Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PROSES PEMBUATAN TEH DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) DENGAN PERBANDINGAN DAUN SALAM MUDA DAN DAUN SALAM TUA Mariatul Kiptiah; Nina Hairiyah; Ade Setia Rahman
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v7i2.130

Abstract

Daun salam merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia sebagai anti virus, anti mikroba, anti alergi, anti tumor dan anti oksidan. Adanya manfaat yang baik dari daun saam, maka perlu dilakukan penelitian ini melalui proses pembuatan teh daun salam yang dipilih dari kualitas teh daun salam muda dan teh saun salam tua dalam bentuk bubuk agar dapat dikonsumsi oleh manusia, karena masih kurangnya pengetahuan terhadap manfaat daun salam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas teh terbaik dari daun salam muda dan tua menggunakan pengeringan oven. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan pengeringan oven dengan perbandingan dari daun salam muda dan daun salam tua. Uji yang dilakukan adalah uji tanin, uji flavonoid, uji vitamin C, uji kadar air, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas teh daun salam yang terbaik adalah daun salam muda dengan rendemen 47,85%, kadar air 3,24%, uji tanin dan uji flavonoid menunjukan hasil positif (+),uji vitamin C 4,61 (mg/100g), serta hasil uji kesukaan panelis yang menyukai teh daun salam bernilai 7.
PENENTUAN FORMULASI DAN UMUR SIMPAN SOSIS BUAH DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA Nina Hairiyah; Jubaidah Jubaidah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.961 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i1.9

Abstract

Sosis merupakan produk olahan daging yang dihaluskan dan dicampur dengan rempah-rempah. Sosis tidak dapat di konsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat, karena ada sebagian orang yang tidak memakan daging (vegetarian), alergi ataupun tidak mampu membeli. Salah satu hal yang dapat dilakukan agar seluruh masyarakat dapat mengkonsumsi sosis adalah dengan mengganti bahan baku daging menjadi buah. Di Kabupaten Tanah Laut buah-buahan yang pemanfaatannya belum optimal antara lain adalah buah pisang, buah naga dan buah pepaya, sehingga pada penelitian ini akan dioleah sosis berbahan baku buah pisang, buah naga dan buah pepaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi terbaik dari pembuatan produk sosis buah. Analisis yang dilakukan pada produk sosis buah yaitu uji organoleptik dan uji umur simpan dengan metode ESS. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sosis buah dengan formulasi terbaik adalah produk sosis buah pisang, buah naga dan buah pepaya pada perlakuan C (T50% = 50 g tapioka : 50 g buah) dengan perolehan nilai kesukaan rata-rata tertinggi. Produk sosis buah dapat bertahan selama 15 hari dengan penyimpanan di dalam freezer.Kata kunci: Sosis, sosis buah, buah pisang, buah naga, buah pepaya, uji organoleptic, uji umur simpan
STRATEGI PEMASARAN BEPANG MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE SWOT AHP DI INDUSTRI BEPANG UD. CAP BUNGA Rizki Amalia; Nina Hairiyah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.19 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i1.89

Abstract

Trade (UD) Cap Bunga an industry houselhold products unlike bepang located in pelaihari sout Kalimantan. Research purpose analyze what factors most affect planning marketing strategies bepang internally and externally. Determine marketing strategies bepang uses the training ahp by the application of expert choice 2000. Methods used is the methods of Analysis Strengh, Weaknes, Opportunities, Threat ( SWOT) and Anaytic Hirerarchy Proces (AHP). The results of marketing strategies factors influencing the bepang is. Power (Strengh) bepang products quality product using the resulting 4,66 and industry bepang obtain certificates/business licensing letter 4,33 produced by the. Weaknes (weaknes) bepang use simple product packaging and the products of the 2,66 bepang not easlily repaired by 1,66 score.Opportunities (opportunities) product bepang easy marketed the score by which produced 4,66 and products bepang competitive with other products the score the was produced 4,66.Threat (threat) in marketing not promote a printing press and electronic media the score that was produced 2,66 and is a product similar with score that was produced 3. Alternative marketing strategy using the method of analysis of SWOT AHP is to maintain quality material so that the certificate/letter of bussiness permission to make bepang product UD. Cap Bunga easy to market and qualite competitive with ather products.
KARAKTERISTIK MEKANIK MIKROKOMPOSIT DARI TONGKOL JAGUNG DAN LIMBAH PLASTIK POLIPROPILENE Nina Hairiyah; Nuryati Nuryati; Meldayanoor Meldayanoor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.865 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v4i1.43

Abstract

Mikrokomposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuk melalui pencampuran yang tidak homogen yang terdiri dari matriks sebagai pelindung dan filler sebagai pengisi. Tongkol jagung merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan selulosa. Bahan selulosa murni yang berasal dari tongkol jagung dapat menjadi bahan pengisi alternatif karena sifat seratnya yang kuat (modulus tinggi) sehingga menghasilkan struktur kristalin. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan perbandingan terbaik antara tongkol jagung dengan menggunakan polimer Polyprophilene (PP) dilihat dari kuat lentur, kuat desak dan kuat tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tekanan/beban pengempaan maka kuat lentur produk mikrokomposit yang dihasilkan semakin besar, semakin besar tekanan/beban pengempaan maka kuat desak produk mikrokomposit yang dihasilkan juga semakin besar dan tekanan/beban pengempaan optimal yang dapat ditetapkan adalah 1400 kg, sehingga mikrokomposit yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan casing berbagai produk elektronik.
Pembuatan Mikrokomposit Dari Serat Alam Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) Dan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes)Sebagai Filler Dengan Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Sebagai Matriks Nina Hairiyah; R. Rizki Amalia; Aprilia Widyastuti
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.551 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v4i2.50

Abstract

Komposit adalah suatu material yang terdiri dari campuran atau kombinasi dua atau lebih material baik secara mikro atau makro, dimana sifat material yang tersebut berbeda bentuk dan komposisi kimia dari zat asalnya.Kombinasi antara dua atau lebih dari material pembentuk melalui pencampuran yang tidak homogen yang terdiri dari matriks sebagai pelindung dan filler sebagai pengisi. Purun tikus dan eceng gondok merupakan salah satutanaman yang memiliki kandungan selulosa. Bahan selulosa murni yang berasal dari purun tikus dan eceng gondok dapat menjadi bahan pengisi alternatif karena sifat seratnya yang kuat(modulus tinggi) sehingga menghasilkan struktur kristalin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi filler antara serat alam dari purun tikus dan eceng gondok dengan menggunakan polimer polyethylene terephthalate (PET) sebagai matriks untuk menghasilkan mikrokomposit dengan karakteristik mekanik terbaik, dilihat dari tekstur, porositas dan daya rekat. Proses pembuatan mikrokomposit terdiri dari 4 tahap yaitu pembuatan serbuk purun tikus dan eceng gondok kemudian dianalisis kadar air dan densitas, fraksi selulosa tongkol jagung, pembuatan matriks dari limbah PET dan pembuatan mikrokomposit. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebuk purun tikus 2.47% dengan rendemen 26.89% dan densitas 0.28 g/ml dan mikrokomposit terbaik yaitu MKP1 dengan filler tongkol jagung 30% dan matrikslimbah plastik PET 70%, dan hasil kadar air serbuk eceng gondok 1.99% dengan rendemen 10.24 % dan densitas 1 g/ml dan mikrokomposit terbaik yaitu MKE 3 dengan filler eceng gondok 50% dan matriks limbah plastik PET 50%.
OPTIMASI PROFIT PADA PRODUKSI GULA SEMUT FORTIFIKASI VITAMIN A DENGAN TIGA TINGKATAN KUALITAS GRADE DI PT. XYZ Nina Hairiyah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.83 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i1.19

Abstract

Optimasi profit pada produksi gula semut fortifikasi vitamin A dengan tiga tingkatan kualitas grade adalah sebuah upaya untuk mendapatkan keuntungan pada kondisi ideal pada proses produksi gula semut fortifikasi vitamin A dengan tiga tingkatan kualitas grade di PT. XYZ. Optimasi profit ini dilakukan dengan menggunakan metode linier programming. Keuntungan aktual perusahaan selama bulan yang diuji (tahun 2013) yaitu sebesar Rp 2.356.998.626 dan keuntungan perusahaan pada kondisi optimum setelah diolah menggunakan linier programming oleh software POM for Windows 3 adalah Rp 2.978.937.000, yang artinya perusahaan masih dapat menerima keuntungan tambahan sebesar Rp 621.938.374.
RIBBED SMOKE SHEET (RSS) PRODUCT QUALITY CONTROL USING STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) AT PT. XYZ Nina Hairiyah; Imron Musthofa; Iis Sakhatun
Jurnal Agroindustri Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.12.1.21-28

Abstract

One of the industries that process latex and lumps into sheets with quality RSS 1, RSS 2, and cutting is PT. XYZ is located in Banjar Regency, South Kalimantan. In the production process, PT. XYZ produces more RSS 2 and cutting products compared to its main product, namely RSS 1. This is due to various factors that result in a decrease in product quality. The purpose of this study is to analyze the quality control of RSS by using statistical quality control (SQC). The tools used are check sheets, Pareto diagrams, P control charts, and cause and effect diagrams. Based on the research that has been done, it is found that a lot of data are outside the control limits of UCL and LCL, which are caused by the initial acceptance of raw materials and the smoking process that is not up to standard. Improvements that need to be made by PT. XYZ is by maintaining the cleanliness of raw materials and placing operators to research on the RSS processing process.
ANALISIS PENYEBAB WHITE SPOT PADA SIR 20 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT. XYZ Nina Hairiyah; Imron Musthofa; Irda Handriyani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.26-33.2023

Abstract

Produk SIR 20 yang diproduksi oleh PT. XYZ sering mengalami cacat produk dan jenis cacat yang paling sering terjadi adalah cacat white spot. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyebab white spot pada SIR 20 di PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode six sigma. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan penyebab cacat white spot terdiri dari beberapa faktor yakni faktor lingkungan, proses produksi, material, mesin dan peralatan, manusia dan lingkungan. Faktor utama cacat white spot adalah karena lingkungan seperti curah hujan yang tinggi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa jumlah cacat white spot di PT.XYZ berada di tingkat nilai sigma 2,48 yang berarti termasuk dalam rata-rata industri Indonesia dengan kemungkinan kerusakan sebesar 163889 untuk setiap satu juta produksi SIR 20. Nilai ini masih cukup tinggi sehingga diperlukan beberapa upaya untuk mengurangi terjadinya cacat white spot pada produk SIR 20 di PT. XYZ yaitu dengan lebih memperhatikan kondisi penanganan jika curah hujan tinggi, serta perlu adanya sistem terintegrasi pada proses pengolahan untuk mengetahui kualitas material (bahan baku) yang masuk, kondisi mesin dan peralatan, dan SOP untuk tenaga kerja (manusia).
PERBAIKAN KUALITAS KADAR AIR DAN KADAR KOTORAN CRUDE PALM OIL (CPO) PADA MESIN PURIFIER MENGGUNAKAN KAIZEN DI PT. ACL Nina Hairiyah; Ma'ratus Sholikhah
AGROINTEK Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i2.13165

Abstract

Moisture content and dirt content are important parameters to determine the quality of Crude Palm Oil (CPO) products produced by Palm Oil Mills. In recent periods, the quality of moisture content and dirt content at the clarification station for the purifier machine at PT. ACL does not meet the specified standards, namely for moisture content of more than 0.2% and impurities content of more than 0.5% for CPO samples coming out of the purifier machine. This research was conducted to improve the quality of the water content and dirt content of CPO on the purifier machine using kaizen at PT. ACL. The results of the kaizen analysis using the 5W+1H method were applied to take corrective actions. Based on observations, after corrective action was taken, the results obtained moisture content and dirt content that did not exceed the established standards so as to improve the quality of CPO produced by PT. ACL.
IMPLEMENTASI SIX SIGMA MENGGUNAKAN NEW SEVEN TOOLS PADA PERBAIKAN KUALITAS AMPLANG DI UD KELOMPOK MELATI Raden Rizki Amalia; Nina Hairiyah; Nuryati Nuryati
AGROINTEK Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i2.13233

Abstract

UD Melati Group is a home industry for processing amplang. In the production process, non-standard products were found. This study aims to improve the quality of amplang products by identifying the types and causes of amplang defects, compiling corrective steps and implementing the repair phase. The method used is to apply six sigma using the new seven tools. Data collection is done by direct observation in the field, interviews, and literature studies. The results showed that the types of defects found in the Melati Group UD were non-swelling amplang and hollow amplang with an average sigma value of 1.9831 and a DPMO of 314,500, which means that each production process with the possibility of damage is 314,500 seeds for one million amplang seeds produced. . The main factors causing defects are dough that is too thick, forgetting to add soda, not stirring continuously during frying, stirring and mixing fish, flour and spices that are not smooth, grinding fish that is not soft, fish that are too big/old , and fish that are too small. After the repair, the sigma value increased from 1.98 to 2.3414 and the DPMO value decreased by 11.45% from 314,500 seeds to 200,000 seeds.