Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Metode Ekstraksi Terhadap Parameter Mutu Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Senna alata) Nuryati Nuryati; Raden Rizki Amalia; Nina Hairiyah; Nanis Nurisyah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 02 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i02.183

Abstract

Ketepeng Cina (Cassia alata) is a plant that is widely used to treat various skin problems caused by bacteria or fungi. Various studies have been carried out to obtain optimal extract results such as the influence of the type of drying or solvent used. The optimal extract can be used for applications in making products based on Chinese ketepeng extract such as gel, cream or soap preparations. In this research, optimization of the extraction method will be carried out to obtain extracts with the best parameters in terms of water content, yield and flavonoid values ​​resulting from extraction methods using cold methods (maceration) and hot methods (sochlet and reflux). The research results showed that the optimal extract produced was using the reflux method with a yield value of 23,24%, water content of 4,02%, total ash content of 1,20%, non-acid ash content of 1,04%, and flavonoids of 8,78%.
ANALISIS KERUSAKAN BEARING MAIN SHAFT PADA MESIN SCREW PRESS MSB 15 DENGAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. XYZ Nina Hairiyah; Imron Musthofa; Aminah Aminah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.1-7.2024

Abstract

Salah satu perusahaan kelapa sawit yang memproduksi CPO dan kernel di Kalimantan Selatan adalah PT. XYZ. Material yang sering mengalami kerusakan pada proses produksi kelapa sawit di PT. XYZ adalah bearing main shaft pada mesin screw press MSB 15 yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas CPO dan kernel yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penyebab kerusakan bearing main shaft pada mesin screw press MSB 15 dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) menggunakan informasi dan pengetahuan mengenai Overall Equipment Effectiveness (OEE), TPM, dan jam kerja mesin yang ada di stasiun press. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OEE pada mesin press di PT. XYZ berada di bawah standar, yaitu dengan nilai availability 77% yang seharusnya 90%. Nilai performance rate dan quality rate yaitu 89,57% dan 100%. Secara keseluruhan nilai OEE masih berada pada angka 68,5% masih dibawah standar yaitu 85%, yang artinya produksi yang dilakukan masih dinilai wajar namun perlu banyak perbaikan yang dilakukan. Hasil analisis yang dilakukan penyebab kerusakan bearing main shaft screw press MSB 15  stasiun press PT. XYZ adalah faktor engine error, human error, dan material.
Perbandingan Parameter Mutu Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) Menggunakan Metode Refluks, Sokhlet, dan Maserasi Hairiyah, Nina; Amalia, Raden Rizki; Nuryati, Nuryati; Faridah, Faridah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 02 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i02.181

Abstract

Butterfly pea flower (Clitoria ternatea) is a plant that is known to contain high levels of flavonoids, anthocyanins and antioxidants which can be used for food and non-food products. Butterfly flower extract can be used as an active ingredient in product manufacturing. This research aims to compare the quality parameters of pea flower extract (Clitoria ternatea) obtained using the reflux, sochlet and maceration methods from organoleptic, yield, water content, total ash content, acid insoluble ash content and flavonoid aspects. The research results showed that for organoleptic parameters, butterfly pea flower extract had a deep purplish blue color and a distinctive aroma of butterfly pea flower. Based on the parameters of yield value, water content, total ash content, acid insoluble ash content, and flavonoids, the best extraction method for pea flowers (Clitoria ternatea) is the heat method (reflux or sokhlet).  
Quality Control of SIR 20 Product Using The Statistical Quality Control (SQC) At PT. WLK Hairiyah, Nina; Rizki Amalia, Raden; Nuryati, Nuryati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v11i1.191

Abstract

Good quality is an important requirement for companies to gain competitiveness in their products on the market. PT. WLK is a company that produces SIR 20 rubber, which is currently experiencing quality problems such as white spot product defects and contamination that does not meet established quality standards. The aim of this research is to analyze the quality control of SIR 20 products at PT.WLK using the Statistical Quality Control (SQC) approach. This quality control analysis is carried out using statistical tools in the form of check sheets, P control charts, Pareto diagrams and fishbone diagrams. The results of the research carried out show that white spots are caused by several factors, namely humans, machines, environment and methods, while contamination is caused by humans, machines and materials so that it does not meet quality standards. Good quality standards, namely the absence of product defects such as white spots and contamination. Based on the results of research carried out using cause and effect diagrams, factors that cause product defects can be identified, such as human factors that are not careful enough, raw materials that are handled poorly, machines that do not receive enough maintenance, work method factors that often occur deviations in work implementation, and weather factors that often change.
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Stick Puff Pastry Dengan Variasi Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Amalia, Rizki; Hairiyah, Nina; Nuryati, Nuryati; Aulia, Zaitun
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v11i2.212

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) dalam kondisi kering mengandung gizi yang lebih tinggi, seperti protein, serat, karbohidrat, dan kalsium, dibandingkan kondisi basah. Potensi ini dimanfaatkan untuk menghasilkan tepung daun kelor yang digunakan menjadi bahan substitusi pada produk puff pastry stick. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkarakterisasi sifat kimiawi produk berupa kadar air, kadar abu, kadar protein, dan serat kasar, (2) menganalisis organoleptik melalui metode hedonik berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta (3) menentukan formulasi terbaik menggunakan metode Bayes dengan variasi penambahan tepung daun kelor: F0 (tanpa tepung daun kelor), F1 (2,5 g tepung daun kelor), F2 (5 g tepung daun kelor), F3 (7,5 g tepung daun kelor), dan F4 (10 g tepung daun kelor). Hasil karakterisasi kimiawi menunjukkan bahwa puff pastry stick dengan kelima formulasi memenuhi standar mutu SNI untuk cookies, kecuali pada kadar protein formula F0 dan serat kasar. Uji organoleptik yang melibatkan 30 panelis menunjukkan bahwa formula F1 (penambahan 2,5 g tepung daun kelor) paling disukai berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Dengan demikian, formulasi terbaik pada penelitian ini adalah F1, yang memberikan keseimbangan nutrisi dan tingkat penerimaan organoleptik yang optimal.
INOVASI BODY SCRUB BERBASIS BERAS KETAN PUTIH (Oryza sativa glutinosa) DAN LIDAH BUAYA Salafiah, Elivi Sofi; Audiensi, Aulia; Hairiyah, Nina; Zein, Mufrida; Humairoh, Aisah
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v11i2.193

Abstract

Body scrub termasuk dalam kategori sediaan kosmetik yang berperan dalam membantu proses eksfoliasi kulit, yaitu dengan menghilangkan lapisan sel-sel kulit mati serta kotoran yang menempel pada permukaan kulit. Pemilihan jenis produk perawatan kulit perlu mempertimbangkan kondisi kulit individu, sebab permasalahan yang paling sering muncul adalah kecenderungan kulit menjadi kering. Penelitian ini bertujuan memperoleh formulasi optimal body scrub berbahan dasar beras ketan putih dan lidah buaya dengan fungsi sebagai pembersih sekaligus pelembab kulit. Variasi konsentrasi gel lidah buaya dan beras ketan masing-masing yang digunakan untuk formulasi A sebanyak 2%, formulasi B sebanyak 4%, dan formulasi C sebanyak 6%. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik, pH, potensi iritasi, serta stabilitas emulsi. Hasil menunjukkan bahwa formulasi B merupakan kombinasi paling optimal dengan karakteristik berwarna putih, tingkat kesukaan aroma sebesar 70%, warna sebesar 87,67%, tekstur sebesar 83,33%, skor pH 7, tekstur mengandung butiran scrub, tidak menimbulkan iritasi pada 96,67% dari 30 panelis, memiliki kestabilan emulsi sebesar 81,65% dan layak dikembangkan lebih lanjut.
KARAKTERISTIK SAMPO BERBASIS EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata) Lestari, Ema; Hairiyah, Nina; Agustin, Nisa
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.83-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak kulit pisang kepok (Musa acuminata) sebagai bahan aktif dalam formulasi sampo serta menentukan formula terbaik berdasarkan karakteristik fisikokimia dan preferensi konsumen. Empat formula sampo yaitu (F0–F3) dengan variasi konsentrasi ekstrak (0%–6%) diuji secara fisik (homogenitas, viskositas, pH, kadar air, dan tinggi busa) dan sensori melalui uji hedonik oleh 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi standar mutu sampo berdasarkan SNI 06-2642-1992. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak berpengaruh signifikan terhadap parameter warna, aroma, dan tekstur (p < 0,05), dengan formulasi F1 paling disukai secara organoleptik. Selanjutnya, dilakukan analisis menggunakan metode Bayes untuk menentukan formulasi optimal berdasarkan pembobotan seluruh parameter. Hasil analisis menunjukkan bahwa formulasi F3 (penambahan 6% ekstrak kulit pisang kepok) merupakan formula terbaik secara keseluruhan, karena memberikan performa tertinggi pada sebagian besar parameter kualitas. Temuan ini mendukung pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan aktif alternatif dalam produk kosmetik ramah lingkungan.
PERAN KOMPOSISI MINERAL PADA AIR GAMBUT DALAM MEMPERCEPAT REAKSI PEMBENTUKAN GAS HIDROGEN PADA PROSES ELEKTROLISIS Musthofa, Imron; Artika, Kurnia Dwi; Hairiyah, Nina; Nugraheni, Ika Kusuma
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v16i1.1635

Abstract

The existence of peatlands in Indonesia is quite extensive, but many peatlands in Indonesia are not utilized properly. So, peatlands are left as is. The low pH value of peatlands makes it very difficult to use peatlands as agricultural land and can only be planted with grass and other wild plants. Apart from that, the air from peatlands is also very abundant and of course cannot be used for consumption because the pH level is low, ranging from 3.2–4.7. Due to its low pH value, peat water also contains various metallic minerals such as Na, Mg, Al, Fe, Ca, K, and others. The mineral compounds contained in peat water indirectly produce electrolyte properties and can be used as a catalyst to speed up the reaction to produce hydrogen gas using the electrolysis method. The use of peatlands in South Kalimantan as a source of renewable energy, especially in its use as a source of hydrogen gas, is an innovative concept in providing alternative energy potential to support sustainable development. In the electrolysis process, peat water can produce an electrical voltage of 12 V which flows through the cathode and anode. From the results of research that has been carried out, the highest hydrogen gas productivity value in the M4 variable is 29 mL. This is influenced by the number of minerals in the composition of peat water. The highest electric current flowing was 0.17 A, and the highest power produced was 2.1 watts for an electrolysis time of 20 minutes.
ANALISIS PENAMBAHAN KONSENTRASI MINYAK LENGKUAS (Alpinia galanga L.) DALAM PEMBUATAN LOSION PENOLAK NYAMUK Hairiyah, Nina; Puspita, Yunita Dewi; Ilmannafi'an, Adzani Ghani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.29.1.102-112.2025

Abstract

Salah satu jenis penyakit tropis yang masih sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia adalah demam berdarah. Pemakaian sediaan losion penolak nyamuk adalah salah satu cara masyarakat dapat mencegah penyakit ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas losion penolak nyamuk dengan penambahan minyak atsiri lengkuas (Alpinia galanga L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan kosentrasi penambahan minyak lengkuas sebesar 5%, 10%, dan 15%. Sediaan losion yang dihasilkan dilakukan pengujian sifat fisik, organoleptik, dan efektivitas. Hasil pengujian sifat fisik yang didapatkan menunjukkan bahwa semua formulasi sediaan losion memiliki sifat yang homogen, dengan nilai pH berkisar 6,40-5,97 yang berarti asam, dengan nilai daya sebar tertinggi sebesar 6,12 cm, dan tidak menimbulkan iritasi. Pengujian organoleptik yang dilakukan selama 14 hari menunjukkan bahwa hanya terjadi perubahan tekstur pada formulasi F2 dan F3. Sediaan losion penolak nyamuk yang memiliki efektivitas atau daya proteksi tertinggi adalah formulai F3 dengan rata-rata efektivitas sebesar 72,13% selama 6 jam. Berdasarkan ANOVA, perbedaan penambahan konsentrasi minyak lengkuas tidak berpengaruh terhadap homogenitas dan iritasi. Namun berpengaruh terhadap pH, daya sebar, dan efektivitas sediaan losion.
Analisis Kehilangan Minyak pada Stasiun Press di Pabrik Kelapa Sawit Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Fina Putri; Nina Hairiyah; Nuryati; Raden Rizki Amalia; Ema Lestari; Tasya Ariani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v13i1.273

Abstract

Pengolahan kelapa sawit merupakan sektor agroindustri yang memerlukan efisiensi proses yang tinggi untuk memaksimalkan perolehan minyak dan meminimalkan kehilangan minyak (oil loss). Penelitian ini bertujuan menganalisis kehilangan minyak pada stasiun pengepresan di salah satu pabrik kelapa sawit di Kalimantan Selatan, Indonesia menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) yang didukung oleh 5 Why Analysis. Data dikumpulkan selama periode November 2024–Februari 2025 melalui observasi lapangan, wawancara, dan data operasional perusahaan. Standar internal perusahaan untuk kehilangan minyak pada stasiun pengepresan adalah 4,0%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehilangan minyak mengalami peningkatan dari 3,78% pada November 2024 menjadi 4,07% pada Februari 2025 sehingga melampaui standar perusahaan, dengan nilai tertinggi sebesar 4,12% pada Press 1. Kelebihan kehilangan minyak sebesar 0,07% tersebut menyebabkan potensi kerugian finansial sebesar Rp75.600.000 dalam satu bulan. Hasil FTA menunjukkan bahwa kehilangan minyak dipengaruhi oleh empat kelompok faktor utama, yaitu sumber daya manusia (kurangnya kontrol proses dan ketidakpatuhan terhadap SOP), mesin (keausan komponen screw press dan perawatan yang belum optimal), material (sterilisasi yang kurang sempurna dan tingkat kematangan TBS yang tidak seragam), serta metode (pengendalian tekanan uap dan cone gap yang belum optimal). Berdasarkan akar penyebab yang teridentifikasi, disusun rekomendasi perbaikan yang meliputi peningkatan kompetensi operator, penerapan preventive maintenance, penguatan pengendalian kualitasbahan baku dan proses sterilisasi, serta pemantauan parameter operasi secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTA yang didukung 5 Why Analysis dapat digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kehilangan minyak secara sistematis dan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan pada stasiun pengepresan.