Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Jumlah Ternak Sapi Potong yang Dijual dan Biaya Pakan Memengaruhi Pendapatan Tunai Peternak di Kawasan Amfuang Kabupaten Kupang Morin Mediviani Sol'uf; Maria Krova; Solvi Mariana Makandolu
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.523 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.195

Abstract

A study was conducted in the Amfoang Region, Kupang Regency with the aim of knowing the amount of cash income and the factors that influence the cash income of beef cattle farmers with different maintenance systems in the Amfoang Region, Kupang Regency. Sampling is done in stages. The first and second stages, namely the determination of two sub-districts and four sample villages, were carried out purposively with the consideration that the two sub-districts and four villages had the largest and smallest beef cattle populations and represented the highlands and lowlands in the Amfoang area. The third stage is the determination of 40 non-proportional random sample farmers in each rearing system. The analytical method used is multiple linear regression. The results showed that cash income in the tie system is 61,93% higher than in the loose grazing system. In the tie system, the cash income obtained by farmers is Rp11.646.824,95 or Rp8.088.072,88 per unit of livestock. In the loose grazing system,cash income is Rp7.157.250 or Rp5.818.902,44 per unit of livestock. Factors which has a real relationship to cash income of beef cattle business both in the tie system and in the loose grazing system, namely the number of cattle sold and the cost of feed. The factor that has the most significant effect on cash income in both the tie system and the loose system is the number of cattle sold. Therefore, to increase the cash income of farmers, the number of livestock sold must be increased.
Pengaruh Subsitusi Tepung Jagung Dengan Kombinasi Tepung Umbi Talas, Daun Kelor Dan Minyak Kelapa Terhadap Usaha Peternakan Ayam Broiler: The Effect of Corn Flour Substitution with a Combination of Taro Tuber Flour, Moringa Leaves and Coconut Oil on Broiler Chicken Farming Yohanis Sae; Solvi M. Makandolu
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study aimed to determine the economic value of corn substitution with a combination of taro tuber flour, moringa leaf flour and coconut oil in broiler chickens. This study used a completely randomized design (CRD). There were four ration treatments that were tried. The first, for starter phase: R0=60% corn + 40% concentrate; R1=40% corn + 40% concentrate + 20% combination of taro tuber flour, moringa leaf meal and coconut oil; R2=20% corn + 40% concentrate + 40% combination of taro tuber, moringa leaf meal, and coconut oil; R3 = 40% concentrate and 60% combination of taro tuber, moringa leaf powder, and coconut oil. The second, the finisher phase: R0=67% corn + 33% concentrate, R1= 44.67% corn + 33% concentrate + 22.33% combination of taro tuber, moringa leaf flour, and coconut oil; R2 = 22.33% corn + 33% concentrate + 44.67% combination of taro tubers, moringa leaf meal and coconut oil; R3 = 33% concentrate + 67% combination of taro tuber, moringa leaf powder, and coconut oil). The results of the study showed that the combination of taro tuber flour, moringa leaf meal and coconut oil as a substitute for corn in broiler rations had a significant effect on costs (P<0.05) but had no significant effect on economic efficiency, income, Return on Investment, R/C , and Income Over Feed and Chick Cost (P>0.05). Suatu penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi dari substitusi jagung dengan kombinasi tepung umbi talas, tepung.daun.kelor dan minyak kelapa pada ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada empat perlakuan ransum yang dicobakan. Pertama untuk fase starter: R0=60% jagung + 40% konsentrat; R1=40% jagung + 40% konsentrat + 20% kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa; R2=20% jagung + 40% konsentrat + 40% kombinasi umbi talas, tepung daun kelor, dan minyak kelapa; R3=40% konsentrat dan 60% kombinasi umbi talas, tepung daun kelor, dan minyak kelapa. Kedua, fase finisher: R0=67% jagung + 33% konsentrat, R1= 44,67% jagung + 33% konsentrat + 22,33% kombinasi umbi talas, tepung daun kelor, dan minyak kelapa; R2= 22,33% jagung + 33% konsentrat + 44,67% kombinasi umbi talas, tepung daun kelor, dan minyak kelapa; R3=33% konsentrat + 67 % kombinasi umbi talas, tepung daun kelor, dan minyak kelapa). Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi tepung umbi talas, tepung daun kelor dan minyak kelapa sebagai substitusi jagung dalam ransum ayam broiler berpengaruh nyata terhadap biaya (P<0,05) tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap efisiensi ekonomi, pendapatan, Return on Investment, R/C, dan Income Over Feed and Chick Cost (P>0,05).
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Dalam Mewujudkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Solvi Mariana Makandolu; Marianus Saldanah Neno; Selfiana Goetha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6873

Abstract

Kegiatan pemberdayaan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan  serta praktik P2L kepada kelompok masyarakat di Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Kenyataan bahwa lahan pekarangan rumah belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta potensi struktur  dan kondisi tanah yang sangat cocok untuk jenis tanaman seperti Cabai, Tomat dan Terong  maka dilakukan kegiatan pemberdayaan ini yang meliputi: pembudidayaan Ikan Lele dalam Kolam Bioflok, pembudidayaan tanaman cabai dan Tomat, Pemeliharaan Ternak Kambing, Bebek dan Ayam Petelur. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan ini ialah Penyuluhan, praktek dan pendampingan. Hasilnya, kegiatan penyuluhan dapat dilakukan dengan tema “Pekarangan Pangan Lestari” dengan nara sumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang. Prakter yang dimaksud ialah aktivitas memasang kolam Bioflok dan memasukan bibit ikan Lele, membuat kandang  Ayam Petelur, Bebek dan Kambing serta memasukan anakan ternak, menyemaikan bibit tanaman Cabai dan Tomat pada tirai semai dan menyiapakan lahan (Bedeng dan Polibek) untuk menanam. Terakhir ialah pendampingan dalam hal memelihari, mengawasi perkembangan tanaman, ikan lele, Ternak Kambing, Ayam Peterlur dan Bebek. Kegiatan pemberdayaan membawa dampak bagi peningkatan pengetahuan dan pemahaman kelompok masyarakat akan Program P2L, peningkatan kualitas konsumsi rumah tangga kelompok masyarakat serta pada saatnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga anggota kelompok.
Produktivitas Dan Pendapatan Usaha Ternak Babi Rakyat Pasca Pandemi African Swine Fever (Asf) Di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata: Productivity And Income Of Smallholder Pig Farming After The Pandemic African Swine Fever (Asf) In Ile Ape Sub-District, Lembata Regency Maria Milleniti Sura; Maria Krova; Solvi M. Makandolu
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study has been conducted with the aim of determining the productivity of pig farming business after the ASF pandemic, the income level of farmers and the feasibility of pig farming business after the ASF pandemic. This research has been carried out in February 2023. The population in this study is all pig farmers in Ile Ape District, Lembata Regency. Sampling is carried out in stages. The first stage is the determination of six sample villages purposively, the second stage is the determination of random non-proportional sample breeders as many as 20 people from each village. The data analysis methods used are descriptive analysis, revenue analysis, and financial feasibility analysis using Revenue Cost Ratio (R/C) criteria. The results of the study obtained were that the productivity of pigs in Ile Ape District was good with values: litter size of 7.26 average birth weight of 1.49 kg, average weaning weight of 1.83 kg, mortality of weaning cattle of 8.38%, mortality based on age; adult pigs = 1.49%, young pigs of 3.17% and mortality in pigs of 10.34%. The average level of total income obtained by farmers from pig farming is Rp25,053,064/year. The results of the financial analysis showed an R/C value of 1.82. Based on the results of the analysis, it is known that the pig farming business in Ile Ape District, Lembata Regency is profitable and financially viable after the ASF pandemic.  Suatu penelitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui produktivitas usaha ternak babi pasca pandemi ASF, tingkat pendapatan peternak, dan kelayakan usaha ternak babi pasca pandemi ASF. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peternak babi di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. Pengambilan contoh dilakukan secara bertahap. Tahap pertama penentuan enam desa contoh secara purposive, tahap kedua penentuan peternak contoh secara acak non proporsional sebanyak 20 orang dari setiap desa. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis kelayakan finansial dengan menggunakan kriteria Revenue Cost Ratio (R/C). Hasil penelitian yang diperoleh adalah produktivitas ternak babi di Kecamatan Ile Ape tergolong baik dengan nilai: litter size sebesar 7,26 rata-rata bobot lahir sebesar 1,49 kg, rata-rata bobot sapih sebesar 1,49 kg,  mortalitas ternak prasapih sebesar 8,38%, mortalitas berdasarkan umur; babi dewasa sebesar 1,96%, babi muda sebesar 3,17%, dan mortalitas pada ternak babi sebesar 10,34%. Rata-rata tingkat pendapatan total yang diperoleh peternak dari usaha ternak babi adalah Rp25.053.064/tahun. Hasil analisis finansial menunjukkan nilai R/C sebesar 1,85. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa usaha ternak babi di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata menguntungkan dan layak secara finansial setelah pandemi ASF.
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Dalam Mewujudkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Solvi Mariana Makandolu; Marianus Saldanah Neno; Selfiana Goetha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6873

Abstract

Kegiatan pemberdayaan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan  serta praktik P2L kepada kelompok masyarakat di Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Kenyataan bahwa lahan pekarangan rumah belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta potensi struktur  dan kondisi tanah yang sangat cocok untuk jenis tanaman seperti Cabai, Tomat dan Terong  maka dilakukan kegiatan pemberdayaan ini yang meliputi: pembudidayaan Ikan Lele dalam Kolam Bioflok, pembudidayaan tanaman cabai dan Tomat, Pemeliharaan Ternak Kambing, Bebek dan Ayam Petelur. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan ini ialah Penyuluhan, praktek dan pendampingan. Hasilnya, kegiatan penyuluhan dapat dilakukan dengan tema “Pekarangan Pangan Lestari” dengan nara sumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang. Prakter yang dimaksud ialah aktivitas memasang kolam Bioflok dan memasukan bibit ikan Lele, membuat kandang  Ayam Petelur, Bebek dan Kambing serta memasukan anakan ternak, menyemaikan bibit tanaman Cabai dan Tomat pada tirai semai dan menyiapakan lahan (Bedeng dan Polibek) untuk menanam. Terakhir ialah pendampingan dalam hal memelihari, mengawasi perkembangan tanaman, ikan lele, Ternak Kambing, Ayam Peterlur dan Bebek. Kegiatan pemberdayaan membawa dampak bagi peningkatan pengetahuan dan pemahaman kelompok masyarakat akan Program P2L, peningkatan kualitas konsumsi rumah tangga kelompok masyarakat serta pada saatnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga anggota kelompok.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Tunai Usaha Ternak Kambing Di Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur: Factors Affecting Cash Income Of Goat Farming Business In Titehena District, East Flores Recency Radja, Nuryati; Krova , Maria; Makandolu, Solvi M
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v6i2.2387

Abstract

Research has been carried out on factors influencing cash income from goat farming businesses in Titehena District. The aim of this research is to analyze how much cash income is generated by goat farming businesses in Titehena District and the factors influencing this income. Surveys are used as a research method to obtain primary data, while secondary data is obtained through observation, interviews, and documentation. Sampling was carried out in two steps: first, sample villages were selected purposefully; second, respondents were selected randomly and non-proportionally to the sample, so that 80 respondents were obtained. Income analysis, correlation analysis, and multiple linear regression analysis are the types of analyses used. The research results illustrate that the average total income obtained by farmers from the goat farming business is IDR 2,074,913/year, with a cash income of IDR 1,028,571.00/year. The results of the analysis show that livestock ownership (X2), family responsibilities (X3), and selling price (X6) are all closely related to income (Y). The results of multiple linear regression analyses show that livestock ownership (X2), family responsibilities (X3), and selling price (X6) all have a significant influence on income (Y). Telah dilakukan penelitian tentang faktor pengaruh pendapatan tunai usaha peternakan kambing di Kecamatan Titehena. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berapa besar pendapatan tunai yang dihasilkan oleh usaha peternakan kambing di Kecamatan Titehena dan faktor pengaruh pendapatan tersebut. Survei digunakan sebagai metode penelitian untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan dalam dua langkah: pertama, desa sampel dipilih secara purposive; kedua, responden dipilih secara acak dan non-proporsional dengan sampel, sehingga diperoleh 80 responden. Analisis pendapatan, analisis korelasi, dan analisis regresi linier berganda merupakan jenis analisis yang digunakan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa rata-rata pendapatan totalyang diperoleh petenak dari usaha ternak kambing adalah Rp2.074.913/tahun dengan pendapatan tunai sebesar Rp1.028.571,00/tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan ternak (X2), tanggungan keluarga (X3), dan harga jual (X6) semuanya berhubungan erat dengan pendapatan (Y). Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kepemilikan ternak (X2), tanggungan keluarga (X3), dan harga jual (X6) semuanya mempengaruhi signifikan terhadap pendapatan (Y).
Analasis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka: Income Analysis of Beef Cattle Farmers in East Malaka District, Malaka Regency Asa, Yoseph; Lole, Ulrikus R.; Makandolu, Solvi M.; Sol'uf, Morin M.
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v6i2.2426

Abstract

A study on Income Analysis of Beef Cattle Farmers in East Malacca District has been conducted with the aimof analyzing income and factors affecting the business. Factors were identified such as feed costs, healthcosts, cage and equipment costs, length of maintenance, as well as the number of livestock sold. The researchmethod used is a survey method with data collection techniques, namely observation, interviews, anddocumentation to obtain primary data and secondary data. Sampling is carried out through two stages,namely the purposive stage of determining sample villages and the stage of determining respondentsrandomly disproportionately. The analysis method used is income analysis to see the income earned byfarmers and multiple linear regression analysis with Cobb-Douglas climbing to assess the factors identifiedas affecting or not on income. The results showed that the average income obtained by farmers from beefcattle farming was Rp23,049,219.05/year. Furthermore, the results of multiple linear regression analysisshowed that income was closely related to the length of livestock rearing (X4) and the number of livestocksold (X5) Suatu penelitian tentang analisis pendapatan peternak sapi potong di Kecamatan Malaka Timur telahdilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pendapatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi usahatersebut. Faktor-faktor yang diidentifikasi terdiri dari biaya pakan, biaya kesehatan, biaya kandang danperalatan, lama pemeliharaan, serta jumlah ternak yang dijual. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode survei dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untukmemperoleh data primer serta data sekunder. Pengambilan contoh dilakukan melalui dua tahap yaitu tahappenentuan desa contoh secara purposive dan tahap penentuan responden secara acak non proporsional.Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan untuk melihat pendapatan yang diperolehpeternak dan analisis regresi linear berganda dengan pendakatan Cobb-Douglas untuk mengetahui faktor-faktor yang diidentifikasi berpengaruh atau tidak terhadap pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwarata-rata pendapatan yang diperoleh petenak dari usaha ternak sapi potong adalah Rp23.049.219,05/tahun.Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa pendapatan berhubungan erat denganlama pemeliharaan ternak (X4) dan jumlah ternak yang dijual (X5)      
Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Permintaan Daging Babi Segar di Kota Kupang: Factors Influencing Demand For Fresh Pork In The City Of Kupang Manu Ndun, Shelin Audina; Lole, Ulrikus R.; Makandolu, Solvi M; Ratu, Maria R.D; Sabat, Diana M.
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v6i2.2435

Abstract

This study seeks to examinel the demand for pork and the various elements that impact meat demand. The process of determining samples invovels two stags. The initial step was purposelfuly selelcting the sample subdistricts. The second phase ilnvolveld sellelctilng a samplel of 90 consumelrs iln a non-proportilonal random melthod. Thel data was analyzeld iln a descriptive manner, incorporating both quantitative and qualiltative approaches. The method employed for analysis ils quantitative, utilizing correlation and regression analysis through the Cobb-Douglas rank function. This approach allows for a detailed examination of the data with a focus on relationships and trends. It's a powerful tool for drawing meaningful insilghts from the information at hand. The results of the correlation analysis show that there are five factors that have a strong relationship to the demand for pork (Y), namelly the price of chicken meat (X2), eggs (X4), incomel (X6), family responsibilities (X7) and education level (X8). The results of the regression analysis show that there are factors that influence the demand for pork in the city Kupang is Y=-12.561 X20,846 X4=1.146 X60,569 X70,104 X80,191. Factors that have a very real influence on the demand for fresh pork in Kupang City are the price of chicken meat (b2), the price of eggs (b4) and income (b6), with R2=63,7% Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa permintaan daging babi serta faktor-faktor yang memengaruhi permintaan daging babi. Contoh dipilih dalam dua tahap. Kelurahan contoh dipilih secara purposif pada tahap pertama. Kemudian, sembilan puluh konsumen contoh dipilih secara acak selcara non proporsional. Analisis data dilakukan secara deskriptilf, baik kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan fungsi brpangkat Cobb-Douglas untuk menganalsis korelasi dan regresi. Hasil analisis korelasi menujukkan bahwa terdapat lima faktor yang memililki hubungan kuat terhadap permintaan daging babi (Y), yaitu harga daging ayam (X2), telur (X4), pendapatan (X6), tanggungan keluarga (X7), dan tingkat pendidikan (X8). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging babildi Kota Kupang adalah Y=-12.561 X20,846 X4=1.146 X60,569 X70,104X80,191 faktor-faktor yang berpengaruh sangat nyata terhadap permintaan daging babi segar di Kota Kupang adalah harga daging ayam (b2), harga telur (b4), dan pendapatan (b6) dengan R2= 63,7%.  
Pemberdayaan BUMDes Nekaf Mese Melalui Optimalisasi Fungsi Sosial BUMDes Saldanha Neno, Marianus; Goetha, Selfiana; Makandolu, Solvi Mariana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BUMDes adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan begitu eksitensi desa harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah dengan kebijakan-kebijakan yang terkait. Salah satu BUMDes yang berkembang dan aktif hingga saat ini adalah BUMDes Nekaf Mese yang berada di desa Oeltua kabupaten Kupang. Permasalahan konkrit mitra dalam hal ini BUMDes Nekaf Mese berkaitan dengan eksistensi nya sebagai lembaga sosial yang dituntut harus berdampak bagi kehidupan ekonomi masyarakat desa. Kehadiran kelompok-kelompok usaha yang telah dibentuk tidak berjalan sebagaimana mestinya dan bahkan ada yang bubar tanpa berita. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan tentang pertanian dan kewirausahaan berbasis digital pada kelompok – kelompok desa binaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pelatihan dan pendampingan.  Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan ini telah berkontribusi dalam mewujudkan peran sosial BUMDes Nekaf Mese yang ditandai dengan kembali beraktifitasnya kelompok-kelompok binaan BUMDes Nekaf Mese melalui sebuah desain program kegiatan yang terencana. Kegiatan pengabdian ini juga memperkenalkan metode penjualan produk secara online kepada masyarakat.
Distribusi Margin Pemasaran Ternak Babi di Kabupaten Manggarai Bur, Fransiskus Ham; Lalus, Matheos F.; Ratu, Maria R. Deno; Makandolu , Solvi M.
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 9 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i9.855

Abstract