Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Upaya Preventif melalui Pemeriksaan Gigi dan Sikat Gigi Massal di SDN 2 Lainungan Dirman, Rezki; Arsad, Arsad; Zulkaidah, Utari; Yasin, Sultan Amin; Yulistina, Yulistina
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.899

Abstract

Dental and oral diseases, especially caries and periodontal disease, are still widely suffered, both by children and adults. Prevention (preventive) can be defined as preventing the onset or development of a disease or restoring bodily functions that have been lost. This activity aims to improve the knowledge and skills of brushing teeth properly and correctly in students as well as checking dental and oral hygiene and doing mass brushing. After the dental examination, they were motivated to perform fillings on teeth that had caries and carry out dental health education activities. The trick is to do a demonstration of brushing your teeth and continue with the practice of brushing your teeth together using a toothbrush and toothpaste.  The conclusion of this service activity is that there is an increase in knowledge and behavior of maintaining dental and oral health after being given dental health education. Health promotion activities and demonstrations on how to brush their teeth properly and correctly can increase students' knowledge and awareness in maintaining healthy teeth and mouth.
PEMERIKSAAN INDEKS DMF-T DAN DEF-T PADA KELAS 1-6 SDN 8 PANGKAJENE Arsad, Arsad; Tahir, Muhammad; Zulkaidah, Utari; Yasin, Sultan Amin; Yulistina, Yulistina; Dirman, Rezki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23345

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam peningkatan status kesehatan umum, faktor-faktor resiko kesehatan berpengaruh terrhadap kesehatan gigi dan mulut serta sebaliknya.Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan peningkatan dari data Riskesdas 2013 yaitu persentase masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan gigi dan mulut meningkat menjadi 57,6%. Indeks DMF-T untuk kelompok umur 12 tahun meningkat menjadi 1,89 walaupun masih dalam kategori rendah. Sedangkan pada tahun 2018 indeks def-t (usia 5- 6 tahun) sebesar 8,43. Data ini menjelaskan bahwa 67,3% anak usia 5-6 tahun memiliki angka pengalaman karies gigi ? 6 (masuk dalam kategori karies anak usia dini yang parah/ Severe Early Childhood Caries (S-ECC)). Pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut adalah suatu layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan pada suatu kelompok tertentu atau individu dalam kurun waktu yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkesinambungan untuk mencapai taraf kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Pengumpulan Data dilakukan dengan cara Observasi (Pemeriksaan langsung tentang DMF-T dan def-t) pada murid SDN 8 Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang sehingga didapatkan data dari kelas 1-6 secara objektif.
PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PEMBERIAN TOPIKAL APLIKASI FLUORIDE PADA ANAK Dirman, Rezki; Arsad, Arsad; Zulkaidah, Utari; Yulistina, Yulistina; Yasin, Sultan Amin; Tahir, Muhammad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.24292

Abstract

Kesehatan manusia secara keseluruhan meliputi kesehatan tubuh dan kesehatan rongga mulut. Kesehatan gigi dan mulut telah mengalami peningkatan pada abad terakhir, tetapi prevalensi terjadinya karies gigi pada anak tetap merupakan masalah klinis yang signifikan. Anak usia sekolah (usia 6-12 tahun) merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap karies sehingga memerlukan perhatian khusus dan perawatan yang lebih intensif. Melalui pemberian flour dapat merubah hidroksi apatid pada enamel sehingga menjadi flour apatit dan dapat bertahan lama terhadap asam dan konsentrat flour dapat menghambat metabolism bakteri. Faktor penyebab masalah gigi dan mulut yaitu perilaku seseorang terkait kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia untuk meningkatkan kesadaran akan nilai kesehatan gigi dan mulut sehingga dengan sadar mau merubah menjadi perilaku yang sehat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta pemberian topikal aplikasi fluoride pada anak untuk meningkatkan pengetahuan anak dalam mencegah karies gigi. Dalam kegiatan penyuluhan ini Kepala sekolah ikut berpartisipasi mendorong kegiatan tersebut, diikut sertakan siswa dan guru wali kelas. Pengetahuan anak semakin meningkat setelah mendapatkan informasi melalui penyuluhan oleh tim pengabmas dan pemberian topikal aplikasi fluoride pada siswa secara baik dan berjalan lancar. Maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan ini dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI PENYULUHAN MEDIA PANGGUNG BONEKA PADA ANAK KELAS 1 DAN 2 DI SD NEGERI 8 PANGKAJENNE Arsad, Arsad; Zulkaidah, Utari; Yasin, Sultan Amin; Yulistina, Yulistina; Dirman, Rezki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28688

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam peningkatan status kesehatan umum, faktor-faktor resiko kesehatan berpengaruh terrhadap kesehatan gigi dan mulut serta sebaliknya. Laporan Status Kesehatan Mulut Global WHO (2022) memperkirakan bahwa penyakit mulut mempengaruhi hampir 3,5 miliar orang di seluruh dunia, dengan 3 dari 4 orang yang terkena dampaknya tinggal di negara-negara berpenghasilan menengah. Secara global, diperkirakan 2 miliar orang menderita karies pada gigi permanen dan 514 juta anak menderita karies pada gigi sulung. Pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut adalah suatu layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan pada suatu kelompok tertentu atau individu dalam kurun waktu yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkesinambungan untuk mencapai taraf kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Dan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh prodi kesehatan gigi ITKES muhammadiyah sidrap pada bulan januari 2023 di SD negeri 8 pangkajene dengan hasil pendataan status kesehatan gigi pada siswa kelas II berjumlah 16 orang dengan tingkat rata-rata ohi-s 2,0 dan Untuk def-t kelas II rata-rata 5,4 tergolong tinggi.Dari hasil penelitian pada kelas II ditemukan tingginya kasus karies yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan gigi. Dari data kesehatan gigi tersebut perlu di adakan penyuluhan yang terarah guna meningkatkan pengetahuan siswa dalam memelihara kesehatan gigi, terutama siswa kelas 1 dan 2 agara bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi.
PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KARIES PADA USIA DINI DI TK KUNCUP MELATI KABUPATEN ENREKANG Yasin, Sultan Amin; Arsad, Arsad; Zulkaidah, Utari; Yulistina, Yulistina; Dirman, Rezki; Husaini, Juwita; Mulyana, Mulyana; Ibrahim, Ibrahim; Bulu, Nofyanto Tanjung
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31417

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut kerap kali diabaikan oleh sebagian orang, padahal mengunyah makanan merupakan proses utama dalam pengolahan makanan agar nutrisinya dapat terserap dengan baik oleh tubuh. Karies atau gigi berlubang merupakan salah satu penyakit yang paling banyak ditemui di rongga mulut, baik pada anak-anak, remaja, orang dewasa maupun lansia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menambah pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta pencegahan karies gigi pada anak usia dini dengan menyikat gigi yang baik dan benar melalui penyuluhan. Kegiatan ini dilakukan pada siswa di TK Kuncup Melati Kabupaten Enrekang pada bulan Mei 2024. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan media cetak dan phantom gigi dengan bahan pemeliharaan kebersihan gigi dan makanan yang membahayakan kesehatan gigi dan mulut, sehingga menarik dan antusias. Anak-anak menjadi berkembang, yang diikuti seluruh murid berjumlah 50. Kegiatan ini dilakukan dalam 1 hari. Program ini berhasil membangun perilaku semangat anak-anak untuk mencegah karies gigi dengan menyikat gigi secara baik dan benar.
PEMERIKSAAN DMF-T UNTUK PENCEGAHAN KARIES LEBIH LANJUT DI SMP MUHAMMADIYAH PANGSID Utari Zulkaidah; Arsad Arsad; Rezki Dirman; Sultan Amin Yasin; Yulistina Yulistina; Haderiah Haderiah; Juwita Husaini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42149

Abstract

Karies merupakan penyakit yang mengakibatkan kerusakan jaringan gigi yang progresif. Pada  stadium awal karies tidak menimbulkan rasa nyeri namun pada stadium lanjut dapat menyebabkan  nyeri, baik pada gigi terkena maupun pada area sekitar gigi. Hasil riset kesehatan dasar menunjukan bahwa prevalensi karies penduduk Indonesia sebesar 72,6%, dengan kecenderungan indeks DMF-T 4,5. Indeks DMF-T merupakan indikator yang secara luas digunakan menilai karies dalam suatu populasi. Indeks DMF-T merupakan indeks irreversible yang mengukur pengalaman karies berdasarkan jumlah gigi yang karies (Decay), gigi yang hilang (Missing), dan gigi  yang ditumpat (Filling) melalui pemeriksaan menyeluruh. Pengabdian masyarakat ini bertempat di SMP Muhammadiyah Pangsid. Kegiatan penyuluhan menggunakan phantom dengan dilanjutkan pengambilan data DMF-T. Hasil pengabdian bahwa tingkat kejadian karies gigi pada kelas 7 dengan kategori sedang sedangkan pada kelas 8 dengan kategori sangat rendah. Kesimpulan perlu adanya program berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media poster pada siswa Sekolah Dasar Utari Zulkaidah; Rezki Dirman; Sultan Amin Yasin; Supiana Supiana
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3635

Abstract

Background: Oral health is a crucial component of general health that supports a child's growth and development. However, oral diseases particularly dental caries remain prevalent health issues among school-aged children. Purpose: To enhance students' knowledge regarding oral hygiene and the prevention of oral diseases through the use of posters. Method: The community service activity was carried out on Saturday, April 18, 2026, at Elementary School 34 Paconne, North Belopa District, Luwu Regency, South Sulawesi. The initiative aimed to impart knowledge and teach oral hygiene practices to children, involving 40 students from SD 34 Paconne as participants. Knowledge levels were assessed using questionnaires administered before (pre-test) and after (post-test) the educational session. Evaluation was carried out through direct observation and descriptive analysis, comparing pre-test and post-test scores regarding oral health. Results: A shift in students' knowledge levels was observed following the poster-based educational activity; students participated enthusiastically, engaged actively in the Q&A session, and successfully demonstrated correct tooth-brushing techniques. There was a marked improvement in the students' oral health knowledge: the proportion of students with a "good" level of knowledge rose from 20.0% prior to the activity to 75.0% afterward. Conclusion: The educational activity regarding oral hygiene and the prevention of oral diseases, utilizing posters as a medium, proved highly effective among elementary school students. The activity was successfully conducted and received a positive response from the students. Posters helped enhance the students' knowledge of oral health, while demonstrations and a mass tooth-brushing session provided hands-on practical experience. This activity is expected to foster oral hygiene habits among elementary school students from an early age. Suggestion: It is recommended that similar activities be conducted on a continuous basis and integrated with the School Dental Health Program (UKGS) in elementary schools. This approach aims to instill healthy lifestyle habits early on, ensuring long-term benefits. Keywords: Dental disease prevention; Health education; Oral health; Posters Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, penyakit gigi dan mulut, terutama karies gigi, masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pemeliharaan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut melalui media poster. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 April 2026 di Sekolah Dasar 34 Paconne, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak. Melibatkan 40 siswa SD 34 Paconne untuk menjadi responden. Penilaian tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan secara deskriptif dengan melihat peningkatan pengetahuan responden antara nilai pre-test terhadap nilai post-test terkait kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil: Adanya perubahan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan edukasi menggunakan media poster, siswa mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif dalam sesi tanya jawab, serta mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang kesehatan gigi dan mulut, dimana responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik sebelum kegiatan edukasi hanya sebesar 20.0% dan setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 75.0%. Simpulan: Kegiatan penyuluhan pemeliharaan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut menggunakan media poster sangat efektif pada siswa Sekolah Dasar. Kegiatan terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari siswa. Media poster membantu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut, sedangkan demonstrasi dan sikat gigi massal memberikan pengalaman praktik secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sejak dini pada siswa Sekolah Dasar. Saran: Diharapkan kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di Sekolah Dasar agar dapat menanamkan pola hidup sehat sejak dini sehingga dampaknya dapat dirasakan secara jangka panjang.
Upaya Promotif Preventif Kesehatan Gigi melalui Penyuluhan dan Sikat Gigi Massal Sultan Amin Yasin; Utari Zulkaidah; Yulistina Yulistina; Arsad Arsad; Nofyanto Tanjung Bulu; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1816

Abstract

Oral and dental health is an important part of overall health, especially in early childhood. Lack of knowledge about proper oral hygiene practices can increase the risk of dental caries among children. This community service activity aimed to improve children's knowledge and skills in maintaining oral hygiene through dental health education and mass tooth brushing activities. The program was conducted at Taman Bermain Aisyiyah in Kamirie Hamlet, Mattiro Tasi Village, targeting early childhood students. The methods used included dental health counseling, demonstration of proper tooth brushing techniques, and mass tooth brushing practice guided by lecturers and students. The results showed that the children were enthusiastic in participating in the activities and were able to practice proper tooth brushing techniques after the demonstration. This activity contributed to improving children's awareness and habits in maintaining oral and dental health from an early age.
Implementasi gerakan sikat gigi massal sebagai upaya pencegahan karies gigi pada anak prasekolah Sultan Amin Yasin; Arsad Arsad; Reski Dirman; Lili Rahmadani; Wahyu Wahyu
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.4189

Abstract

Background: Dental caries remains a major oral health issue among preschool-aged children in Indonesia; the prevalence of early childhood caries in Luwu Regency is reported to reach 60–70%. Preschoolers are particularly vulnerable due to a lack of understanding among both parents and children regarding proper dental care, high consumption of sweet and sticky foods, and the absence of established regular tooth-brushing habits. The preschool years represent a "golden period" for behavioral development; therefore, educational interventions combined with hands-on practice from an early age are crucial for fostering healthy lifestyle habits. Purpose: To increase preschool children's knowledge and awareness regarding oral health and to teach proper tooth-brushing techniques. Method: A community service activity utilizing a community health education approach was conducted on Friday, May 1, 2026, at Ananda Lebani Kindergarten in Lebani Village, North Belopa District, Luwu Regency, South Sulawesi Province. Thirty children participated, accompanied by four classroom teachers. Participant knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, employing observational questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. Participant proficiency was evaluated based on observations of their performance during a tooth-brushing simulation, specifically focusing on the correct procedural steps. Results: The community service activity was attended by 30 children from Ananda Lebani Kindergarten with great enthusiasm. Prior to the activity, the children's understanding of oral health was low; only about 20% knew the causes of cavities, and approximately 30% knew which foods were beneficial for teeth. Following the educational session and demonstration, about 93% of the children could identify the causes of caries, foods harmful to teeth, and the correct times to brush their teeth. Regarding skills, most children initially brushed only the front surfaces of their teeth using random motions for less than one minute; however, after the guided session, approximately 87% were able to use a directional brushing motion (from gum to tooth), clean all tooth surfaces, and brush for at least two minutes. The children also displayed a more positive and enthusiastic attitude toward maintaining oral hygiene compared to before the activity. Conclusion: Interactive health education combined with a group toothbrushing session proved effective in improving the knowledge, skills, and attitudes of preschool-aged children regarding oral health maintenance. This approach serves as a strategic initial step in preventing dental caries among preschoolers. Suggestion: Similar activities should be conducted on an ongoing basis every 3 to 6 months—to reinforce the children's understanding, while directly involving parents to ensure consistent toothbrushing habits at home. Schools are also encouraged to monitor the children's oral hygiene and provide adequate clean water facilities for group toothbrushing activities. Keywords: Caries prevention; Dental health education; Preschoolers; Toothbrushing technique Pendahuluan: Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang utama pada anak usia prasekolah di Indonesia, dengan prevalensi karies anak usia dini di Kabupaten Luwu dilaporkan mencapai 60-70%. Anak usia prasekolah sangat rentan karena masih kurangnya pemahaman orang tua dan anak tentang cara merawat gigi yang benar, tingginya konsumsi makanan manis dan lengket, serta belum terbentuknya kebiasaan menyikat gigi secara teratur. Masa prasekolah merupakan periode emas pembentukan perilaku, sehingga intervensi edukasi disertai praktik langsung sejak usia dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak usia prasekolah mengenai kesehatan gigi dan mulut serta mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan community health education yang dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2026 bertempat di TK Ananda Lebani, Desa Lebani, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan diikuti sebanyak 30 orang anak sebagai partisipan yang didampingi oleh 4 orang guru kelas. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner observasi yang dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Untuk tingkat kemampuan partisipan di evaluasi berdasarkan hasil observasi dari simulasi ketika melakukan praktik sikat gigi dengan tahapan yang benar. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 30 anak TK Ananda Lebani dengan antusiasme yang tinggi. Sebelum kegiatan dilaksanakan, pemahaman anak mengenai kesehatan gigi dan mulut masih rendah, di mana hanya sekitar 20% anak yang mengetahui penyebab gigi berlubang dan sekitar 30% anak yang mengetahui makanan yang baik untuk gigi. Setelah kegiatan edukasi dan demonstrasi dilaksanakan, sekitar 93% anak mampu menyebutkan penyebab karies, makanan yang merusak gigi, serta waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Pada aspek keterampilan, sebagian besar anak sebelumnya hanya menyikat permukaan depan gigi dengan gerakan acak dan durasi kurang dari satu menit, sedangkan setelah pendampingan sekitar 87% anak sudah mampu melakukan gerakan menyikat gigi searah dari gusi ke gigi, membersihkan seluruh permukaan gigi, dan mempraktikkannya selama minimal dua menit. Anak-anak juga menunjukkan sikap yang lebih senang dan antusias terhadap kegiatan menjaga kebersihan gigi dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan. Simpulan: Edukasi kesehatan interaktif yang dikombinasikan dengan praktik sikat gigi massal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak usia prasekolah dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut. Pendekatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mencegah karies gigi pada anak usia prasekolah. Saran: Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan setiap 3-6 bulan untuk memperkuat pemahaman anak, dengan melibatkan orang tua secara langsung agar kebiasaan menyikat gigi berjalan konsisten di rumah. Pihak sekolah juga diharapkan terus memantau kebersihan gigi anak dan menyediakan fasilitas air bersih yang memadai untuk kegiatan sikat gigi bersama.