Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI TENTANG BEYOND USE DATE (BUD) OBAT KEPADA MASYARAKAT KOTA BINJAI Ika Julianti Tambunan; Syarifah Nadia; Ernawati Ginting; Karina Mia Berutu
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 2 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 - Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v2i1.558

Abstract

Dewasa ini, setiap keluarga termasuk masyarakat di Kota Binjai mengemasi sediaan obat sebagai bekal obat di rumah. Obat yang sudah dibuka sampul utamannya akan mengalami metamorfosis masa penggunaan yang aman dan berkhasiat untuk dipenggunaan kembali. Beyond-Use Date (BUD) merupakan masa simpan suatu sediaan obat dihitung berdasarkan masa sampul utama sediaan obat tersebut dibuka. Saat ini, masyarakat Indonesia tidak ada kesadaran tentang BUD suatu sediaan obat. Target Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dikerjakan untuk membagikan penyuluhan dan kesadaran kepada masyarakat di Kota Binjai agar aman dan benar dalam menggunakan sediaan obat di rumah. Kandidat yang dipilih pada aktivitas PkM ini adalah para ibu. Prosedur diawali dengan praktik penyuluhan dikerjakan dengan cara memberikan replikasi estimasi masa jatuh tempo obat yang sudah dibuka dari berbagai sediaan obat. Ulasan praktik penyuluhan tersebut dikerjakan dengan kandidat mengisi angket berupa pretest dan posttest. Produk dari aktivitas PkM ini adalah dengan membuktikan persentase peningkatan kesadaran para ibu tentang BUD obat sebesar 44,7 %. Kesimpulan dari aktivitas sosialisasi BUD obat ini bermanfaat untuk para ibu dalam mengelola sediaan obat di rumah.
Pelatihan Budidaya Hidroponik Sistem Wick di Kelompok Tani Purnama Sari Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara Yunida Berliana; Irwan Agusnu Putra; Triara Juniarsih; Juli Mutiara Sihombing; Karina Mia Berutu; Ali Ramadhan; Fadli Wibowo; Selly Kajarina; Runi Amalia; Kiki Swandi Lase
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 2 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 - Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v2i2.859

Abstract

Budidaya tanaman dengan cara Hidroponik merupakan sistem yang tidak memerlukan lahan yang luas. Hidroponik system wick adalah salah satu hidroponik yang menjadi jalan penghubung antara larutan nutrisi dengan media tanam menggunakan sumbu.. Sumbu yang pada umumnya dipakai berupa tali, sumbu lilin, atau benang katun. Hidroponik wick termasuk dalam kelompok penanaman pasif. Artinya, pergerakan atau perpindahan tidak terlalu banyak dibutuhkan, serta tidak memerlukan peralatan canggih seperti mesin atau pompa dalam penerapannya sehingga cukup sederhana, Karena sifatnya sederhana, sistem hidroponik wick cocok untuk pemula yang ingin menerapkan di bidang perkebunan hidroponik. Kelebihan sistem ini juga dapat menghasilkan tanaman subur meskipun rendah perawatannya. Kelompok tani Purnama Sari berada tidak jauh dari perkotaan dan fokus didalam pengembangan tanaman Hortikultura dan tanaman pangan dengan luas olah lahan yang tidak terlalu luas, sehingga budidaya tanaman dengan hidroponik sistem wick merupakan salah satu pilihan untuk dapat menghasilkan tanaman yang lebih bersih dan sehat di keterbatasan lahan yang sempit. Metode kegiatan yang dilaksanakan yaitu metode pendampingan (mentoring) dan metode partisipatory rural approach (PRA). Hasil kegiatan ini sudah memberikan informasi dan pemahaman tentang hidroponik sistem wick sehingga anggota kelompok tani dapat menerapkannya.
Introduction of Artificial Intelligence (AI) in The Learning Process for Students of The Law Study Program, Tjut Nyak Dhien University Dahris Siregar; Karolina Sitepu; Khairun Na’im; Donny Setha; Karina Mia Berutu; Denni Satria Pradifta; Puji Chairu Sabila; Indah Sari Liza Lubis; Muhammad Dhobit Azhary Lubis
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.652

Abstract

The counseling activity "Introduction of Artificial Intelligence (AI) in the Learning Process for Students of the Law Study Program of Tjut Nyak Dhien University" is to improve students' digital literacy as well as their ability to use AI technology to help legal education and research. This activity was carried out with a combination of Community Education, Training, and Science and Technology Diffusion methods, and was attended by fifty students from various semester levels. Significantly, the results of the evaluation showed that students' knowledge of artificial intelligence increased by 88% of participants who managed to master the use of at least three AI devices for legal research, automated citations, and document analysis. In the focus group discussions (FGDs), ninety percent of participants supported the importance of AI in the legal field, and eighty-five percent agreed that AI should be part of the curriculum. The positive result of this activity was the increase in research proposals students started using AI devices in their academic assignments on a regular basis. This aEctivity succeeded in changing students' perspectives and providing the basis for the development of a technology-based curriculum in the Law Study Program.
The Function of Education in Cultivating an Anti-Corruption Mindset Among Youth at SMA APIPSU Medan Karolina Sitepu; Khairun Na’im; Donny Setha; Dahris Siregar; Mospa Darma; Indah Sari Liza Lubis; Cut Rafyqa Fadhilah; Reny Khaerany Nisfiary; Karina Mia Berutu; Puji Chairu Sabila
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1405

Abstract

Education is instrumental in the development of an anti-corruption mindset among the younger generation, which serves as the groundwork for the eradication of corruption in Indonesia. This movement is a reflection of the government's political will and is bolstered by the thorough preparation and readiness of legal instruments. This legal counseling activity is designed to foster a profound comprehension of the perils of corruption, to foster a sense of collective awareness, and to inculcate the importance of integrity in the minds of high school students and the general public. The Community Based Research (CBR) method was implemented through a series of stages, including joint planning (identification of school needs and material preparation), participatory implementation (outreach, legal quizzes, Q&A, small group discussions), and reflective evaluation (pre-post understanding survey). This process involved active collaboration between the service team, teachers, and students. With the participation of 30 eleventh-grade students, accompanying teachers, and facilitators from various lecturers and students in the study programs at Universitas Tjut Nyak Dhien Medan, this activity was conducted on May 9, 2026, at SMA APIPSU Medan. The outcome was a substantial improvement in the participants' comprehension of the detrimental effects of socio-economic corruption, as well as a dedication to honesty, transparency, care, and independence. The interactive dynamics enabled participants to compare societal corruption (cheating, extortion) with school corruption cases (cheating, extortion) and develop practical prevention strategies. In summary, this participatory CBR approach has demonstrated its efficacy in the development of a generation of youth who are highly integrity-driven. This is achieved through collaborative anti-corruption education in school environments, which not only strengthens the understanding and commitment of participants to the principles of honesty and transparency, but also validates the importance of the education-based anti-corruption movement in the establishment of a sustainable anti-corruption ecosystem in Indonesia.