Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

THE STUDY OF TREE LEVEL IN ANGGOMATE WATERSHED AREA , SOUTHEAST SULAWESI Ikbal Ikbal; Aqmal Khaery; Fachruddin Fachruddin
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol 8, No 1 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v8i1.4581

Abstract

Anggomate River has ecological and economic value for the local community. Massive community activities in utilizing land in the Anggomate watershed area for plantation, inhabitation, and sand mining lands can cause the tree vegetation decline, even flood often occurs in Andowia region annually. The research method used was a quantitative method. Sampling was performed through a plot-transect method. The plots were placed on the downstream (Labungga Village river area), middle (Laronaga Village river area), and upstream (Andowia Village river area) regions. The study results showed that there are 35 tree species with the individual number of 64. The highest importance value index was obtained from Ficus benjamina L. at 29.38%, Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) at 25.64%, and  Lansium domesticum Corr. at 16.81%. The dominance index of the tree species in the Anggomate river area was 0.971, which indicates that one of the tree species dominated this area, namely, Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) (Roxb.) Miq). The diversity index in the Anggomate watershed area includes in high category (H’= 3.402 atau H’ > 3). The distribution index includes in the evenly distribution category due to obtaining closely approaching the value of 1 (E= 0.818).
Mangroves ecosystem management strategies in Passare Apua Village, Lantari Jaya Sub-Distict, Bombana Regency, Southeast Sulawesi STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PASSARE APUA KECAMATAN LANTARI JAYA KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGA Aqmal Khaery; Cecep Kusmana; Yudi Setiawan
Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.7.1.%p

Abstract

Mangrove ecosystem management practices that are not environmentally friendly was one of the threats made by people in coastal areas at Passare Apua Village. The study was aimed to analyze mangrove deforestation and degradation level, mangrove species composition and diversity and to formulate strategy of mangrove ecosystem management at Passare Apua Village, Southeast Sulawesi. Some analysis were done in this study such as: remote sensing system with supervised classification methods, vegetation analysis by line transect and plot methods, description and SWOT analysis. The results showed that mangrove deforestation is happened since 1981 untill 2014 as large as 1 156.81 hectares. In 1981, mangrove ecosystem in Passare Apua was dominated by non-degraded mangroves, while in 2014 dominated by severely degraded ones. Vegetation analysis results showed that there are found 13 species of mangroves. Bruguiera gymnorrhiza was a dominant species at the slightly and moderately degraded mangrove communities, while Rhizophora mucronata was a dominant species at the severely degraded mangrove community. Causative factors of mangrove degradation were economic factors, low education and skills, and lack of control from the authorities. Based on the SWOT’s diagram and matrix, the strategy position of mangrove management at the research site is located at first kuadrant (aggressive strategy).Key words: deforestation, degradation, mangrove ecosystems, mangrove management strategy, Southeast Sulawesi.
Studi Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) Berdasarkan Nilai Ambang Batas (NAB) di Sungai Motui Kabupaten Konawe Utara Matius Paundanan; Ikbal Ikbal; Fachruddin Fachruddin; Aqmal Khaery
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v14i1.26203

Abstract

Sungai Motui merupakan salah satu sungai yang terletak di Konawe Utara dan rawan mengalami pencemaran karena di sekitar sungai Motui telah terjadi aktivitas pertambangan nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran logam berat Pb dan Cu pada air dan sedimen di Sungai Motui Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada 10 titik sampling. Analisis Pb dan Cu dalam air, dan sedimen menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil analisis Pb dan Cu pada air yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta hasil analisis Pb dan Cu pada sedimen dibandingkan dengan baku mutu Swedish Environmental Protection Agency (SEPA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cu di perairan Sungai Motui berkisar
Training on making Pidada syrup and jam for the people of Roda Village, South Konawe Agusrinal Agusrinal; Ismi Fadjriah Hamzah; Samsi Burhan; Armadi Chairunnas; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya; La Ode Ismail; Syahruddin Syahruddin; Habil Hamid; Murni Murni
Community Empowerment Vol 8 No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8001

Abstract

Roda Village, which is located on the coast of Moramo Bay, has a fairly extensive mangrove area, most of which have been converted into shrimp and milkfish ponds. Converting mangrove land into ponds is quite dangerous if not balanced with land restoration efforts. One type of mangrove that is abundant on the coast of Roda Village is pidada (Sonneratia caseolaris). This activity aims to provide education to the public about the role and utilization of mangrove plants and processing pidada fruit into syrup and jam so that it can become an alternative livelihood. This activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach to involve the active role of the community in implementing the activity. The result of this activity is that the people of Roda Village can understand the role and utilization of mangrove plants. In addition, the people of Roda Village can process Pidada fruit into syrup and jam.
POLA PERTUMBUHAN DAN KEANEKARAGAMAN GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI KONAWE SELATAN, INDONESIA Sri Ayu Ningsih; Armadi Chairunnas; Hilda Ayu Melvi Amalia; Agusrinal Agusrinal; Samsi Burhan; Aqmal Khaery
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69972/biokatalis.v1i1.27

Abstract

Hutan mangrove adalah sebutan untuk sekelompok tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut pantai. Hutan mangrove dikenal juga dengan sebutan hutan payau.  Desa Akuni yang disebabkan oleh aktifitas masyarakat dengan mengekploitasi hutan untuk dijadikan lahan pertambakan serta pemanfaatan pohon dari jenis mangrove sebagai bahan bakar atau perabot rumah tangga sehingga terjadi kerusakan atau terdegradasinya hutan mangrove tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di konawe selatan.  Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain termometer, hand refractometer, GPS, kantong sampel (cool box), parang, patok kayu, meteran roll, tali rafia, soil tester, kamera digital, pH meter, timbangan Ohaus, Vernier Caliper, oven, dan tanur. Bahan-bahan yang digunan dalam penelitian ini yaitu gastropoda, alkohol 70%, aquades, sampel air laut, serta sedimen. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan pada saat air surut dengan membuat plot berukuran 20x20 sebanyak 2 buah. Sampel gastropoda diidentifikasi di Laboratorium Ekologi dan Taksonomi Jurusan Biologi FMIPA Unhalu. Parameter lingkungan yang diukur antara lain suhu, salinitas, pH, dan KOT. Analisis data menggunakan rumus BT = a(PC)b. Hasil penelitian menunjukkan Gastropoda yang ditemukan di desa Akuni adalah10 jenis. Tipe substrat pada plot 1 adalah pasir berlumpur. Hasil analisis regresi menunjukkan gastropoda yang ditemukan pada plot 1 dan 2 di desa Akuni termasuk kedalam pola pertumbuhan alometrik negatif (b<3)
DIVERSITAS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI Aswir Aswir; Armadi Chairunnas; Samsi Burhan; Agusrinal Agusrinal; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan Gastropoda pada ekosistem mangrove Teluk Kendari. penelitian ini menggunakan metode transek plot kuasrat. Sampel dari penelitian ini adalah jenis-jenis gastropoda yang ditemukan dalam plot pengamatan pada ekosistem mangrove di Teluk Kendari. variabel yang diamati adalah keanekaragaman jenis Gastropoda yang terdapat dalam plot pengamatan pada setiap stasiun penelitian. Paraneter yang dianalisis indeks kelimpahan, indeks dominasi dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan total Gastropoda yang ditemukan pada empat stasiun sebanyak 6 jenis. Jenis Pirenella cingulata, Cassidula aurisfelis, Auriculastra subula, Pythia plicata, Pirenella sp, dan Salinator fragilis. Nilai indeks dominasi Gastropoda pada ekosistem mangrove di Teluk Kendari berdasarkan perhitungan Simpson pada stasiun l adalah 0,266897 berarti tidak ada jenis yang mendominasi pada ekosistem mangrove Teluk Kendari, perhitungan Simpson pada stasiun ll adalah 0,295573 berarti tidak ada jenis yang mendomiasi. selanjutnya hasil perhitungan Simpson pada stasiun lll adalah 0,255425 berarti tidak ada jenis yang mendominasi, dan terakhir hasil perhitungan Simpson pada stasiun lV adalah 0,251504 berarti tidak ada jenis yang mendominasi pada ekosistem mangrove Teluk Kendari. Nilai indeks keanekaragaman Gastropoda pada ekosistem mangrove di Teluk Kendari berdasarkan perhitungan Shannon-Wienner pada stasiun l dalam kategori sedang  dengan nilai H’ sebesar 1,49. Pada stasiun ll dalam kategori sedang dengan nilai H’ sebesar 1,37. Selanjutnya pada stasiun lll dalam kategori sedang dengan nilai H’ sebesar 1,48, dan yang terakhir pada stasiun lV dalam kategori sedang dengan nilai H’ sebesar 1,51
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU KALEDUPA, KABUPATEN WAKATOBI Nurhalisa Nurhalisa; Agusrinal Agusrinal; Armadi Chairunnas; Samsi Burhan; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode transek dengan plot kuadrat (1x1m). Sampel dari penelitian ini adalah jenis-jenis gastropoda yang ditemukan dalam plot pengamatan pada ekosistem mangrove di Pulau Kaledupa. Variabel yang diamati adalah komposisi dan keanekaragaman jenis gastropoda yang terdapat dalam plot pengamatan pada setiap stasiun penelitian. Parameter yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, indeks nilai penting, kemerataan jenis, indeks keanekaragaman, pola penyebaran, persamaan dan perbedaan, serta pengaruh faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan total gastropoda yang di temukan pada ketiga stasiun penelitian sebanyak 20 jenis. Jenis Terebralia sulcata merupakan jenis yang paling tinggi nilai INP, dominasinya dan memiliki penyebaran yang sangat luas baik berdasarkan tegakan mangrove ataupun distribusinya pada setiap stasiun. Indeks keanekaragaman jenis berturut-turut di Stasiun I, Stasiun II, dan Stasiun III yaitu 1,577, 0,617, dan 0,467. Indeks kesamaan antara Stasiun II dan III lebih tinggi (71,46%) yang mengindikasikan bahwa komposisi jenis gastropoda antara kedua stasiun tersebut hampir sama
PENGGUNAAN TANAMAN KENIKIR SEBAGAI OBAT HERBAL DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PENYAKIT DIABETES MELITUS Sri Rahayu Amandari; Samsi Burhan; Agusrinal Agusrinal; Armadi Chairunnas; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang disebabkan karena tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula, serta hormon insulin mengalami gangguan atau tidak memenuhi syarat dan menjadi penyebab kematian terbesar ke-2 penduduk perkotaan usia 45-54 tahun. Bagian tanaman kenikir merupakan tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai salah satu obat penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan tanaman kenikir sebagai obat herbal dalam menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain experimental simple random sampling Sampel dalam penelitian ini adalah tikus mencit. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kenikir dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit dengan nilai p value = 0,033 < 0,05. Ekstrak daun kenikir efektif digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus
Distribusi Telescopium Telescopium Pada Vegetasi Mangrove di Desa Ollo, Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Agusrinal, Agusrinal; Muhsimin, Muhsimin; Khaery, Aqmal; Izal, Izal
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 2 No. 1 (2025): TERBITAN JANUARI (On Process)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69972/biokatalis.v2i1.347

Abstract

Penelitian ini menganalisis distribusi dan kelimpahan Telescopium telescopium pada vegetasi mangrove di Desa Ollo, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Dengan menggunakan metode survei kuadrat acak, parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, kandungan organik tanah (KOT), dan jenis substrat diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. telescopium memiliki kelimpahan tertinggi pada tegakan Bruguiera gymnorrhiza, mencapai 1,571 individu per meter persegi, dengan pola distribusi seragam yang mengindikasikan adanya kompetisi antarindividu. Studi ini mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi distribusi, termasuk suhu (30-34°C), salinitas (35-39‰), dan KOT tinggi pada substrat berlumpur (23,83%-24,52%). Kondisi ini menyediakan habitat optimal bagi T. telescopium, spesies detritivor yang bergantung pada bahan organik. Namun, degradasi habitat akibat aktivitas manusia, seperti deforestasi mangrove dan polusi, menjadi ancaman signifikan bagi spesies ini. Temuan ini menekankan pentingnya inisiatif konservasi mangrove untuk mendukung populasi T. telescopium dan keanekaragaman hayati ekosistem pesisir. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk merumuskan strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan di Wakatobi, terutama dalam mitigasi kehilangan keanekaragaman hayati.
Pemberdayaan UMKM Pengrajin Caping Tradisional Khas Tolaki Di Kecamatan Sampara Bangki, Rafida; Aqmal Khaery; Wa Ode Nila Farlin; Syahruddin, Syahruddin; Samsi Burhan; Haslianti, Haslianti; Zahra Rahman
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.11426

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok pengrajin caping tradisional khas Tolaki di Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi tidak adanya sistem pembukuan usaha, lemahnya pemanfaatan laba secara produktif, kurangnya kesadaran akan pelestarian bahan baku dan lingkungan, hingga keterbatasan dalam pemasaran digital dan branding produk. Metode yang digunakan adalah pendampingan intensif dan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan lapangan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan mitra, yang dibuktikan melalui uji pre-test dan post-test. Skor rata-rata peserta meningkat pada seluruh aspek, mulai dari pembukuan, pengelolaan keuangan, konservasi lingkungan, hingga pemasaran digital. Program ini berhasil mendorong mitra untuk lebih mandiri, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada keberlanjutan usaha berbasis budaya lokal. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah.