Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Resistance Analysis of CRISPR/Cas9 Genome-Edited Chili M2 Mutant Lines against Pepper Yellow Leaf Curl Viral Disease Prasetya, Wandy Murti; Hadiarto, Toto; Enggarini, Wening; Polosoro, Aqwin; Suharsono, Suharsono
Jurnal AgroBiogen Vol 17, No 1 (2021): JUNE
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v17n1.2020.p1-10

Abstract

Pepper yellow leaf curl virus (PepYLCV) infection transmitted by silverleaf whitefly (Bemisia tabaci [Gennadius]) can decrease chili pepper yield up to 100%. At this moment, there is no chili pepper variety resistant to PepYLCV available. Genome editing approach through CRISPR/Cas9 is an effort to develop variety resistance to the viral infection. The purpose of this study was to obtain M2 lines developed by CRISPR/Cas9 system on proliferating cell nuclear antigen (PCNA) gene for resistance to PepYLCV. A total of four M2 lines (C47-7, L84-2, L84-23, and L120-19) consisting of 60 chili plants were tested for their resistance to PepYLCV. PCR analysis was performed to detect the presence (infection) of the virus. The results showed that a total of 35 plants derived from the four lines were resistant to PepYLCV. They consisted of 7 plants from C47-7 line, 11 plants from L84-2 line, 9 plants from L84-23 line, and 8 plants from L120-19 line. PCR analysis confirmed that the resistant plants obtained from this study were negatively infected by the virus. Since not all tested plants were resistant to virus infection, the PCNA gene allele in these resistant lines were most likely heterozigotes. Sequencing of PCNA gene of the resistant lines is needed to confirm that the resistance phenotypes obtained was due to mutation of the gene. Therefore, further selection needs to be performed to obtain stable and PepYLCV-resistant lines.
Training on making Pidada syrup and jam for the people of Roda Village, South Konawe Agusrinal Agusrinal; Ismi Fadjriah Hamzah; Samsi Burhan; Armadi Chairunnas; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya; La Ode Ismail; Syahruddin Syahruddin; Habil Hamid; Murni Murni
Community Empowerment Vol 8 No 6 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8001

Abstract

Roda Village, which is located on the coast of Moramo Bay, has a fairly extensive mangrove area, most of which have been converted into shrimp and milkfish ponds. Converting mangrove land into ponds is quite dangerous if not balanced with land restoration efforts. One type of mangrove that is abundant on the coast of Roda Village is pidada (Sonneratia caseolaris). This activity aims to provide education to the public about the role and utilization of mangrove plants and processing pidada fruit into syrup and jam so that it can become an alternative livelihood. This activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach to involve the active role of the community in implementing the activity. The result of this activity is that the people of Roda Village can understand the role and utilization of mangrove plants. In addition, the people of Roda Village can process Pidada fruit into syrup and jam.
DIVERSITAS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI Aswir Aswir; Armadi Chairunnas; Samsi Burhan; Agusrinal Agusrinal; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan Gastropoda pada ekosistem mangrove Teluk Kendari. penelitian ini menggunakan metode transek plot kuasrat. Sampel dari penelitian ini adalah jenis-jenis gastropoda yang ditemukan dalam plot pengamatan pada ekosistem mangrove di Teluk Kendari. variabel yang diamati adalah keanekaragaman jenis Gastropoda yang terdapat dalam plot pengamatan pada setiap stasiun penelitian. Paraneter yang dianalisis indeks kelimpahan, indeks dominasi dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan total Gastropoda yang ditemukan pada empat stasiun sebanyak 6 jenis. Jenis Pirenella cingulata, Cassidula aurisfelis, Auriculastra subula, Pythia plicata, Pirenella sp, dan Salinator fragilis. Nilai indeks dominasi Gastropoda pada ekosistem mangrove di Teluk Kendari berdasarkan perhitungan Simpson pada stasiun l adalah 0,266897 berarti tidak ada jenis yang mendominasi pada ekosistem mangrove Teluk Kendari, perhitungan Simpson pada stasiun ll adalah 0,295573 berarti tidak ada jenis yang mendomiasi. selanjutnya hasil perhitungan Simpson pada stasiun lll adalah 0,255425 berarti tidak ada jenis yang mendominasi, dan terakhir hasil perhitungan Simpson pada stasiun lV adalah 0,251504 berarti tidak ada jenis yang mendominasi pada ekosistem mangrove Teluk Kendari. Nilai indeks keanekaragaman Gastropoda pada ekosistem mangrove di Teluk Kendari berdasarkan perhitungan Shannon-Wienner pada stasiun l dalam kategori sedang  dengan nilai H’ sebesar 1,49. Pada stasiun ll dalam kategori sedang dengan nilai H’ sebesar 1,37. Selanjutnya pada stasiun lll dalam kategori sedang dengan nilai H’ sebesar 1,48, dan yang terakhir pada stasiun lV dalam kategori sedang dengan nilai H’ sebesar 1,51
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU KALEDUPA, KABUPATEN WAKATOBI Nurhalisa Nurhalisa; Agusrinal Agusrinal; Armadi Chairunnas; Samsi Burhan; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode transek dengan plot kuadrat (1x1m). Sampel dari penelitian ini adalah jenis-jenis gastropoda yang ditemukan dalam plot pengamatan pada ekosistem mangrove di Pulau Kaledupa. Variabel yang diamati adalah komposisi dan keanekaragaman jenis gastropoda yang terdapat dalam plot pengamatan pada setiap stasiun penelitian. Parameter yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, indeks nilai penting, kemerataan jenis, indeks keanekaragaman, pola penyebaran, persamaan dan perbedaan, serta pengaruh faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan total gastropoda yang di temukan pada ketiga stasiun penelitian sebanyak 20 jenis. Jenis Terebralia sulcata merupakan jenis yang paling tinggi nilai INP, dominasinya dan memiliki penyebaran yang sangat luas baik berdasarkan tegakan mangrove ataupun distribusinya pada setiap stasiun. Indeks keanekaragaman jenis berturut-turut di Stasiun I, Stasiun II, dan Stasiun III yaitu 1,577, 0,617, dan 0,467. Indeks kesamaan antara Stasiun II dan III lebih tinggi (71,46%) yang mengindikasikan bahwa komposisi jenis gastropoda antara kedua stasiun tersebut hampir sama
PENGGUNAAN TANAMAN KENIKIR SEBAGAI OBAT HERBAL DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PENYAKIT DIABETES MELITUS Sri Rahayu Amandari; Samsi Burhan; Agusrinal Agusrinal; Armadi Chairunnas; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang disebabkan karena tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula, serta hormon insulin mengalami gangguan atau tidak memenuhi syarat dan menjadi penyebab kematian terbesar ke-2 penduduk perkotaan usia 45-54 tahun. Bagian tanaman kenikir merupakan tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai salah satu obat penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan tanaman kenikir sebagai obat herbal dalam menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain experimental simple random sampling Sampel dalam penelitian ini adalah tikus mencit. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kenikir dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit dengan nilai p value = 0,033 < 0,05. Ekstrak daun kenikir efektif digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus
Inovasi Produk Olahan Pangan melalui Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari Ahmad, Sitti Wirdhana; Ardiansyah, Ardiansyah; Yanti, Nur Arfa; Ambardini, Sri; Muzuni, Muzuni; Amirullah, Amirullah; Prasetya, Wandy Murti
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.50

Abstract

ABSTRACT Coconut fruit processing produces by-products in the form of coconut pulp. Coconut pulp organic waste has a high fiber content that can benefit the body when consumed. So far, coconut pulp is only used as animal feed with very low product prices. The high amount of fiber content and the potential for protein and fat, provide opportunities for waste dregs to be developed into processed products. One of the efforts that can be done is to optimize the use of organic waste of coconut pulp into flour as raw material for making bread through community service activities. The problem faced by partners is the lack of information obtained by the community about making coconut pulp flour which can be used as a substitute for wheat flour for other food products.   The solution to this problem is to provide training and guidance on making coconut pulp flour and its processed products. This service aims to improve the skills of mothers by utilizing their potential and the potential of available natural resources optimally, in an effort to increase economic income. This training is the use of coconut pulp into flour for mothers in Talia Village, Abeli District, Kendari City. This method of service uses lectures, discussions and demonstrations. This training was attended by mothers in Talia Village, Abeli District. The results of the training obtained by the mothers of Talia Village can make bread from coconut pulp with various flavors. The training greatly supports the improvement of participants' skills and knowledge. During the training, all mothers enthusiastically participated in the course of activities and actively discussed both ways. Participants understand and can practice the technique of processing coconut pulp into raw materials for making bread and can be a business opportunity. Keywords: Coconut Dregs Waste, Coconut Dregs Flour, Bread, Kelurahan Talia   Abstrak Pengolahan buah kelapa menghasilkan produk samping berupa ampas kelapa. Limbah organik ampas kelapa memiliki kandungan serat yang tinggi yang dapat bermanfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi. Selama ini ampas kelapa hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan harga produk yang sangat rendah. Kandungan jumlah serat yang tinggi serta potensi protein dan lemak, memberi peluang limbah ampas untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik ampas kelapa menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan roti melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Permasalahan  yang  dihadapi  oleh  mitra  adalah  kurangnya  informasi  yang  didapatkan  oleh masyarakat tentang   pembuatan   tepung   ampas   kelapa   yang   dapat dimanfaatkan   sebagai   pengganti   tepung   terigu   untuk   produk   pangan   lainnya.   Solusi dari permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan dan bimbingan tentang pembuatan tepung ampas kelapa beserta produk olahannya. Pengabdian ini bertujuan meningkatan keterampilan ibu-ibu dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dan potensi SDA yang tersedia secara optimal, dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi. Pelatihan ini merupakan pemanfaatan ampas kelapa menjadi tepung pada ibu ibu Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota Kendari. Metode pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Pelatihan ini diikuti oleh ibu ibu di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli. Hasil pelatihan diperoleh ibu-ibu Kelurahan Talia dapat membuat roti dari ampas kelapa dengan berbagai rasa. Pelatihan tersebut sangat mendukung peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta. Selama pelatihan, semua ibu-ibu antusias mengikuti jalannya kegiatan serta aktif berdiskusi dua arah. Peserta memahami dan dapat mempraktikkan teknik pengolahan ampas kelapa menjadi bahan baku pembuatan roti dan dapat menjadi peluang usaha. Kata Kunci: Limbah Ampas Kelapa, Tepung Ampas Kelapa, Roti, Kelurahan Talia