Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGENALAN VAKSINASI COVID-19 DAN PHBS DI TPQ PERMATA JOMBOR SUKOHARJO Nestri Handayani; Inayatush Sholihah; Novita Dhewi Ikakusumawati; Rasmaya Niruri; Fea Prihapsara; Yeni Farida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15588

Abstract

Seiring dengan perkembangan kasus COVID-19 yang melandai, beberapa daerah kini mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak hanya pada pendidikan formal namun juga pendidikan non-formal. Pendidikan nonformal dapat dilaksanakan dimana saja seperti jalur pendidikan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ). Santriwan dan santriwati yang masih tergolong anak-anak juga harus dilindungi supaya tidak terjadi penyebaran virus melalui kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di TPQ. Pemberian pengetahuan tentang PHBS dan vaksinasi COVID-19 sangat penting untuk merubah sikap dan perilaku anak terutama dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di TPQ Permata Jombor berada di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Penyuluhan diintegrasikan dengan kegiatan TPQ yang pelaksanaannya lebih fleksibel dan mencakup siswa-siswi dari usia 4 hingga 12 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi berbasis aktivitas untuk menarik perhatian siswa dan mempermudah siswa dalam memahami materi. Informasi disampaikan melalui video edukasi, buku cerita bergambar, leaflet, buletin dan poster. Sebanyak 37 siswa mengikuti kegiatan ini dan semua siswa sangat interaktif. Hasil dari kegiatan ini siswa menjadi paham pentingnya vaksinasi serta penerapan PHBS untuk mencegah penularan virus COVID-19. Dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat akan semakin banyak dan semakin cepat masyarakat terlindungi dari COVID-19  
Penyuluhan tentang Keamanan Sediaan Obat Sirup pada Warga Dusun Randusari, Mojosongo, Jebres, Surakarta Inayatush Sholihah; Nestri Handayani; Novita Dhewi Ikakusumawati; Vinci Mizranita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11066

Abstract

ABSTRAK Kasus gagal ginjal akut telah menimpa ratusan anak di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kejadian ini dikaitkan dengan penggunaan obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Dusun Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta mengenai keamanan obat sirup. Minimnya pengetahuan warga tentang keamanan obat sirup disebabkan mayoritas warga tidak memperoleh pendidikan yang cukup tinggi dan mayoritas warga hanya bekerja sebagai pemulung. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara tatap muka dengan warga. Kegiatan diawali dengan pengenalan tentang penggolongan obat dan Dagusibu Obat Sediaan Cair. Dilanjutkan dengan edukasi tentang Keamanan Obat Sirup dan dan Mengenali Gejala Klinis Gagal Ginjal Akut pada Anak. Media pembelajaran yang digunakan adalah video edukasi, leaflet, dan buletin. Evaluasi keberhasilan program dilakukan dengan membandingkan antara hasil pretest dan postest. Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 25 warga. Dari pretest diperoleh hasil rerata 79,73. Hasil postest diperoleh peningkatan pengetahuan dari peserta dengan hasil rerata nilai 89,60. Dengan terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Dusun Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta ini, mampu meningkatkan pengetahuan peserta yang terlihat dari antusias peserta yang bertanya, berdisukusi dan berbagi pengalaman seputar obat-obatan, serta peningkatan nilai postest. Kata Kunci: Penyuluhan, Keamanan Obat Sirup, Randusari  ABSTRACT Cases of acute kidney failure have befallen hundreds of children in Indonesia in recent times. This incident was associated with the use of drug syrup containing ethylene glycol and diethylene glycol contamination. This community service aimed to increase the knowledge of the residents of Randusari Hamlet, Mojosongo Village, Jebres District, Surakarta City regarding the safety of syrup medicine. The lack of knowledge of residents about the safety of syrup medicine was caused by the majority of residents not obtaining a high enough education and the majority of residents only working as scavengers. This community service activity was carried out face to face with residents. The activity began with an introduction to drug classification and Dagusibu Liquid Medicine. Followed by education about the Safety of Syrup Medicine and and Recognizing Clinical Symptoms of Acute Kidney Failure in Children. The learning media used were educational videos, leaflets, and bulletins. Evaluation of the success of the program was done by comparing the results of the pretest and posttest. The counseling activity was attended by 25 participants. From the pretest, the average result was 79.73. The posttest results obtained increased knowledge from the participants with a mean score of 89.60. The implementation of community service activities in the Randusari Hamlet area, Mojosongo Village, Jebres District, Surakarta City, was able to increase the participants' knowledge as seen from the enthusiasm of the participants who asked questions, discussed and shared experiences about drugs, as well as increased posttest scores. Keywords: Counseling, Safety of Syrup Medicine, Randusari
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Terapi Anemia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Devi Yanthre Sari Manurung; Elen Anjelina; Novita Dhewi Ikakusumawati
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30517

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius bagi ibu dan janin. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia selama kehamilan. Mengingat tingginya prevalensi dan komplikasi yang ditimbulkan, evaluasi ketepatan terapi menjadi langkah penting dalam menjamin efektivitas pengobatan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengevaluasi ketepatan terapi anemia pada ibu hamil berdasarkan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat aturan minum di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret periode 2023–2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain retrospektif cross-sectional menggunakan data rekam medis. Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling sebanyak 47 pasien. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada trimester III (87,23%) dan tergolong anemia ringan (42,55%). Jenis terapi yang paling sering digunakan adalah kombinasi tablet zat besi dan transfusi darah (40,43%), transfusi darah (34,04%) dan zat besi oral (25,53%). Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh pasien (100%) telah menerima terapi sesuai pedoman klinis berdasarkan seluruh aspek ketepatan. Dengan demikian, terapi anemia pada ibu hamil di RS Universitas Sebelas Maret telah sesuai dengan standar klinis dan prinsip penggunaan obat yang rasional.
Rasionalitas dan Potensi Drug-Related Problems pada Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap dengan Ulkus Diabetes Mellitus Tipe II Vinci Mizranita; Inayatush Sholihah; Novita Dhewi Ikakusumawati; Tiara Dewi Salindri Pratama; Rini Budi Astuti; Devi Yanthre Sari Manurung; Akbar Eka Nugraha
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.28510

Abstract

Ulkus diabetes melitus (DM) tipe II merupakan komplikasi kronis yang sering menimbulkan infeksi serius, memerlukan terapi antibiotik, dan berisiko tinggi terhadap kejadian drug-related problems. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas dan penggunaan antibiotik, serta identifikasi drug-related problems pada pasien ulkus diabetes mellitus tipe II. Penelitian deskriptif ini dilakukan pada 44 pasien ulkus diabetes mellitus tipe II di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan klasifikasi PCNE V9.1 untuk mengidentifikasi drug-related problems. Sebagian besar pasien berusia 60–74 tahun (52%), memiliki komplikasi terbesar makrovaskuler (91%), khususnya hipertensi (43,75%) dan amputasi (34,38%). Antibiotik yang paling sering digunakan adalah seftriakson (27%) dan metronidazol (20%), dengan rute pemberian secara parenteral (66,94%) sebagai rute pemberian utama. Sebanyak 113 kasus kejadian drug-related problems yang teridentifikasi, didominasi oleh kombinasi penggunaan obat yang tidak sesuai (51,3%), dosis tidak tepat, dan terapi tidak sesuai dengan formularium atau guideline. Penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetes mellitus sebagian besar sesuai rekomendasi, namun tetap memiliki risiko tinggi. Diperlukan pemantauan terapi, medication review, dan intervensi terapi berbasis guideline untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. 
ANALISIS PENGOBATAN PASIEN BIPOLAR PADA FASE DEPRESIF DENGAN ANTIDEPRESAN Tiara Dewi Salindri Pratama; Novita Dhewi Ikakusumawati; Dheananda Arikah Deddy
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/hf6sye72

Abstract

Gangguan bipolar merupakan gangguan mood yang menyebabkan perubahan suasana hati seseorang secara ekstrem dan tiba-tiba, mulai dari posisi terendah yaitu depresi serta posisi tertinggi yaitu manik. Salah satu terapi farmakologi untuk mengobati pasien bipolar yaitu dengan antidepresan. Pemberian antidepresan pada pasien bipolar membutuhkan rentang waktu yang panjang, sehingga dapat menyebabkan terjadinya permasalahan terkait obat atau drug related problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya kejadian drug related problems (DRPs) pada pasien bipolar rawat inap di RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta dalam periode Januari 2020 – Desember 2024. Desain dari penelitian ini yaitu cross sectional retrospektif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 97 kasus. Data yang diambil yaitu data yang berdasarkan pada rekam medis pasien. Penyajian data akan dilakukan secara deskriptif dan ditampilkan dalam presentase. Pola penggunaan antidepresan yang mendominasi yaitu maprotilin dengan dosis 50 mg/hari dan penggunaan antidepresan dikombinasikan dengan obat lainnya. Kasus drug related problems (DRPs) yang terjadi yaitu pemilihan obat sebanyak 174 kasus (67,97%), pemilihan dosis sebanyak 41 kasus (16,02%) dan durasi pengobatan sebanyak 41 kasus (16,02%).
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Terapi Anemia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Devi Yanthre Sari Manurung; Elen Anjelina; Novita Dhewi Ikakusumawati
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30517

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius bagi ibu dan janin. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia selama kehamilan. Mengingat tingginya prevalensi dan komplikasi yang ditimbulkan, evaluasi ketepatan terapi menjadi langkah penting dalam menjamin efektivitas pengobatan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengevaluasi ketepatan terapi anemia pada ibu hamil berdasarkan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat aturan minum di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret periode 2023–2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain retrospektif cross-sectional menggunakan data rekam medis. Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling sebanyak 47 pasien. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada trimester III (87,23%) dan tergolong anemia ringan (42,55%). Jenis terapi yang paling sering digunakan adalah kombinasi tablet zat besi dan transfusi darah (40,43%), transfusi darah (34,04%) dan zat besi oral (25,53%). Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh pasien (100%) telah menerima terapi sesuai pedoman klinis berdasarkan seluruh aspek ketepatan. Dengan demikian, terapi anemia pada ibu hamil di RS Universitas Sebelas Maret telah sesuai dengan standar klinis dan prinsip penggunaan obat yang rasional.
Rasionalitas dan Potensi Drug-Related Problems pada Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap dengan Ulkus Diabetes Mellitus Tipe II Vinci Mizranita; Inayatush Sholihah; Novita Dhewi Ikakusumawati; Tiara Dewi Salindri Pratama; Rini Budi Astuti; Devi Yanthre Sari Manurung; Akbar Eka Nugraha
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.28510

Abstract

Ulkus diabetes melitus (DM) tipe II merupakan komplikasi kronis yang sering menimbulkan infeksi serius, memerlukan terapi antibiotik, dan berisiko tinggi terhadap kejadian drug-related problems. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas dan penggunaan antibiotik, serta identifikasi drug-related problems pada pasien ulkus diabetes mellitus tipe II. Penelitian deskriptif ini dilakukan pada 44 pasien ulkus diabetes mellitus tipe II di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan klasifikasi PCNE V9.1 untuk mengidentifikasi drug-related problems. Sebagian besar pasien berusia 60–74 tahun (52%), memiliki komplikasi terbesar makrovaskuler (91%), khususnya hipertensi (43,75%) dan amputasi (34,38%). Antibiotik yang paling sering digunakan adalah seftriakson (27%) dan metronidazol (20%), dengan rute pemberian secara parenteral (66,94%) sebagai rute pemberian utama. Sebanyak 113 kasus kejadian drug-related problems yang teridentifikasi, didominasi oleh kombinasi penggunaan obat yang tidak sesuai (51,3%), dosis tidak tepat, dan terapi tidak sesuai dengan formularium atau guideline. Penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetes mellitus sebagian besar sesuai rekomendasi, namun tetap memiliki risiko tinggi. Diperlukan pemantauan terapi, medication review, dan intervensi terapi berbasis guideline untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. 
Acute Oral Toxicity and Histophatological Study of Ethanol Extract and Fractions of Etlingera elatior Flowers in Mice Inayatush Sholihah; Nestri Handayani; Novita Dhewi Ikakusumawati; Safna Bina Nusriya
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v12i22025.277-291

Abstract

Background: Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm or Kecombrang Flower had been used traditionally to enhance the taste of food. Some studies reported its pharmacological activities such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial, and anticancer. However, its safety has not yet been reported explicitly. Objective: To investigate the acute oral toxicity, macropathological and histopathological changes of 96% ethanol extract, n-hexane, ethyl acetate and methanol-water fractions of Etlingera elatior flowers in Balb/C mice. Methods: The 96% ethanol extract, n-hexane, ethyl acetate and methanol-water (3:7) fractions were given to mice with 4 dose levels (75, 150, 300, and 600 mg/Kg body weight). Single oral administration of them was done on the first day of the test and the mice were then observed in 14 consecutive days. The control group received Na-CMC 0,3%. Changes in behavior, mortality rate, body weight, macropathology and histopathology of kidneys and liver were assessed. Results: No signs of toxicity or mortality were observed when mice were exposed to the 96% ethanol extract, n-hexane, ethyl acetate and methanol-water fractions. The were no significant changes in the body weight. Macropathological examination of the liver and kidneys showed normal results with a brownish red color, smooth surface and rubbery consistency. Histopathological examination revealed mild, moderate, and severe damage to the liver and kidneys of mice, however the level of damage was not followed by an increase in dose. The oral lethal dose was higher than 600 mg/Kg. Conclusion: Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm did not produce toxic effects in mice after acute treatment.
Edukasi Kesehatan dan Gambaran Pengetahuan Masyarakat tentang Tuberkulosis di Car Free Day Novita Dhewi Ikakusumawati; Zahro Isna Fauziyah; Hana Anwar Baraja; Fatimah Nur Khasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1868

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, with a considerable number of cases reported. A paucity of public literacy regarding the symptoms, transmission, and prevention of TB has the potential to impede efforts to eradicate the disease. This community service activity was designed to provide education and assess the public's knowledge about tuberculosis during Car Free Day in Surakarta. The methodology entailed a combination of face-to-face education, utilizing leaflets and direct interaction, followed by an evaluation through a questionnaire containing nine questions, including definition, etiology, symptoms, prevention, examination, duration of treatment, and contact investigation of tuberculosis. A total of 22 respondents participated in this activity. The results indicated that the majority of respondents demonstrated a high level of knowledge regarding the definition of TB (90.9%), its etiology (86.4%), proper cough etiquette (95.5%), and the duration of treatment (95.5%). However, the comprehension of tuberculosis symptoms in children (45.5%), the BCG vaccination (54.5%), and the contact investigation (18.2%) remained inadequate, highlighting the need for targeted educational interventions to improve understanding in these critical areas. The implementation of health education in public spaces is of paramount importance and must be carried out in a continuous manner to effectively increase public awareness regarding the prevention and early detection of tuberculosis.
Optimalisasi Peran Kader PKK dalam Pengelolaan Obat Rumah Tangga Melalui Edukasi DAGUSIBU dengan metode CBIA Yeni Farida; Rini Budi Astuti; Rasmaya Niruri; Vinci Mizranita; Novita Dhewi Ikakusumawati; Tiara Dewi Salindri Pratama; Inayatush Sholihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2073

Abstract

Limited access to healthcare services in Karangturi Village is one of the factors contributing to the practice of self-medication. Without adequate knowledge, self-medication may increase the risk of medication errors. Therefore, improving public understanding of DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, and Dispose of Medicines Properly) is essential. This community service program aimed to enhance knowledge of DAGUSIBU through the empowerment of Family Welfare Movement (PKK) using the Community-Based Interactive Approach (CBIA) educational method. The program was conducted in three stages: preparation of permits and educational materials, implementation of the educational intervention, and evaluation through a written post-test and oral feedback. Among the 44 participants, post-test results showed a 100% correct response rate on questions related to information to consider when purchasing medicines, medication administration instructions, storage, management of missed doses, handling of adverse effects, and medicine disposal. The lowest percentage of correct responses was observed for questions regarding the identification of adverse drug effects. Overall, the findings indicate that the educational intervention successfully improved participants’ knowledge of DAGUSIBU. It is expected that the trained PKK cadres will disseminate the acquired knowledge to other PKK members, thereby promoting appropriate household medication management practices within the community.