Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Use Of Hip Hop Song In Teaching vocabulary At Muhammadiyah creative 16 Elementary School Surabaya Kusuma, Febtry Yandary Ayu; Batubara, Amrin; Mayasari, Linda; Hamsia, Waoede
Tell : Teaching of English Language and Literature Journal Vol 2 No 2 (2014): September
Publisher : English Department FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/tell.v2i2.2178

Abstract

This study is to find out the implementation of Hip Hop song in teaching vocabulary to students and the advantages of using Hip Hop Song technique to teaching vocabulary.The researcher used qualitative descriptive design. The subjects of this study are both students and teacher at Creative 16 Elementary School Surabaya.The techniques to collect the data were observation and interview. To analyze the data, the adapted interactive model by Miles and Huberman was used.The findingsof  the implementation of Hip Hop song in teaching vocabulary are as follows: Opening, Main teaching, and Closing; the advantages of using Hip Hop Song technique are Music motivates the students in the teaching learning process, Listeningto the song improves comprehension skills, Singing songs develops good pronunciation, Singing songs increases vocabulary and speech patterns, Music aids memory, Music brings culture alive, Music acts like a stress buster, Music saves time.
The Effectiveness of Task-Based Learning in Teaching Integrated Skills Kartini, Aisa Damayanti; Mayasari, Linda; Yunianti, Sofi
Tell : Teaching of English Language and Literature Journal Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : English Department FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/tell.v8i2.6132

Abstract

Task-Based Learning has proven as a good approach in teaching English. The approach has been implemented in teaching language, especially English integrated skills. This is enough for researcher to do the study about implementation of TBL to training students mastery for language’s macro skills. The material which taken as the topic was natural disaster. Therefore, it was easy to learn for the students as they had experienced the event through their environment. The objective of this research is to find out if TBL effectives in teaching the students about integrated skills and to know how Task-Based Learning improves students’ language abilities. This research uses Classroom Action Research with two cycles. There are several phases in this research design, namely: (a) planning, (b) action, (c) observing and, (d) reflection. The subject is class of XI NKN 2 at vocational high school in Surabaya. Based on this study, it was proven that Task-Based Learning could improve the eleventh grader students’ score which in the good level with 80% students passed the Minimum Mastery Criteria (KKM) after the conduction of cycle 2. This study resulted in Task-Based Learning was able to help students enggage in learning four language skills in the same time while being active during the learning process.
Implementation of Differentiated Learning in English Lesson Using Independent Curriculum at MAN Surabaya Syafira Ahmad, Dinda; Hesmatantya, Vega; Mayasari, Linda
Journal of Language, Communication, and Tourism Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jlct.v2i2.5002

Abstract

This study explores differentiated learning in English classes at MAN Surabaya within the Independent Curriculum framework. Differentiated learning adapts teaching strategies, content, and assessments to meet students' varying needs, readiness levels, interests, and learning profiles. The research identifies strategies used by the teacher, student preferences, and implementation challenges. Using qualitative methods such as observations, interviews, and document analysis, the study finds that the teacher employs flexible grouping, tiered assignments, and individualized instruction to cater to diverse student needs. Students favor activities aligned with their interests and readiness, finding them more engaging and effective. However, challenges include limited resources, time constraints, and the need for ongoing professional development. The study concludes that differentiated learning can improve student engagement and achievement but requires significant support for the teacher, including resources, time for planning, and continuous professional development. These findings highlight the importance of educational policymakers and school administrators providing necessary support and resources to enable effective differentiated learning implementation in classrooms.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Platform Digital di MI Muhammadiyah 28 Surabaya Mayasari, Linda; Wijaya, Armeria; Wicaksono, Aris Kurnia; Amatullah, Adzkia Afra; Indra , Gabriella Brahmasta
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.792

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar untuk meningkatkan literasi digital, keterlibatan orang tua, dan kualitas pengalaman belajar siswa. Program pemberdayaan guru dan orang tua di MI Muhammadiyah 28 Surabaya bertujuan memperkuat kompetensi digital guru, mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR), serta meningkatkan peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif-edukatif yang mencakup analisis kebutuhan, sosialisasi, pengembangan media, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan literasi digital guru dari 30% menjadi 85% berdasarkan pre-test dan post-test. Selain itu, 90% orang tua yang diundang berpartisipasi aktif dalam pelatihan dan menggunakan smart book, aplikasi AR SIBIAR, serta platform digital sibi28.com untuk memantau aktivitas belajar anak. Integrasi AR dan sistem monitoring digital mendorong siswa lebih antusias dalam berlatih pengucapan, sementara orang tua merasakan peningkatan kemampuan dalam mendampingi anak. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara guru, orang tua, dan teknologi mampu menciptakan ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Temuan ini sekaligus menunjukkan potensi replikasi program di sekolah lain dengan penyesuaian konteks lokal untuk mencapai dampak yang lebih luas.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Platform Digital di MI Muhammadiyah 28 Surabaya Mayasari, Linda; Wijaya, Armeria; Wicaksono, Aris Kurnia; Amatullah, Adzkia Afra; Indra , Gabriella Brahmasta
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.792

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar untuk meningkatkan literasi digital, keterlibatan orang tua, dan kualitas pengalaman belajar siswa. Program pemberdayaan guru dan orang tua di MI Muhammadiyah 28 Surabaya bertujuan memperkuat kompetensi digital guru, mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR), serta meningkatkan peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif-edukatif yang mencakup analisis kebutuhan, sosialisasi, pengembangan media, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan literasi digital guru dari 30% menjadi 85% berdasarkan pre-test dan post-test. Selain itu, 90% orang tua yang diundang berpartisipasi aktif dalam pelatihan dan menggunakan smart book, aplikasi AR SIBIAR, serta platform digital sibi28.com untuk memantau aktivitas belajar anak. Integrasi AR dan sistem monitoring digital mendorong siswa lebih antusias dalam berlatih pengucapan, sementara orang tua merasakan peningkatan kemampuan dalam mendampingi anak. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara guru, orang tua, dan teknologi mampu menciptakan ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Temuan ini sekaligus menunjukkan potensi replikasi program di sekolah lain dengan penyesuaian konteks lokal untuk mencapai dampak yang lebih luas.