFROPROTEKTIF KEPADA MASYARAKAT KARAWANG Maulana Yusuf Alkandahri; Farhamzah; Dedy Frianto; Maya Arfania; Eko Sri Wahyuningsih; Nia Yuniarsih
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/tycgth73

Abstract

Nefrotoksisitas dapat didefinisikan sebagai penyakit ginjal atau disfungsi yang timbul sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari paparan obat-obatan, dan bahan kimia industri atau lingkungan. Nefrotoksisitas dapat dicegah dengan pemberian obat nefroprotektif. Tumbuhan cep cepan (Castanopsis costata (Blume) A.DC.) yang merupakan famili Fagaceae sering digunakan sebagai obat gangguan fungsi ginjal oleh masyarakat suku Karo di Medan, Sumatera Utara, namun penggunaannya masih bersifat turun-temurun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Nefroprotektif. Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu, 28 Juni 2025 menggunakan metode edukasi/ceramah langsung kepada masyarakat yang ada di Kampung Nagasari, Desa Karangsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, seluruh masyarakat yang ada di Kampung Nagasari, Desa Karangsari, Purwasari, Karawang yang hadir dalam kegiatan ini telah memahami dan mengerti tentang penyakit ginjal, pengobatan penyakit ginjal, dan pemanfaatan tanaman Cep cepan sebagai nefroprotektif alami.  
PEMANFAATAN TUMBUHAN CEP-CEPAN (Castanopsis costata) SEBAGAI TERAPI ADJUVAN UNTUK PERADANGAN Maulana Yusuf Alkandahri
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9929

Abstract

Peradangan adalah sejenis kekebalan bawaan yang memberikan pertahanan terhadap patogen, sel rusak, dan molekul berbahaya lainnya. Sel inflamasi, seperti makrofag dan neutrofil, membiarkan leukosit dan komponen plasma datang ke tempat di mana infeksi atau cedera terjadi selama peradangan untuk menghilangkan bahaya. Berbagai obat antiinflamasi nonsteroid dapat mengurangi nyeri dan peradangan dengan cara menghalangi metabolisme asam arakidonat oleh isoform enzim siklooksigenase (COX-1 dan/atau COX2), sehingga mengurangi produksi prostaglandin. Sayangnya, terdapat banyak efek samping yang terkait dengan pemberian obat antiinflamasi nonsteroid. Namun, ada tanaman obat dengan efek terapi anti-inflamasi dengan efek samping yang rendah atau tanpa efek samping. Tumbuhan cep-cepan (Castanopsis costata (Blume) A.DC.) yang merupakan famili Fagaceae sering digunakan sebagai obat anti-inflamasi oleh masyarakat suku Karo di Medan, Sumatera Utara, namun penggunaannya masih bersifat turuntemurun. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Pemanfaatan Tumbuhan Cep-cepan (Castanopsis costata) Sebagai Terapi Adjuvan Untuk Peradangan. Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu 08 Juni 2024 menggunakan metode edukasi/ceramah langsung kepada masyarakat yang ada di Perum Permata Mandiri, Jl. Kristal Blok E7 No. 34-35 Regency, Cikampek Utara, Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, seluruh masyarakat Perum Permata Mandiri yang hadir dalam kegiatan ini telah memahami dan mengerti tentang proses peradangan, pengobatan peradangan, dan pemanfaatan tumbuhan Cep-cepan sebagai terapi adjuvan untuk peradangan.
PERAN AMILITE GCK-12H SEBAGAI SURFAKTAN PADA FORMULA SHAMPO: KAJIAN STABILITAS BUSA DAN EFEKTIVITAS PEMBERSIHAN Yuniarsih, Nia; Gunarti, Neni Sri; Mursal, Iin Lidia Putama; Angeline, Tiara Maharani; Abriyani, Ermi; Alkandahri, Maulana Yusuf
Jurnal Buana Farma Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Buana Farma
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i4.1543

Abstract

Shampoo functions to clean hair and scalp and is generally formulated using Sodium Lauryl Sulfate (SLS) surfactants, which are associated with irritation and unstable foam. Surfactant selection is therefore a critical factor in shampoo formulation, as it influences foam production, softness, hair moisture retention, environmental friendliness, and cleansing effectiveness. Amino acid–based surfactants such as Amilite GCK-12H offer advantages including low irritation potential, good foam stability, and biocompatibility. This study aimed to evaluate the effect of Amilite GCK-12H concentration on cleaning power and foam stability in shampoo formulations. The study was conducted by formulating shampoos and performing accelerated stability testing, including pH, viscosity, organoleptic properties, spreadability, homogeneity, foam stability, and cleaning effectiveness. Four formulations were prepared: F0 without Amilite GCK-12H, F1 containing 5%, F2 containing 10%, and F3 containing 15% Amilite GCK-12H. Organoleptic evaluation showed stable odor and homogeneity in all formulations, although color changes occurred in samples exposed to sunlight. pH testing indicated that all formulations remained within the acceptable range of 5.0–9.0, despite slight decreases under certain storage conditions. Viscosity increased at room temperature but decreased at elevated temperatures. Homogeneity and spreadability tests met standard requirements for shampoo preparations. Formulation F3 demonstrated the best performance in foam stability and cleaning effectiveness, achieving a cleaning efficiency of 62% on day 30. Overall, Amilite GCK-12H proved effective in producing a stable shampoo formulation with improved foam characteristics and cleansing performance. These findings support its potential application as a mild, high-performance surfactant for sustainable cosmetic shampoo development in future industrial formulations globally.