Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Senyawa Fenolik dari Daun Tanaman Kalanchoe prolifera (Crassulaceae) Yenny Febriani Yun; Lilis Siti Aisyah; Tri Reksa Saputra; Arif Rahman Hakim; Sari Purbaya; Tati Herlina; Euis Julaeha; Achmad Zainuddin; Unang Supratman
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.388 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i1.5037

Abstract

Phenolic compounds such as kaempferol (1), quercetin (2), and methyl caffeate (3) have been isolated from the ethyl acetate extract of Kalanchoe prolifera (Crassulaceae). The chemical structure of isolated compounds 1-3 were elucidated on the basis of spectroscopic evidence (UV, IR, NMR) and comparison with those compound previouly reported.DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.5037 
UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) pada Plasmodium falciparum 3D7 Faizal Hermanto; Yenny Febriani Yun; Lilis Siti Aisyah; Tri Reksa Saputra; Arif Rahman Hakim; Ade Kania Ningsih; Tati Herlina; Euis Julaeha; Achmad Zainuddin; Unang Supratman
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v2i2.18

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah serius yang dialami oleh beberapa negara tropis karena meningkatnya parasit malaria (Plasmodium) yang resisten terhadap obat-obat antimalaria. Oleh sebab itu perlu dicari obat antimalari baru, salah satunya tanaman cocor bebek (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) digunakan secara luas oleh masyarakat indonesia sebagai tanaman obat dan tanaman hias. Penelitian ini diawali dengan proses pembuatan ekstrak etanol daun cocor bebek menggunakan alat maserator dan etanol 96% sebagai pelarut. Plasmodium falciparum 3D7 yang akan digunakan dalam uji, terlebih dahulu dilakukan kultur sinambung sesuai metoda Trager and Jansen. P. falciparum  ditempatkan ke dalam lempeng sumur 24 masing-masing berisi 1 mL dengan tingkat  parasitemia ± 1% dalam medium RPHS. Diseluruh sumur, medium RPHS diganti dengan medium RPHS yang mengandung ekstrak etanol daun cocor bebek berbagai konsentrasi (1 sampai1x10-7 µg/mL).  Kultur diinkubasi selama 48 jam, setelah inkubasi parasit dipanen dan dibuat sediaan apusan darah tipis yang diberi pewarnaan Giemsa. Uji aktivitas antimalaria ditentukan dengan parasitemia, persen pertumbuhan dan hambatan parasit. Data dianalisis secara statistika menggunakan metode analisis probit untuk menghitung hambatan parasit sebesar 50% (IC50). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek memiliki efek antimalaria dengan nilai IC50 sebesar 0,022 µg/mL.
Antioxidant Properties of The Ethyl Acetate Extract of Endophytic Fungus Penicillium Citrinum from Kalanchoe Millotii Stem Through Secondary Metabolites Isma Nur Aisyiyah; Heni Rahmawati; Dewi Meliati Agustini; Sari Purbaya; Lilis Siti Aisyah; Yenny Febriani Yun
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 10, No 2 (2023): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v10i2.30323

Abstract

Kalanchoe, as Cocor Bebek, is a genus of plants that is often used in traditional medicine because it has various biological activities, one of which is as an antioxidant. The development of research was carried out on the secondary metabolites compounds of endophytic fungi from the stem of K. millotii as the Cocor Bebek species. Endophytic fungi are microorganisms that live in plant tissues, generally producing secondary metabolites that have bioactivities such as anticancer, antioxidant, and antibacterial. One of the endophytic fungi isolated from the stem of K. millotii was identified as Penicillium citrinum. The potential antioxidant activity of the secondary metabolites contained in the ethyl acetate extract of the endophytic fungus P. citrinum is interesting to study. The sample extract was extracted using non-polar, semi-polar, and polar solvents. The ethyl acetate extract was separated and purified by various chromatographic methods to obtain 8 mg compound 1, as a yellow solid. The chemical structure was determined by spectroscopic methods. Based on spectrum analysis of 1D-NMR, 2D-NMR, FTIR, and UV-Vis, compound 1 was identified as 4-(2-ethylbutoxy)-3,5-dimethoxybenzaldehyde. Antioxidant activity testing of ethyl acetate extract and compound 1 was carried out using the DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazyl) method. The test results on the extract showed weak activity with an IC50 value of 401.01 ppm while compound 1 showed moderate activity with an IC50 value of 221.41 ppm
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETIL ASETAT DARI BATANG Terminalia mantaly SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI Yun, Yenny Febriani; Zahra, Nurul Sausan; Nurhadianti, Adilfi Risma; Aisyah, Lilis Siti; Sujono, Hernandi; Purbaya, Sari; Agustini, Dewi Meliati
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.21970

Abstract

Terminalia merupakan salah satu genus pohon besar dalam keluarga Combretaceae. Salah satu spesies dari genus Terminalia yaitu Terminalia mantaly. Memiliki kandungan senyawa kimia yang terdiri dari tanin, flavonoid, terpenoid, lignan, fenol, glikosida, dan poliol yang sering digunakan sebagai obat-obatan. Terminalia memiliki 250 spesies dan 41 spesies yang baru dikaji, 2 diantaranya berasal dari spesies T.mantaly. Pada bagian batang T.mantaly terdapat senyawa yang bersifat semi polar dan belum banyak dieksplorasi maka penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat murni dari ekstrak etil asetat batang ketapang kencana T.mantaly dan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam isolat murni ekstrak etil asetat batang ketapang kencana T.mantaly. Metode penelitian ini menggunakan true experiment, dimana isolasi pada penelitian ini dilakukan dengan berbagai metode kromatografi. Struktur kimia diidentifikasi berdasarkan 1H-NMR, 13C-NMR, Spektrum FTIR dan massa. Berdasarkan hasil analisis spektroskopi NMR dapat diprediksi bahwa senyawa yang diperoleh dari hasil isolasi ekstrak etil asetat batang ketapang kencana T.mantaly yaitu Stigmasterol.
Antibacterial Activity of Terminalia mantaly Stem Ethanol Extract as Hand Sanitizer Gel Sovia, Evi; Sujono, Hernandi; Farizi, Rinaldi; Sutrisno, Sutrisno; Nurhadianti, Adilfi Risma; Yun, Yenny Febriani
Althea Medical Journal Vol 10, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v10n4.2941

Abstract

Background: Hand sanitizers generally contain alcohol. However, it can cause dry and irritated skin. Therefore, it is necessary to find antibacterial alternatives that are safe for the skin. One of the plants that has antibacterial activity is Terminalia mantaly (T. mantaly). This study aimed to investigate the antibacterial activity of ethanol extract and hand sanitizer gel of T. mantaly.Methods: The antibacterial activity test against gram-positive (Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes) and gram-negative bacteria (Escherichia coli and Shigella dysenteriae) was carried out using the liquid micro dilution method. The phytochemical tests were also performed. This study was conducted at the Chemistry Laboratory, Faculty of Sains and Informatics, Universitas Jenderal Achmad Yani in April-June 2022.Results: The ethanol extract of T. mantaly stem contained secondary metabolites of alkaloids, tannins, quinones, saponins, steroids, and flavonoids. The minimum inhibitory concentration (MIC) values of T. mantaly stem ethanol extract against Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes were 0.63%, 0.63%, 0.16%, and 0.16%, whereas the hand sanitizer gel gave MIC values of 0.63%; 0.31%; 0.16%; and 0.16% respectively. The minimum bactericidal concentration (MBC) values of T. mantaly stem ethanol extract and hand sanitizer gel had the same results, namely 2.50%, 0.16%, 1.25%, and 1.25%. The physical stability of the hand sanitizer gel from the ethanol extract of T. mantaly stem met the physical stability standards of the gel. Conclusions: The ethanol extract of the T. mantaly stems has stronger antibacterial activity against gram-positive bacteria than against gram- negative bacteria.       
Aktivitas Antioksidan Senyawa 6-propil-5,6-dihidro-2h-piran-2-on dari Jamur Endofit Fusarium oxysporum Akar Kalanchoe millotii Purbaya, Sari; Fadlilah, Gina; Aprina, Lutfia Silva; Agustini, Dewi Meliati; Aisyah, Lilis Siti; Supratman, Unang; Yun, Yenny Febriani
Jurnal Kartika Kimia Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v6i2.211

Abstract

Kalanchoe millotii atau cocor bebek merupakan salah tanaman sukulen yang kaya akan metabolit sekunder dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Eksplorasi kandungan metabolit sekunder dan bioaktivitas dari Fusarium oxysporum yang merupakan jamur endofit dari akar K. millotii menarik untuk diteliti. Telah berhasil diisolasi dari ekstrak etil asetat F. oxysporum, senyawa 6-propil-5,6-dihidro-2H-piran-2-on melalui berbagai metode kromatografi. Elusidasi struktur senyawa 6-propil-5,6-dihidro-2H-piran-2-on berdasarkan spektrum NMR (1H-NMR,13C-NMR, HMQC, HMBC, COSY), UV, dan FTIR. Aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat F. oxysporum dan isolatnya diketahui berdasarkan metode DPPH (2,2 difenil-1-pikrilhidrazil). Isolat menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan IC50 153,39 ppm.
Aktivitas Antioksidan dan Antikanker dari Ekstrak Etanol, n-Heksana, Etil Asetat, dan Etanol Air Kalanchoe marmorata (Crassulaceae) Mala, Nur; Yun, Yenny Febriani; Aisyah, Lilis Siti
Jurnal Kartika Kimia Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v7i2.853

Abstract

Kalanchoe marmorata salah satu spesies dari cocor bebek mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, dan steroid, yang berpotensi sebagai antioksidan dan antikanker. Daun K.marmorata diekstraksi secara berturut-turut dengan etanol, n-heksana, etil asetat, dan etanol air. Pada 4 ekstrak tersebut dilakukan uji antioksidan dan antikanker. Pengujian antioksidan melalui metode 1,1-difenil-2-pikrihidazil (DPPH), pada ekstrak etanol dengan nilai IC50 122,1 ppm, ekstrak n-heksana IC50 180 ppm, ekstrak etil asetat IC50 121 ppm, dan ekstrak etanol air IC50 191,9 ppm dari ke 4 uji aktivitas antioksidan tersebut ekstrak etanol dan etil asetat yang paling aktif. Sedangkan pengujian antikanker melalui metode reduksi resazurin, pada ekstrak etanol dengan nilai IC50 159,90 µg/mL, ekstrak n-heksana IC50 563,40 µg/mL, ekstrak etil asetat IC50 480,50 µg/mL, dan ekstrak etanol air IC50 >1000 µg/mL dari ke 4 uji aktivitas antikanker tersebut ekstrak etanol dan etil asetat yang paling aktif.
Edukasi Pemanfaatan Mijel (Minyak Jelantah) dalam Pembuatan Sabun Cair pada Masyarakat Desa Linggajati Aisyah, Lilis Siti; Budiman, Senadi; Yun, Yenny Febriani; Yuliana, Trisna; Mulyani, Rahmaniar; Agustini, Dewi Meliati; Suprabawati, Anggi; Purbaya, Sari
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i1.583

Abstract

Minyak goreng yang telah dipakai berulang kali biasa disebut dengan minyak jelantah. Biasanya minyak jelantah akan dibuang oleh ibu-ibu secara sembarangan sehingga menyebabkan minyak tersebut menjadi limbah di lingkungan sekitar.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi ibu-ibu PKK secara langsung mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang kali serta membantu memberikan solusi agar minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali dalam bentuk lain salah satunya menjadi sabun cuci piring. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini terdiri dari ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik langsung. Hasil pengabdian ini berupa terlaksananya pengenalan dan penggunaan sabun cuci piring pada masyarakat setempat. Praktik dan demonstrasi dimaksudkan untuk memberikan keterampilan kepada para peserta dalam menentukan formula yang tepat dalam pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa para peserta sangat antusias dan menyimak selama proses berlangsung, dan aktifnya peserta saat melakukan praktik. Setelah kegiatan ini diharapkan ibu-ibu akan semakin sadar dengan bahaya penggunaan minyak jelantah dan bisa memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dalam Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Aisyah, Lilis Siti; Yun, Yenny Febriani; Widianingsih, Sopi; Nurhabibah, Nurhabibah
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.386 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v1i2.69

Abstract

Jelantah merupakan limbah minyak sisa penggorengan yang sudah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat dan dibuang secara sembarangan, sehingga dapat membuat lingkungan menjadi tercemar. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan, untuk menanggulangi hal tersebut, dilakukan upaya pemanfaatan kembali limbah jelantah menjadi suatu bahan yang bermanfaat. Pemanfaatan limbah jelantah tersebut memiliki berbagai macam alternatif, misalnya lilin aroma terapi. Aromaterapi sering digunakan untuk membuat kondisi seseorang menjadi relaks. Lilin aromaterapi sangat menjanjikan untuk dijadikan usaha oleh mitra yaitu warga khususnya karang taruna di Kp. Lio Kelurahan Cipagalo, Kotamadya Bandung. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan kepada mitra terkait membuat lilin aromaterapi dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah. Metode kegiatan ini yaitu workshop/ pelatihan kepada mitra dalam kelas kecil agar supaya pelatihan berlangsung efektif dan menyesuaikan dengan protokol kesehatan pandemi yang mengharuskan physical distancing. Pelaksanaan kegiatan ini, dapat terlihat bahwa pemanfaatan limbah minyak jelantah yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi dapat memberikan tambahan ilmu serta meningkatkan pengetahuan bagi ibu ibu kader PKK kp. Lio kelurahan Cipagalo juga dapat membuat sendiri lilin aromaterapi yang dapat digunakan pribadi. Saran yang dapat diberikan pada kader adalah memberikan pelatihan yang lain selain lilin aromaterapi
Pengembangan Pembelajaran Jarak Jauh Bidang Kimia : Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Kimia Yun, Yenny Febriani; Purbaya, Sari; Safi'i, Abdi Wadud; Agustini, Dewi Meliati; Mulyani, Rahmaniar; Suprabawati, Anggi; Sujono, Hernandi; Aisyah, Lilis Siti; Kusumaningtyas, Valentina Adimurti; Hardian, Arie; Jasmansyah, Jasmansyah; Budiman, Senadi; Yuliana, Trisna; Murniati, Anceu; Agma, Muljadji
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.124 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v2i1.97

Abstract

Abstrak: Perkembangan metode pembelajaran saat ini terus berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk dalam situasi pandemi seperti ini, diperlukan media pembelajaran yang memadai agar tujuan belajar mengajar tercapai. Namun sampai saat ini media pembelajaran interaktif belum berkembang dengan optimal di Indonesia, meliputi tingkat pemahaman dan tingkat keterampilan guru dan dosen yang masih rendah. Maka upaya yang dilakukan untuk mengatasi situasi permasalahan tersebut di atas yaitu dengan memberikan beberapa materi yang terkait dengan upaya mengembangkan media pembelajaran interaktif agar pembelajaran yang diberikan meningkatkan minat dan kualitas belajar siswa. Bentuk kegiatan yang cocok yaitu webinar series dan workshop pelatihan pembuatan media pembelajaran secara interaktif. Pendekatan yang dilakukan melalui kegiatan webinar tentang literasi sains kimia dan workshop on line tentang kimia komputasi. Hasil kegiatannya yaitu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan teknologi dan pengembangan media pembelajaran interaktif maka diperlukan suatu kegiatan berbentuk webinar yang bermanfaat bagi mereka dan menjelaskan bagaimana mengembangkan dan membuat media pembelajaran yang mudah dan dapat diterima oleh siswa dan mahasiswa, sedangkan untuk meningkatkan keterampilan diperlukan kegiatan workshop/pelatihan dalam rangka meningkatkan pembuatan media belajar yang atraktif. Kata kunci: metode pembelajaran, situasi pandemi, webinar series, workshop pelatihan, dosen, guru