Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ekologi dan Dimensi Pengelolaan Keberlanjutan Mangrove (Studi Kasus Lokasi Ekowisata Guraping, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara) Paembonan, Rustam Effendi; Akbar, Nebuchadnezzar; Ibrahim, Abjan; Tahir, Irmalita; Baksir, Abdurrachman; Marus, Ikbal; Najamuddin, Najamuddin; Ismail, Firdaut; Wibowo, Eko S; Siolimbona, Abdul Ajiz; Harahap, Zulhan Arifin; Mutmainnah, Mutmainnah; Angkotasan, Abdul Motalib; Zamani, Neviaty P; Arafat, Dondy; Subhan, Beginer; Natih, Nyoman MN; Rahman, Rahman; Rahimah, Insaniah; Harahap, Zulham Apandy
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.4.412

Abstract

The mangrove ecosystem is a potential coastal and marine area that has a very important resource function. The mangrove ecosystem must be managed sustainably so that it can provide optimal benefits, especially the mangrove ecosystem in Guraping Village which has been designated as an ecotourism area. The aim of this research is to analyze the ecological condition of the mangrove ecosystem and analyze the dimensions of sustainable management of the mangrove ecosystem in Guraping Village. The method used in this research line transect method with a 10x10 meter quadrant to determine ecological conditions. Interviews were conducted with key respondents from stakeholders and the dimensions of sustainable management were analyzed using Rapfish. Measurement of environmental parameters directly on site. The results obtained from this research can determine the ecological condition of mangroves at the research location which still have good status based on the number of species, species density, species cover, diversity index, mangrove canopy cover data. The calculation of the results of the assessment of the dimensions of mangrove sustainability management, which consists of ecological dimensions, economic dimensions, socio-cultural dimensions, legal, institutional and policy dimensions and technological and infrastructure dimensions, is classified as a less accountable level category.
Analisis Kesesuaian Ekowisata dan Daya Dukung Di Kawasan Mangrove Pulau Maitara. Kota Tidore Kepulauan. Maluku Utara Baksir, Abdurrachman; Tahir, Irmalita; Marus, Ikbal; Wibowo, Eko S; Akbar, Nebuchadnezzar; Ramili, Yunita; Fatgehipon, Sherra Nandami
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.11037

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis dan sosial ekonomi penting bagi masyarakat pesisir serta berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian ekowisata dan menghitung daya dukung kawasan (DDK) di ekosistem mangrove Desa Ngusulenge dan Desa Pasimayou di Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Pengumpulan data vegetasi mangrove dilakukan menggunakan metode Line Transect Plot pada dua stasiun penelitian, masing-masing terdiri dari tujuh transek dengan tiga plot berukuran 10×10 m. Analisis kesesuaian ekowisata dilakukan menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), sedangkan daya dukung kawasan dihitung berdasarkan parameter luas kawasan, waktu kunjungan, dan unit area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tracking, edukasi, fotografi, dan aktivitas rekreasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Ngusulenge memiliki empat spesies mangrove (Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, R. apiculata, Avicennia lanata), sedangkan Stasiun Pasimayou memiliki tiga spesies mangrove, dengan dominasi Sonneratia alba di kedua lokasi. Nilai IKW di Desa Ngusulenge sebesar 60,26%, dan di Desa Pasimayou sebesar 64,32%, keduanya termasuk kategori S2 (Sesuai). Hal ini menunjukkan bahwa kedua kawasan layak dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dengan tingkat pemanfaatan moderat dan pengaturan zonasi yang memperhatikan faktor pembatas ekologis seperti ketebalan tegakan mangrove, kerapatan vegetasi, dinamika pasang surut, dan aksesibilitas. Perhitungan DDK memperlihatkan bahwa kapasitas maksimum harian berbeda berdasarkan jenis aktivitas wisata, sehingga pengelolaan kawasan perlu mengikuti batas daya dukung untuk mencegah tekanan berlebihan pada ekosistem.Kata kunci : daya dukung, ekowisata, keseuaian lahan, mangrove, Pulau Maitara