Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

THE EFFECT OF ORANGE SWEET POTATO FLOUR SUBSTITUTION ON THE QUALITY OF ONION CRACKERS Mariatul Kiptiah; Nina Hairiyah; Hermawan Susanto
Jurnal Agroindustri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.11.2.143-150

Abstract

Sweet potato is a food plant group that is most widely cultivated as an agricultural commodity with carbohydrate sources. The carbohydrate and starch content of orange sweet potato allows the material to be processed into flour and substitutes tapioca flour in the manufacture of garlic cracker products. The purpose of this study was to analyze the physical properties of orange sweet potato flour as a substitute for making onion crackers, determine the best formulation by adding orange sweet potato flour to the onion cracker product, and analyzing the effect of adding orange sweet potato flour to the preference level of panelists for onion cracker products. The research design used in the study consisted of 4 types of formulations with the addition of 0%, 10%, 20% and 30% tapioca flour. Tests carried out on onion crackers substituted for orange sweet potato flour were water content test, ash content test, and organoleptic test. The results showed that the orange sweet potato flour had the characteristics of an orange color, a distinctive aroma of orange sweet potato, and a smooth texture. The best formulation is the addition of orange sweet potato flour as much as 10% (F1) with a moisture content value of 5%, an ash content of 2.3%, and Preferred by panelist (total score 15.56). The addition of orange sweet potato flour to garlic cracker products affected the panelists' preference for color and aroma, but did not affect the taste and texture of onion crackers.
APLIKASI BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa var glutinous) DAN MADU SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BODYSCRUB Nina Hairiyah; Nuryati Nuryati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.2.114-121.2020

Abstract

Bodyscrub adalah salah satu produk yang menjadi andalan konsumen dalam menjaga kebersihan dan kesegaran kulit tubuh, bodyscrub berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran pada kulit dan membuka pori-pori sehingga kulit menjadi lebih cerah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik pada pembuatan bodyscrub berbahan dasar beras ketan hitam dan madu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan sampel beras ketan hitam dan madu. Pengujian yang dilakukan adalah pengamatan terhadap sifat fisik organoleptik (warna, aroma dan tekstur), kelembaban kulit, iritasi kulit, pH dan stabilitas emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah bodyscrub dengan formulasi 4,6% beras ketan hitam dan madu yang memiliki warna mauve, aroma sedikit berbau khas beras ketan hitam dan madu, tekstur lebih banyak butiran scrub, pH 7, tidak terjadi iritasi kulit, nilai rata-rata kadar kelembaban kulit sebesar 18,60%, dan stabilitas emulsi sebesar 79,72%.
ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA STASIUN KERNEL CRUSHING PLANT (KCP) DI PT. X Nina Hairiyah; Raden Rizki; Rino Adi Wijaya
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.839 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.103-110.2019

Abstract

PT. X merupakan industri pengolahan kelapa sawit yang menghasilkan produk CPO dan PKO. Pada proses produksi di PT. X, mesin yang sering mengalami downtime besar dan breakdown paling banyak terjadi pada mesin First Press di stasiun Kernel Crushing Plant (KCP). Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin first press di stasiun KCP. Data yang digunakan berupa data teoritis dan historis mengenai TPM, OEE, dan jam kerja mesin first press. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai OEE pada mesin first press di stasiun KCP PT. X belum memenuhi standar internasional yang telah ditetapkan. Nilai OEE untuk mesin first press pada stasiun KCP memiliki nilai sebesar 68,26% dengan selisih yang cukup jauh dengan nilai standar Internasional yaitu sebesar 85%. Penyebab rendahnya nilai OEE mesin first press di stasiun KCP PT. X karena faktor umur mesin yang sudah tua, proses maintenance yang lama, serta kualitas kernel yang rendah.
FORMULASI PEMBUATAN BODYSCRUB BERBAHAN DASAR BERAS KETAN PUTIH (Oryza sativa var glutinous) DAN MADU Nina Hairiyah; Nuryati Nuryati; Fitri Nordiyah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 26, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.26.1.53-60.2022

Abstract

Bodyscrub merupakan bentuk sediaan cair maupun setengah padat yang berupa sediaan emulsi, bodyscrub bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran dan membuka pori-pori sehingga dapat bernapas serta kulit menjadi cerah. Bahan tambahan alami yang dapat membantu kualitas bodyscrub adalah beras ketan putih dan madu, dimana beras ketan putih memiliki kandungan antioksidan yang mampu mempercepat produksi kolagen dan berperan dalam elastisitas kulit. Tambahan madu pada produk bodyscrub berperan sebagai vitamin yang dapat memberikan kelembapan kulit dan memperbaiki kulit yang kusam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi bahan terbaik dan karakterisasi produk bodyscrub dengan bahan dasar utama beras ketan putih dan madu. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan sampel beras ketan putih dan madu sebesar 1,53%, 3,07%, dan 4,6%. Produk yang dihasilkan dilakukan pengujian sifat fisik organoleptik (warna, aroma, dan tekstur), uji kelembapan kulit, iritasi kulit, pH, skrining fitokimia dan kestabilan emulsi. Formulasi terbaik produk bodyscrub berbahan dasar beras ketan putih dan madu adalah formulasi 4,6% memiliki warna egg shell, aroma sangat berbau beras ketan putih dan madu, tekstur sangat banyak butiran scrub, pH 7, sebanyak 93% dari 15 panelis tidak terjadi iritasi, nilai rata-rata kelembapan kulit sebesar 13,46%, serta memiliki nilai kestabilan emulsi sebesar 61,14%.
Analisis Struktur Biaya Produksi Pada Rantai Pasok Buah Naga di Kabupaten Tanah Laut Raden Rizki Amalia; Nina Hairiyah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1150

Abstract

Buah naga merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Buah naga melewati beberapa proses mulai dari panen, pengangkutan, sortasi, pengemasan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran hingga ke konsumen akhir. Dengan banyaknya proses yang dilalui dalam rantai pasok buah naga, maka perlu dilakukan analisis struktur biaya dan titik impas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan struktur impas masing-masing entitas yang terlibat dalam rantai pasok buah naga di Kabupaten Tanah Laut. Semua pengecer yang menjual buah naga didaftar berdasarkan kapasitas usahanya, kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Pencarian rantai pasok selanjutnya ditentukan dengan teknik snowball sampling dimana entitas lain ditentukan berdasarkan informasi dari merchant retailer dari lokasi penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data berupa biaya dasar pada setiap entitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi biaya tetap sangat besar terhadap biaya pokok dan sangat dipengaruhi oleh harga beli rata-rata buah naga. Penjualan di setiap entitas telah melampaui titik impasnya. Hal ini menunjukkan bahwa semua entitas menerima manfaat dalam pemasaran buah naga. Semakin besar selisih antara penjualan dan titik impas, maka keuntungan yang didapat juga semakin besar.
Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Tandan Buah Segar (TBS) Menggunakan Metode Exponential Smoothing dan Linier Regresion di PT. Pola Kahuripan Intisawit R. Rizki Amalia; Nina Hairiyah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.481 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.75

Abstract

PT. Pola Kahuripan Intisawit adalah industri yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit. Tandan Buah Segar (TBS) yang digunakan dalam pengolahan Crude Palm Oil (CPO) harus berdasarkan karakteristik yang baik guna mendapatkan CPO yang berkualitas. Dalam menjamin kualitas tersebut, PT. Pola Kahuripan Intisawit juga perlu melakukan manajemen persediaan bahan baku yang sesuai kebutuhan. Manajemen ini juga dilakukan agar memperoleh biaya persediaan yang efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukan peramalan kebutuhan bahan baku TBS menggunakan Eksponential Smoothing dan Linier Regression. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan hasil peramalan dengan ukuran akurasi terbaik mengggunakan metode Exponential Smoothing dan Linier Regression dan menentukan kebutuhan bahan baku TBS untuk periode tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif dari hasil wawancara dan observasi. Hasil peramalan dari ukuran akurasi menggunakan metode Exponential Smoothing diperoleh Mean Absolut Percentage Error (MAPE) 76,87% sedangkan Linier Regression 73,75%, sedangkan untuk peramalan kebutuhan bahan baku TBS untuk periode tahun 2018 didapatkan sebesar 7.234.164,00 ton dengan penambahan kebutuhan bahan baku sebesar 271.903 ton untuk setiap bulan.
ANALISIS SISTEM PRODUKSI GULA SEMUT FORTIFIKASI VITAMIN A DENGAN TIGA TINGKATAN KUALITAS GRADE Nina Hairiyah; Taufik Djatna
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.935 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v1i1.30

Abstract

Sistem produksi gula semut fortifikasi vitamin A dengan tiga tingkatan kualitas grade adalah sebuah sistem yang menjelaskan tentang proses produksi gula semut dengan bahan baku utama yaitu air nira dengan fortifikasi (pengkayaan kandungan) ekstrak vitamin A dan menghasilkan klasifikasi produk menjadi tiga tingkatan kualitas grade. Penulisan paper ini bertujuan untuk melakukan analisis dan klasifikasi tiga tingkatan kualitas grade pada produk akhir yang dihasilkan berdasarkan kandungan dan mengidentifikasi setiap tahapan proses produksi gula semut untuk mendapatkan keuntungan optimal. Hasil Correctly Classified Instances untuk pengklasifikasin grade A, B dan C menggunakan naïve bayes adalah sebesar 85% yang artinya meode ini layak untuk digunakan dalam aplikasi pengklasifikasian grade pada industri gula semut fortifikasi vitamin A.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Manisan Terung UD. Berkat Motekar di Desa Pemuda Kabupaten Tanah Laut Muhammad Indra Darmawan; Nina Hairiyah; Siti Hajar
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.459 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.77

Abstract

Usaha rumah tangga UD. “Berkat Motekar” merupakan salah satu usaha rumah tangga yang memproduksi atau mengolah manisan terung. Tujuan dari penelitian ini menganalisis nilai tambah dan menghitung kelayakan usaha manisan terung berkat motekar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Hayami dan aspek finansial yang meliputi NPV, Net B/C dan IRR. Hasil penelitian yang didapat pada analisis nilai tambah manisan terung adalah sebesar Rp17.847,92/kg atau 49,57% dari hasil produksi. Marjin yang diperoleh dari setiap 1 kg terung adalah sebesar Rp29.000/kg, sehingga didistribusikan untuk masing faktor yaitu keuntungan 27,06%, tenaga kerja 34,48% dan sumbangan input lain sebesar 38,46%, dari hasil persentasi yang didapatkan nilai persentasi tertinggi berada pada sumbangan input lain, sedangkan untuk hasil penelitian kelayakan usaha dalam segi aspek finansial didapatkan hasil NPV sebesar 10.592.531, Net B/C 1,543, IRR 21% dan PBP 5,4, hasil dari perhitungan kelayakan usaha ini sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan layak.
Pengaruh Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) terhadap Kadar Serat dan Daya Terima Cookies Mariatul Kiptiah; Nina Hairiyah; Ayu Nurmalasari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.017 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.72

Abstract

Kulit pisang berpotensi sebagai sumber pati untuk pembuatan tepung karena mengandung karbohidrat sebesar 18,50%. Tepung kulit pisang kepok dapat dimanfaatkan sebagai bahan pensubtitusi pembuatan cookies untuk meningkatkan nilai serat. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur rendemen tepung kulit pisang yang dihasilkan pada proses pembuatan cookies menggunakan metode pengeringan sinar matahari, menganalisis perbandingan formulasi terbaik substitusi tepung kulit pisang kepok pada cookies, dan menganalisis tingkat penerimaan panelis terhadap produk cookies yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan substitusi tepung terigu dan tepung kulit pisang kepok yaitu A1 (100% : 0), A2 (75% : 25 %), A3 (70% : 30%), A4 (65% : 35%) dan A5 (50% : 50%), kemudian dilanjutkan dengan analisis kadar air dan kadar serat. Pada masing-masing perlakukan dianalisis uji organoleptik (rasa, aroma, tekstur dan warna). Data yang diperoleh diuji ANOVA dan uji lanjutan DMRT untuk mengetahui pengaruh perlakukan pada masing-masing perlakukan cookies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tepung kulit pisang kepok perlakukan terbaik yaitu tepung terigu 75% dan tepung kulit pisang kepok 25% dengan kadar air 2,13% serta kadar serat 15,34%. Berdasarkan hasil uji daya terima, penggunaan tepung kulit pisang kapok sebesar 75% tepung terigu 25% tepung kulit pisang kepok lebih disukai oleh panelis.
Pengaruh Konsentrasi Gula pasir dan Gula Aren pada Pembuatan Nata De Coco Fatimah Fatimah; Nina Hairiyah; Riski Yulia Rahayu
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.874 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.97

Abstract

Gula pasir sudah umum digunakan sebagai sumber nutrisi pada media pembuatan nata de coco. Sedangkan gula aren belum digunakan sebagai sumber nutrisi pada media pembuatan nata de coco. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi optimal gula aren dalam pembuatan nata de coco. Perlakuan yang digunakan adalah variasi konsentrasi gula, yaitu gula pasir 2%, gula aren 2%, dan perbandingan antara gula pasir 1% : gula aren %. Pengukuran nata de coco meliputi ketebalan dan rendemen nata. Formulasi terbaik pembuatan nata de coco adalah pada perlakuan dengan konsentrasi perbandingan gula pasir 1% : gula aren 1%, menghasilkan nata dengan rendeman 76% dan tebal 0,83 cm. Sedangkan pembuatan nata menggunakan gula pasir konsentrasi 2% memiliki rendemen sebesar 45% dengn tebal 0,46 cm. Pembuatan nata menggunakan gula aren berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen nata, sehingga gula aren dapat menggantikan gula pasir dalam pembuatan nata de coco.