Bagus Muhammad Ihsan
Department Of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Pontianak, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Potential Antibacterial Effect of Papaya Leaf Extract (Carica papaya L) and Miana Leaf Extract (Coleus scutellarioides L) as Adjuvant Therapy for Rifampicin-Resistant Tuberculosis Wawan Sofwan Zaini; Nining Kurniati; Khayan Khayan; Bagus Muhammad Ihsan; Widyana Lakshmi Puspita; Muhammad Ifham Hanif
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2023): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i1.2044

Abstract

The adhesion of Rifampicin-resistant TB to neutrophils plays an essential role in colonization. Several active compounds in papaya leaf and Miana leaf (Coleus scutellarioides L) are believed to regulate or prevent the formation of bacterial colonies. The purpose of this study was to determine the anti-bacterial effectiveness of extracts of papaya leaf (Carica Papaya L.) and Miana leaf (Coleus scutellarioides L) against bacterial isolates of Rifampicin-Resistant TB strain (RR). This research method is a in vitro laboratory experiment, and extracts of papaya leaf and Miana leaf (50, 25, 12,5%) were tested as anti-bacterial using the M-TB susceptibility test using the Proportion Method. The results showed the anti-bacterial ability of papaya leaf extract against bacterial isolates of the MTBC-Resistant Rifampicin strain at a concentration of 50% with a resistance percentage value of 0% so that it was included in the Sensitive category, but at a concentration of 25% the resistance percentage value was 42.86% % and a concentration of 12.5%, the percentage value of resistance is 42.86% so that it is included in the category of resistance (Resistant > 1% and Sensitive < 1%). The anti-bacterial ability of miana leaf extract against bacterial isolates of the MTBC-Resistant Rifampicin strain at a concentration of 50% with a resistance percentage value of 5.33%, at a concentration of 25%, with a resistance percentage value of 17.14%, and at a concentration of 12.5%, with a resistance percentage value of 100%, so all are included in the resistant category. The Conclusion 50% papaya leaf extract inhibits the formation of Rifampicin-resistant MTBC-resistant bacterial colonies, allowing its usage as a substitute ingredient in Rifampicin-resistant MTBC-resistant medications.
Profil Resistensi Bakteri Patogen Pada Minuman Air Tahu Di Wilayah Kota Pontianak Talen Nikita Sianturi; Wahdaniah Wahdaniah; Sugito Sugito; Bagus Muhammad Ihsan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6780

Abstract

Minuman air tahu adalah minuman yang dibuat dari kacang kedelai kuning, minuman ini berwarna putih kekuningan mirip dengan susu. Minuman ini banyak diminati oleh masyarakat Pontianak karena rasanya yang nikmat dan harganya yang terjangkau. Minuman tersebut dapat tercemar oleh bakteri patogen karena higiene penjual dan lingkungan yang kurang baik. Cemaran oleh minuman bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik merupakan ancaman kesehatan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan gambaran resistensi antibiotik yang diisolasi dari minuman air tahu. Penelitian berbentuk deskripsi observasi dengan metode kultur dan uji resistensi metode kirby-bauer. Antibiotik yang digunakan adalah penisilin, amoksilin, siprofloksasin, dan kloramfenikol. Jumlah sampel sebanyak 43 sampel. Hasil identifikasi ditemukan bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, Enterobacter aerogenes, dan Klebsiella pneumoniae. Hasil uji resitensi menunjukkan Staphylococcus aureus resisten terhadap penisilin (100%), Salmonella typhi resisten terhadap penisilin (66,6%), Enterobacter aerogenes resisten terhadap kloramfenikol (40%), dan Klebsiella pneumoniae resisten terhadap penisilin (100%).
Identifikasi Bakteri Gram Negatif Pada Air Tebu Di Wilayah Kota Pontianak Destia Aufani; Supriyanto Supriyanto; Imma Fatayati; Bagus Muhammad Ihsan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6781

Abstract

Air tebu merupakan minuman yang terbuat dari perasan batang tebu yang diperas dengan menggunakan mesin khusus membuatnya memiliki rasa yang manis alami, minuman ini sangat digemari oleh masyarakat. Akan tetapi kontaminasi mikroba pada air tebu sangat tinggi sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit. Berbagai bakteri dari genus Escherichia, Salmonella, Klebsiella, Shigella, dan Enterobacter yang merupakan salah satu indikator polusi limbah dan kondisi yang tidak menguntungkan untuk makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri yang terdapat pada minuman air tebu di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan beberapa sampel air tebu di wilayah kota Pontianak dengan menggunakan metode kultur. Hasil yang didapatkan dari 70 sampel yaitu mendapatkan 8 sampel positif bakteri Enterobacter aerogenes, 4 sampel positif bakteri Salmonella typhi, 14 sampel positif Klebsiella pneumonia, 6 sampel positif Shigella dysentriae, dan 15 sampel positif Escherichia coli.